
Selepas mengajari Li Ming cara melakukan teknik membelah langit. Yin Hao berjalan pergi menuju kamarnya, berencana untuk membuat beberapa pil guna menunjang kultivasi Li Ming.
Total ada 5 buah pil yang rencananya akan Yin Hao buat. Di antaranya berguna untuk meningkatkan tingkat kultivasi Li Ming, sebagian pil lagi berguna untuk menempa tubuhnya.
Semua pil itu Yin Hao buat dari campuran beberapa bahan berkualitas tinggi yang sulit di temukan. Sehingga kualitas pil itu menjadi yang terbaik dan tidak bisa di bandingkan dengan pil manapun.
Pembuatan ke 5 pil itu membutuhkan waktu hingga 6 jam. Yin Hao bisa saja menyelesaikannya dalam waktu beberapa menit, namun kali ini dirinya ingin memberikan hasil yang terbaik untuk muridnya itu.
'Sekarang aku adalah seorang guru yang memiliki satu orang murid. Sebagai seorang guru aku harus memberikan yang terbaik untuk murid ku, sama seperti yang guru pernah lakukan untuk ku.'
Yin Hao membayangkan keadaan gurunya. Beberapa tahun yang lalu dirinya hanyalah murid biasa, sekarang dirinya adalah seorang guru.
'Waktu benar-benar berputar dengan cepat.'Gumam Yin Hao, lalu segera menyelesaikan pembuatan pil nya dan berjalan keluar.
Yin Hao segera menghampiri Li Ming. Perempuan cantik itu terlihat sudah basah kuyup oleh keringatnya sendiri dan terlihat hampir pingsan, namun dia tetap melakukan gerakan membela langit.
"Jadikan pelajaran. Jangan tidur terlalu larut jika tidak ingin merasakan pingsan."Ujar Yin Hao.
Yin Hao menyuruh Li Ming untuk berhenti. Perempuan itupun menurut dan terlihat ling-lung, kedua bahunya serasa seperti mau lepas karena tidak berhenti sama sekali.
"Sisa berapa ?"Tanya Yin Hao.
"Tinggal 50 kali lagi."
"Beristirahatlah sejenak dan serap khasiat dari semua pil ini. Semua pil ini sangat berguna untuk menunjang pelatihan mu, harus di konsumsi setiap sebelum dan sesudah berlatih. Aku bisa saja membuat lebih banyak namun tidak sempat karena harus menolong penduduk lain."
Li Ming yang mendengar hal itu segera berkata."Apakah aku boleh ikut ?"
"Selesaikan dulu latihan mu dan cepat makan obat ini."
Li Ming segera mengambil semua pil di tangan Yin Hao, lalu menelannya sekaligus. Tidak butuh waktu lama setelah di telan, Li Ming segera merasakan efek pil-pil itu.
"Mengagumkan sekali, rasa lelah ku seketika lenyap seakan tidak pernah ada. Namun kenapa di bagian perut ku rasanya hangat sekali ?"
"Itu karena posisi dantian seseorang sejajar dengan pusar. Artinya pil ku sudah mulai membantumu mencerna energi alam, rasa hangat yang kau rasakan itu merupakan energi alam yang sedikit demi sedikit terkumpul di dalam dantian mu. Jadi jangan heran jika nanti kau merasakan hangat di sekujur tubuh mu, karena biasanya energi alam yang terkumpul di dalam dantian umumnya mengalir ke pembuluh darah dan membuat setiap serangan fisik mu menjadi lebih kuat."
Li Ming mengangguk paham."Aku mengerti, guru muda"
Kemudian Li Ming kembali melanjutkan pelatihannya untuk ikut bersama Yin Hao mengobati penduduk lain yang terserang penyakit flu burung. Setelah hampir setengah jam, akhirnya Li Ming berhasil menyelesaikan pelatihan utamanya. Iapun mandi dan bersiap-siap. Setelah selesai, merekapun pergi bersama menuju ke rumah orang-orang yang terpapar penyakit flu burung.
Awalnya orang-orang di kota tidak mempercayai Yin Hao. Namun karena bukit yang di tunjukkan Li Ming, orang-orang itupun perlahan mau menerima Yin Hao.
Dalam keahliannya di bidang pengobatan, Yin Hao selalu manyelesaikan setiap masalah dengan cepat.
Satu persatu penduduk yang terpapar penyakit flu burung sembuh dalam satu kali pengobatan, hal itu membuat orang-orang semakin mempercayai keahlian Yin Hao.
Semua orang dengan sabar menunggu gilirannya masing-masing.
Satu hari ini saja setidaknya sudah ada 15 keluarga yang berhasil Yin Hao selamatkan.
Namun karena hari sudah telanjur malam, pengobatan itupun terpaksa di hentikan dan akan kembali di lanjutkan keesokan harinya di jam yang sama.
Yin Hao dan Li Ming terlihat berjalan menyusuri jalan kota, kembali menuju kediaman keluarga besar Yin.
Sepanjang jalan, mereka berdua di sambut dengan antusias oleh orang-orang yang berhasil sembuh dari penyakit flu burung.
"Terimakasih, tabib !
"Terimakasih, dewa obat !!
Semua orang menjadi begitu menyenangi Yin Hao. Meski memiliki perawakan datar tanpa ekspresi, pemuda itu sama sekali tidak meminta imbalan atas bantuan yang di berikan nya.
"Guru muda. Jadi apa panggilan mu, Taoist ? Atau dewa obat ??"
Yin Hao melirik Li Ming, dan berkata."Seterah kau ingin memanggilku dengan sebutan apa, lagian tidak ada ruginya bagiku."
"Kalau aku.. Tetap memanggilmu dengan sebutan guru muda. Apakah kau suka ?"
"..."Yin Hao hanya diam dan tetap melanjutkan langkahnya.
Li Ming tersenyum kecil."Ku anggap diam mu sebagai jawaban 'iya'."
Selama dirinya mengikuti Yin Hao mengobati penduduk kota, sore ini.
Li Ming beberapa kali sempat di berikan kepercayaan oleh Yin Hao untuk merawat satu orang pasien.
Agar ketika Li Ming menemukan orang yang terserang penyakit flu burung, dirinya sudah memiliki pengalaman dan tahu harus berbuat apa.
"Guru muda, apakah besok aku akan berlatih hal baru ?"
"Tidak. Lakukan latihan yang sama seperti hari ini."
"Tapi, bukankah kau memiliki banyak tehnik ? Lalu kenapa kau hanya mengajari ku satu tehnik."
"Guruku pernah berkata, seseorang yang berulangkali mempelajari 1 tehnik lebih unggul ketimbang seseorang yang mampu menguasai 100 tehnik sekaligus.
"Aku tidak paham.."
"Lakukan saja pelatihan yang sama berulangkali sampai 1 bulan ke depan. Kau pasti akan merasakan perbedaannya. Aku juga akan membuatkan banyak obat penunjang untuk mu."
Li Ming mengangguk."Terimakasih, guru muda."