THE LEGEND OF YIN

THE LEGEND OF YIN
36. KEKALAHAN PELAYAN TIAN



Keadaan terasa sangat berat seakan kekuatan Yin Hao dan pelayan Tian menekan wilayah itu hingga membuat pendekar di bawah Nesct soul akan kehilangan kesadaran jika tidak segera meninggalkan tempat itu.


Meski saat ini dirinya hanya berkedok sebagai kepala pelayan, di sektenya pelayan Tian di kenal dengan julukan iblis hitam. Julukan itu bukan semata-mata di berikan tanpa alasan, karena rumornya pelayan Tian adalah seorang iblis di tengah medan peperangan karena ada begitu banyak korban yang mati di tangannya.


Semua orang tidak akan sanggup menatap mata pelayan Tian selama 1 menit karena orang yang berani melakukan hal itu akan langsung mati.


Namun situasi kali ini jauh berbeda dari yang biasa pelayan Tian alami, karena tidak ada sedikitpun rasa takut dari tatapan mata Yin Hao. Malahan pelayan Tian yang merasakan perasaan aneh ketika menatap pria yang berdiri 10 meter di depan, karena merasa seakan-akan dia harus mendongak ke bawah ketika berhadapan dengan Yin Hao.


Namun bukan pendekar aliran hitam jika tidak memiliki sifat keras kepala dan juga angkuh, padahal sudah jelas Yin Hao bukan lawannya karena pelayan Tian saja tidak sanggup merasakan rana kultivasi pria tersebut, namun kepala pelayan Tian tetap percaya diri dengan kemampuannya bahkan sudah memikirkan banyak cara untuk menghabisi Yin Hao.


"Sepertinya pertarungan ini akan sangat menghibur. Karena aku menghormati mu sebagai lawan, aku dengan senang hati akan memperlihatkan sejumlah tehnik yang akan membuat mu langsung bertekuk lutut di hadapan ku."Ujar pelayan Tian sambil memandang rendah Yin Hao.


Yin Hao hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan pria itu, lalu menjawab."Terimakasih atas niat baik mu, kepala pelayan Tian. Namun sampai sekarang tidak ada satupun orang yang cukup kuat untuk dapat menahan 1 tehnik dariku.. Maaf sepertinya pertarungan ini akan menjadi membosankan bagiku."


"Jangan meremehkan ku, Si4lan !"


Karena tersulut emosi setelah mendengar kata-kata Yin Hao yang terdengar meremehkannya. Kepala pelayan Tian langsung melesat ke depan, namun tubuhnya langsung tertahan oleh rantai-rantai yang muncul dari lantai.


Kepala pelayan Tian mencoba meledakan sejumlah energi dari dalam tubuhnya untuk keluar dari belenggu rantai itu, namun hasilnya sia-sia karena sebanyak apapun dia mencoba menghancurkannya, rantai-rantai itu tetap kembali muncul dan melilit tubuhnya semakin kuat.


"Lep4s, kan aku k3parat. Aku akan membunuhmu !"


Yin Hao mengangkat sebelah tangannya sebagai tanda. Segera dari dalam semak-semak di sekitar kuil, bergegas keluar belasan prajurit bersenjata lengkap yang sejak awal sudah menunggu sinyal dari Yin Hao. Mereka segera mengamankan kepala pelayan Tian, terlihat raja Qin Zhu dan jendral Tong berjalan menghampiri Yin Hao yang terlihat berdiri di samping tubuh Ryu An yang tidak berdaya.


"Tabib Hao, seperti biasa kau selalu mengejutkan ku.."


"..."Yin Hao tidak menjawab perkataan raja Qin Zhu cukup lama. Dirinya terlihat membopong tubuh gadis itu, membuatnya sekilas terlihat mirip seperti Xian Su, bahkan keadaan mereka sekarang tidak jauh berbeda.


Yin Hao menatap raja Qin Zhu, wajahnya terlihat tersiksa karena harus menyaksikan kejadian itu untuk ke 2 kalinya, iapun berkata."Kumohon jangan ucapkan terimakasih lagi kepadaku. Karena apa yang ku lakukan sekarang bukanlah apa-apa ketimbang pengorbanan gadis ini,"


Jendral Tong Yu yang melihat itu dengan prihatin bertanya."Apakah dia masuk ke dalam rencana mu, tabib ?"


Yin Hao menggeleng,"Tidak, bahkan dia tidak tahu tentang semua ini."


Raja Qin Zhu menepuk pundak Yin Hao, sambil tersenyum cerah untuk menghibur pemuda itu iapun berkata."Aku berjanji kepada mu akan mengangkat jabatan gadis ini, aku juga akan memenuhi semua permintaannya."


Yin Hao mengangguk."Terimakasih banyak raja.. Pelayan Tian sudah tidak memiliki kekuatan karena tadi aku sempat menhisap semua kekuatannya dengan rantai nebula, jadi kau bebas melakukan apapun kepadanya karena siapa tau dia memiliki informasi yang berguna bagi kita. Namun jangan sampai membunuhnya karena gadis ini yang akan melakukan hal itu.. Aku pamit untuk mengobati gadis ini."


"Hati-hati tabib Huo."


Raja Qin Zhu dan Tong Yu hanya menatap kepergian Yin Hao dengan perasaan heran. Meski sedikit, terlihat perasaan sedih yang mendalam di wajah pria tersebut.


"Ada apa dengan tabib Huo ? Tidak biasanya dia bersikap seperti itu.."


"Entahlah, raja. Namun aku pernah dengar dari cerita murid perempuan tabib Huo kalau dulu pria itu pernah memiliki teman perempuan namun tewas di tangan siluman, dan parahnya lagi kejadian itu berlangsung tepat di kedua mata tabib Huo. Mungkin apa yang terjadi dengan tabib Huo sekarang ini ada hubungannya dengan hal itu."


Raja Qin Zhu hanya mengangguk, akhirnya dia mengerti mengapa Yin Hao bersikap seperti itu.


Tong Yu meregangkan sendiri-sendiri jarinya, sambil tersenyum menyeringai."Raja benar. Bagaimana jika kita mulai dengan mematahkan satu persatu jarinya ?"


"Usul yang bagus, aku juga penasaran dengan cara itu."


Sementara itu tidak jauh dari tempat Tong Yu dan raja Qin Zhu berdiri. Wajah pelayan Tian terlihat memucat, membayangkan nasibnya kedepan serta siksaan seperti apa yang sedang menunggunya.


*****


Di kamarnya, Yin Hao meletakan tubuh Ryu An ke atas kasur. Meski lemah, jantung gadis itu masih berdetak.


Segera Yin Hao menolong gadis malang itu dengan menggunakan tenaga alam untuk proses penyembuhan yang lebih cepat dan efisien.


Perlahan luka fisik di sekujur tubuh Ryu An menghilang, hingga akhirnya menghilang dan tidak meninggalkan bekas sedikitpun, namun tubuhnya masih terlihat kotor karena ada bercak darah dimana-mana.


Segera Yin Hao berjalan keluar dari kamar dan pergi menemui Li Ming yang sedang mengobati pendekar di posko kesehatan.


Gadis itu nampak sangat tenang setelah kejadian yang menggemparkan kerajaan berkaitan dengan adanya penyusup yang merupakan akal kepala pelayan Tian. Sebab dari awal Li Ming yakin kalau orang itulah yang akan menjadi bulan-bulanan gurunya.


Ketika menyadari kedatangan Yin Hao, segera Li Ming bertanya."Apakah pekerja guru sudah selesai ?"


"Ya, bisa di katakan begitu. Ming'er, bisakah guru meminta waktu luang mu ?"


"Tidak bisa, aku sedang sibuk, apakah guru tidak lihat ? Ada banyak pendekar yang harus segera di obati."


"Jangan begitu, kau harus membantuku karena ini berkaitan dengan nona An."


Ketika mendengar nama nona An, Li Ming yang awalnya tidak tertarik pun langsung berdiri.


"Benarkah ? Memangnya apa yang terjadi dengan nyonya guru ??"Kedua kelompok mata Yin Hao terbuka lebar, nampak sangat penasaran.


"Ada apa denganmu ? Haish.. Sudahlah.. Tolong mandikan nona An, tubuhnya penuh dengan darah karena di serang oleh pelayan Tian."


"Apa ?! Si si4lan itu berani sekali menyerang nona An, aku akan langsung menghabisi nya."Li Ming terlihat marah, sambil menyingsing lengan pakaiannya karena sangat ingin menghajar pelayan Tian karena sudah berani melukai nyonya gurunya.


"Tenanglah, kenapa kau malah terlihat lebih marah dariku ? Sekarang pria itu sedang di interogasi karena kurasa raja ingin menguras informasi yang mungkin saja dapat membantu kerajaan kedepannya. Karena itu guru akan pergi ke sana, kau tolong lakukan apa yang tadi guru perintah."


"Baik, guru."Li Ming segera bergegas meninggalkan tempat itu.


"Lalu bagaimana denganku, guru ? Kenapa hanya kalian yang terlihat sangat sibuk, aku juga butuh perhatian mu, guru."Ujar Yu Chen yang kehadirannya seperti tidak berarti.


Yin Hao merasa bingung karena hampir melupakan muridnya itu."Kau lakukan saja tugas ini, sampai Li Ming kembali. Kalau begitu guru pergi."


"Chi.. Mentang-mentang hanya aku yang paling bodoh, selalu bersikap seenaknya. Menyuruh ini, menyuruh itu, aku semua yang mengerjakannya.".


Yu Chen terlihat kesal karena merasa tidak adil, namun lucunya dia tetap melakukan tugas yang gurunya suruh.