THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
28.IBUKOTA KERAJAAN QIN



Setidaknya tumpukan emas dan batu mulia yang ada di ruangan itu cukup untuk memberi makan satu kota sangking banyak jumlahnya.


Sebenarnya di dalam cincin penyimpan sudah terdapat banyak sekali uang. Namun di jaman yang dimana segala sesuatu sekarang ini butuh uang, membuat Yin Hao memutuskan untuk mengambil semua emas yang ada karena siapa tau nanti ada gunanya.


Setelah selesai menguras habis semua emas dan harta kekayaan yang dimiliki oleh klan Tong. Yin Hao berjalan keluar dari ruangan itu dan di lanjutkan dengan terbang menggunakan pedang langit malam menuju goa tempat kedua muridnya menunggu.


****


Sesampainya di sana, terlihat Yu Chen dan Li Ming sudah menunggu guru mereka di depan sebuah goa tempat mereka selama ini tinggal.


Tanpa mengulur waktu, merekapun segera berangkat. Yin Hao menaiki kuda, sedangkan kedua muridnya berjalan kaki. Hal ini bukan di lakukan untuk memperlambat perjalanan melainkan bertujuan untuk mengetahui masalah seperti apa yang mungkin mereka bisa temui di perjalanan, sehingga hal ini secara tidak langsung dapat membantu orang-orang.


Jarak ibu kota kerajaan Qin memang tidak terlalu jauh dari tempat awal Yin Hao dan kedua muridnya berangkat, hanya butuh waktu 2 hari perjalanan tanpa henti untuk bisa sampai.


****


Sementara itu sebuah tempat di pelosok ibukota Qin, terlihat seorang perempuan muda tengah berjalan bersama rombongan pelayan di belakangnya.


Perempuan itu menggunakan gaun biru berpadu warna putih yang membuatnya terlihat sangat cantik. Sangking cantiknya, pemuda manapun yang melihatnya akan kesulitan untuk memalingkan pandangan.


Gadis tersebut juga sangat gemar tersenyum serta ramah kepada semua orang, membuat siapa saja pasti merasa nyaman bila dekat dengannya.


Perempuan cantik ini bernama Qin Ruo. Anak tunggal raja Qin Zhu yang di juluki sebagai kecantikan nomor satu di ibu kota kerajaan Qin hingga sampai ke provinsi Qinghai.


Tidak ada orang yang tidak mengenal Qin Ruo, baik itu di ibukota atau bahkan sekitarnya. Pasalnya gadis ini bukan hanya cantik namun juga merupakan jenius beladiri, isu yang beredar mengatakan kalau putri Ruo tidak pernah kalau one by one dengan pendekar manapun.


Qin Ruo juga kerap kali mengikuti beberapa ajang turnamen di beberapa kota besar dan selalu membawa nomor urutan satu. Namun karena sebuah alasan, Qin Ruo di minta oleh ayahnya agar tidak lagi mengikuti turnamen dan membuang jauh-jauh pengetahuannya tentang beladiri.


Statusnya Qin Ruo yang spesial mungkin menyebabkan hal tersebut. Karena dalam sebuah peraturan keluarga Qin tidak di perbolehkan seorang pewaris wanita untuk berlatih beladiri.


Karena dirinya adalah anak satu-satunya dari keluarga Qin. Jelas semua orang kerajaan menaruh harapan besar terhadap Qin Rio, sehingga karena hal itu mau tidak mau Qin Ruo harus memendam bakatnya dan berusaha menjadi seorang tuan putri yang sempurna seperti yang keluarganya inginkan.


Sementara itu ibukota Qin ialah salah satu kota terbesar di benua bawah dengan popularitas penduduk yang tinggi dengan mayoritas pedagang. Sehingga takhayal kalau kota ini mendapatkan julukan pasar terbesar di benua bawah.


Sangking besarnya pasar yang di maksud, hal yang pertama kali orang-orang lihat ketika memasuki ibukota Qin ialah pedagang dan pembeli yang tidak sedikit berasal dari luar kota.


Karena ekonomi rakyat ibukota Qin yang semakin maju, hal itu memancing sebuah kelompok aliran hitam untuk melakukan invasi ke kota tersebut.


Di karenakan para pedagang yang ada di sana menjual barang-barang berharga yang sulit di temukan, sehingga dengan menginvasi kota ini dapat memenuhi semua kebutuhan kelompok tersebut.


Sebuah gerakan invasi tidak lagi terdengar asing di kalangan masyarakat awam. Beberapa puluh tahun terkahir, kelompok aliran hitam tiba-tiba popularitasnya naik dengan cepat. Dari yang awalnya tidak berani menunjukkan batang hidungnya, sekarang mereka berani menguak eksistensi mereka dan tidak ragu untuk menggulingkan sebuah kota karena yakin sekali kalau tidak ada sekte aliran putih yang dapat menghentikannya.


Dan benar saja, tidak ada satupun sekte aliran putih yang cukup kuat untuk membantu kerajaan Qin yang berada di ibukota. Bukanlah tanpa alasan mereka tidak mampu, karena kelompok aliran hitam yang menjadi lawan kerajaan Qin di kenal sangat beringas karena pernah menggulingkan sebuah kota kecil dalam satu minggu.


Tidak bisa di pungkiri seberapa kuatnya kelompok aliran hitam itu karena bisa menggulingkan sebuah kota.


Kelompok aliran hitam ini di kenal dengan sebutan sekte gagak hitam. Sebuah sekte aliran sesat yang akhir-akhir ini naik daun karena perbuatan mereka yang berhasil menggulingkan sebuah kota.


Seminggu sebelumnya mereka sudah mengirimkan surat perang kepada raja Qin Zhu. Bukan raja namanya jika membiarkan kota yang berada di bawah naungannya hancur tanpa memberikan perlawanan.


Dengan tegas raja Qin menerima ajakan perang itu, tidak peduli seberapa kuat lawannya, yang jelas selagi masih ada nafas untuk melawan raja Qin pasti akan terus meladeni orang-orang itu.


Alhasil terjadilah perang gelombang pertama yang di lakukan di sebuah tanah lapang jauh di dalam hutan. Awalnya raja Qin cukup percaya diri dengan perang itu karena sudah membawa 5000 pasukan terbaiknya. Namun ternyata, cerita tentang sekte gagak hitam bukanlah isapan jempol semata. Kekuatan sekte gagak hitam ternyata mampu mengalahkan jumlah pasukan raja Qin, hingga dengan cukup mudah sekte gagak hitam berhasil memenangkan perang gelombang pertama.


Akibatnya pasukan raja Qin hanya tersisa tidak sampai separuh pasukan yang dimilikinya. Merekapun harus pulang dengan sebagian prajurit ada yang terluka parah dan tidak memungkinkan untuk ikut berperang.


Mencium aroma-aroma kalau ibukota Qin mungkin akan hancur, sebagian penduduk di dalam kota itu memilih untuk menyelamatkan diri dengan pergi ke kota tetangga.


Untuk menghadapi kemungkinan itu. Raja Qin membuka sayembara tertutup bagi beberapa pakar obat kenalnya namun tidak ada satupun yang mampu meringankan apalagi membantu masalah sang raja, karena hal itu sang raja mulai putus asa.


****


Sementara itu di sebuah jalan kota, Qin Ruo terlihat berjalan santai setelah berbelanja bersama beberapa pelayan yang nampak mengikuti dari belakang. Awalnya keadaan damai dan tentram hingga dari arah belakang terdengar suara ibu-ibu minta tolong.


"Tolong ! Orang itu merampas kantong uang ku !!"


Sontak Qin Ryo menoleh ke belakang, matanya tertuju pada seorang pria yang terlihat berlari tergesa-gesa sambil membawa sebuah kantong uang.


Qin Ruo kemudian bersiul sambil menoleh ke kanan dan kiri, lalu menjulurkan kakinya dan membuat pencuri itu tersandung dan terjatuh dengan mencium tanah.


Segera ibu-ibu yang menjadi korban pencurian datang dan memukuli pria itu dengan sendalnya. Iapun mengambil kantong uangnya kembali, sedangkan pencuri sebelumnya beladiri kencang menghindari amukan massa.


"Te-terimkasih tuan putri, karena anda sudah membantu ku."


Qin Ruo mengangguk pelan, kemudian menutup sebelah matanya sambil meletakkan telunjuknya di tengah-tengah bibir."Jangan beri tahu ayah ku, ya ?"


"Tentu saja tuan putri, saya akan merahasiakannya !"


"Terimakasih."


Setelah berterimakasih, perlahan Qin Ruo bersama dengan rombongannya kembali berjalan. Mereka kembali berhenti ketika berada cukup dekat dengan gerbang kota, disana terlihat sebuah kerumunan yang cukup pada seperti sedang melihat sesuatu yang menarik.


Karena penasaran, Qin Ruo mencoba untuk berada lebih dekat dengan kerumunan untuk melihat sesuatu seperti apa yang membuat kerumunan itu bersorak meriah.


Terlihat Yin Hao bersama dengan dua orang muridnya bergerak memasuki gerbang ibu kota Qin. Para penduduk yang berkumpul teryata di karena salah paham, mereka mengira kalau Yin Hao dan muridnya adalah anggota klan gagak hitam.


Namun karena Yu Chen dan Li Ming tampan dan cantik, mereka dengan cepat menjadi perhatian para penduduk kota, terlebih lagi Yin Hao yang memiliki wajah bak dewa dan langsung mendapatkan banyak pujian dan menjadi buah bibir masyarakat.


"Wah... Tampan sekali,"


"Di lihat dari pakaiannya, kurasa mereka adalah kelompok taoist yang mendengar berita sayembara raja."


"Kurasa juga begitu."


"Tatapannya, aduhai. Meski berwajah dingin, pria itu sangat menarik."


"Hei, ingat kau itu sudah memiliki istri dan 5 orang anak, masih saja memikirkan jodoh orang lain. Hei sayang lihat aku !"


Yu Chen yang kegeeran merasa kalau semua pujian itu tertuju kepadanya, segera melambai-lambai layaknya seorang model dadakan, begitupun dengan Li Ming yang sejak lahir juga memiliki sifat gr tingkat tinggi.


Sementara Yin Hao terlihat datar dan fokus dengan jalan di depan, hingga tatapannya tidak sengaja tertuju pada sang putri.


Qin Ruo yang salting karena pandangannya bertemu dengan Yin Hao, segera memalingkan wajahnya yang merona sambil memperbaiki poninya. Padahal sebenarnya Yin Hao tidak sungguh-sungguh menatap ke arah Qin Ruo karena di kepala perempuan itu ada banyak sekali remah roti.


'Si4l aku malu sekali jika di tatapan seperti itu. Jelas sekali kalau dia adalah tipe ku, aku harus pulang dan berdadan agar memberikan kesan baik di pertemuan berikutnya.'Batin Qin Ruo, kemudian segera pergi.


'Apakah dia sangat lapar hingga tidak sadar ada remah roti di kepalanya ?'Batin Yin Hao, bertanya-tanya di dalam hati.


Dan terjadilah salah paham di antara keduanya atau bisa di katakan salah paham sepihak.


Ilustrasi Yin Hao ⬇️☣️☢️⚠️⚡☠️