
Di dalam sebuah ruangan yang mirip seperti kamar. Terlihat ketua klan Tong duduk bersila di atas sebuah bantalan, nampak begitu fokus pada pertapaannya.
Tidak berselang lama, seorang tetua datang dari arah luar dan segera menghampiri tubuh ketua klan Tong.
Pria paruh baya itupun segera duduk bersila di belakang tubuh ketua klan Tong. Kemudian membantunya menerobos lebih cepat dengan cara melakukan kontak fisik dan menyalurkan tenaga alamnya.
****
Sementara itu. Pertarungan yang begitu menegangkan terjadi di tengah-tengah wilayah klan Tong antara Yu Chen melawan 49 tetua yang di mana sebagian sudah terluka.
Dengan sigap Yu Chen melompat cukup jauh ke belakang, ketika ada yang mau menyerangnya.
Yu Chen bersiap untuk menyerang dengan menghimpun sejumlah energi besar yang berpusat pada pedangnya.
Perlahan energi yang terkumpul berubah menjadi api merah membara, membalut keseluruhan pedang naga penghancur.
*Gerakan kedua kitab dewa api, absolute death !
Yu Chen melesat ke depan sebagai siluet merah. Sangking cepatnya gerakan Yu'Chen hingga menciptakan percikan listrik berwarna kuning yang mengikutinya di belakang.
*Slhassssss
2 Orang tetua yang berdiri sejajar dengan arah Yu Chen melesat, tiba-tiba terjatuh dengan kepala sudah terpisah dari tempatnya.
Beberapa tetua yang sadar dengan serangan itu segera melompat untuk menghindar. Namun secara mengejutkan Yu Chen mampu mengubah arah sasaran dan mengejar mereka yang terbang dengan kecepatan layaknya seperti petir.
*Tahap kedua ! Nebula kekosongan !!
Dengan gerakan yang begitu mengagumkan. Secepat kilat Yu Chen melesat membentuk sebuah rasi pentagon, dan secara bersamaan menebas 10 tetua yang terbang.
Bruuuk
Bruuuk
Bruuuk
Segera 10 tubuh tak bernyawa berjatuhan dari udara. Membuat 37 tetua yang tersisa sontak mematung dengan keringat bercucuran.
Dengan kecepatan yang seperti itu, mustahil bagi seorang manusia mampu membelokan arah karena bisa menghancurkan tubuhnya sendiri.
Namun berbeda dengan Yu Chen, dia mampu mengubah arah sesuai keinginannya dalam kecepatan tinggi tanpa harus takut terluka.
Jelas tehnik ini sudah berada di tingkat yang berbeda. Di luar itu semua tubuh dan tulang-tulang Yu Chen begitu kuat hingga mampu menahan tekanan dari kecepatannya sendiri.
Sehingga tidak heran jika pemuda tersebut mampu membelokkan arahnya secara bebas. Semua itu berkat latihan yang di berikan gurunya.
Seorang pria sepuh yang menyadari jarak kekuatan Yu Chen dan mereka yang terlampau jauh, segera memerintahkan semua tetua yang ada untuk membentuk sebuah pormasi menyegel.
Yu Chen yang saat itu terlihat berdiri di tengah-tengah pormasi, merasa bingung dengan rencana orang-orang itu dan tidak sadar kalau mereka akan melakukan pormasi menyegel. Jelas kebodohan adalah satu-satunya kelemahan murid Yu Chen yang satu ini.
"Mulai ! Pormasi segel, duo'luo Tang !!"
Dari dalam tubuh semua tetua, keluar energi alam dalam jumlah besar. Energi-energi itu kemudian berubah menjadi tanaman rambat dan langsung membelit tubuh Yu Chen yang berada di tengah-tengah pormasi.
"Hmph ! Kalian pikir tanaman lemah ini bisa menghentikan ku ?
Yu Chen segera mengeluarkan energi alam dan mengubahnya menjadi api yang menyelimuti seluruh tubuhnya, bertujuan untuk membakar tanaman yang mengekang tubuhnya.
Namun tiba-tiba api yang menyelimuti tubuh Yu Chen perlahan mengecil hingga akhirnya menghilang. Tidak hanya itu, Yu Chen juga merasakan energi di dalam tubuhnya secara perlahan mengurang.
"Ap-apa yang terjadi ?"Yu Chen terlihat kebingungan dengan kondisi yang ia rasakan.
Melihat reaksi Yu Chen, sontak membuat para tetua tertawa lantang. Kemudian seorang pria sepuh menjelaskan.
"Pormasi Duo'luo Tang adalah sebuah tehnik menyegel tingkat tinggi yang dimiliki klan kami. Kemampuan ini bukan semata-mata hanya di gunakan untuk menyegel, tehnik ini juga bisa di gunakan untuk menyerap energi korban yang terperangkap hingga habis tak bersisa. Meskipun kau sangat kuat, ternyata kau sangatlah bodoh. Diluar itu semua, tidak ada satupun pendekar yang mampu keluar hidup-hidup jika sudah terperangkap, bahkan pendekar tingkat tinggipun hanya bisa pasrah menunggu kematian. Nah, sekarang kau bisa apa dalam situasi ini ?"
*Grrrrrr
Dari arah belakang Yu Chen, tiba-tiba terdengar suara seekor harimau yang menggeram.
Sontak wajah semua tetua berubah pucat ketika melihat sesuatu di belakang Yu Chen. Sementara Yu Chen yang bingung melihat perubahan ekspresi orang-orang itu segera menoleh ke belakang.
Terlihat Ling'ling dalam wujud aslinya berdiri di belakang Yu Chen.
Melihat hal itu segera Yu Chen tersenyum kecil."Tidak ku sangka aku akan merasa se-senang ini ketika bertemu dengan mahluk yang tidak menyukaiku, tapi kau datang tepat waktu kawan.."
Ling'Ling hanya membalas ucapan Yu Chen dengan erangan, serta tatapan tajam kepada seluruh tetua yang ada.
Harimau spiritual itupun dengan beringas menyerang salah satu tetua yang berjarak paling dekat.
Membuat pria itu harus menjerit kesakitan di serang Ling'ling tanpa bisa melawan. Ternyata perbuatan Ling'ling yang menyerang salah satu tetua mengakibatkan pormasi segel melemah.
Yu Chen yang menyadari hal itu segera meledakan sejumlah energi di dalam tubuhnya, sehingga dengan begitu dirinya bisa terbebas dari jeratan pormasi segel klan Tong.
Para tetua yang tersisa segera terkejut tanpa bisa bergerak karena terlalu takut, ketika melihat Yu Chen sudah terbebas dari jeratan pormasi.
"Nah, sekarang apa yang bisa kalian semua lakukan di dalam situasi yang seperti ini ?"Yu Chen tersenyum menyeringai sambil mengaliri sejumlah tenaga alam ke pedangnya.
Para tetua yang tadinya sempat meremehkan Yu Chen karena merasa sudah menang sebelumnya. Kini justru harus menanggung konsekuensinya ketika Yu Chen mulai menyerang tanpa mereka bisa memberikan perlawanan yang berarti.
Dengan bantuan Ling'ling, Yu Chen menyerang para tetua yang ada hingga membuat sebagian dari mereka lari ketakutan sambil menjerit karena merasa sudah tidak sanggup melawan.
Tentunya Yu Chen tidak membiarkan mereka lari dengan menyuruh Ling'ling menghadangnya.
Tanpa di sadari oleh dirinya sendiri, Ling'ling mengikuti perintah Yu Chen dan menghadang beberapa tetua yang hendak lari hingga membuat mereka kembali berbalik ke belakang.
Yu Chen yang melihat para tetua yang tersisa lari ke arahnya, segera tersenyum tipis kemudian melakukan gerakan menebas secara vertikal, dan melancarkan sebuah energi sabit merah yang memotong segala sesuatu yang berada di jalur lesat nya.
"Fyuh..."Yu Chen menyeka keringat di dahinya sambil tersenyum puas."Kuharap dengan begini semua keluarga ku menjadi tenang,"
Ling'Ling segera menghampiri Yu Chen dan menampar kepala pemuda itu, hingga membuat Yu Chen marah dan menanyakan maksud Ling'ling melakukan hal itu.
"Kau berhutang satu nyawa kepada ku.."
Yu Chen tertawa kecil,"Jangan begitu, teman. Kita ini memiliki satu guru yang sama, kita sudah seperti saudara, dan saudara tidak pernah berhutang pada saudaranya yang lain."
"Terserah kau mau bicara bagaimana, yang jelas kau harus membayar jasa ku suatu saat nanti.."
"Baik, baik. Bagaimana ku traktir sake ?"
"Boleh juga,"
*******
Tiba-tiba dari arah yang tak terduga, sebuah serangan tapak emas melesat ke arah punggung Ling'Ling.
"Awass !!
Segera Yu Chen melompat dan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Ling-Ling dari serangan dahsyat itu.
Alhasil Yu Chen yang terkena serangan itu dengan telak, langsung melesat ke belakang bagaikan peluruh hingga menabrak sebuah bangunan, membuatnya hampir tidak sadarkan diri.
"Jasa mu sudah ku balas, si4lan !"Yu Chen mengacungkan jempolnya, lalu pingsan.
Ling'ling menoleh ke atas. Terlihat seorang pria paruh baya bertelanjang dada dengan tubuh merah kehitam-hitaman menatap ke arahnya.
Melihat kondisi tubuh pria itu, segera ling'ling sadar kalau dia sudah menggunakan tehnik terlarang.
"Seni, darah iblis ?"Gumam ling'ling.