THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
39. BERSENANG-SENANG



Sesampainya di villa langit, Yin Hao dan Ryu An berjalan bersama memasuki villa tersebut.


"Nona, An. Aku akan berada di kamar ku, jika kau perlu sesuatu jangan sungkan untuk menemui ku."


Ryu An hanya mengangguk dengan sedikit dihiasi senyuman. Yin Hao kemudian berjalan pergi menuju kamarnya berencana untuk menulis kembali racikan obat yang baru.


Tidak lama kemudian Li Ming datang menghampiri Ryu An. Gadis itu sudah memperhatikan mereka sejak baru datang, rasa penasarannya semakin besar ketika melihat Ryu An tersenyum.


"Nona An, rasanya baru tadi kau bersikap diam dan tanpa senyuman. Lalu apa yang terjadi kepada kalian berdua hingga membuat nona An tersenyum kepada guru seperti itu ?"


Dari dalam ruangan Yin Hao kembali datang dan langsung menatap marah kepada Li Ming.


"Bukankah tadi guru menyuruh mu membantu Chen'er ? Lalu kenapa kau masih berada disini dan mengganggu nona An ??"


Li Ming tersenyum jahil,"Kau lihat'kan, nona An ? Guruku adalah orang yang pemarah, suka mengatur dan memerintah. Padahal dia sendiri selalu bersenang-senang, sebaiknya nona An berpikir 2 kali jika ingin menjalin hubungan dengan pria seperti guru."


"Ming'er, apakah kau sengaja berkata demikian untuk membuat kesan buruk bagi nona An terhadap perilaku guru ? Lagian memangnya anak kecil sepertimu tau apa tentang urusan orang dewasa, sebaiknya kau cepat bantu Chen'er kasihan dia karena harus bekerja sendiri."


Li Ming cemberut sambil melipat kedua tangan di depan dada."Siapa bilang Chen'er sedang kesulitan ? Dia saja terlihat bersenang-senang bersama seorang gadis dan tidak terlihat sedang kesulitan.. Aku mau di sini saja bersama nona An, aku juga merasa penasaran dengan kejadian yang sebelumnya menimpa kalian hingga membuat kalian terlihat lebih dekat."


Yin Hao mengusap wajahnya dan merasa bingung harus bersikap bagaimana dengan muridnya yang manja itu. Yin Hao berkata.


"Tidak ada sesuatu yang terjadi di antara kami berdua. Guru hanya membawa nona An pergi menemui raja karena raja ingin memberikan penghargaan atas tindakan hebat nona An, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak tentang kami. Lebih baik kau pikirkan saja perkembangan mu, sekarang pergi dan lakukan gerakan hukuman sebanyak 1000 kali."


Li Ming menatap Ryu An, lalu memeluk perempuan itu seperti anak kecil.


"Nyonya guru, tolong selamatkan aku. Aku tidak ingin melakukan gerakan hukuman karena bisa membuat telapak tangan ku lecet dan kasar, jika itu terjadi maka tidak akan ada pria yang suka denganku."


Ryu An menatap Yin Hao. Yin Hao yang mengerti dengan yang di pikirannya hanya mengangguk kemudian berjalan memasuki ruangan.


Dengan lembut Ryu An melepaskan pelukan Li Ming. Dalam bahasa isyarat dia berkata.


"Guru mu sedang sibuk karena harus melakukan banyak pekerjaan hari ini, mungkin dia sedang lelah sebaiknya kita jangan mengganggunya. Bagaimana jika kau membantuku memasak di dapur ?"


"Benarkah ? Kau baik sekali !!"


"Memangnya ibumu tidak pernah mengajak mu memasak bersama ?"


"Pernah. Tapi terkahir kali aku mencoba langsung membuat dapur di rumah ku terbakar, sejak saat itu entah kenapa ibu melarang ku mendekati dapur."


Ryu An tersenyum canggung, dalam bahasa isyarat dia berkata."Sepertinya aku tau apa alasannya."


"Benarkah ?"


"Lupakan saja, ayo kita memasak sekarang."


Merekapun pergi menuju dapur untuk memasak bersama.


****


Sementara itu di lapangan posko kesehatan.


Seorang murid yang di telantarkan gurunya terlihat sedang bermesraan dengan seorang gadis biasa, mereka terlihat mengobati prajurit yang terluka bersama.


"Kak, apakah yang ini di letakan disini ?"Tanya gadis itu.


"Ya, benar. Berhati-hatilah dengan luka basah karena membutuhkan pengobatan yang tepat."


"Wah, kau cerdas sekali kak."


Yu Chen tersenyum percaya diri."Tentu saja !"


'Padahal aku hanya berbicara ngasal agar terlihat keren."Batin Yu Chen.


Gadis biasa yang sekarang bersama Yu Chen bernama Qian Yu. Dia adalah pelayan di kerajaan dan tidak sengaja bertemu Yu Chen ketika lututnya terluka.


Berkat bantuan mereka berdua setidaknya skala pendekar yang berhasil sembuh naik mencapai 30% Namun posko kesehatan terpaksa di tutup karena malam akan tiba.


Setelah berpisah dengan Qian Yu dan berjanji akan kembali bertemu malam ini. Yu Chen berjalan pulang dengan perasaan gembira.


'Memanganya kalian saja yang bisa memiliki pasangan ? Aku juga bisa.'Gumam Yu Chen.


Sesampainya di villa langit. Yu Chen segera berjalan masuk ke kamarnya dan mencari pakaian yang cocok untuk di bawa pergi kencan.


"Si4l kenapa pakaian ku semuanya sama saja ? Aku ingat guru pernah memberikan ku banyak pakaian namun ternyata semuanya sama. Aku tidak ingin terlihat bodoh di hadapan Qian Yu dengan memakai pakaian ini."


Li Ming yang baru saja masuk di buat keheranan ketika melihat juniornya sedang gelisah memilih-milih pakaian. Kemudian Li Ming bertanya.


"Ada apa ?"


"Tentu saja semaunya sama karena kau seorang taoist, palingan yang membedakan pakaian kita hanya coraknya saja. Memangnya kenapa kau ingin mencari pakaian ? Apakah gadis itu mengajak mu jalan-jalan ??"


Yu Chen tersenyum percaya diri, menatap Li Ming."Benar ! Qian Yu mengajak ku kencan ke alun-alun kota. Apakah kau merasa iri, kak ?"


"Kenapa aku harus merasa iri ?


"Tentu saja kau harus iri denganku karena tidak punya pasangan, lagian siapa juga yang ingin bersama anak manja dan kasar sepertimu, meski sehari aku yakin orang itu tidak sanggup."


"Jangan sombong dulu, kau mengenal gadis itu hanya sebuah keberuntungan. Saran ku jangan terlalu percaya dengannya, bisa-bisa kau di tipu karena kau'kan bodoh."


"Kak, aku sedang tidak ingin bertengkar. Sekarang tinggalkan aku, si tampan ini ingin mengganti pakaian."


Li Ming menghela panjang."Yah.. Terserah kau saja, setelah itu bergegaslah ke dapur untuk makan karena guru sudah menunggumu."


Yu Chen tidak menjawab dan asik dengan dunianya sendiri karena sedang di mabuk cinta.


****


Di dapur terlihat Yin Hao duduk di sebuah kuris kayu dengan meja panjang, sedangkan Ryu An terlihat menyiapkan semua masakan yang dia buat bersama


Li Ming ke atas meja.


Yin Hao masih terlihat sibuk dengan kuas dan kertas di tangannya, membuat sebuah resep obat yang cocok untuk pendekar yang menderita kecemasan berlebihan atau sering di sebut odgj akibat trauma yang di akibatkan perang.


Ryu An yang melihat itu merasa khawatir karena tidak pernah melihat Yin Hao beristirahat, bahkan tidur saja tidak pernah.


Tidak lama Li Ming datang dan duduk berhadapan dengan Yin Hao, gadis itupun mengambil cemilan lalu mengigit nya dan bertanya.


"Guru apakah kau bisa membawaku jalan-jalan ke kota malam ini ?"


"Maaf, Ming'er. Aku tidak bisa, karena guru ini adalah guru mu yang mengajarkan ilmu beladiri, bukan seorang penjaga yang bisa di suruh semau mu."Ujar Yin Hao sambil tetap fokus dengan kuas di tangannya.


Yu Chen pun datang ke tempat itu dan membuat semua orang terkejut dengan penampilannya.


"Bagaimana ? Apakah aku tampan ??"Ujar Yu Chen dengan mengigit sebuah bunga mawar.


Li Ming yang melihat wajah Yu Chen mirip seperti badut ulang tahun tidak tahan untuk tidak tertawa.


"Siapa yang memesan badut ?"


"Diam kau, aku tidak berniat memperhatikannya padamu. Nah, guru, bagaimana menurutmu ?"


Yin Hao menggeleng pelan diiringi helaan, merasa bingung dengan kebodohan Yu Chen.


"Chen'er, kau itu bukan hewan yang memiliki musim kawin. Tidak perlu berpenampilan seperti itu untuk menarik perhatian lawan jenis mu, yang ada mereka akan lari ketakutan. Sekarang bersihkan wajah mu dan makanlah."


Li Ming yang mendengar hanya tertawa hingga perutnya sakit, sementara Yu Chen hanya menatapnya kesel lalu pergi untuk membersihkan wajahnya.


Setelah selesai menyiapkan semua makanan, Ryu An duduk disamping Yin'Hao lalu menuliskan sebuah kata-kata dari kuas dan kertas pria itu karena Yin Hao tidak mengerti bahasa isyarat.


"Makanan ini Li Ming yang membuatnya,"Isi surat itu.


Yin Hao menatap Li Ming dan makanan di meja, gadis itu hanya tersenyum menunggu pujian gurunya.


"Terimakasih nona An, pasti melelahkan bagimu mengajarkan Ming'er memasak,"


Alih-alih memuji dirinya, Yin Hao malah berterimakasih kepada Ryu An. Sementara Li Ming yang mendengar perlahan kehilangan senyumannya kemudian makan dengan kesal.


Setelah semuanya selesai makan, Yu Chen bertanya sambil menyodorkan tangannya.


"Guru, apakah aku boleh minta sedikit uang ?"Yu Chen tersenyum bodoh.


Yin Hao hanya menghela pelan karena tau apa yang Yu Chen ingin lakukan.


Segera Yin Hao mengeluarkan dua kantong uang dari udah kosong dan memberikan satu kepada Yu Chen dan satunya lagi ke Li Ming.


"Terimakasih, guru."Segera Yu Chen pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa aku juga di kasih uang ?"Tanya Li Ming.


"Bukankah tadi kau bilang ingin jalan-jalan ? Karena kalian sudah sangat membantu guru pikir kalian pantas mendapatkan hadiah, namun Guru tidak bisa menemani mu karena ada urusan dengan petinggi kerajaan, jadi pergilah bersama nona An jika dia mau."


Li Ming menjadi sangat senang, kemudian segera mengajak Ryu An pergi. Gadis itu terlihat bingung dengan sebelah tangan di tarik Li Ming.


Yin Hao menghela panjang mendapati ruangan yang kosong."Damai sekali rasanya.. Sepertinya semua orang sedang bersenang-senang, lebih baik aku bergegas menemui raja Qin Zhu dan petinggi kerajaan."