
Seni langkah ini bernama tehnik darah iblis. Untuk menggunakan tehnik ini dibutuhkan korban yang banyak untuk di hisap darahnya oleh si pengguna, dengan begitu barulah tehnik darah iblis bisa di gunakan. Meski terdengar hebat, nyatanya tehnik ini di larang kegunaannya dalam dunia beladiri karena di butuhkan korban jiwa untuk menggunakannya. Akan tetapi tehnik semacam ini tidak luput dari perhatian pendekar aliran hitam, sehingga entah bagaimana tehnik itu jatuh ke tangan ketua klan Tong.
Kelebihan tehnik ini sendiri berada pada tubuh dan serangan. Tubuh orang yang menggunakan tehnik darah iblis memiliki kekerasan seperti batu, serta mampu membuat berbagai macam senjata dari darahnya sendiri.
Semua orang tau kalau kelebihan tidak luput dari kelemahan. Seperti tehnik lain, tehnik ini juga memiliki kelemahan tersendiri.
Sepertinya yang di ketahui, tehnik darah iblis selalu berfokus pada darah. Karena penggunanya membuat tubuhnya menjadi keras dengan darah dan membuat senjata dengan darah. Jadi apabila dia kehabisan darah maka tamat riwayatnya.
Namun entah karena hari ini sial bagi Ling'ling. Tempat sekarang dirinya berdiri di penuhi dengan darah yang kental, belum lagi di bagian perumahan klan tong yang pastinya di penuhi oleh korban keganasan Yu Chen.
"Si4lan kau.."Gumam Ling'ling, mengutuk Yu Chen.
Ketua klan Tong yang tubuhnya terlihat seperti iblis dengan dua tanduk panjang di kedua sisi kepalanya, terlihat mendekati Ling'ling sambil memperhatikannya dengan seksama.
"Kau... Bukankah harimau pemakan manusia yang kehebatannya sudah menjadi buah bibir 3 klan ? Tidak ku sangka kalau hewan spiritual tingkat suci seperti mu akan tunduk kepada seorang anak ingusan. Pemuda itu benar-benar membuat ku terkejut,"
Ling'ling berdecak dan berucap."Ck.. Dia itu bukan tuan ku. Lagian di lihat dari ekspresi mu yang sangat santai. Sepertinya kau sama sekali tidak merasa terganggu dengan kehancuran klan mu berserta orang-orang di dalamnya ? Apakah tehnik darah iblis sudah membuat sisi kemanusiaan mu hilang ??"
"Kau salah, justru teknik ini membuatk menjadi manusia yang hebat. Bahkan kupikir, korban-korban ku pasti sangat senang bisa mati di tangan ketua klan mereka. Aku juga sangat berterimakasih kepada pemuda itu, berkat bantuannya, aku tidak perlu repot-repot menghabisi seluruh anggota klan ku."
"Da4sar gila. Aku ini memang hewan, tapi kau lebih hina dari itu !"
Segera Ling'ling melompat tinggi-tinggi, lalu menyerang ketua klan Tong dengan cakar-cakarannya yang tajam bak sebilah pedang.
Melihat itu, ketua klan tong langsung menciptakan sebuah pedang dari darahnya, lalu...
*Boooomm
Terjadi ledakan hebat diiringi dengan efek gelombang angin yang di hasilkan oleh benturan cakar ling'ling dan pedang ketua klan Tong.
Ledakan itu juga telah menghancurkan beberapa bangunan terdekat hingga berkeping-keping. Bahkan Ling'ling juga tidak luput dari gelombang itu hingga membuatnya sedikit terlempar ke belakang.
"Ku-kuat sekali.."Gumam Ling'ling, sambil memperhatikan keadaan ketua klan tong yang terlihat tidak terluka dan masih di tempat yang sama.
Ling'ling pikir dirinya tidak mungkin bisa mengalahkan ketua klan Tong jika keadaannya terus seperti ini. Karena jelas ketua klan tong sedang dalam keadaan di untungkan, dikarenakan memiliki banyak pasokan darah untuk memperkuat tubuhnya.
'Sial jika terus begini lama-lama aku bisa mokad. Cara satu-satunya untuk bisa menang ialah membawa pria itu ke tempat yang luas dan tidak ada darah, mungkin ku coba saja..'
"Hei, pria lemah. Jika kau berani, tangkap aku.."
Ling'ling segera memancing ketua klan Tong untuk mengikutinya keluar wilayah klan itu.
Pria itupun termakan ucapannya dan mengejar Ling'ling sambil menembakan jarum darah, namun untungnya ling'ling bisa menghindar dengan cara memperkecil tubuhnya hingga sekecil anak harimu.
Cara ini sedikit ampuh untuk membodohi ketua klan Tong. Kemungkinan otak pria itu sudah rusak akibat terlalu banyak menyerap darah manusia, sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk berpikir dan hanya fokus satu hal.
Namun di luar dugaan, meski otaknya tidak bekerja dengan benar, insting ketua klan tong ternyata masih tajam dan dapat merasakan kalau dirinya sedang di bodohi oleh Ling'ling.
Segera ketua klan tong menciptakan sebuah busur panah, lalu melancarkan satu poison needle. Sebuah panah racun mematikan yang sama sekali tidak memiliki penawarnya.
*Jleeb
Anak panah itu tepat mengenai sasaran. Namun tiba-tiba tubuh Ling'ling berubah menjadi uap putih dan barulah ketua klan Tong sadar kalau harimau itu sedang mempermainkan dirinya dengan kabut ilusi, dan sosok harimau yang dirinya kejar tidak nyata.
Dari arah belakang tiga buah energi berbentuk melengkung melesat ke arah punggung ketua klan Tong. Dengan instingnya yang tajam, pria itu berbalik dan dengan santainya menepis serangan itu dengan tangan kosong.
Namun masih tidak terlihat dimana Ling'ling berada. Ketua klan Tong merasa kalau ling'ling masih berada di sekitar puing-puing, untuk itu dia kemudian melancarkan serangan lanjutan yaitu mengeluarkan ratusan poison needle yang di buat dari darahnya.
Serangan bersekala besar mencangkup sebagian besar wilayah klan Tong dan menghancurkan segala yang ada termasuk material keras sekalipun.
Ling'ling yang bersembunyi di balik sebuah puing bangunan merasa sedikit tegang di buatnya, karena cepat atau lambat dirinya paru akan di temukan namun yang penting Yu Chen berhasil ia selamatkan dan sekarang tubuhnya ada bersama Ling'ling.
'Sial, bukanya aku tidak mau melawan. Meskipun aku di kenal sangat kuat, tetap saja pria itu berada di level yang berbeda, jadi apa gunanya melawan orang itu karena sudah tau ujung-ujungnya bakalan kalah.'Gumam Ling-Ling berdebat dengan dirinya sendiri.
Dari arah gerbang klan Tong yang runtuh. Yin Hao datang seorang diri dan meninggalkan Li Ming di goa karena ingin melihat keadaan Yu Chen.
Ketika melihat seseorang mengambang di udara, segera Yin Hao berjalan mendekatinya berencana untuk bertanya.
"Kau yang di sana, apakah kau melihat murid ku ?"Tanya Yu Chen dengan tubuh terlihat di lindungi oleh dinding energi, sehingga needle poison yang keluar dari tubuh ketua klan Tong sama sekali tidak melukainya.
"Gu-guru.."Segera keringat membasahi wajah Ling'ling ketika mendengar suara tuannya, iapun mendongakkan kepalanya keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"..."Ketua klan tong hanya diam, sambil memperhatikan Yin Hao tanpa ekspresi.
Ketua klan Tong menciptakan sebilah pedang dari darahnya, iapun mencoba menyerang Yin Hao namun dirinya di halangi oleh rantai yang keluar dari dalam tanah di sekitar Yin Hao.
"Sepertinya kau tidak suka di ajak bicara baik-baik. Aku juga merasa kalau ada sesuatu yang terjadi dengan muridku, jadi ku pikir kaulah yang mengusiknya."
"Benar, tuan ! Dia itu sudah melukai Yu Chen hingga membuatnya pingsan."Ujar Ling'ling, mengadu.
Yin Hao menatap sebentar ke arah Ling'ling, kemudian kembali menatap ketua klan tong.
*Aray pengekang
Segera rantai itu mengikat tubuh ketua klan Tong, lalu membakarnya hingga binasa tidak tersisa.
Tehnik darah iblis yang di eluh-eluhkan banyak orang seakan tidak berarti di hadapan Yin Hao. Buktinya ketua klan tong tetap mati setelah menggunakan tehnik itu, bahkan Yin Hao tidak perlu mengibaskan tangannya.
"Sudah kuduga orang itu tidak akan selamat jika bertemu tuan. Hahah rasakan, dasar iblis."Gumam Ling'ling, kemudian membesarkan tubuhnya kembali seukuran harimau normal. Lalu membawa tubuh Yu Chen yang tidak sadarkan diri kepada Yin Hao.
"Ada apa dengannya ?"Tanya Yin Hao.
"Dia sengaja menahan serangan tapak pria itu untuk menyelamatkan nyawa ku, tuan."
Segera Yin Hao memasukan beberapa pil berkhasiat untuk penyembuhan ke dalam mulut Yu Chen, lalu membantunya untuk menyerap khasiatnya.
Hanya dalam hitungan detik, Yu Chen segera mendapatkan kembali kesadarannya setelah memakan pil penyembuhan.
Yu Chen segara menatap Yin Hao dan merasa heran karena tidak ingat kapan gurunya datang.
"Kapan kau datang, guru ?"
"Barusan. Sekarang pergilah duluan bersama Ling'ling ke goa, tidak lama lagi kita akan pergi meninggalkan tempat ini menuju ke kerajaan Qin,"
"Bagaimana dengan mu ?"
"Guru ingin melihat-lihat tempat ini terlebih dahulu. Setelah selesai gyru akan menyusul."
Yu Chen mengangguk, kemudian bersama dengan Ling'ling, iapun meninggalkan tempat itu.
Sementara Yin Hao segera pergi menuju ke kediaman paling besar di klan itu, kediaman yang di maksud masih terlihat utuh diyakini kalau itu adalah tempat tinggal ketua klan Tong.
Di dalamnya terdapat beberapa lorong, Yin Hao masuk ke lorong bagian kanan dan menemukan banyak sekali rak buku, namun tidak ada buku ataupun kitab yang menarik bagi Yin Hao.
Hingga perhatian Yin Hao tidak sengaja tertuju pada sebuah kitab di atas meja. Iapun menghampiri meja itu dan menemukan sebuah kitab tipis yang di atasnya tertulis nama tehnik darah iblis.
"Tehnik ini berbahaya.."
Yin Hao langsung membakar kitab itu hingga menjadi abu, agar tidak ada satupun orang yang bisa menemukan kitab itu dan menggunakannya untuk hal yang di larang.
Perhatian Yin Hao kembali teralihkan kepada sebuah pintu di dekat meja. Iapun membuka pintu itu dan menemukan banyak sekali tumpukan emas yang di kumpul oleh ketua klan Tong dari klan-klan lain.