
Malam hari, tempatnya di kediaman klan Yu. Terlihat penyerangan bersekala besar yang di lakukan oleh klan Wang, setelah klan tersebut mendengar kabar yang mengatakan kalau klan Yu-lah yang sudah membunuh anggota klan mereka.
Ketua klan Yu mencoba untuk menahan serangan itu seorang diri dengan bernegosiasi bersama pemimpin klan Wang, dan mengatakan kalau klan nya tidak ikut campur dalam masalah tersebut.
Namun negosiasi itu berjalan dengan alot hingga ketua klan Wang tetap gencar melanjutkan penyerang karena merasa dirinya benar, sebab salah satu anggota klan Yu sendirilah yang mengaku kalau merekalah yang telah membunuh anggota klan Wang.
Mendengar hal itu sontak ketua klan Yu terkaget-kaget. Di dalam pikirannya hanya terdapat pertanyaan tentang siapa penghianat tersebut.
Namun naas, ketua klan Yu-lah yang terlebih dahulu menemui ajalnya.
Segera pembantaian di perluas. Seluruh anggota Wang membunuh semua orang yang ada di dalam klan Yu, tidak perduli apakah mereka wanita atau anak-anak, mereka tetap membunuhnya.
Sementara itu Yu Chen yang baru kembali dari hutan untuk mengambil obat untuk kakaknya yang sakit parah, terselamatkan nyawanya ketika melihat kehancuran klan nya dari jauh.
Melihat dan mendengar suara jeritan orang-orang klan nya dengan mata dan telinganya sendiri, menciptakan sebuah rasa dendam membara di hati Yu Chen kepada klan Wang.
Di dalam pikiran Yu Chen, dia hanya membayangkan bagaimana cara menghabisi seluruh anggota klan Wang tanpa pengecualian untuk membalaskan dendam klan nya.
Namun sebelum itu Yu Chen harus menyelematkan dirinya terlebih dahulu. Pemuda itupun berlari kencang menuju ke perbatasan hutan, terlihat di dalam matanya tersirat dendam dan keinginan untuk membunuh.
″Akan ku habisi, akan ku habisi kalian semua seperti kalian menghabisi nyawa orang-orang di dalam klan ku !″
Setelah dirinya hampir mencapai sebuah jalanan setapak, tubuh Yu Chen tidak sengaja tertabrak seekor kuda putih yang di tunggangi oleh Li Ming hingga membuat gadis tersebut terlempar jatuh dari kudanya.
″Kau ! Apakah kedua mata mu berada di kaki hingga tidak melihat kuda sebesar ini ?!″Ujar Li Ming kesal sambil mengelus ****** nya yang sakit.
″Ma-maafkan aku. Aku sungguh tidak menduga akan jadi seperti ini,″
″Aku menerima permintaan maaf mu. Tapi bagaimana dengan kuda ku ?! Di lari karena mu.″
Yu Chen hanya bisa menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung karena bingung.″Ak-aku tidak punya uang untuk menggantinya,″
Di tengah perdebatan kedua orang itu. Yin-Hao yang sebelumnya berada cukup jauh di belakang segera menghampiri mereka dan melerainya.
″Apa yang membuat kalian menjadi seperti ini ?″
″Guru, orang ini tiba-tiba datang dari balik semak dan menabrak kuda ku hingga membuatnya kabur !″Ujar Li Ming kesal sambil menunjuk Yu Chen.
″Ku akui ini salah ku, namun aku tidak sengaja melakukannya.″
″Itu pasti alasan mu..
Ketik Li Ming menyelesaikan perkataannya, Yin Hao segera menengahi agar tidak terjadi perkelahian di antar keduanya.
″Sudahlah Ming'er, tenangkan diri mu. Tidak ada orang yang dengan sengaja mau menabrakkan tubuhnya kepada seekor kuda, meskipun dia gila.″
Yu Chen segera mengangguk.″Tuan ini benar ! Lagian masalah mu tidak lebih besar dari masalah ku.″
″Memangnya siapa yang mau perduli dengan masalah mu, wek..″Li Ming menjulurkan lidahnya kepada Yu Chen sebagai hinaan.
″Kau ini..″Yu Chen merasa kesal, namun sebelum dia mengumpat, Yin Hao sudah lebih dulu memotong.
″Memangnya masalah seperti apa dan sebesar apa yang kau hadapi hingga tidak melihat seekor kuda sedang melintas di hadapan mu ?″
Yu Chen menunduk, merasa enggan untuk bercerita.″Aku tidak bisa mengatakannya,″
″Eh, tunggu-tunggu. Kupikir kau akan memaksa, ternyata tidak.″
Li Ming yang melihat itu dengan malas berdecak dan berkata."Jangan jual mahal, kau itu bukan perempuan, kecuali jika kau ada kelainan.″
″Kau..″Yu Chen ingin mengumpat namun kembali di hentikan Yin Hao.
″Diam Ming'er, aku ingin mendengar cerita orang ini. Bagaimana jika di mulai dari nama mu ?″
Li Ming kembali menjulurkan lidahnya kepada Yu Chen, sedangkan Yu Chen segera menangkupkan tangan dan sedikit membungkuk.
″Nama ku Yu Chen dari klan Yu, tuan.. Tapi klan itu..″Pada akhir kalimat perkataan Yu Chen tertahan, merasa tidak sanggup mengekspos klan nya lebih jauh.
″Jika boleh tahu, apa yang terjadi dengan klan mu ?″
Yu Chen sedikit ragu untuk bercerita, namun ketika menyadari kalau Yin-Hao adalah seorang taoist iapun mau bercerita.
Segera Yu Chen menguatkan hatinya dan mulai menceritakan pembantaian yang di lakukan klan Wang kepada klan nya, sekaligus juga menceritakan hubungan klan Yu dan klan Wang yang tidak akrab kepada Yin Hao.
Meski wajahnya tidak menampakkan rasa simpati sedikitpun karena tetap datar. Sebenarnya secara garis besar Yin Hao sudah mengerti dengan permasalahan yang ada di dalam cerita Yu Chen, meskipun demikian Yin Hao hanya diam saja karena merasa masalah tersebut bukan urusannya.
″Baiklah, lalu apakah kau membutuhkan sesuatu ? Karena kami akan segera melanjutkan perjalanan.″
Yu Chen tiba-tiba bersujud kepada Yin-Hao, membuat Li Ming yang melihatnya terkejut.
′Apakah anak ini masih waras bersujud kepada orang seperti guru ?′Batin Li Ming.
″Meski terdengar sangat memaksa, tolong jadikan aku murid mu ! Meski kita baru saja bertemu, aku langsung tau kalau kau adalah pendekar yang hebat. Jadi tolong angkat aku jadi murid mu, aku janji, meski bakat ku tidak seberapa aku akan akan membuat mu bangga !″
Keterkejutan Li Ming semakin menjadi-jadi, melihat Yu Chen meminta di jadikan murid oleh gurunya yang seorang iblis tidak pandang bulu.
′Orang ini pasti gila, Orang ini pasti gila.′Gumam Li Ming.
Yin Hao terlebih dahulu menyuruh Yu Chen kembali berdiri. Setelah pemuda itu berdiri, barulah Yin Hao berkata.
″Ini bukan tentang bakat namun tentang apa yang membuatmu ingin berlatih beladiri dari ku. Maaf aku tidak bisa mengajari mu.″
Mendengar penolakan terang-terangan tersebut Yu Chen tentunya tidak akan menyerah semudah itu.″Tapi kau adalah taoist. Tugas mu adalah menolong orang yang meminta bantuan, tolong jadikan aku murid mu, lalu..″
″Lalu apa ? Membiarkan mu membalaskan dendam klan mu menggunakan tehnik yang ku ajarkan ??″
″....″Yu Chen terdiam.
″Maafkan aku, aku tidak pernah melatih seseorang untuk menjadi pembunuh yang mengikuti egonya. Namun aku bisa melatih mu jika kau bisa menghilangkan rasa dendam yang jelas tergambar di kedua mata mu itu..."
Ketakutan sebabkan kemarahan..
Kemarahan sebabkan kebencian..
Kebencian menyebabkan penderitaan..
Setelah berkata seperti itu Yin Hao bergerak pergi, sementara Li Ming kembali menjulurkan lidahnya kepada Yu Chen sebelum berlari menyusul kuda gurunya.
Sedangkan Yu Chen terlihat berdiri mematung, nampak merenungi perkataan Yin Hao.