
Pagi hari kemudian. Xian Su terbangun ketika dirinya mendengar suara seseorang dari arah luar rumah.
Ketika dirinya beranjak dari kasur untuk menelusuri asal suara itu. Xian Su melihat Yin Hao sedang berlatih sendirian di halaman rumah.
Pemuda itu terlihat sedang melatih kemampuan berpedangnya menggunakan sebilah pedang kayu.
Setiap gerakan-gerakan yang di lakukan Yin Hao, membuat Xian Su merasa kagum melihatnya.
'Dia hebat sekali..'Gumamnya.
Yin Hao segera menghentikan latihannya ketika menyadari kalau sejak tadi Xian-Su sedang memperhatikan dirinya dari ambang pintu.
"Apakah suara latihan ku membuat mu terbangun ?"Yin Hao berjalan menghampiri Xian Su.
Xian Su menggeleng pelan."Tentu tidak. Ngomong-ngomong, kenapa kau tetap berada disini ? Padahal kau adalah seorang pendekar hebat, seharusnya pergi melalang buana."
Yin Hao menghela pelan dan berkata."Mudah bagimu mengatakannya. Aku tidak pergi karena harus menjaga guru. Guru hanya memiliki ku, jika aku pergi dia akan sendirian."
Xian Su mengangguk paham."Ternyata begitu.."
Yin Hao menatap ke arah keranjang berisi banyak tanaman obat yang berada di sekitar pintu."Itu semua adalah tanaman yang ku kumpulkan pagi tadi. Kurasa sebanyak itu sudah cukup untuk mengobati seluruh penduduk di desa mu. Ingatlah untuk membawanya ketika kau pulang nanti."
"Aku akan mengingatnya, terimakasih, kau sudah banyak membantu ku."
"Jangan sungkan. Ngomong-ngomong jika kau ingin mandi, di belakang sana ada sungai kecil yang bisa digunakan."
"Tidak apa-apa, lagian aku tidak memiliki baju ganti,"
"Tenang saja, guru ku memiliki banyak pakaian bekas yang masih layak digunakan. Kurasa ada beberapa pakaian yang ukurannya pas dengan tubuhmu, akan ku ambilkan beberapa untuk mu nanti."
Xian Su kembali berterimakasih atas bantuan Yin Hao. Iapun masuk ke dalam untuk mengambil handuk lalu pergi ke sungai yang berada di belakang rumah Yin-Hao dan gurunya.
Di sana ternyata terdapat onsen yang di aliri oleh air terjun kecil di atas. Di temani beberapa monyet liar, Xian Su mulai merendam tubuhnya dan menikmati perasaan tenang itu.
Ketika sedang menggosok-gosok tubuhnya, barulah Xian Su sadar kalau bekas gatal-gatal di tubuhnya sudah menghilang, hal itu membuatnya merasa begitu senang.
"Ternyata ramuan obat buatan Yin Hao memang sangat manjur. Aku tidak sabar untuk pulang dan mengobati semua penduduk di desa ku, agar mereka tidak terus menerus di bodohi oleh Ah Jun."
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Xian Su bergegas meninggalkan Onsen menuju ke rumah Yin Hao.
Ketika sudah berada di rumah. Xian Su bertemu dengan Yin Hao ketika akan masuk ke kamar pemuda tersebut.
"Maaf, apakah kau sudah mengambilkan pakaiannya ?"Tanya Xian Su.
Yin Hao tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Karena terlebih dahulu memperhatikan tubuh Xian Su yang putih bersih, berbeda dengan dirinya sehari yang lalu.
'Ternyata obat buatan ku memang sangat manjur. Aku bangga dengan diri ku sendiri.'Gumam Yin Hao sambil tersenyum tipis.
Xian Su yang melihat senyuman Yin Hao menjadi salah paham, karena menduga kalau Yin Hao sengaja memperhatikan tubuhnya.
"Apa yang sedang kau lihat huh ?"Xian Su menutupi dadanya dengan kedua tangan, serta wajah memerah.
"Tidak, aku tidak tertarik dengan benda kecil itu. Sepertinya luka gatal mu sudah sepenuhnya menghilang, itu artinya obat buatan ku berhasil."
Xian Su merasa sedikit kesal ketika
Yin Hao menyinggung ukuran dadanya yang kecil, namun dia juga merasa malu karena sudah salah paham.
"Sudahlah, apa yang sebenarnya ingin kau katakan ?"
"Guru menyuruhmu pergi ke kamarnya jika sudah selesai membersihkan tubuh, dia juga telah menyiapkan beberapa pakaian untuk mu."
Xian Su mengangguk paham. Kemudian berjalan pergi ke kamar Ling Qian, disana perempuan cantik itu sudah menunggu Xian Su dan siap meriasnya.
Yin Hao sendiri memilih untuk kembali melanjutkan pelatihan, karena satu jam yang terbuang tanpa berlatih sangatlah di sayangkan baginya.
Beberapa jam kemudian dari arah dalam, Xian Su dan Ling Qian berjalan keluar. Segera Ling Qian memanggil Yin Hao yang saat itu sedang berlatih.
"Murid ku, Kemari-lah dan lihatlah apa yang ku bawa."
Yin Hao berjalan menghampiri kedua perempuan itu. Ternyata setelah di rias oleh Ling Qian, Xian Su berubah menjadi sangat cantik.
"Bagaimana menurutmu, Ho'er ?"
"Dia sedikit berbeda dari sebelumnya. Tapi aku lebih suka penampilan seseorang yang apa adanya."Jawab Yin-Hao santai, tidak terpengaruh sedikitpun dengan godaan itu.
"Itu karena kau impoten. Hahaha, guru hanya bercanda. Kenapa kau tidak mengantar nona ini pulang ? Berbahaya baginya berjalan sendirian di hutan."
Yin Hao hanya mengangguk. Lalu dia dan Xian Su berjalan bersama meninggalkan rumah gurunya.
Selama di perjalanan, keduanya tidak saling berbicara, membuat suasana menjadi canggung untuk beberapa waktu.
"Emm.. Ngomong-ngomong ternyata kak Ling Qian sangat suka merias seseorang. Ketika tadi berada di kamarnya, aku di rias seperti sebuah boneka."
"..."Yin Hao hanya diam.
Xian Su hanya dapat ikut terdiam karena kehabisan topik pembicaraan. Di dalam pikirannya, ia hanya ingin cepat-cepat sampai di desanya.
Beberapa jam berlalu. Akhirnya tibalah Yin Hao dan Xian Su di sebuah jalan yang mengarah ke desa terdekat, di sanalah Xian Su tinggal.
Sebelum berpisah. Yin Hao berpesan kepada Xian Su agar tidak melupakan resep obat cacar air, karena mungkin saja resep tersebut akan berguna di waktu yang akan datang.
"Aku tidak akan lupa. Terimakasih atas segalanya,"
Yin Hao tersenyum tipis dan berkata."Jangan berkata seolah kita tidak akan bertemu lagi, ini ambilah.."
Yin Hao memberikan sebuah gelang dengan batu indah berwarna hijau di tengahnya kepada Xian Su.
"Apa ini ?"
"Itu adalah hadiah dariku. Aku tidak tau apakah kau menyukai gelang atau tidak, namun hanya itulah yang bisa ku berikan. Semoga kau suka."
'Darimana dia tau kalau aku begitu menyukai gelang ?'Gumam Xian Su di dalam hati. Kemudian perempuan itu tersenyum, karena sangat menyukai gelang pemberian Yin Hao.
Dengan perasaan senang dan bersemangat. Xian Su bergegas berjalan menuju desanya, karena merasa tidak sabar untuk mengobati orang-orang di sana.
Sesampainya di jalan desa. Terlihat sebuah keramaian dari arah depan. Xian Su yang penasaran segera menghampiri keramaian itu.
Ternyata di sana ada belasan penduduk desa yang nampak berebutan untuk membeli tanaman lotus kristal biru milik Ah Jun.
"Sabar-sabar, masih ada banyak pasokan.."Ujar Ah Jun.
"Ah Jun, aku beli 5"Ujar seorang pria.
"Cepatlah Ah Jun. Rasa gatal ini bisa-bisa membunuh ku,"Ujar seorang pria lain, sambil meringis.
Tidak tahan melihat orang-orang yang dia kenal di bodohi oleh Ah Jun. Segera Xian Su bertidak.
"Kalian semua sudah di tipu oleh Ah Jun ! Jangan percaya dengannya !!"
Semua orang yang berada di sana sontak menatap ke arah Xian Su. Terlebih lagi dengan Ah Jun yang merasa kesal dan segera menghampiri Xian Su.
"Hei nona kecil. Apakah kau merasa iri denganku ? Karena aku memiliki pengetahuan yang luas tentang obat-obatan, sehingga dapat membantu penduduk disini. Lalu, atas dasar apa kau menyebut ku sebagai penipu ??"
Xian Su tersenyum mengejek."Kau bukan hanya penipu namun juga seorang pembual ulung. Tanaman lotus kristal biru tidak dapat menyembuhkan penyakit cacar air. Dia hanya memiliki khasiat untuk menghilangkan rasa gatal selama beberapa hari hingga rasa gatal itu kembali datang. Bukankah begitu cara kerja bisnis mu ??"
Ah Jun terdiam mendengar perkataan Xian Su, sebab gadis itu sudah mengetahui khasiat tanaman lotus kristal biru.
"Nona Su. Jika benar dia menipu. Tetap saja kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena jika kami tidak membeli tanaman lotus kristal biru, maka kami akan mati karena rasa gatal ini."
"Benar. Selama rasa gatal ini bisa hilang. Mau dia menipu atau tidak, itu semua tidak penting."
Mendengar perkataan beberapa penduduk itu membuat Ah Jun dapat kembali tersenyum."Nah, gadis kecil. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?"
Xian Su mengambil sebuah batok kelapa bersisi ramuan penyembuh cacar air dari keranjangnya, lalu berkata."Minumlah obat buatan ku ini, ku jamin kalian akan merasa lebih baik."
Orang-orang hanya diam dan memandang rendah Xian Su, karena menduga gadis itu sedang mencoba untuk mencampuri urusan perdagangan Ah Jun.
"Nona kecil, jangan coba-coba untuk menggeser usaha ku ! Jika kau butuh uang aku akan memberikan beberapa kepadamu !!"Bentak Ah Jun.
"Nona Su, meski kau sedang kesulitan, tidak seharusnya kau mencoba menggeser usaha seseorang. Itu adalah perbuatan yang tidak baik."Ujar seorang pria lain.
Meski mendapat pertentang dari banyak orang, Xian Su tidak menyerah. Dia tetap berusaha untuk membuat penduduk di desa itu percaya kepadanya.
"Aku menyarankan obat ini bukan untuk mendapatkan uang, namun demi keselamatan kalian. Lagian obat ini ku berikan secara cuma-cuma,"
"Meskipun cuma-cuma, bagaimana jika obat itu tidak berkhasiat dan malah mencelakai kami ? Apakah kau mau bertanggung jawab ??"Kata seseorang dengan nada acuh.
Meski Xian Su sudah berkata demikian. Orang-orang tetap tidak mempercayainya, membuat Ah Jun tersenyum percaya diri karena merasa sudah menang.
Hingga tiba-tiba, dari arah kerumunan. Berjalan seorang pria berpakaian lusuh menghampiri Xian Su.
"Nona bisakah aku minta satu. Aku tidak memiliki uang untuk membeli tanaman lotus kristal biru. Meskipun aku mati setelah meminum obat mu, hal itu lebih baik ketimbang harus terus-menerus merasakan gatal ini."
"Baiklah tuan, ambilah ini.."Xian Su memberikan satu batok kelapa berisikan ramuan di dalamnya kepada pria tersebut.
Pria itupun langsung meneguk ramuan itu hingga habis. Beberapa saat setelah meminumnya, mata pria itu melebar.
"Ra-rasa gatal ku sudah hilang ! Lenyap tak berbekas !!"
Pernyataan pria itu membuat beberapa orang di sana mulai percaya dengan ramuan Xian Su. Namun sebagian besar masih tidak percaya dan tetap mendukung ah Jun.
Xian Su tersenyum kecil."Nah, apakah kalian masih tidak percaya setelah melihat bukti ini ??"
Belasan orang-orang itupun saling bertatapan. Sementara Ah Jun masih yakin kalau Xian Su hanya sedang berbohong.
"Bagaimana kami tahu kalau kau sudah membayar pria itu untuk membantu rencana mu ?"
Pria yang sebelumnya meminum ramuan Xian Su menggeleng."Tidak, aku berani bersumpah kalau kami tidak sedang bersekongkol."
"Halah ! Semua bisa di bicarakan dengan uang. Begini saja. Aku bersedia mengakui kalau aku sudah menipu kalian, namun sebagian dari kalian harus meminum obat buatan nona ini. Karena aku yakin sekali kalau dia sedang berbohong."
Xian Su tersenyum tipis. Karena ternyata Ah Jun adalah orang bodoh yang sengaja memasukan dirinya sendiri ke dalam jurang masalah.
"Baiklah aku setuju. Jika terjadi sesuatu pada kalian setelah meminum ramuan ku, aku bersedia melakukan apa saja yang kalian suruh."
Mendengar hal itu seorang pria berhidung belang merasa tergoda dengan perkataan Xian Su. Apalagi gadis cantik itu memiliki tubuh yang lumayan bagus, meski ukuran dadanya sedikit kecil.
"Heheheh, Jangan mengingkari janji mu nona,"
Xian Su tersenyum dengan percaya diri."Tentu saja. Sekarang minumlah ini,"
Xian Su memberikan ramuannya kepada pria berhidung belang tersebut. Pria itu merasa ragu melihat cairan hijau pekat di dalam batok kelapa di tangannya. Namun karena nafsunya lebih besar dari rasa takutnya, pria itupun meneguk habis ramuan Xian Su.
"I-ini ! Gadis ini tidak sedang berbohong !! Rasa gatal di tubuh ku lenyap, tidak terasa sama sekali !"
Mendengar hal itu. Orang-orang berbondong-bondong meminta ramuan yang sama kepada Xian Su
Setelah meminum ramuan milik
Xian Su, satu persatu dari mereka sudah tidak merasa gatal lagi. Merekapun menatap kepada Ah Jun yang nampak berdiri mematung dengan wajah memucat.
"Sepertinya kau sudah siap untuk di pukuli, dasar penipu ?"
Beberapa pria berbadan besar segera mengeroyok Ah Jun. Membuat penipu ulung itu menjerit meminta ampun.
Sementara itu dari sebuah pohon yang tinggi di atas gunung. Yin Hao memperhatikan keberhasilan Xian Su, sambil tersenyum kecil.
"Ternyata dia cukup pintar, sangat menarik."Gumam Yin Hao.