THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
29.PENYAMBUTAN UNTUK YIN HAO




Berita tentang kedatangan Yin Hao yang bertujuan untuk mengikuti sayembara dengan cepat menyebar di kota hingga akhirnya sampai ke telinga raja Qin Zhu.


Awalnya raja Qin Zhu merasa bingung dari mana Yin Hao tau tentang sayembara tertutup ini namun karena Yin Hao sudah mau datang dengan niat baik tidak mungkin raja menolaknya begitu saja.


Tepat di hari kedua kedatangan Yin Hao bersama dengan kedua muridnya di ibukota. Raja Qin Zhu memerintahkan tangan kanannya yang bernama jendral Tong Yu untuk menjemput Yin Hao karena kabarnya pria itu tinggal di sebuah penginapan.


Jendral Tong Yu sendiri adalah jendral yang di hormati oleh semua orang karena baik hati dan berwibawa, diluar itu semua kemampuan beladirinya juga tidak di ragukan lagi kehebatannya. Pria ini juga masih muda dengan umur kisaran 28 tahun, tergolong ke dalam jendral termuda pada saat itu.


Dengan senang hati jendral Tong Yu menerima perintah raja Qin Zhu. Bersama dengan 10 bawahannya, jendral Tong Yu bergegas pergi ke penginapan yang menjadi tempat tinggal Yin Hao.


Ketika berada di sebuah ruangan luas di dalam kerajaan, langkah jendral Tong Yu terhenti ketika putri Qin Ruo memanggil namanya.


Segera Tong Yu berbalik ke arah tuan putri dan membukukan tubuhnya ketika berhadapan dengan putri Qin Ruo.


"Salam putri. Apakah anda membutuhkan sesuatu ?"


"Angkat tubuh mu jendral,"


Tong Yu segera berposisi lurus kembali. Nampak raut di wajah tuan putri Qin Ruo terlihat seperti seseorang yang sedang tertarik akan sesuatu.


"Apakah kau mau pergi menjemput pria itu ?"


Jendral Tong Yu tersenyum ramah dan berkata."Orang mana yang sebenarnya tuan putri maksud ? Jika seseorang yang anda maksud adalah tuan muda Yin Hao, maka tebakan tuan putri benar."


Qin Ruo sedikit memalingkan wajahnya dan bergumam pelan."Ternyata namanya Yin Hao."


Menyadari kalau tuan putrinya mulai tertarik dengan seseorang. Jendral Tong Yu tidak mungkin tidak merasa heran karena sejauh dirinya mengenal tuan putri, dia adalah gadis yang tidak pernah tertarik dengan sesuatu.


Karena merasa sedikit tertarik, jendral Tong Yu bertanya."Memangnya hal seperti apa yang di miliki tuan muda Hao sampai membuat tuan putri tertarik ?"


Qin Ruo terlihat malu untuk bercerita hingga membuat wajahnya memerah, namun agar jendral Tong Yu tidak penasaran iapun menjawab.


"Ti-tidak, aku hanya penasaran dengan pria itu. Menurut kabar yang beredar, katanya dia adalah pria yang sangat tampan dan menarik."


"..."Mendengar tuan putri memuji-muji seseorang jendral Tong Yu hanya diam. Karena sebenarnya Qin Ruo secara tidak langsung adalah tunangannya meski gadis itu masih tidak tahu tentang hal itu karena sengaja di sembunyikan raja.


Qin Ruo menatap jendral di hadapannya dengan raut tertarik akan sesuatu dan berkata."Boleh aku ikut menjemputnya ?"


"I-ini.."Jelas ini adalah pilihan sulit bagi jendral Tong Yu.


Qin Ruo mengembungkan pipinya sambil melipat kedua tangan di depan dada, membuatnya terlihat seperti anak kecil yang marah.


"Kau bilang keinginan seorang putri adalah yang utama, lalu kenapa sangat sulit bagimu berkata iya ?"


Sikap ke kanak-kanak Qin Ruo membuat Tong Yu yang melihatnya tersenyum canggung."Ka-karena putri sudah berkat demikian, tidak ada pilihan lain bagiku untuk mengijinkan mu ikut."


"Bagus ! Ayo kita berangkat."


"Baik, tuan putri."


****


Sesampainya di penginapan yang berlokasi di alun-alun kota. Kedatangan jendral Tong Yu menjadi bahan perhatian masyarakat yang kebetulan berada di lokasi, kedatangan ini juga menjadi lebih spesial karena ada putri Qin Ruo bersamanya.


Yin Hao yang baru saja menyudahi meditasi nya di bangunkan oleh Li Ming. Gadis cantik itu tersenyum dengan semangat, seakan sedang menantikan sesuatu.


"Guru, ayo bangun. Orang-orang dari kerajaan sudah menjemput kita, aku sudah tidak sabar melihat kerajaan Qin yang katanya sangat indah."


"Bukankah kemarin kau sudah melihatnya ?"


"Tidak puas jika hanya melihat dari luar. Ayo bergegas, mereka sudah menunggu di luar."Ujar Li Ming sambil menarik-narik sebelah lengan Yin Hao.


Semua orang khususnya perempuan sontak melotot ketika melihat Yin Hao berjalan keluar, begitupun dengan Qin Ruo. Seperti kabarnya, pria itu memang sangat tampan.


Segera jendral Tong Yu menghampiri Yin Hao sambil tersenyum dengan ramah, dan berkata."Seperti kabar yang ku dengar. Anda benar-benar terlihat hebat, tuan muda Hao. Salam kenal, tuan muda. Nama ku Tong Yu, aku dikenal sebagai tangan kanan raja namun kau bisa memanggil nama ku saja."


"Terimakasih atas penyambutan meriah nya jendral Yu, maaf sudah membuat mu repot. Mereka berdua ini adalah murid-murid ku. Perkenalkan nama kalian,"Yin Hao menatap ke arah Yu Chen dan Li Ming.


Yu Chen dan Li Ming segera membungkuk dan memperkenalkan dirinya masing-masing kepada jendral Tong Yu, jendral muda itu juga membungkuk dan memperkenalkan dirinya.


Dari arah belakang tuan putri Qin Ruo mendekati Yin Hao, terlihat sangat tertarik dengannya namun juga nampak sedikit malu-malu.


"Dan aku. Na-nama ku Qin Ruo,"


Tong Yu hanya tersenyum canggung ketika melihat sikap Qin Ruo. Sementara Yin Hao segera membungkuk kepada gadis itu karena sadar dengan siapa dirinya berhadapan.


"Salam tuan putri. Terimakasih sudah repot-repot ikut menjemput ku."


Mendengar kalau Yin Hao sudah mengetahui kalau dirinya adalah seorang tuan putri. Qin Ruo sedikit merasa terkejut karena padahal kali ini adalah pertama kalinya mereka bertemu.


"Berdirilah taoist. Darimana kau tau kalau aku adalah seorang tuan putri ?"


Yin Hao meluruskan kembali tubuhnya dan menjawab."Aku hanya mendengar cerita dari orang-orang tentang anda. Maaf jika perlakuan ku tidak pantas."


"Kau tidak perlu meminta maaf dan juga jangan terlalu sungkan. Kau bisa memanggilku Ruo'Ruo atau Ruo'er."Ujar Qin Ruo sambil tersenyum.


"Tapi tuan putri. Bukankah itu terlalu dekat ? Kalian, kan baru saja mengenal satu sama lain."Tambah jendral Tong Yu menjelaskan.


"Memangnya kenapa ? Terserah bagaimana aku ingin di panggil,"


"Yang di katakan jendral Yu memang benar. Aku akan memanggil anda dengan sebutan tuan putri saja agar terdengar normal."


Qin Ruo yang tadinya sempat marah ketika berhadapan dengan Tong Yu langsung tersenyum ketika berhadapan dengan Yin Hao.


"Jika taoist ingin memanggilku seperti itu, maka aku akan sangat berterimakasih. Nah, sekarang ayo kita pergi ke kerajaan. Mungkin ayah ku sudah menunggu,"


Yin Hao hanya mengangguk pelan, kemudian Qin Ruo langsung melingkari tangannya ke sebelah pergelangan tangan Yin Hao dan mengajaknya berjalan bersama.


Yin Hao yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja merasa tidak nyaman karena baru kali ini ada perempuan yang berada sangat dekat dengannya. Namun karena dia adalah seorang putri, Yin Hao tidak bisa berbuat banyak.


Sedangkan jendral Tong Yu yang melihat hal itu, hanya memendam perasaan aneh yang muncul di dalam hatinya dan mengikuti mereka dari belakang bersama Yu Chen dan Li Ming.


Selama di perjalanan Qin Ruo bertanya banyak hal tentang Yin Hao.


"Taoist, kau tinggal di mana ?"


"Aku bisa tinggal di manapun sesuai dengan situasi."Jawab Yin Hao seadanya.


"Jadi apakah malam ini kau bisa tinggal di kamar ku ?"


"It-itu.."


"Hahahaha.. Aku hanya bercanda."


"Jangan terlalu tegang begitu, apakah kau baru pertama kali berjalan bersama perempuan ?"


"Benar. Sejujurnya aku tidak terlalu nyaman jika tuan putri memegang ku seperti itu, karena semua orang sedang melihat kita, jadi apakah putri bisa melepaskannya ?"


"Tentu saja taoist."Qin Ruo segera melepaskan tangannya yang menggandeng pergelangan tangan Yin Hao.


Sementara jendral Tong Yu yang melihat hal itu merasa heran karena baru pertama kali melihat seseorang yang tidak suka terlalu dekat dengan seorang putri apalagi yang secantik Qin Ruo, tapi hal itu juga membuat pria tersebut lega karena tidak perlu cemburu kepada Yin Hao karena jelas pemuda itu tidak menaruh perasaan kepada tunangannya.