
Semenjak melihat dahsyat nya serangan tehnik pembela langit yang di tunjukkan Yin Hao, sampai sekarang Li Ming tidak pernah lagi merengek meminta di ajarkan tehnik lain dan fokus dengan tehnik pembela langit.
Setiap hari Li Ming mengkonsumsi 5 pil penunjang sebelum berlatih dan sesudahnya, membuat tubuhnya menjadi lebih kuat dan bertenaga.
Li Ming sendiri secara tidak langsung sudah menyadari pertumbuhan atributnya, karena setiap setelah berlatih dirinya tidak pernah lagi merasa terlalu lelah seperti ketika awal-awal pelatihannya.
Menyadari 200 kali pengulangan gerakan pembela langit sudah tidak membebani tubuh Li Ming. Yin Hao menambah porsi latihan muridnya menjadi sebanyak 500 kali pengulangan gerakan, hal itu Li Ming terima dengan senang hati.
Karena sudah tidak memiliki pasien dan memiliki banyak waktu luang. Hampir setiap hari Yin Hao selalu mendampingi Li Ming berlatih untuk sekedar melihat apakah gerakan yang di lakukan gadis itu sudah benar atau tidak.
Dengan bimbingan Yin Hao, Li Ming terus berlatih untuk memperbaiki gerakannya. Hal itu terus terulang hingga tidak terasa sudah lebih dari 5 bulan Yin Hao menetap di kota embun malam.
******
Pagi hari di halaman rumah keluarga besar Li. Terlihat Yin Hao sedang mengangkat sebuah batu besar seakan sedang membawa sebuah kapas.
Batu itu Yin Hao letakan di dekat tempat latihan Li Ming. Li Ming yang kebetulan berada di sana merasa heran.
"Guru, kenapa kau membawa batu besar dan membawanya ke tempat ku berlatih ?"
"Perhatikan ini."Yin Hao mengambil pedang kayu di tangan Li Ming.
Kemudian mengaliri sedikit energi alam ke pedang kayu itu, lalu melakukan gerakan membela langit yang di arahkan kepada batu di depannya.
*Slassss
Batu besar itu dengan mudahnya terpotong menjadi dua bagian, potongannya begitu rapih hingga membuat Li Ming terkagum-kagum melihatnya.
"Sepertinya aku terlalu banyak mengaliri tenaga lama, padahal sudah di atur dan tidak sampai 1%. Batu ini tidak bisa di gunakan lagi, aku akan mengambilkan yang baru untuk mu."
Yin Hao menjentikkan jarinya, membuat ke 2 belah batu di depannya berubah menjadi serpihan kecil yang hilang di tiup angin.
Yin Hao segera menghilang dari tempatnya berdiri, lalu kembali muncul dengan membawa batu yang ukurannya lebih besar dari batu sebelumnya.
"Batu besar ini akan menjadi sasaran untuk tehnik pembela langit mu..."
"Oh, begitu. Tenang saja guru muda, akan ku potong batu ini menjadi dua bagian dalam satu kali serangan."
Li Ming segera mengambil posisi bersiap, lalu melakukan gerakan membela langit dengan percaya diri namun batu di depan tidak tergores sama sekali.
"Bukan begitu caranya, kemari-lah akan ku jelaskan."
Yin Hao mengambil pedang kayu di tangan Li Ming, lalu mengalir pedang itu dengan tenaga alam, membuatnya di selimuti hawa biru.
"Apakah kau lihat ? Hawa biru yang menyelimuti pedang kayu ini di namakan tenaga alam. Kegunaan tenaga alam adalah untuk mengeluarkan kekuatan sejati dari sebuah tehnik. Tanpa tenaga alam, sebuah tehnik tidak lebih dari serangkaian gerakan kosong...
" Selama 6 bulan ini kemampuan fisik mu meningkat pesat berkat mengkonsumsi pil penunjang secara berkal, gerakan mu juga sudah sempurna. Jadi kupikir, sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk mengajari mu cara mengendalikan tenaga alam dan menyalurkannya kemana saja yang kau kehendaki."
"Bagus. Sekarang perhatikan aku. Pejamkan matamu, pertajam indra perasa dan cari rasa hangat di dalam tubuhmu, lalu kendalikan dia dengan pikiran mu."
Yin Hao merentangkan kedua tangannya, lalu mengaliri tenaga alam ke seluruh tubuhnya, membuat energi berwarna biru menyelimuti tubuhnya seperti pelindung.
Li Ming yang memperhatikan itu dengan seksama, kemudian mencoba.
"Pejamkan mata. Pertajam indra perasa dan cari rasa hangat di tubuh mu, lalu kendalikan dia dengan pikiran."
Li Ming membuka matanya, namun tidak ada energi yang melindunginya seperti di tubuh Yin Hao.
"Jangan berkecil hati, bukan hal muda untuk mengendalikan tenaga alam, bahkan seorang senior beladiri ada beberapa yang masih kesulitan untuk mengendalikannya. Ingat, cari rasa hangat itu lalu kendalikan dia dengan perintah lewat pikiran."
"Tapi ini susah sekali. Meski sudah merasakan rasa hangat itu, aku tetap tidak bisa mengendalikannya."
"Mau ku berikan trik ?"
Li Ming terlihat kembali bersemangat."Benarkah, memangnya ada trik khusus untuk mengendalikan tenaga alam ??"
"Trik ini buatan ku sendiri, namun berkat trik ini, aku berhasil mengendalikan tenaga alam di tubuhku dalam jangka waktu 1 minggu."
"Aku mengerti, bisakah kau mengatakan triknya sekarang ?"
"Ingatlah nona Ming. Jiwa mu adalah pemilik asli tubuh itu, jadi kau bisa mengendalikannya semau mu seperti seorang raja yang mengendalikan rakyatnya. Semua kendali itu ada di genggaman mu."
Li Ming memperhatikan kedua tangannya dan bergumam."Kendali itu ada di genggaman ku."
"Benar, sekarang coba lakukan."
Li Ming mengangguk, kemudian dia memejamkan mata dan sedikit merentangkan kedua tangannya.
"Cari rasa hangat itu dan kendalikan dia dengan pikiran.."
Yin Hao merasa sedikit terkejut meski rautnya tetap datar, ketika melihat secercah cahaya berwarna putih menyelimuti tubuh Li Ming meski tidak terlalu jelas.
Setelah beberapa saat, Li Ming kembali membuka matanya dengan nafas terengah-engah karena lupa bernafas.
"Lakukan lagi. Kali ini jangan lupa untuk bernafas, karena tadi samar-samar aku melihat cahaya putih menyelimuti tubuh mu meski masih lemah."
Li Ming tersenyum senang karena latihannya membuahkan hasil.
"Benarkah ?! Kau tidak sedang berbohong untuk membuat ku senang, kan ?"
"Aku tidak sedang berbohong. Sekarang lakukan lagi, cobalah untuk lebih fokus."
"Baik, guru muda !"