
Meski Yin Hao sempat melihat cahaya putih menyelimuti tubuh Li Ming beberapa hari yang lalu, namun sampai sekarang Yin Hao tidak melihatnya lagi.
'Apakah yang waktu itu hanya kebetulan ?'Batin Yin Hao, terlihat berdiri di dekat Li Ming yang sedang berlatih.
"Lakukan lagi, kali ini pusatkan fokus mu pada satu titik.."
"Siap guru !"
Li Ming memejamkan matanya dan menitik fokuskan pikirannya pada satu titik.
Yin Hao menggeleng pelan karena tidak merasakan hawa apapun dari dalam tubuh Li Ming. Berbeda ketika hawa putih itu muncul, Yin Hao masih dapat merasakan hawa nya meski sedikit.
"Sudahi saja latihan mu hari ini.."
Li Ming membuka mata dan menatap Yin-Hao dengan heran karena pemuda itu tidak bersikap seperti biasanya.
"Jangan bilang kalau kau merasa bosan mengajari ku ? Tidak biasanya kau menyuruhku berhenti sebelum sore hari."
"Jangan asal mengambil kesimpulan. Dengar, ada beberapa jenis orang yang memiliki kesulitan dalam mengendalikan tenaga alam. Biasanya ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, dan aku sedang mencari faktor mana yang mempengaruhi mu."
Yin Hao menatap dalam mata Li Ming, lalu bertanya."Apakah kau membenci sesuatu ?"
Li Ming menggeleng,"Tidak ada."
"Apakah kau takut akan sesuatu ?"
"Tidak.. ada."
Yin Hao mengangguk."Sekarang aku mengerti. Faktor yang menyebabkan mu kesulitan untuk mengendalikan tenaga alam adalah rasa takut akan sesuatu."
"Bagaimana bisa kau tau, padahal aku sudah menjawab tidak."
"Mudah saja, terdapat jeda waktu ketika kau menjawab pertanyaan ku yang menandakan kalau kau sedang berbohong. Lalu nona, Ming. Apa yang kau takuti ?"
Li Ming sedikit menunduk sambil menggeleng."Aku tidak tahu,"
"..."
Meski tidak di katakan, Yin Hao tau apa yang ada di dalam pikiran Li Ming, iapun mengajak gadis itu pergi dengan menggunakan pedang langit malam.
"Kemana kita akan pergi, guru ? Tempat ini sudah berada di luar wilayah kota embun malam."
"Aku akan mengajak mu melakukan sesuatu. Beberapa hari yang lalu seorang warga kota embun malam tewas di serang oleh sekelompok pendekar aliran sesat. Saat itu aku tidak memiliki alasan untuk menghancurkan sekte mereka, namun sekarang aku akan menjadikan sekte itu sasaran latihan mu."
Li Ming yang mendengar itu, segera merasa terkejut."Apa ? Kau gila ?! Kau bisa membuat kita terbunuh jika bertindak gegabah seperti ini. Aku tahu kemana kau akan membawa ku, sekte aliran sesat yang berada dekat dengan tempat ini adalah sekte tengkorak baja."
Li Ming menjelaskan kalau sekte tengkorak baja adalah sekte aliran sesat yang sangat berbahaya. Bahkan mengirim 100 pendekar tingkat tinggi untuk menghancurkan sekte itu belum tentu bisa, apalagi hanya berdua.
"..."Yin Hao tidak menjawab. Meski Li Ming memberontak, dia tetap melanjutkan perjalanannya.
Ketika sekte sesat itu sudah terlihat, segera Yin Hao turun tepat di tengah-tengah wilayah sekte tersebut dan membuat orang-orang yang ada di sana menatap ke arahnya.
"Siapa k3parat yang berani masuk ke dalam sekte tengkorak baja kami ini ?!"
"Perkenalkan, nama ku Yin Hao dan ini adalah murid ku Li Ming. Kami datang dari kota embun malam."
Ketika mendengar kata kota embun malam. Seseorang bertubuh besar berkulit hitam memegang kapak, berjalan maju dari dalam kerumunan.
"Wah, tidak di sangka sekte kami kedatangan tamu dari kota embun malam. Jika di lihat-lihat, sepertinya kau adalah seorang pendekar. Apakah kau datang untuk balas dendam ?
Yin Hao menatap pria yang memegang kapak, lalu berkata."Dari ucapan mu, sepertinya kaulah yang sudah membunuh wanita itu."
Pria itu tersenyum sombong sambil menjilat bibirnya."Kau benar. Tubuh wanita itu sangat nikmat, namun nafsu ku belum mereda begitupun dengan semua bawahan ku. Apakah aku benar anak-anak ?"
Bawahan pria sebelumnya yang berjumlah lebih dari 500 orang tersenyum penuh nafsu dunia, lalu berkata dengan lantang.
"Benar, ketua !!
"Kau harus menepati janji mu untuk memberikan kami seorang wanita. Sepertinya wanita yang ada di samping pria itu lumayan cantik."
Pemimpin dari orang-orang itupun kembali menatap Yin Hao.
"Kau sudah dengar, kan ? Kami akan membunuhmu kecuali jika kau menyerahkan perempuan yang berdiri di samping mu kepada kami."
"Aku tidak bisa membiarkannya mati di tangan kalian. Karena tujuan ku mengajak murid ku kemari adalah untuk berlatih, dan sekte mu yang akan menjadi sasarannya."
Pemimpin dari sekte itu tertawa lantang."Hahahah ! Kau lucu sekali. Sekte ku menjadi sasaran latihan mu ? Candaan seperti apa itu ?"
"Hei, harus kita apakan dia ?"Tanya pria itu kepada para bawahannya, sambil mendongak kebelakang.
"Bunuh saja, ketua !
"Benar, bunuh saja dia !
Pria itupun kembali menatap Yin Hao.
"Karena kau tidak mau menyerahkan wanita yang ada di samping mu secara baik-baik, maka aku akan membunuhmu lalu mengambilnya dengan paksa."
"Gunakan ini. Jika kau tidak bisa mengeluarkan tenaga alam, maka aku akan mati."Ujar Yin Hao.
Sementara Li Ming terlihat menggigil ketakutan, dengan pikiran kacau balau.
Yin Hao berjalan 5 langkah untuk memberi tempat bagi Li Ming bergerak.
"Apa yang kalian tunggu ? Serang aku bersama-sama."
"Kau.. Mau mati saja sombong. Kalian dengar dia ? Cepat serangan bersama-sama ! Malam ini kita akan makan daging manusia sambil menikmati seorang wanita cantik."
Pemimpin dari sekte itupun nampak marah, iapun tidak segan-segan mengerahkan semua bawahannya untuk menyerang Yin Hao.
Segera ratusan orang itu berlari ke arah Yin Hao dengan membawa senjatanya sendiri, sementara Yin Hao terlihat hanya berdiri santai.
Sementara itu Li Ming yang melihat ratusan orang sedang berlari ke arah Yin-Hao dengan niat membunuh, semakin membuatnya tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa.
'Apakah guru bersungguh-sungguh tidak akan melakukan perlawanan untuk mebela diri ? Apa yang harus ku lakukan, cepat berpikir, ayo berpikir...
Ketika berada di dalam situasi di ujung tanduk dan di antara hidup dan mati. Li Ming segera melakukan gerakan membela langit dan berhasil melancarkan sebuah energi sabit berwarna putih yang memotong belasan orang yang hendak menebas tubuh Yin Hao.
Membuat ratusan orang yang berlari ke arah Yin Hao seketika mematung, sambil melihat belasan teman mereka yang mati dengan bagian tubuh terpisah menjadi dua bagian.
Pemimpin dari sekte itu nampak tak kalah terkejut nya, melihat serangan dahsyat yang menghabisi belasan nyawa bawahannya. Namun keterkejutannya segera di gantikan dengan rasa amarah. Pria itupun segera mengerahkan semua bawahannya untuk membunuh Yin Hao dan Li Ming.
"Bunuh dia ! Balaskan dendam saudara-saudara kalian !!"
"Tapi, bagaimana dengan wanita itu, ketua ?"
"Tenang saja, aku akan memberikan belasan wanita cantik untuk kalian setelah membunuh mereka berdua !!"
Mendengar hal itu semangat para bawahan pria itu semakin membara. Merekapun bersama-sama berlari ke arah Yin Hao dengan amarah yang meluap-luap.
"Bagaimana ini, guru ?"Li Ming terlihat terengah-engah karena efek dari penggunaan tenaga alam yang di luar batas tubuhnya.
Yin Hao berdiri membelakangi Li Ming, lalu menciptakan sebuah kubah pelindung yang mengelilingi tubuh gadis tersebut.
"Kau sudah lulus. Rasa takut itu berhasil memaksa otak mu untuk mengeluarkan seluruh potensi yang kau miliki. Sekarang giliran ku...
"Tehnik tingkat dewa, ayunan pedang surgawi.."
Tanpa menggunakan tenaga alam sedikitpun, Yin Hao bergerak sangat cepat sebagi siluet putih dan membunuh semua orang yang berlari ke arahnya dengan pedang langit malam.
Orang-orang yang mendapatkan serangan dari Yin Hao hanya bisa menjerit kemudian tumbang tanpa bisa melihat sosok yang menyerang mereka.
"Dimana orang itu ?"
'Argh !!
'Awas, perhatian belakang mu !
"Argh !!
"Mo-monster !
'Lari, selamatkan nyawa kalian
'Argh !
Hanya dalam waktu 1 menit. Semua orang itu tumbang tidak bernyawa.
Yin Hao terlihat berjalan santai menghampiri pemimpin sekte sesat itu yang terlihat ketakutan setengah mati hingga jatuh ke posisi duduk.
Pria itu terlihat membasahi celananya karena terlalu takut. Dia menatap Yin Hao yang berjalan ke arahnya seperti sedang melihat hantu.
"To-tolong lepaskan aku..."
Slasss...
Sebuah gerakan menebas memenggal kepala pria itu. Kemudian Yin Hao berbalik dan berjalan menghampiri Li Ming yang terlihat sangat ketakutan ketika melihatnya.
"Ja-jangan mendekat.."
Yin Hao hanya diam. Dia tahu kalau kali ini adalah pertama kalinya Li Ming melihat sosok dirinya yang sebenarnya, namun Li Ming terlalu lugu untuk menilai perbuatanya.
"Kau membunuh mereka semua seperti membunuh binatang !?"
Yin Hao hanya berwajah datar, dengan kondisi setengah wajah di penuhi darah lawannya."Seperti inilah dunia beladiri. Kau harus membunuh jika ingin hidup lagian jika aku menyisakan mereka, mereka hanya akan sadar selama beberapa hari sebelum melakukan tindakan yang sama kepada orang lain. Lalu di saat seperti itu, apakah kau bisa bertanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi korban mereka ?"
"..."Li Ming hanya diam tidak menjawab.
"Nona Ming. Besok aku akan pergi, seterah kau mau ikut atau tidak, gunakan waktu yang ada untuk memikirkannya."
Yin Hao menghilangkan kubah energi yang melindungi tubuh Li Ming.
Kemudian mengajak gadis itu pulang, namun Li Ming enggan pulang bersama Yin Hao dan lebih memilih berjalan sendirian.