
Malam hari di kediaman Yin. Suasana di dalam ruangan makan terasa lebih hidup dengan adanya kehadiran Yin Hao di antara keluarga itu, membuat mereka merasa senang.
"Tambah lagi, ayo makan yang banyak. Istriku sudah memasak makanan sebanyak ini, jadi kita harus menghabiskannya."
Li Chung meletakan lauk yang banyak kedalam piring Yin Hao, karena merasa pemuda itu makan terlalu sedikit.
Sementara Yin Hao hanya diam, tidak menolak sama sekali karena menghormati Li Chung dan keluarganya.
"Ngomong-ngomong tabib, dari kota mana kau berasal ?"
"Aku berasal dari desa tidak jauh dari kota ini. Tapi tuan Chu, aku bukanlah seorang tabib, melainkan taoist."
Li Chung terdiam sejenak setelah mendengar peryataan yang di katakan oleh Yin Hao, karena sebelumnya berpikir kalau pemuda tersebut adalah seorang tabib karena begitu mahir dalam mengobati seseorang.
"Maaf, kupikir kau adalah seorang tabib karena begitu mahir dalam mengobati seseorang, tidak di sangka ternyata kau adalah seorang pengusir iblis."
"Tidak, aku tidak bisa di katakan terlalu mahir karena masih memiliki banyak kekurangan."
Li Chung tertawa kecil dan berkata.
"Kau suka sekali merenda. Namun jarang sekali seorang pengusir iblis memiliki kemampuan pengobatan sehebat dirimu, bahkan jumlah mereka yang memiliki kemampuan pengobatan dapat di hitung dengan jari."
"Anda terlalu memuji, tuan Chu. Kemampuan pengobatan yang ku miliki sekarang adalah hasil dari latihan yang ku lakukan selama beberapa tahun. Maksud ku, siapa saja bisa menjadi hebat jika ingin berlatih."
"Benar sekali ! Aku setuju. Semua orang bisa menjadi hebat jika mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Ngomong-ngomong setelah dari kota ini, kemana lagi tujuan anda ?"
"Sejujurnya sampai sekarang aku masih belum memikirkannya. Ada masalah besar yang sedang menunggu ku, tapi aku belum tahu bagaimana cara menyelesaikannya. Lagian, aku tidak begitu mengenal tempat di sekitar sini, salah-salah aku bisa tersesat."
Melihat kesempatan emas itu, segera Li-Chung bergumam di benaknya."Suatu keberuntungan besar bagi keluarga ku jika bisa mengikat tali hubungan dengan orang sehebat dia. Aku yakin orang ini akan menjadi orang yang hebat di masa mendatang, akan baik bagiku jika mengikat hubungan dengannya lebih awal dari yang lain."
Li Chung menatap Yin Hao sambil tersenyum ramah, lalu berkata.
"Apakah itu artinya anda membutuhkan seorang teman yang bisa memandu jalan ? Jika benar, ku sarankan kau pergi bersama dengan anak ku Li Ming. Dia tahu semua tempat di benua ini, karena sering ikut berpergian bersama ku. Namun sebagai gantinya, apakah kau bisa mengajarinya menjadi pendekar ?"
"Ayah !!"Li Ming sontak terkejut mendengar perkataan ayahnya, hingga membuat wajahnya berubah merah karena malu.
Yin Hao terdiam sejenak untuk berpikir. Menurutnya mengajak Li Ming pergi melalang buana sangat berbahaya, tetapi masalah itu bisa di atasi dengan melatihnya.
Apalagi Yin Hao sangat membutuhkan teman yang bisa mengantarkannya menuju benua atas, tentu hal ini menjadi kesempatan yang bagus baginya.
Setelah merenung sejenak untuk mempertimbangkan masalah itu, akhirnya Yin Hao buka suara.
"Bukan masalah bagi ku untuk mengajari Li Ming. Yang menjadi masalahnya apakah dia bisa menyerap pelatihan yang ku berikan atau tidak. Jika tidak, maka aku tidak akan mengajaknya. Jangan tersinggung, tuan Chu pasti tau alasan ku berkata seperti ini."
Li Chung mengangguk pelan dan berkata."Aku mengerti. Jika anak ku tidak mampu menyerap pelatihan yang kau berikan, maka mengajaknya sama saja mengantar putri ku kepada kematian. Apakah jawaban ku benar ?"
"Tepat sekali.."
Yin Hao menatap ke arah Li Ming yang duduk di sebelah Li Chung.
"Nah, nona Ming. Apakah menurutmu kau bisa menyerap pembelajaran dari pelatihan ku ?"
Li Ming terdiam sejenak untuk berpikir, kemudian menjawab."Tidak ada ruginya bagiku untuk mencoba. Lagian aku yakin sekali kalau kau sangat membutuhkan pemandu jalan. Kesempatan seperti ini tidak mungkin kau lewati begitu saja, bukan ? Artinya kita saling di untungkan dalam masalah ini."
Yin Hao mengangguk."Anda ternyata cukup cerdas. Kalau begitu bersiaplah, besok kita akan mulai."
Li Ming menjadi sangat senang karena hal itu, membuatnya menjadi tidak sabaran untuk cepat-cepat tidur.
Setelah makan. Yin Hao di antar ke kamar miliknya oleh Li Chung.
"Sekarang ruangan ini adalah kamar mu. Memang tidak terlalu mewah, namun ku harap anda bisa memakluminya."
Yin Hao hanya bisa terdiam tanpa ekspresi melihat ruangan luas di hadapannya. Merasa tidak percaya kalau ruangan seluas itu merupakan sebuah kamar, sebab jika di ukur maka ruangan di hadapannya dua kali lipat lebih luas dari kamar Yin Hao dulu.
"Kamar ini sudah sangat mewah bagiku. Terimakasih tuan Chu, maaf sudah membuat mu repot."
Li Chung menepuk punggung Yin Hao sambil tertawa."Kau terlalu sungkan tuan muda Hao. Aku sangat bersyukur bisa kembali bernafas dan bersama dengan keluarga ku, semua ini berkat bantuan anda yang tidak ternilai."
"Jangan terlalu di pikirkan. Sudah sepantasnya bagi ku untuk membantu sesama manusia."
"Kau sangat baik hati. Kalau begitu, aku pamit dulu. Silakan nikmati waktu istirahat mu."
Yin Hao mengangguk. Segera Li Chung meninggalkan tempat itu karena tidak mau menganggu waktu istirahat Yin Hao.
******
"Aku tidak menyangka kalau takdir ku akan menjadi semanis ini karena kehadiran orang itu, membayangkannya saja membuat ku tidak sabar untuk menunggu sampai besok dan cepat-cepat berlatih bersamanya."
Karena terlalu senang membayangkan hal-hal manis dirinya bersama Yin Hao. Sepanjang malam Li Ming tidak tidur dan terus berguling ke kanan dan kiri sambil tertawa cekikikan sendiri.
Pagi hari di halaman rumah keluarga besar Li. Yin Hao dan Li Ming terlihat berdiri di bawah teriknya matahari karena akan memulai pelatihan, namun ketika melihat kondisi Li Ming, Yin Hao merasa sedikit ragu kalau hari ini akan berjalan sesuai rencananya.
"Ada apa dengan lingkaran hitam di sekitar kelopak mata mu. Apakah tadi malam kau bergadang ?"
Dengan wajah kusut dan terlihat lemas, Li Ming berkata."Tadi malam terdapat banyak sekali nyamuk, membuat ku tidak bisa tidur."
Li Ming berdalih karena akan semakin memalukan baginya jika mengaku kalau sebenarnya sepanjang malam dia membayangkan Yin Hao.
"Aku ragu dengan keadaan mu yang seperti itu bisa berlatih,"
Li Ming tersenyum percaya diri sambil memperlihatkan otot lengannya yang tidak seberapa.
"Tenang saja ! Sedikit panas tidak akan menyakitiku."
"Jika kau bersikeras, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Baiklah, ada sedikit pertanyaan dari ku sebelum kita memulai pelatihan hari ini...
"Nona Ming, apakah sebelumnya kau pernah belajar beladiri ? Tolong jawab dengan jujur, agar aku tahu harus mulai mengajari mu dari mana."
Li Ming menggeleng."Aku tidak pernah belajar beladiri sebelumnya,"
"Baiklah. Kalau begitu aku akan mengajarimu dasar-dasar teknik beladiri menggunakan pedang."
Yin Hao mengeluarkan dua buah pedang kayu dari udara kosong. Membuat Li Ming yang memperhatikannya seketika terkejut.
"Benda itu keluar dari udara kosong ?"
"Jangan terlalu di pikirkan. Sekarang ambil pedang ini dan ikuti gerakan ku."
Li Ming mengangguk dan mengambil satu pedang kayu dari tangan Yin Hao.
Yin Hao kemudian berdiri di samping Li Ming, lalu memperlihatkan cara memegang pedang dengan benar jika menggunakan kedua tangan.
"Apakah seperti ini ?"Li Ming mencoba untuk menyamai caranya memegang pedang seperti yang di terapkan Yin Hao.
"Ya, teruskan."
Yin Hao berjalan mengelilingi Li Ming untuk mencari kesalahan pada posisi tubuh gadis itu.
Ketika melihat celah, Yin Hao segera memukul kaki kanan Li Ming dengan cukup kuat menggunakan ranting sebab melihat kesalahan disana.
"Kaki kanan sedikit maju ke depan, sementara kaki kiri tetap pada posisi semula."
Li Ming segera melakukan apa yang Yin Hao katakan, lalu kedua tangannya kembali di pukul dengan ranting.
"Angkat kedua tangan mu sedikit lebih tinggi. Benar seperti itu, sekarang lihat ini.."
Kemudian Yin Hao menerapkan sebuah gerakan yang sangat sederhana. Gerakan ini Yin Hao namakan dengan sebutan teknik membelah langit, karena pedang yang di gunakan hanya perlu di ayunkan dari atas dan berhenti ketika berada di bagian depan tubuh.
Li Ming yang langsung bisa mengingat gerakan itu pada percobaan pertama kali, segera merasa percaya diri."Teknik ini terlalu sederhana, apakah kau tidak bisa mengajari teknik yang lain ?"
Yin Hao melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menjelaskan.
"Gerakan ini memang sangat sederhana dan terkesan kuno. Namun jika di lakukan dengan benar, maka akan menjadi sebuah teknik yang sangat mematikan dengan rentang jarak jauh. Tehnik ini juga sangat berguna untuk melatih otot lengan mu."
"Ternyata begitu..."
"Jangan berhenti. Ulang, lakukan sebanyak 100 kali sebagai hukuman akibat protes sebelumnya."
"Apa !? Kau gila, jangan terlalu tegas terhadap pemula seperti ku."
"Lakukan sebanyak 200 kali. Jika masih protes akan ku tambah."
"..."Sontak kata-kata Li Ming tersangkut di tenggorokannya. Sebenarnya ia mau protes namun takut jika pelatihannya di tambah, sehingga dia hanya bisa diam dan melakukan gerakan itu berulang kali dengan pipi mengembung.
"Jangan berhenti jika belum mencapai 200 gerakan. Aku akan masuk ke dalam dulu untuk membuat pil dan obat untuk mu. Sore nanti, kau akan membantu ku mengobati penduduk lain."