THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
48.DI HADAPAN SANG AHLI



Di sebuah ruangan yang nampak seperti sebuah kamar namun berdiameter lebih luas. Tong Yu yang sekarat segera di letakkan ke atas sebuah kasur oleh dua orang penjaga yang melihat jendral muda itu pertama kali, dengan tergesa-gesa dan perasaan was-was salah satu penjaga segera memanggil tabib terdekat guna memberikan perawatan pertama takutnya Tong Yu tidak bisa bertahan lebih lama karena luka parah yang di alaminya.


"Siapa saja tolong !! Panggilkan tabib !!!


Orang-orang yang mendengar berita tentang Tong Yu segera pergi menuju paviliun pengobatan, sayangnya karena alasan nyawa orang-orang yang penasaran itu hanya bisa melihat dari luar.


Di dalam ruangan sebelumnya sudah ada Qin Zhu, Qin Ruo dan seorang pria sepuh yang merupakan seorang tabib kerajaan. Dengan keahlian dan wawasannya tentang dunia pengobatan, tabib sepuh itupun segera memeriksa tubuh Tong Yu dengan teliti.


Hawa menjadi sangat tegang ketika tabib memulai pengobatan, semua orang yang mengenal Tong Yu dan melihat dari luar hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pemuda tersebut.


Beberapa menit berlalu, semua orang terlihat sedang menunggu-nunggu kesimpulan tabib. Beberapa saat kemudian tabib terlihat berhenti sambil diiringi gelengan pelan.


"Maafkan aku,"


Meski tidak di katakan Qin Zhu sadar kalau Tong Yu tidak bisa di selamatkan, iapun mencoba bertanya kepada tabib untuk memastikan dugaannya.


"Tolong tabib, lakukan segala upaya untuk menyelamatkan nyawa Tong Yy ! Berapapun imbalan yang kau minta akan ku berikan."Qin Zhu terlihat sangat khawatir karena sudah menganggap Tong Yu sebagai anaknya sendiri dan tidak bisa menerima kenyataan yang mengatakan kalau Tong Yu sudah mati.


Dengan perasaan penuh penyesalan, tabib itu sedikit menunduk dan berkata.


"Maaf raja Qin ini bukan tentang uang, anak ini mengalami luka serius di bagian luar maupun dalam. Setelah ku periksa dengan mengedarkan kesadaran spiritual ku ke sekujur tubuhnya, setidaknya ada 3 organ vital yang rusak belum lagi sekujur tubuhnya penuh dengan luka senjata tajam yang semakin membebani tubuhnya. Suatu keajaiban anak ini bisa bertahan sampai sekarang, namun karena luka yang di alaminya tubuh anak ini perlahan melemah dan jantungnya nyaris tidak berdetak. Mohon maafkan aku,"


Mendengar hal itu Qin Zhu menarik nafas berat, meski begitu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tidak, terimakasih karena sudah mau membantu, tabib."Qin Zhu menghela nafas, menyesali perintahnya yang menyuruh Tong Yu untuk memata-matai kamp sekte gagak hitam.


Sementara Qin Ruo yang memperhatikan hal itu sejak awal tanpa terasa air mata jatuh di samping wajahnya, semakin lama semakin banyak hingga akhirnya Qin Ruo tidak kuasa menahan kesedihannya dan menangis sejadi-jadinya.


Wajar Qin Ruo bersikap seperti itu karena dirinya sudah sangat akrab dengan Tong Yu sejak masih kecil layaknya seperti kakak adik, melihat kondisi Tong Yu yang terbujur kaku dengan kulit semakin pucat membuat Qin Ruo benar-benar merasa terpukul.


Sambil menangis dan menarik-narik pakaian Yu Chen, Qin Ruo berkata dengan tersedu-seduh."Hei, bodoh ! Bangun !! Kenapa kau terus tidur, kau bilang akan mengajariku bermain pedang, apakah kau mau mengingkari janji mu ?! Yu'gege !"


Qin Zhu yang melihat itu mencoba untuk menenangkan putrinya."Ruo'er, jangan seperti ini. Ayah tau perasaan mu kepada Yu'er oleh karena itu lebih baik melepaskannya agar kau tidak tenggelam dalam perasaan sedih."


"Tidak, lepaskan aku ayah ! Yu'gege, aku sudah mengetahui tentang perjodohan kita. Pada saat itu aku membutuhkan waktu lama untuk berpikir dan mempertimbangkannya karena aku juga telah menaruh perasaan kepada tabib Hao, namun perlahan aku sadar bahwa seseorang yang selalu bersama ku sejak kecil tidak bisa tergantikan oleh apapun sehingga aku berusaha menerima mu, oleh karena itu bukalah mata mu ! Kumohon, jika kau mencintaiku tolong buka mata mu !!"


Dari arah ruah terdengar suara ribut-ribut, Yin Hao terlihat bergegas memasuki ruangan itu bersama teman-temannya.


"Bagaimana keadaannya ?"Yin Hao bertanya kepada tabib.


"Tidak bisa, jantungnya terlalu lemah, mungkin akan berhenti."


Yin Hao kemudian mengeluarkan selembar kertas dari udara kosong, lalu dengan sebuah kuas ia menulis sesuatu dalam bahasa kuno.


Kertas itu Yin Hao tempelkan ke telapak tangannya, kemudian kilatan petir biru mulai keluar dari kertas. Tabib sepuh yang melihat itu segera menghentikan tindakan Yin Hao.


"Apa yang kau lakukan, tabib Hao ? Kejutan sedikit apapun bisa langsung membuat jantung nya berhenti ! Sebaiknya pakai cara lain yang lebih aman !!"Tabib itu menahan tangan Yin Hao.


"Cara apa maksud mu ? Jika memang ada cara lain mengapa kau tidak menggunakannya ?! Aku tau apa yang aku lakukan, jika kau terus menahan ku pemuda itu akan benar-benar mati."


Karena apa yang di katakan Yin Hao benar bawah tidak ada cara lain untuk menyelamatkan Tong Yu, tabib sepuh itu kemudian perlahan melepaskan genggamannya dari tangan Yin Hao dan berharap jika cara yang di lakukan pemuda itu bekerja.


Yin Hao segera menggunakan elemen petir buatan itu seperti alat pemacu jantung, dengan menempelkan tangannya ke dada kiri Tong Yu.


Kekuatan kejut dari petir yang di hasilkan Yin Hao sudah di atur sebelumnya, sehingga tidak mencelakai Tong Yu.


Jantung Tong Yu yang tadinya nyaris berhenti perlahan kembali terpacu, perlahan semakin cepat dan akhirnya kembali normal.


Tabib sepuh yang melihat itu merasa sangat terkejut, segera Yin Hao mengeluarkan sebuah pil berwarna merah dari udara kosong lalu memasukkannya ke dalam mulut Tong Yu dan membantu nya untuk menyerap pil itu dengan menyalurkan tenaga alam.


"Pil ini bernama bulan darah, memiliki khasiat untuk meningkatkan jumlah produksi darah merah sehingga proses penyembuhan bisa di lakukan setelah nya."Jelas Yin Hao.


Melihat kulit Tong Yu yang tadinya putih seperti mayat kini mulai berangsur-angsur kembali cerah, membuat orang-orang yang melihatnya merasa senang setelah sempat berpikir bahwa mereka telah kehilangan jendral muda mereka.


"I-ini bagaimana bisa ?"Tabib sepuh merasa terkejut.


"Tabib, sekecil apapun detak jantung manusia, jika masih bisa berdetak itu artinya masih ada harapan dengan memacunya menggunakan elemen petir yang di atur kekuatannya agar tidak melukai pasien. Kejutan dari elemen petir memaksa jantung untuk kembali memompa oksigen, sehingga harus di lakukan dengan benar."


"Ak-aku, ini... Anda sangat cerdas tabib Hao, hanya saja cara ini sangat beresiko jika di lakukan oleh tabib seperti ku."Tabib sepuh terlihat serba salah, ternyata umur bukan sesuatu yang bisa di banggakan karena meski dirinya sudah tua dan memiliki banyak sekali pengetahuan dan pengalaman tentang pengobatan, dirinya bukan apa-apa di hadapan Yin Hao yang tentunya jauh lebih muda dan lebih hebat darinya.


"Anda tidak perlu merasa tersaingi, tabib. Jika bukan karena bantuan tabib mungkin aku tidak tau bagaimana kondisi pasti tubuh Tong Yu. Terimakasih banyak,"


"Tidak masalah, sudah sepatutnya seorang tabib membantu antar sesama, hahaha..."Tabib itu merasa bangga karena berpikir kalau bukan karena bantuan dari dirinya Yin Hao akan bingung untuk mengambil langkah dalam menyelamatkan nyawa Tong Yu.


Sementara orang-orang yang melihat dari luar segera berbisik-bisik ketidaktepatan tabib sepuh dalam bertindak.


"Lihat tabib tua itu, jelas-jelas tadi dia sempat menahan tabib Hao dan justru bersikap sok tau dengan mengajari tabib Hao."


"Benar, sekarang dia malah tertawa bangga. Padahal jika bukan karena tabib Hao yang datang tepat waktu, jendral muda tidak mungkin selamat karena tabib sepuh itu hanya semakin membuat panik keadaan dan tidak melakukan apapun yang berguna."


"Kemampuan tabib Hao dalam pengobatan memang tidak di ragukan lagi, di hadapan ahlinya sesuatu yang tidak mungkin pasti bisa terjadi."