THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
21.PATNER YIN HAO



Ketika pagi datang, Yin Hao memutuskan untuk berhenti di bawah sebuah pohon besar. Padahal perjalan menembus hutan ini masih terbilang jauh, namun Yin Hao tidak ada pilihan lain selain berhenti karena Li Ming selalu merengek meminta istirahat.


"Akhirnya setelah berjalan semalaman, kedua kaki ku yang cantik ini bisa istirahat.."Li Ming merebahkan tubuhnya dan bersender pada pohon untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan.


Yin Hao memperhatikan keadaan sekitar, ditempat nya sekarang nyaris tidak terasa hawa hewan hidup, terasa begitu hampa dan sunyi.


Dimana hal itu tidaklah mungkin untuk hutan sebesar ini. Sebab sekecil apapun hutan, pastinya terdapat banyak sekali hewan buas yang hidup di dalamnya kecuali jika ada sesuatu yang memangsa mereka.


'Apakah pemuda tadi malam tidak sedang berbohong tentang siluman harimau putih yang dia ceritakan sebelumnya ?'Gumam Yin Hao di dalam hati.


Tiba-tiba dari arah samping, terdengar suara gesekan semak-semak yang membuat Yin Hao segera menatap ke sana dengan waspada.


Dari balik semak, Yu Chen berjalan keluar setelah semalaman berusaha untuk mengikuti jejak Yin Hao.


"Ku pikir kau tidak akan keluar, ternyata tidak. Kau membuatku merasa terkejut.."Ujar Yin Hao karena sejak awal sudah menyadari kalau Yu Chen sedang mengikutinya.


"Tuan, ekspresi mu sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang sedang terkejut.."Ujar Yu Chen dengan nafas terengah-engah serta tubuh yang dipenuhi daun.


"Ada keperluan apa kau mencari ku ?"


"Jangan berpura-pura tidak tahu, Tuan. Meski di sekte diriku sering di anggap bodoh, namun aku tau kalau kau cukup pintar untuk mengetahui alasan ku mengikuti mu."


Yin Hao menatap dalam kedua mata Yu Chen, seakan sedang melihat isi pikiran pemuda tersebut.


"Menakjubkan sekali. Jarang-jarang orang awam bisa menghilangkan rasa dendamnya secepat ini, kau mendapatkan pengakuan dari ku."


Yu Chen terlihat semakin bersemangat setelah mendapatkan pujian dari Yin Hao, iapun semakin yakin kalau pria hebat tersebut mau mengangkat dirinya menjadi seorang murid.


"Apakah itu artinya kau menerima ku sebagai murid mu ?"


"Jangan terburu-buru, nak. Sekarang jawab satu pertanyaan ku dengan serius.. Apa yang akan kau lakukan setelah ku ajari ? Apakah masih ingin menghabisi nyawa orang-orang yang telah membantai klan mu ??"


Merasa kalau Yin Hao sedang mengujinya, segera Yu Chen bersikap serius dan menjawab pertanyaan itu dengan fasih.


"Aku akan tetap menghabisi mereka, namun bukan karena ego melainkan karena keadilan."


Yin Hao menepuk pundak Yu Chen, lalu berkata."Siapa yang bilang kalau kau ini bodoh ? Baiklah karena aku suka dengan pemikiran mu, aku akan mengangkat mu menjadi murid ku."


Yu Chen menjadi sangat senang, sementara Li Ming yang tadinya tertidur langsung terbangun ketika mendengar gurunya sudah mengangkat satu orang murid lagi.


"Apa ?!!! Gu-guru mengangkat orang bodoh itu menjadi murid mu ?"


Yu Chen tersenyum penuh kemenangan kepada Li Ming sambil melipat kedua tangan di depan dada. Sementara Yin Hao menepuk pundak Yu Chen.


"Memangnya kenapa ? Guru adalah gurumu, jadi guru bisa mengangkat murid lain sebanyak yang guru mau."


Li Ming berdiri dan terlihat tidak terima dengan keputusan gurunya.


"Aku tidak menyalahkan guru yang ingin mengangkat banyak murid, tapi kenapa harus orang itu ?"


"Sama sepertimu, ada sesuatu yang menarik perhatian guru didalam tubuh anak ini. Jadi kau harus tetap menerimanya."


"Terserah guru saja.."Li Ming melipat kedua tangan di depan dada dan berbalik karena kesal.


Yin Hao menatap kepada Yu Chen. Lalu dari udara kosong, Yin Hao mengeluarkan sebuah kitab lusuh membuat Yu Chen terkejut melihatnya.


"Itu keluar dari mana ?"


"Jangan terlalu di pikirkan, nak. Kitab ini bernama kitab dewa api, salah satu kitab tingkat dewa setelah kitab naga langit milik Li Ming. Kitab ini sekarang jadi milik mu, pelajari dengan baik."


Dengan rasa senang yang menyeluap di dalam hati, Yu Chen menerima kitab pemberian Yin Hao dengan senyum penuh kemenangan dan membuat Li Ming yang melihat hal itu merasa semakin tidak terima.


"Berbeda dengan mu yang sama sekali tidak pernah belajar beladiri. Yu Chen sudah pernah belajar beladiri sebelumnya, sehingga ia hanya perlu di berikan kitab untuk berlatih sendiri."


"Baiklah aku mengerti, tapi kenapa kau memberikan kitab yang berbeda kepada cecunguk itu ? Padahal aku suka kitab yang berunsur api."


"Kenapa kau menjadi begitu egois seperti ini, Ming'er. Dengar, setiap manusia membawa satu elemen dasar di dalam tubuhnya. Kau memiliki elemen dasar angin sehingga sangat cocok jika di kombinasikan dengan kitab yang juga berunsur angin seperti kitab naga langit. Sama halnya dengan Yu Chen yang membawa elemen dasar berupa api. Jika elemen mu dan kitab yang ku berikan tidak sinkron, maka dapat membebani tubuh mu dan membuat potensi yang kau miliki tidak keluar dengan sempurna. Sekarang lakukan gerakan membelah langit sebanyak 1000 kali sebagai hukuman."


Mendengar hal itu Li Ming merasa sedikit kecewa. Meski begitu dia tetap menjalani hukumannya.


"Cih ! Ini tidak adil."Li Ming berdecak lalu melakukan gerakan membelah langit.


Yin Hao menatap Yu Chen dan berkata."Sekarang kau sudah memiliki sebuah kitab tingkat surgawi yang tidak di miliki oleh manusia manapun di dunia ini. Jadi berlatihlah sendiri, aku hanya akan membantumu dengan memberikan pil penunjang. Dan lagi, aku akan pergi sebentar untuk mencari tempat yang cocok untuk kalian berdua berlatih, selama aku pergi, aku tidak ingin mendengar keributan."


Yu Chen membungkuk dan memberi hormat."Aku mengerti guru."


"Satu hal lagi. Meski Li Ming memiliki tempramen tidak mudah di dekati, berusahalah menghormatinya karena meski begitu dia tetap murid pertama ku dan merupakan senior mu."


"Aku mengerti, guru."


"Baiklah, aku pergi dulu."


Yin Hao memutuskan meninggalkan kudanya dan berjalan memasuki hutan dengan berjalan kaki.


Yin Hao berencana untuk mencari sebuah goa untuk melatih kedua muridnya, karena saat ini hanya hal itulah yang bisa dirinya lakukan.


Ketika berjalan-jalan di tengah hutan, Yin Hao tidak sengaja berpapasan dengan harimau putih.


Keduanya sama-sama kebingungan sambil menatap satu sama lain dengan jarak masing-masing 5 meter.


"Kau.. Siluman yang di katakan orang-orang, kan ?"


"Benar, dan kau siapa ?"Tanya harimau tersebut.


Memang terdapat beberapa siluman yang bisa berbicara, menandakan kalau siluman itu berada di tingkat sangat tinggi sehingga kemampuannya juga tidak main-main.


Yin Hao mengelus dagunya, menatap harimau putih yang tingginya mencapai 10 meter itu.


"Tidak penting siapa aku. Ternyata di hutan ini ada hewan siluman yang memiliki tingkat setinggi ini. Aku sangat terpukau."


"Aku juga baru pertama kali bertemu orang yang setenang mu ketika berhadapan dengan siluman seperti ku. Aku sangat terpukau,"


Meski terlihat menyeramkan harimau tersebut ternyata memiliki kecerdasan dan tidak menampakkan sikap agresif karena mengetahui orang seperti apa yang sedang berdiri di hadapannya.


'Orang ini tidak terlihat seperti orang lemah. Kekuatannya juga tidak bisa ku prediksi, mungkin hampir setingkat dewa atau mungkin mengimbanginya. Yang jelas aku harus berhati-hati dengannya.'Batin harimau itu.


"Ku dengar, kau sudah membunuh banyak orang dari 3 klan di sekitar tempat ini. Apakah aku benar ?"Yin Hao memegang ganggang pedang langit yang berada di samping pinggangnya.


Ketika melihat hal itu, keempat kaki harimau di hadapannya segera gemetaran dengan keringat membasahi wajahnya."Te-tenang dulu. Jangan gegabah, aku memiliki alasan kenapa aku menghabisi mereka."


"Oh, alasan.. Aku tertarik untuk mendengarnya nanti, sekarang antarkan aku ke sebuah goa yang cocok untuk digunakan sebagai tempat latihan."


Untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Harimau itu membungkuk kepada seseorang dan membiarkan Yin Hao duduk di atasnya.


"Tidak pernah sekalipun dalam hidup ku, aku membungkuk seperti ini kepada seseorang. Kau sangat beruntung, tuan. Kemampuan yang kau miliki membuat ku tunduk."


"Cepat, berangkat."


"Pegangan, kau akan terkejut dengan kecepatan yang ku miliki !"