
Yu Chen yang bersender di sebuah pohon tidak jauh dari tempat Li Ming, merasa bosan karena gurunya tidak kunjung kembali hingga akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Li Ming meski sebenarnya terpaksa.
"Senior, jika boleh tahu.. Siapa nama mu ?"
Untuk waktu yang agak lama Li Ming tidak menjawab pertanyaan Yu Chen, karena sengaja berpura-pura tidak mendengarnya.
Sikap dingin serta penolakan terang-terangan yang di tunjukkan Li Ming membuat Yu Chen merasa canggung.
Yu Chen takut jika dirinya terlalu banyak bicara, mungkin akan membuat Li Ming merasa terganggu.
Sebaliknya jika Yu Chen tidak berusaha untuk dekat dengan Li Ming karena wataknya, mungkin Li Ming akan berpikir kalau Yu Chen adalah seorang pengecut.
Yu Chen menghela panjang dan bergumam di benaknya.'Perempuan memang selalu benar. Jika aku menyalahkan dirinya atas sikapnya yang terlalu acuh, pasti dia akan merasa jadi yang paling tersakiti. Mungkin sudah sifat alami mereka, aku benar-benar penasaran bagaimana guru bisa membuat wanita itu jinak.'
Tidak lama kemudian dari arah belakang, terdengar suara mahkluk buas yang terdengar seperti mendekat ke arah Yu Chen dan Li Ming.
Sontak membuat kedua murid Yin Hao itu ketakutan hingga menjerit bersama, hingga jeritan keduanya semakin menjadi-jadi tatkala seekor harimau putih berukuran besar keluar dari dalam hutan dan menatap Yu Chen dan Li Ming dengan sorot matanya yang tajam.
"Ba-bagaimana ini, senior ? Kekuatan ku tidak cukup hebat untuk mengalahkan siluman itu.."
Li Ming segera menghampiri Yu Chen dan berdiri membelakanginya."Tetap berada di belakang ku,"
Yu Chen yang ketakutan setengah mati hanya bisa berlindung di balik tubuh Li Ming, padahal gadis tersebut juga merasakan hal yang sama namun demi Yu Chen dia berpura-pura tidak takut.
Yu Chen yang berdiri di belakang Li Ming sontak menyadari kalau gadis itu juga ketakutan di lihat dari tubuhnya yang bergetar hebat.
'Se-senior.. Padahal tubuhnya sudah gemetaran seperti itu, namun dia tetap berpura-pura berani demi aku..'Gumam Yu Chen di benaknya.
Hal itu membuat Yu Chen sadar dan mengubah pandangannya pada Li Ming.
"Kita pasti mati.."
"Bicara apa kau ?! Guru bilang jangan menyerah sebelum mati,"
"Tapi, siluman itu tidak mungkin bisa di kalahkan oleh kroco seperti kita."
"Lihat dan pelajari, junior.."
Li Ming mengangkat pedangnya tinggi, kemudian mengalir tenaga alam dalam jumlah besar ke pedangnya.
"Gerakan pertama kitab naga langit. Tebasan pembela langit ?"
*Zruuuung
Sebuah energi sabit berwarna putih keluar dari hasil ayunan pedang Li Ming. Energi sabit itu bergerak sangat cepat sampai menghantam wajah harimau putih hingga menimbulkan ledakan yang cukup besar dan menutupi sekelilingnya oleh asap putih hasil ledakan.
Tiba-tiba Li Ming kehilangan kesadaran akibat terlalu banyak mengeluarkan tenaga alam dari biasa yang dia keluarkan, sehingga membebani tubuhnya.
"Ba-bagaimana ini ? Kak, kenapa kau malah tidur.."
Yu Chen yang panik melihat Li Ming pingsan menjadi semakin panik ketika asap putih yang menutupi tempat siluman tadi berdiri telah menghilang, dan memperlihatkan siluman sebelumnya yang masih berdiri kokoh tanpa luka sedikitpun.
Dari semak-semak di samping siluman harimau itu, berjalan keluar Yin Hao dan berdiri di samping siluman harimau, membuat Yu Chen yang melihatnya terkejut.
"Gu-guru ?"
Yin Hao menepuk kaki siluman harimau,"Apakah bawahan ku cukup kuat ?"
Siluman harimau itu mengubah bentuknya menjadi sekecil bayi harimau, membuat bentuknya yang tadinya seram berubah menjadi lucu dan tidak nampak berbahaya.
Namun meski begitu dia tetaplah siluman mengerikan di mata Yu Chen."Bawahan ? Siluman itu bawahan mu ?!"
"Benar, namanya Ling-Ling. Aku tidak sengaja menemukannya di hutan ketika sedang berjalan-jalan, sekalian ku gunakan dia untuk menakuti-nakuti kalian berdua."
Yu Chen yang mendengar hal itu semakin terkejut. Dengan mudahnya Yin Hao berkata seperti itu, padahal bawahan yang dia maksud merupakan siluman berbahaya yang tidak mungkin bisa di pelihara.
"Apakah guru tau, karena siluman itu senior kehilangan kesadaran akibat terlalu banyak menggunakan tenaga alam ?"
"Ya, berkat harimau ini juga hubungan kalian menjadi sedikit ada kemajuan, kan ?"
Yu Chen akhirnya mengerti dengan alasan Yin Hao. Ternyata gurunya sengaja melakukan hal itu untuk membantu kedua muridnya menjadi sedikit akrab.
"Me-meskipun kau benar, harimau itu tetap saja dalang di balik kehancuran klan ku !"
"Mengenai hal itu, kau pasti akan sangat terkejut jika mendengar ceritanya,"
"Benarkah ? Apakah kau yakin tidak mau mengetahui dalang sebenarnya di balik kehancuran klan mu ?
Ekspresi Yu Chen sedikit berubah."Memangnya siapa ?
"Yang jelas bukan siluman ini, nanti kau akan tahu sendiri ketika mendengar cerita bawahan ku. Sekarang bawa Li Ming kepada ku."
Yu Chen hanya mengangguk, kemudian membawa Li Ming kepada Gurunya.
Yin Hao segera membopong tubuh
Li Ming, lalu memerintahkan Ling-Ling untuk membesar kembali.
Ketika Ling-Ling sudah membesar kembali, Yin Hao segera melompat dan duduk di atasnya.
"Bagaimana dengan ku ?"Tanya Yu Chen.
"Kau bisa ikut naik jika mau,"
Sekujur tubuh Yu Chen seketika merinding membayangkan dirinya naik di atas punggung seekor siluman. Iapun merasa enggan untuk bergabung dan lebih memilih untuk menggunakan kuda gurunya.
"Baiklah, ikuti aku.."
Setelah mendapatkan perintah dari Yin Hao. Ling-Ling bergerak cepat memasuki hutan, membuat Yu Chen yang berada di belakang menjadi kewalahan untuk mengikutinya.
Dengan keadaan wajah penuh tanah karena berada di belakang Ling-Ling, Yu Chen terus mengutuk hewan besar itu di dalam benaknya.
'Sialan kau siluman, kau pasti sengaja melempar tanah ke wajah ku..'
******
Sementara itu di sebuah tempat tepatnya di klan Wang. Terlihat penyerangan bersekala besar yang di lakukan oleh ketua dari klan Tong bersama dengan seluruh kelompok klan nya.
Terlihat klompok klan Tong membakar rumah-rumah dan membunuh semua orang klan Wang tanpa belas kasihan. Kelompok klan Wang yang saat itu sudah kehilangan sebagian besar kekuatan mereka akibat pertarungan sebelumnya, menjadi tidak berdaya untuk melakukan perlawanan hingga membuat mereka menjadi bulan-bulanan lawan.
Segera pertarungan itu lebih di dominasi oleh kelompok klan Tong. Sementara kelompok klan Wang yang tersisa mencoba untuk kabur menuju hutan namun satu persatu di serang oleh anak panah hingga akhirnya mereka semua mati tersungkur.
Ketua klan Tong terlihat mengecek semua mayat kelompok klan Wang namun tidak menemukan ketua klan Wang di antara mayat-mayat itu, hingga akhirnya pria itu memutuskan untuk bertanya ke salah satu tetua terdekat.
"Dimana ketua klan Wang ? Apakah ada yang melihatnya ??"
"Tadi terkahir kali aku melihat pria itu berlari masuk ke dalam hutan, ketua. Apakah kau mau kami mengejarnya dan membawakan kepala ketua klan Wang kepada mu ?"
Ketua klan Tong tersenyum licik, terlintas suatu pikiran jahat di otaknya.
"Tidak usah. Aku ingin melihatnya sekarat di cabik-cabik oleh harimau pemakan manusia dan merangkak ke hadapan ku untuk meminta di bunuh."
"Lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya tuan ?"
"Perintahkan semua anggota klan kita untuk mundur. Karena kalian sudah sangat membantu, kalian bebas melakukan apapun untuk merayakan kemenangan ini."
Mendengar hal itu, semua anggota klan Tong yang berada di sekitar sana segera merasa senang dan memuji-muji ketua klan mereka.
"Ketua klan memang sangat bijaksana !
"Hidup ketua klan ! Hidup Kelan Tong !!
"Terimakasih ketua !!!
*****
Sementara itu di dalam tengah-tengah hutan. Ketua klan Wang terlihat berjalan tertatih-tatih sambil memegangi dadanya yang terluka.
"Pria bermuka dua si4lan itu ! Tidak di sangka ternyata semua ini adalah rencananya. Itu artinya rumor yang mengatakan bahwa klan Yu yang membunuh anggota klan ku terbukti salah. Meski begitu, tidak ada gunanya menyesali hal yang sudah terjadi lagian mereka semua sudah mati, memangnya hal buruk apa lagi yang mungkin terjadi ?"
*Graaaa....
Sontak ketua klan Wang menoleh kebelakang dan menemukan seekor harimau putih berukuran besar sedang menatapnya tajam, membuat nya terkejut dan jatuh ke posisi duduk.
"Wah.. Chen'er, lihat apa yang Ling-Ling temukan..."
Yu Chen menuntut kudanya untuk berjalan ke depan. Dia merasa terkejut ketika mengetahui kalau orang yang gurunya maksud adalah ketua klan Wang.
"Kau.."