THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
40. JENDRAL BESAR WANG CHUN



Di ruangan taktik perang. Terlihat di sana raja Qin Zhu dan juga jendral Tong Yu berkumpul bersama dengan beberapa penasehat kerajaan, mengelilingi sebuah meja bundar yang di atasnya terdapat peta perang


Mereka nampak sangat serius mencari dan membuat taktik yang paling efisien untuk melakukan perlawanan terhadap sekte gagak hitam. Tidak lama setelah itu Yin'Hao masuk ke ruangan tersebut.


"Tabib Hao, akhirnya kau datang juga. Kami sedang menunggumu, kemari-lah, ayo kita berbincang."Ucap raja Qin Zhu ketika menyadari kehadiran Yin Hao.


Yin Hao hanya mengangguk, kemudian berjalan mendekat. Lalu raja Qin Zhu menjelaskan.


"Peta ini adalah lokasi sekte gagak hitam, semua rute dan kawasan yang ada di daerah itu sudah ku tandai dengan jarum merah. Menurut informasi yang kita dapat dari mata-mata Tian, sekte gagak hitam berniat menyerang kerajaan ini secara diam-diam tiga minggu yang akan datang. Untungnya kita berhasil mengetahui hal itu sebelum waktunya, sehingga masih ada waktu 16 hari untuk bersiap-siap. Prajurit sembuh yang kita miliki sebanyak 500 orang dan yang masih sakit sebanyak 300 orang, namun aku yakin besok mereka semua akan langsung sembuh. Secara hitung bersih kita hanya memiliki 2000 pasukan aktif, namun mereka masih berada di tingkatan Gold core sedangkan 800 pendekar yang berhasil sembuh berada di tingkat soul formation...


"Hal ini sangat berbahaya bagi pasukan kita, sebab kita masih belum mengetahui sebanyak apa pasukan sekte gagak hitam dan seberapa tinggi tingkatan kultivasinya. Karena sejauh yang kami tau setelah perang gelombang pertama, pasukan sekte gagak hitam hanya memiliki 1000 pasukan namun bisa mengimbangi pasukan kami dengan tingkatan mereka yang sudah berada di soul formation tahap awal hingga akhir. Bagaimana menurutmu, tabib Hao ?


Yin Hao mengusap dagu, terlihat sedang berpikir. Beberapa waktu terdiam, akhirnya Yin Hao berbicara.


"Mengenai tingkatan kultivasi para prajurit, raja tidak perlu khawatir karena dalam waktu sesingkat itu aku bisa melatih mereka, maksimal mencapai tingkat soul formation tahap akhir dan minimal sampai tahap awal.. Kita harus bergerak cepat, jangan biarkan pasukan lawan mencapai kota dan menghabisi orang-orang tidak bersalah."


"Usul tabib Hao benar. Kita harus tepat dalam bertindak, jadi kita harus menahan pasukan lawan sebelum mencapai perbatasan. Namun jalur mana yang akan mereka gunakan ? Karena setahuku terdapat 3 buah jalur yang mengarah ke wilayah ini."Usul seorang penasehat.


Raja Qin Zhu kemudian menatap ke arah jendral Tong Yu, dan berkata."Yu'er, pergi dan selidiki pergerakan musuh. Bawa beberapa mata-mata tingkat tinggi bersama mu, sampaikan semua yang terjadi di sana kepadaku."


"Baik, raja."Tong Yu bergegas meninggalkan tempat itu.


"Tabib Huo, dalam waktu sesingkat itu apakah benar kau bisa melatih 2.800 pasukan yang bertingkat Gold core naik ke tingkat soul formation ?


"Benar, raja. Semakin banyak jumlah tanaman obat yang ku dapatkan, maka semakin cepat pula mereka naik tingkatan. Tidak hanya itu aku juga perlu bantuan 100 komandan perang untuk melati 2000 pasukan ini, karena aku yakin mereka belum memiliki keberanian untuk berperang."


"Baiklah, aku akan perintahkan 100 komandan perang untuk menemui mu di villa langit besok. Daripada itu, tolong salah satu dari kalian bawa kepala asosiasi biro sumberdaya untuk menemui ku malam ini."


"Siap, raja."Seorang penasehat membungkuk, kemudian meninggalkan tempat itu.


"Tapi raja, bagaimana jika pasukan sekte gagak hitam mengetahui kabar kematian mata-mata Tian ? Jika itu sampai terjadi kemungkinan mereka akan mengubah taktik perang dan menggunakan taktik baru yang tidak kita ketahui."Seorang penasehat lain memberikan tanggapan.


Yin Hao menggeleng pelan, kemudian menjawab."Hal itu tidak mungkin karena aku sudah membunuh semua mata-mata pelayan Tian yang menghubungkan nya dengan dunia luar, jikapun mereka tau, mereka tidak akan memiliki banyak waktu untuk mengubah strategi."


"Bagus.. Sekarang kita hanya perlu menunggu informasi dari Yu'er dan membuat taktik perang. Maaf tabib Huo, sepertinya kami akan sangat merepotkan mu kedepannya."


"Tidak masalah, raja. Dari awal aku sudah berniat membantu, jadi tidak perlu sungkan."


"Baiklah tabib Huo, anda bisa pulang dan beristirahat. Besok kita akan benar-benar sibuk."


Yin Hao membungkuk memberi hormat kepada Qin Zhu, kemudian berjalan pergi menuju villa langit.


Yin Hao baru sampai ketika malam sudah larut, ketika membuka pintu Yin Hao menemukan Ryu An sedang duduk di kursi tamu. Gadis itu langsung berdiri ketika melihat Yin Hao.


"Nona An, kau belum tidur ?


Ryu An menggeleng pelan, kemudian memberikan selembar kertas yang ia tulis kepada Yin Hao.


"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu."Isi surat tersebut.


Yin Hao menatap Ryu An, lalu berkata."Kau menunggu ku sampai selarut ini hanya untuk memberi tahuku tentang hal ini ? Nona, An. Kau seharusnya tidak perlu mengkhawatirkan orang seperti ku karena sebaiknya kau pikirkan saja kondisi kesehatan mu karena ku dengar dari orang-orang kalau sejak kecil kau mudah terserang penyakit."


"Tugas kepala pelayan kerajaan adalah memperhatikan kondisi tamu kehormatan lebih dari kondisinya sendiri.. Jadi jika tabib Hao tidak ingin di perhatikan, sama saja tidak ingin aku berada di sini."


"..."Yin Hao terdiam, gadis itu lebih cerdas dari yang terlihat.


Ryu An hanya tersenyum jahil melihat ekspresi datar Yin Hao, karena kata-katanya tadi membuat Yin Hao tidak bisa mengelak.


"Apakah karena bermain dengan Ming'er kau juga ikut-ikutan menjadi sepertinya, nona An ? Kau juga harus tau kalau aku juga bisa licik seperti itu."


Yin Hao menatap ke arah dada Ryu An yang setidaknya berukuran sedang, membuat wanita itu merasa serba salah lalu bergegas pergi dengan perasaan yang sangat malu hingga membuat wajahnya merona.


"Kau salah, nona An. Meski tadi kau merasa kalau aku tak dapat mengelak. Tetap saja aku memiliki jalan lain untuk melawan,"Yin Hao hanya menggeleng pelan, kemudian berjalan pergi ke ruangannya.


Malam itu Yin Hao habiskan seorang diri dengan berendam di kolam air hangat ruangan. Dia hanya memikirkan tentang perang dan 2000 prajurit yang harus di latih besok.


"Besok pasti melelahkan."Gumamnya kemudian tertidur.


****


Pagi hari kemudian. Yin Hao di bangunkan oleh suara ketukan pintu dari luar, dia hanya merasa tertidur selama beberapa saat.


"Siapa ?"Tanya Yin Hao, bergegas keluar dari kolam dan memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Yin Hao membuka pintu dan menemukan Ryu An sedang berdiri di luar.


Mata gadis itu lekat memandangi tubuh Yin Hao yang bagus dengan perut seperti batu bata yang di susun.


"Nona, An. Aku sangat yakin ke datangan mu bukan bertujuan untuk melihat tubuh ku."Sindir Yin Hao, membuat gadis tersebut tersentak dari lamunannya dan buru-buru memberikan kertas sambil memalingkan wajahnya.


"Di luar ada orang berwajah garang menunggumu."Isi surat tersebut.


Yin Hao merasa bingung dengan orang yang Ryu An maksud, namun setelah mengingat-ingat perkataan raja Qin Zhu tadi malam, sepertinya orang yang datang adalah jendral perang.


"Ada berapa orang ?"


Ryu An hanya menunjuk angka satu dengan telunjuknya.


"Ternyata lebih sedikit dari yang ku pikir. Katakan kepadanya untuk menunggu sebentar, aku akan bersiap-siap."


Ryu An mengangguk pelan, kemudian berjalan pergi. Sedangkan Yin Hao kembali masuk ke kamarnya dan mengenakan pakaian hitam putih yang biasa ia gunakan namun kali ini dengan corak bangau.


Setelah selesai Yin Hao bergegas pergi menuju ruang tamu. Di sana terlihat seorang pria bertubuh tinggi besar dengan wajah terdapat codet melintang sedang duduk di kursi.


Ketika melihat Yin Hao, segera pria itu tersenyum sambil berkata."Sepertinya anda adalah tabib Hao ? Selama ini saya hanya mendengar cerita hebat tentang anda namun belum pernah melihat orangnya, ternyata orangnya terlihat jauh lebih hebat dari yang di ceritakan..


Pria itu berdiri kemudian mengulurkan sebelah tangannya."Perkenalkan nama ku Wang Chun, jendral besar kerajaan Qin sekaligus guru dari Tong Yu."


Yin Hao menjabat tangan pria itu."Salam kenal tuan Chun, aku adalah Yin Hao, namun orang-orang di sini memanggilku tabib Hao."