THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
38.AKHIR DARI CERITA PELAYAN TIAN



Li Ming tersenyum percaya diri, karena dirinya sendiri yang merias Ryu An.


"Bagaimana guru, apakah nona An cantik ? Yah.. Aku tidak perlu menggunakan banyak bahan karena pada dasarnya nona An memang sudah cantik, jadi bagaimana menurutmu ??"


"Lumayan.. Sekarang pergilah bantu Chen'er, sepertinya dia marah karena tidak mendapatkan perhatian guru. Katakan kepadanya untuk segera beristirahat dan belajar membaca buku serta menulis."


"Baik guru. Tolong jaga nona An."Li Ming tersenyum jahil, kemudian berlari pergi meninggalkan keduanya.


Yin Hao menggeleng singkat melihat tingkah kekanak-kanakan Li Ming. Kemudian beralih menatap Ryu An yang berdiri di sampingnya.


"Nona, An. Raja Qin Zhu meminta kehadiran mu dalam acara penghukuman, kuharap kau siap."


Ryu An tidak bereaksi, terlihat seperti boneka hidup yang tidak memiliki jiwa.


Membuat Yin Hao yang merasa kalau Ryu An masih marah kepadanya karena kata-kata waktu itu, merasa tidak enak namun juga tidak sadar kalau bukan hal itu yang membuat Ryu An bersikap demikian.


"Ayo, nona An."


Yin Hao dan Ryu An berjalan bersama keluar dari villa. Kemudian di lanjutkan dengan menggunakan kereta kuda menuju ke kerajaan.


Sementara itu di aula penghukum, terlihat pelayan Tian di ikat di sebuah tiang dan di pertontonkan didepan semua rakyat ibukota Qin.


Terdapat sebuah pagar pembatas yang menahan para masyarakat, agar mereka tidak berbuat yang tidak perlu.


Pria itu menjadi contoh bagi orang-orang yang berpikir untuk menjadi penyusup, agar mereka mengurung niat itu dalam-dalam karena raja Qin Zhu tidak memiliki sedikitpun simpati untuk memaafkan.


Semua orang terlihat bersorak-sorai sambil melempari pelayan Tian dengan batu kerikil. Mereka terlihat tidak sabar menunggu kematian pelayan Tian.


"Bunuh pria licik itu !


"Habisi dia !


"Habisi dia !


"Darah di balas darah !


"Aku menginginkan kematiannya !


Tidak lama kemudian sebuah kereta kuda putih datang dan berhenti di aula penghukum.


Segera perhatian semua orang tersita kepada dua orang yang berjalan turun dari kereta kuda itu.


Semua orang mengenali pria tampan itu sebagai dewa obat, namun mereka tidak kenal dengan wanita cantik yang berjalan di samping pria tersebut.


Ratusan wanita langsung patah hati ketika melihat itu karena berpikir kalau wanita cantik di samping Yin Hao adalah pasangannya. Bahkan putri Qin Ruo yang menonton dari podium khusu terlihat terkejut dengan kedua bola mata seakan ingin meloncat keluar.


"Apa-apaan ini ? Sejak kapan sayangku memiliki seorang selingkuhan, apalagi dia berwajah sangat cantik.. Namun tidak apa, karena aku akan selalu setia untuknya.. Tapi aku penasaran, siapa perempuan itu, ya ? Aku tidak pernah melihatnya di kerajaan ini sebelumnya."Gumam putri Qin Ruo, sambil berusaha mencuri-curi pandang Yin Hao namun pria itu terlihat fokus dengan jalan di depannya.


Yin Hao terlihat berjalan bersama Ryu An menghampiri raja Qin Zhu, jendral Tong Yu juga terlihat berada di sana.


"Senang bertemu dengan mu. Apakah anda adalah nona Ryu An ?"


Ryu An hanya mengangguk, kemudian raja Qin Zhu melanjutkan perkataannya.


"Rasa berhutang budi kerajaan akan selamanya mengingat jasa mu yang dengan beraninya memancing mata-mata Tian seorang diri. Sekarang kau bebas membalaskan dendam mu dan dendam semua orang."


Ryu An menoleh ke arah Yin Hao..


Yin Hao hanya mengangguk sebagai sinyal agar Ryu An menerima perintah itu karena pelayan Tian juga sudah membunuh ibunya.


Kemudian raja Qin Zhu memberikan sebuah belati yang di hiasi dengan puluhan permata kepada Ryu An.


Dengan di temani oleh jendral Tong'Yu, Ryu An berjalan mendekati pelayan Tian yang terlihat tidak berdaya dengan kondisi tubuh terikat di sebuah tiang.


Ketika sudah berada di dekat pelayan Tian. Pria itu tiba-tiba bergerak dan membuat Ryu An terkejut.


"Gadis bisu, ternyata kau masih hidup."Pelayan Tian tersenyum menyeringai.


"Jangan takut, pria itu tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menghina."Ujar Tong Yu menyakinkan Ryu An.


"Apakah kau tau ? Sebelum membunuh ibumu, aku juga sempat menikmati tubuh bagusnya. Rasanya sangat nikmat, sungguh tidak tergantikan."Pelayan Tian berkata sambil menjilat sudut bibirnya.


*Buuuk


Sebuah terjangan yang di lancarkan Tong'Yu mendarat di kepala pria itu.


"Sudah mau mati saja banyak tingkah."


Hinaan yang menyinggung ibunya membuat Ryu An merasa marah. Dia dengan beringas menikam perut pelayan Tian hingga pria itu tidak lagi bergerak, kemudian terdengar sorakan rakyat ibukota yang merasa senang atas kematian pelayan Tian yang sudah membuat kerajaan menjadi kacau.


"Bagus nona !


"Ya, kerja bagus !


"Akhirnya kepar4t itu mati juga !


Setelah selesai, Ryu An dan Tong Yu kembali berjalan ke arah podium.


Yin Hao kemudian merogoh saku pakaiannya dan memberikan sebuah sapu tangan kepada Ryu An.


"Gunakan ini untuk membersihkan noda darah di wajahmu."


Sontak semua wanita kembali di buat sakit hati melihat itu, mereka berpikir betapa beruntungnya wanita yang ada di dekat Yin Hao itu.


Sementara putri Qin Ruo yang memperhatikan itu terlihat menggigit jarinya karena tidak pernah di perlakukan seperti itu, malahan Yin Hao selalu menghindar jika dekat dengannya.


"Si4l aku iri sekalu, aku juga ingin.."Gumam nya.


"Nah, nona An. Hal seperti apa yang kau inginkan sebagai tanda balas budi kerajaan, aku akan memberikan semua yang kau minta. Jadi jangan sungkan meminta,"


"Aku hanya ingin ibuku."


Sontak semua orang terdiam dan tidak ada satupun yang bisa menjawab, semua orang tau apa yang sudah terjadi dengan ibu Ryu An.


Sedangkan Ryu An yang sejak awal sudah menduga hal itu, hanya memaksakan diri untuk dapat tersenyum.


"Tidak apa, raja boleh memberikan apapun kepadaku."


Qin Zhu yang sempat merasa kebingungan ketika mendengar keinginan Ryu An sebelumnya, dengan canggung berkata."Ba-baiklah. Dengan tindakan mu yang berani, aku yang selaku raja dari kerajaan ini mengangkat mu menjadi pelayan utama kerajaan."


Semua orang kemudian bersorak-sorai, memuji keberanian Ryu An.


"Terimakasih nona An !


"Kau sangat hebat !


"Benar, kau adalah wanita hebat !


Raja Qin Zhu menatap ke arah Yin Hao, kemudian berkata."Tabib Huo, karena kita sudah berhasil mendapatkan cukup banyak informasi. Malam ini kami akan memulai rapat taktik perang, kuharap kau bisa hadir."


Yin Hao mengangguk, lalu menjawab."Suatu kehormatan bagiku, raja Zhu. Kalau begitu aku pamit, masih ada sedikit sisa obat untuk ku racik."


"Baik, tabib Huo. Berhati-hatilah di jalan."


Yin Hao hanya mengangguk pelan. Kemudian menatap sebentar ke arah


Ryu An, gadis itu mengangguk singkat, lalu keduanya berjalan pergi menuju kereta kuda dan kembali ke villa langit.


Karena pertujukan sudah usai, masyarakat yang ada mulai kembali ke pekerjaannya masing-masing.


Sementara itu ketika masih di dalam perjalanan, Yin Hao bertanya.


"Apakah kau baik-baik saja nona An ? Aku tahu kehilangan seseorang yang kau cintai memang sangat sulit untuk di terima karena aku juga pernah mengalaminya.. Kejadian itu sudah 3 tahun yang lalu, dulu aku pernah memiliki seorang teman perempuan yang mati di serang siluman, kehilangannya membuatku kesepian. Namun aku sadar kalau berlarut-larut dalam kesedihan tidak akan membuat teman ku hidup kembali. Karena itu aku mencoba bangkit dan melakukan hal baik, karena kupikir dia akan merasa senang."


"Kau juga bisa mencobanya. Lakukanlah hal baik, aku yakin ibumu akan merasa senang. Percayalah kepadaku."Untuk pertama kalinya, setelah 3 tahun Yin Hao kembali memperlihatkan senyumannya.


Membuat Ryu An yang melihatnya segera melupakan kesedihannya dan ikut tersenyum.