THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
49.BERITA BURUK DAN PERSIAPAN PERANG



Untuk mempersingkat waktu Yin Hao mengobati luka luar Tong Yu terlebih dahulu agar pendarahan nya berhenti, setelah tubuh Tong Yu sudah cukup kuat maka bisa segera mengobati luka dalamnya.


Mengobati luka dalam sedikit lebih lamban ketimbang mengobati luka luar, karena tidak di ketahui pasti di bagian mana organ dalam Tong Yu yang terluka beda halnya dengan luka luar yang bisa di lihat secara kasat mata sehingga muda untuk di obati.


Meski pengobatan sudah berjalan 50% Tong Yu masih belum mendapatkan kesadarannya, mungkin karena luka parah yang sempat di alaminya sudah menekan kesadarannya sehingga membutuhkan waktu untuk bisa sadar kembali.


Untuk melihat kemajuan pengobatan yang di lakukannya, Yin Hao mengecek kondisi nadi Tong Yu dengan menyentuh pergelangan tangannya, tiba-tiba saja Tong Yu tersadar dan langsung menarik kerah baju Yin Hao.


"Me...Mere-ka, ak-akan menyerang 5 hari la-lagi dengan me-mbawa 6000 pasukan."Bisik Tong Yu lalu kembali pingsan.


Karena hanya Yin Hao seorang yang mendengar hal itu, terlihat matanya melebar dan membuat orang-orang yang melihat itu menjadi penasaran.


"Apa yang terjadi padamu, tabib Hao ? Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu dan apa yang di katakan Yu'er barusan ??"Tanya Qin Zhu yang kebetulan berdiri di samping Yin Hao.


"Raja Zhu, seberapa jauh jarak kamp lawan ?"


Mendengar pertanyaan yang di katakan Yin Hao, Qin Zhu merasa sedikit bingung namun tetap menjawab nya.


"Jarak kamp mereka lumayan jauh dari kerajaan ini karena berada di luar wilayah provinsi Qin. Jika di tempuh oleh orang biasa mungkin membutuhkan 5-6 hari, namun karena Tong Yu adalah seorang pendekar, dirinya bisa menempuh jarak itu hanya dalam waktu 2 hari."


"Itu artinya mereka akan menyerang dalam 3 hari lagi,"


Mendengar itu Qin Zhu sontak terkejut, perasaannya mulai tidak enak karena memikirkan sesuatu yang buruk.


"Apa maksudmu, tabib Hao ?? Apa yang sebenarnya sudah di katakan Yu'er ?"Tanya Qin Zhu dengan raut wajah mulai menegang.


"Tadi jendral Yu berkata kepadaku bahwa lawan akan menyerang dalam 5 hari lagi, sedangkan jarak dari kamp lawan menuju kerajaan harus di tempuh selama 2 hari, mengartikan bahwa pasukan lawan akan menyerang 3 hari lagi."


Mendengar itu sontak Qin Zhu dan orang-orang di sekitar merasa terkejut, meski akhir-akhir ini kemampuan pasukan kerajaan sudah meningkat cukup pesat, tetap saja dalam waktu sesingkat itu mereka belum siap menghadapi peperangan.


"Apa ? Bagaimana bisa ?! Harusnya mereka menyerang lebih dari satu minggu kedepan seperti yang di katakan mata-mata Tian."


"Aku juga tidak tau mengapa mereka memutuskan menyerang secepat ini, namun dugaan ku mengatakan bahwa ada seseorang di balik semua ini karena menurutku pemimpin sekte gagak hitam bukanlah orang yang ceroboh dengan menyerang secara tergesa-gesa seperti ini tanpa menyiasati taktik lawannya terlebih dahulu, belum lagi dia sudah sering berperang dan tau betul bahwa tindakan ini sangat ceroboh.. Lebih jelasnya kita bisa bertanya kepada jendral Yu namun sepertinya akan sedikit lambat mengingat kondisinya yang sekarang."


Mendengar kabar yang mengatakan penyerangan yang akan di lakukan lebih cepat membuat Qin Zhu sakit kepala, pria itu menghela nafas berat sambil memegangi kepalanya dan menatap jendral Wang Chun.


"Jendral Chun, tolong perintah beberapa bawahan mu untuk mengevakuasi masyarakat di ibukota. Bawa mereka ke ruang bawa tahan kerajaan, disana sudah di sediakan makan dan minum sehingga mereka akan aman."


"Tunggu, bukan itu saja berita buruknya."Ujar Yin Hao, membuat jendral Wang Chun yang tadinya hendak pergi menahan langkahnya untuk mendengar kabar yang lain.


"Maksudmu, masih ada kabar buruk lain, tabib Hao ?"Tanya Qin Zhu.


"Mereka membawa 6000 pasukan, dengan pasukan sebanyak itu tidak mungkin mereka bisa melewati satu jalur sehingga kemungkinan besar mereka menggunakan 3 jalur menuju kerajaan ini."


Banyaknya pasukan sekte gagak hitam membuat orang-orang yang mendengar itu terkaget-kaget, terutama Qin Zhu, pria itu terlihat seperti akan pingsan karena akhir-akhir ini terlalu banyak menanggung beban pikiran.


"Nona Ruo, bawa ayah mu ke kamarnya. Beliau sudah sangat kelelahan, biarkan dia beristirahat dan serahkan masalah ini kepadaku bersama dengan yang lain."Ujar Yin Hao.


Segera Qin Ruo dan mamapa ayahnya."Terimakasih semuanya,"


Semua orang tersenyum dan mengangguk, sudah seharusnya mereka saling membantu.


Melihat itu Qin Ruo merasa sedikit tenang, iapun bergegas membawa ayahnya pergi bersama dengan jendral Wang Chun yang kebetulan juga akan pergi keluar.


Yin Hao membungkuk kepada 5 serangkai sambil menangkup tangan dan berkata."Sepertinya aku akan sangat merepotkan saudara-saudara sekalian."Yin Hao berpikir dengan meminta bantuan mereka, kemungkinan pasukan kerajaan bisa lebih kuat.


Xin Qian tersenyum kecil sambil mengelus janggutnya yang panjang dan berwana putih."Kami semua sudah menganggap mu seperti saudara sendiri, jadi jangan merasa berutang budi kepada kami karena kami bersedia untuk membantu mu, hahaha..."


****


Hari itu juga pasukan kerajaan melakukan pelatihan lebih keras dan lebih lama dari sebelumnya, mereka terlihat sangat bersemangat dan sedikitpun tidak pernah mengeluh.


Dengan bantuan besar 5 serangkai dalam melatih pasukan kerajaan, membuat kondisi pasukan itu menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mereka juga terlihat lebih berani dan tidak gentar setelah mengetahui jumlah pasukan lawan dan penyerangan yang akan di lakukan dalam 2 hari lagi.


Yin Hao sendiri di sibukkan dengan beberapa pekerjaan seperti membuat obat dan mengawasi kedua muridnya yang sedang menjalani pertapaan semenjak 5 hari yang lalu.


Yin Hao berharap kedua muridnya dapat mewakili dirinya di medan perang, karena tidak mungkin dirinya turun tangan karena tidak ingin identitasnya jatuh ke tangan aliran hitam dan menciptakan masalah baru.


Hari itu semua orang menjadi sangat sibuk dalam mempersiapkan diri untuk menahan gempuran pasukan gagak hitam. Wilayah ibu kota juga telah di kosongkan, semua orang di pindahkan ke ruangan bawah tanah kerajaan, Ryu An dan Qin Ruo juga membantu dalam tugas mengevakuasi itu.


Para pelayan kerajaan membawa dan mempersiapkan semua senjata yang ada, sehingga mereka tidak perlu pusing mencari-cari karena semuanya telah di persiapkan.


Beberapa pasukan yang lebih senior juga telah bersiap di gerbang utama ibukota, gerbang utama itu adalah tembok pertahan pertama kerajaan, pasukan-pasukan itu melelehkan besi dan di masukkan ke dalam sebuah wadah yang nantinya akan di gunakan untuk menghabisi lawan yang mencoba masuk ke wilayah ibukota.


***


Setelah sore hari Yin Hao memutuskan untuk pergi menuju tempat pengungsian yang berada di bawah tanah kerajaan, disana terlihat sangat sibuk dan juga berisik.


Anak-anak menangis dan orang tua terlihat sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk yang lain.


Mereka semua terlihat sangat panik dan hampir putus asa, Yin Hao mencoba untuk menenangkan mereka semua dengan berkata kalau semuanya akan baik-baik saja, namun itu belum cukup untuk membuat mereka tenang.


"Huff..."


Yin Hao menghela pelan, baru kali ini dirinya merasa tidak berguna karena tidak bisa membuat orang-orang itu menjadi tenang.


Ryu An yang kebetulan berada di sekitar sana menyadari kedatangan Yin Hao dan segera menghampirinya.


Perhatian Yin Hao tertuju pada anak kecil di gendongan Ryu An, iapun bertanya."Anak siapa yang ada di gendongan mu ?"


Ryu An bingung ingin menjawab bagaimana, dirinya tidak bisa menulis karena sedang menggendong anak kecil. Yin Hao kemudian meraih anak itu dan menggendongnya agar Ryu An bisa menulis.


Segera Ryu An menulis, lalu menunjukannya kepada Yin Hao.


"Karena tidak ada perkerjaan lain yang bisa ku lakukan, aku memilih mengurus anak-anak ini karena orang tua mereka sedang sibuk. Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu ? Apakah semuanya baik-baik saja ??"


"Ternyata begitu.."


Yin Hao mengembalikan anak kecil di gendongannya kepada Ryu An karena anak itu terus menangis histeris seperti sedang di siksa jika Yin Hao yang menggendong nya.


"Pekerjaan ku sudah selesai semua dan situasi sekarang tidak terlalu baik, apakah kau punya waktu ?"


Ryu An memberikan anak kecil itu kepada anak-anak lain agar mereka bermain bersama, karena sepertinya Yin Hao sedang membutuhkan teman untuk berbicara.


"Apakah ada masalah ?"Tanya Ryu An dengan menggunakan kertas dan kuas sebagai alat komunikasi.


Yin Hao menggeleng pelan dan terlihat murung."Tidak terlalu banyak, hanya saja aku tidak yakin dengan peperangan ini. Pasukan lawan memiliki jumlah yang sangat banyak, takutnya kita tidak bisa menahannya. Meski pasukan kerajaan sudah berlatih sangat keras, aku takut itu semua akan sia-sia jika yang sedang menunggu mereka adalah kematian dan kegagalan."


"Jangan bersikap pesimis seperti itu, sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan berharap. Lagian 5 kakek tua itu juga sudah membantu, meski aku bukan seorang pendekar aku yakin mereka sangat kuat. Bukankah sejak awal kaulah yang membawa kami ke dalam perubahan besar ini ? Jika bukan karena mu, mungkin kami sudah lama mati di tangan mata-mata Tian. Semua orang berharap besar kepadamu, jadi jangan menyerah dan kembalilah bersemangat."


Mendengar perkataan Ryu An membuat Yin Hao menjadi lebih baik setelah sempat sedikit terpuruk, lalu Yin Hao berkata."Terimakasih atas nasehatnya nona An, kalau begitu aku kembali dulu karena ada sesuatu yang harus ku kerjakan."