
Hari itu Yin Hao terbangun dari tidurnya dengan perasaan bingung karena seingatnya tadi malam ia tertidur di perpustakaan villa langit namun sekarang dirinya jelas-jelas berada di kamarnya.
"Sepertinya aku tertidur, bantuan dari asosiasi felix akan datang hari ini, sebaiknya aku bersiap dan menunggu mereka."
Yin Hao segera beranjak dari kasur dan berjalan ke arah pintu untuk keluar. Ketika membuka pintu Yin Hao menemukan Ryu An sedang berdiri di sisi lain pintu, awalnya wanita itu hendak menemui Yin Hao karena ingin mengatakan sesuatu namun tidak di sangka ternyata pria itu datang di waktu yang tepat.
"Apakah kau membutuhkan sesuatu, nona An ?
Ryu An menggeleng lalu memberikan selembar kertas kepada Yin Hao, di atas kertas Ryu An berkata kalau ada 3 orang yang sedang menunggunya di ruang tamu sejak tadi pagi.
Yin Hao yang memiliki firasat kalau pendekar dari asosiasi felix yang sedang menunggunya segera bergegas pergi menuju ruang tamu.
Sesampainya di sana Yin Hao segera membungkuk sambil menangkupkan tangan."Mohon maaf atas kelancangan saya, harusnya saya datang lebih cepat untuk menyambut kedatangan senior-senior sekalian."
Di kursi tamu terlihat 5 orang pria sedang duduk bersebelahan. Orang-orang itu terlihat sudah cukup berumur, mungkin umur mereka terpaut 68-75 di lihat dari rambut mereka yang hampir putih seluruhnya.
Meski sudah tidak muda, kelima orang ini adalah pendekar hebat yang tidak mungkin di temui di benua bawah. Dengan kata lain mereka adalah yang terkuat di benua bawah, nama mereka juga sangat di kenal oleh kalangan banyak orang lewat sepak terjang mereka di dunia persilatan.
Kelima orang itu terlihat tersenyum ramah ketika melihat kerendahan hati yang di miliki Yin Hao, daripada itu mereka juga sudah mendengar cerita tentang Yin Hao dan berpikir tidak mungkin mereka bisa marah karena pria muda itu berada di tingkat yang berbeda dengan mereka meski Yin Hao sudah berusaha menutupi kemampuannya sendiri untuk menghindari perhatian yang tidak perlu.
"Anda terlalu sungkan tabib Hao, kamilah yang sudah lancang karena datang sepagi ini itu semua karena kami begitu penasaran denganmu."
"Seperti yang di katakan banyak orang anda memang seorang pria yang hebat, aku bahkan bisa menilainya sendiri ketika pertama kali melihat mu."
"Senior-senior sekalian terlalu memuji, saya bukan apa-apa jika dibandingkan senior-senior sekalian. Daripada itu menghormati orang yang lebih tua umum terjadi, bukankah begitu ?"
"Sungguh rendah hati, aku suka anak muda seperti mu. Maaf atas kelancangan ku ini, aku akan memperkenalkan diri agar kita semua bisa mengingat satu sama lain dengan mudah."
Salah seorang pria yang terlihat memiliki pancaran kekuatan paling besar dari yang lain berdiri, lalu ia mulai memperkenalkan dirinya dan saudara-saudaranya.
"Tabib Hao, perkenalkan nama ku Xin Qian. Aku adalah kakak tertua dari mereka, sedangkan adik kedua ku ini bernama Xin Yuan, Xin Qin, Xin Lu, lalu yang terkahir ini adalah Xin Ling. Kami semua adalah keluarga angkat, sejak kecil selalu bersama dan tumbuh bersama sehingga memutuskan untuk bersaudara dengan menggunakan marga yang sama."
Yin Hao terlihat mengangguk-angguk, merasa kalau bukanlah sesuatu yang indah yang telah menyatukan kelima saudara angkat tersebut. Mungkin ada kejadian tragis yang mempertemukan mereka, takdir memang misterius dan tidak bisa di prediksi.
"Senior-senior sekalian, perkenalkan namaku Yin Hao."Yin Hao kembali membungkuk dan masih berkata dengan hormat dan sopan.
"Ayo duduk sebentar tabib Hao, kami ingin berbincang sedikit."Xin Qian berkata.
Yin Hao menuruti perkataan pria itu dan duduk di sebuah kursi yang terpisah agar mudah bercerita.
"Aku ingin bertanya, tehnik apa yang kau gunakan untuk membuat dirimu nampak semuda itu ?"Xin Qian bertanya mewakili semua saudaranya yang juga penasaran, mereka beranggapan bahwa selama ini Yin Hao adalah orang tua seperti mereka yang menggunakan suatu tehnik yang membuatnya terlihat muda karena energi alam yang terkandung di dalam dantian nya sangat banyak dan tidak mungkin bisa di tahan oleh Yin Hao kecuali dia adalah orang tua yang menggunakan ilmu awet muda.
"I-ini.."
Yin Hao yang kebingungan dengan kesalahpahaman itu menatap sejenak ke arah Ryu An yang berdiri di dekatnya, perempuan itu hanya tertawa kecil lalu Yin Hao menjelaskan.
"Atau, apakah mungkin tabib Hao terlahir dengan tubuh spesial ?"Xin Qian masih kekeh dengan dugaannya dan kali ini dirinya menduga kalau Yin Hao terlahir dengan tubuh spesial yang dapat membuatnya terlihat tetap muda meski hidup selama ribuan tahun.
Yin Hao menggeleng pelan dan menjelaskan."Tidak, selain memiliki energi Yin yang berlebihan, aku tidak memiliki tubuh spesial. Aku terlihat begini karena memang masih muda,"
Mendengar hal itu sontak 5 saudara itu terkejut bukan main, bahkan Xin Ling yang tadi sempat minum menyemburkan kembali minumannya dan tersedak setelah mendengar ucapan Yin Hao.
"Bercanda mu sangat mengerikan tabib Hao, aku tau kau adalah orang yang sangat hebat hingga nona Wu Xie meminta kami untuk tidak mencari masalah dengan mu, namun maaf.. Jika kau bilang dirimu masih muda akupun tidak percaya, karena manusia memiliki batasan. Sama seperti sebuah balon, jika di isi angin secara berlebihan maka akan meledak, begitupun dengan tubuh manusia. Jika memiliki terlalu banyak tenaga alam melebihi batasan tubuhnya maka akan meledak, jadi aku tidak percaya kalau kau masih muda."
Yin Hao tersenyum canggung, merasa bingung ingin menjelaskannya bagaimana. Yin Hao lalu mengulurkan sebelah tangan dan berkata."Senior boleh memeriksa nya sendiri."
Segera Xin Qian menyentuh pergelangan tangan Yin Hao untuk memeriksa umur tulang nya, karena meskipun seseorang menggunakan tehnik awet muda tetap saja umur tulangnya akan tetap sama.
"Bagaimana saudara ?"Xin Yuan bertanya mewakili adik-adiknya.
Segera keringat dingin membasahi wajah Xin Qian, tangannya bergetar hebat serta raut di wajahnya terlihat tegang dan sangat terkejut dengan sesuatu.
Setelah membutuhkan waktu beberapa saat untuk menerima kenyataan yang mencengangkan itu, Xin Qian berkata dengan pelan."Dia tidak berbohong, aku sudah mengecek umur tulangnya berkali-kali namun tidak ada perubahan sedikitpun, dia masih muda bahkan belum menginjak umur 20 tahun."
Kelima orang itu terlihat sangat terkejut, sangat sulit bagi mereka menerima hal itu meski itu adalah sebuah kenyataan, apalagi Yin Hao masih sangat muda namun sudah memiliki kemampuan setinggi itu, sehingga hal itu juga menjadi pukulan hebat bagi kelima saudara itu.
"Baru kali ini kami menemukan keajaiban seperti ini, meskipun di benua atas ada banyak anak-anak jenius yang di anugarahi kemampuan besar oleh dewa, tidak ada satupun yang bisa mendekati kemampuan mu. Siapa sebenarnya kau, tabib Hao ?"
"Aku adalah aku, daripada memikirkan hal yang tidak berguna ayo kita pergi melihat-lihat 2000 pasukan, ku harap kita bisa akrab untuk menjalin hubungan pertemanan yang utuh."
Kelima saudara itu terkejut karena menjalin hubungan dengan seseorang yang hebat adalah sebuah impian setiap orang apalagi orang itu adalah Yin Hao, tanpa basa-basi mereka berlima langsung menerimanya karena mungkin ini adalah satu dari ratusan kesempatan besar yang rugi jika tidak di terima.
"Kita adalah teman sekarang, susah senang kita akan selalu bersama. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada kami, tabib Hao."
"Terimakasih semuanya, ayo berteman dengan akrab."Yin Hao tersenyum ramah, kemudian mereka bersama-sama menuju lapangan pelatihan.
******
Siang itu hari terasa sangat terik, Meski begitu hari inipun 2000 pasukan kerajaan Qin terlihat masih berlatih, semangat juang jelas terukir di raut wajah mereka. Mereka terlihat sangat bersemangat dalam berlatih di bidang masing-masing namun mereka masih belum sadar jika ada sesuatu yang sangat buruk sedang menunggu mereka, hal ini terjadi karena jarak kamp sekte gagak hitam lumayan jauh dari wilayah kerajaan Qin sehingga Tong Yu membutuhkan waktu untuk bisa kembali ke kerajaan.
Yin Hao dan lima saudara Xin yang saat itu terlihat berdiri di sebuah pohon rindang sambil berbincang bersama jendral besar Wang Chun tiba-tiba di hampir oleh seorang pengantar surat dengan tergesa-gesa.
Wajah pengantar surat itu sangat panik, nafasnya memburu dan terlihat seperti akan pingsan karena sudah berlari dari kerajaan sampai ke lapangan pelatihan yang di mana jarak di antara keduanya lumayan jauh.
"Tenang, ada apa dengan mu ? Aturlah pernafasan mu terlebih dahulu dan berbicaralah pelan-pelan."Ujar Wang Chun.
Pria pengantar surat itupun segera mengontrol pernafasannya, setelah pernafasannya kembali normal iapun bercerita.
"Je-jendral Tong Yu sudah kembali, keadaan nya darurat karena dia sedang sekarat."