
"Pilihan yang baik, Couria. Kau memang orang yang kuincar. " ucap fairy terbesar.
Hah?! Memangnya dia mengenalku dari siapa? Kenapa ia malah mengincarku? Apa ia pikir ingatanku enak untuk dimakannya? Atau ia memang merencanakan semua ini hanya untuk mengincarku?! Tapi, tak ada waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, aku hanya ingin, ingataon orang-orang kembali. Bahkan mungkin para fairy lah yang mengambil ingatan Alice.
"Kembalikan ingatan orang-orang, fairy !!" pintaku.
"Fairy. Ya, memang benar julukanku dan semua rekanku fairy. Tapi, aku sebenarnya bukan sekedar makhluk yang bisa terbang. Aku dan rekan-rekanku adalah wujud dari mimpiku! Ya! Fairytaile !"
*****
~Fairy Queen
Tak ada yang menyenangkan dalam hidupku. Semua menyakitkan. Tak ada yang dapat kulihat, tak ada yang dapat kudengar, dan tak ada yang dapat kucium. Ya, semua indraku mati sejak lahir. Tapi satu hal membuatku tetap berkeinginan hidup, yakni mimpi. Aku benar-benar serasa dalam dunia fairytaile.
Di sana, aku bisa terbang. Semua pemandangan yang kulihat sangat indah. Air terjun, pepohonan dan bunga-bunga, langit biru pada pagi, ungu kekuningan di sore hari, dan hitam dengan taburan bintang yang membentuk pola-pola di malam hari. Bahkan aku dapat mendengar fairy lainnya bicara dan bernyanyi, dapat mendengar suara air jatuh. Aku juga dapat mencium wanginya tanaman-tanaman. Padahal, nyatanya aku tak pernah melihat, mencium, dan mendengar, tak pernah sekali pun.
Jadi, itu adalah keajaiban. Aku selalu berandai-andai bisa melakukannya. Fairytaile serasa dunia yang hanya aku yang memilikinya. Disana aku juga bisa memakan ingatan-ingatan orang-orang yang membuat orang-orang menderita. Itu membuatku sangat bangga.
Namun, siapa sangka semua itu dapat menjadi nyata? Seorang penyihir datang dan memberiku kemampuan untuk membuat mimpiku jadi nyata. Beliau adalah Nona Paisaca.
Saat dia datang, aku susah langsung merasakan sebuah keajaiban. Aku dapat mendengar langkah kakinya, dapat melihatnya dengan pakaian serba hitam dan wajah yang sangat cantik, dan dapat mencium aroma wanginya.
Jadi, aku tanyakan keajaiban itu.
"Kenapa aku bisa mendengar, mencium, dan melihatmu?"
"Keajaiban itu ada, Fiore de Lia. Meski Tuhan memberimu nasib buruk, sejatinya Tuhan juga memberimu keajaiban. Semua manusia juga begitu, tapi merekalah yang malas mencarinya. Karena itu janganlah sesekali membenci Tuhan. " ucap Nona Paisaca. Kata-katanya sangat bijak dan membuatku sangat tenang.
"Namaku adalah Paisaca. Akan kuberi kau keajaiban yang Tuhan sembunyikan. Kau dapat mewujudkan dunia mimpimu itu. Ya, fairytaile ! Kau dapat mewujudkannya!" lanjut Nona Paisaca dan akhirnya mewujudkan fairytaile.
Aku tak dapat membalas kebaikannya itu. Jadi, aku akan mewuujudkan keinginannya untuk membantu anaknya, Jack Himala untuk membalaskan dendamnya pada anaknya, Couria Himala, meski ku tak tahu apa masalah mereka. Namun, itu demi membalaskan kebaikan Nona Paisaca.
*****
~Couria
Ya, aku bisa melihat mimpi fairy terbesar itu dengan mata kiriku, dan aku juga tahu kalau ia merupakan manusia biasa yang tak memiliki indra penglihatan, penciuman, dan pemdengaran sejak lahir. Ia adalah salah satu anggota keluarga bangsawan de Lia, Fiore de Lia. Ia diam di rumah sakit sendirian, orang tuanya hampir tak pernah mengunjunginya karena ia dianggap kutukan.
Ya, itu memyakitkan, dan wajar saja ia sangat gembira saat seorang penyihir memberinya dunia baru. Ia merupakan makhluk bertubuh dua.
Tapi, apa yang ia lakukan selama ini juga tak dapat dimaafkan, tak sedikit yang memilih bunuh diri karena ingatannya dimakan fairy. Badan kedua Fiore memang harus dimusnahkan.
Tapi yang jadi masalah adalah identitas penyihir yang membuatkan tubuh kedua Fiore. Aku tak dapat melihatnya sama sekali. Padahal, aku merasakan hawa dendam padaku yang sangat besar dari penyihir itu.
"Sebelumnya, apa boleh kutanya, siapa penyihir yang memberimu tubuh fairy ini, Fiore?!" tanyaku.
"Aku takkan mungkin mengatakannya langsung padamu, Couria! Ia penyihir hebat! Ia utusan Tuhan! Makhluk dari neraka sepertimu, memang harus musnah, Couria!!" bentak Fiore de Lia.
"Hah?!! Makhluk neraka?!! Apa aku terlihat seperti itu?!! Seram-seram begitu?!" tanyaku sambil melihat-lihat bagian tubuhku.
"Yang benar saja! Aku tak bilang wujudmu! Tapi kau membuat nona penyihir sangat geram! Karena itu aku menyebutmu makhluk neraka!!" bentak Fiore de Lia.
Seperti dugaanku. Fiore de Lia dapat dengan mudah dimanfaatkan karena deritanya yang menyakitkan. Ia sampai tak sadar kalau dia membuat orang-orang menderita.
"Penyihir yang memanfaatkan orang yang menderita untuk kesenangan pribadinya kau akui sebagai utusan Tuhan?! Jangan bercanda! Justru orang egois seperti dirinyalah yang dibenci Tuhan!!" bentakku lalu mengeluarkan pedangku.
"Jangan hina nona!!! Fairy ! Serang Couria!!" perintah Fiore.
Ratusan hingga ribuan fairy pun menyerangku dan mengikatku dengan rantai mantra yang sangat kuat. Kekuatan para fairy sepertinya bersumber dari niat dan semangat mereka. Dengan semangat yang tinggi itu, mereka mampu membuat rantai yang sangat kuat hingga aku tak dapat lepas.
"Sialan!!"
"Sayang sekali, Couria! Aku harus memakan ingatanmu!!" bentak Fiore lalu mengeluarkan kekuatannya untuk mengambil ingatanku.
Tapi tak ada gunanya, mata kiriku dapat menangkalnya dengan mudah. Fiore tampak sangat kesal karena gagal mengambil ingatanku.
"Sial!! Mata kirimu membuatku kesal!! Pantas saja banyak yang gagal melawanmu!! Tak ada pilihan lain!" protes Fiore sambil memunculkan sebuah tombak emas di tangannya.
"MATILAAAAAAH!!!!!!"
Tepat saat Fiore akan menusukkan tombaknya ke dadaku, tiba-tiba Carrie datang dan menangkis tombak Fiore dengan pisau biasa. Yang benar saja, apa memang Carrie yang ada di hadapanku sekarang?!
"Ah, aku sudah bosan bersandiwara! Selamat malam Kak Couria! Yang di depanmu ini memang Carrie. Kau ingat betul kalau Ibuku adalah anggota keluarga de Lia bukan? Marie de Lia, yah, itu Ibuku! Ia meninggal tepat saat aku lahir. Dan Fiore de Lia adalah bibiku, adiknya Ibu, karena itulah ini jadi tugasku juga!!" ucap Carrie.
Hah?! Aku tak tahu sama sekali! Dasar Carrie sialan!! Kenapa ia tak bilang dari awal?!! Tapi ingatan Carrie bisa saja dimakan! Aku harus segera menyuruhnya menjauh. Tapi sebelumnya lebih baik aku memintanya membantuku melepaskan diri dari rantai mantra!
"Ya sudah! Tapi, tolong bantu aku!!" pintaku.
"Tak kusangka kalau ponakanku sendiri ternyata adalah teman dari musuh bebuyutan Nyonya penyihir! Ya sudahlah, karena kini kau berada di posisi musuh, kau juga musuhku!!" ucap Fiore de Lia lalu memberi peringatan pada para fairy untuk menyerangku dan Carrie.
"Fairy adalah makhluk astral yang tercipta dari mimpi Bibi Fiore dan diwujudkan dengan sihir seseorang sehingga wujud utuh mereka terwujud. Intinya, karena masalah ini ada hubungannya dengan sesuatu seperti dongeng, maka aku akan membuatkan portal ke dunia mimpi Bibi Fiore, dengan begitu, kita bisa mrngenal lebih lanjut dan menaklukan Bibi Fiore. Jadi, kita tak harus pakai jalan kekerasan, kan?" ajak Carrie.
Semua jadi sangat membingungkan. Kenapa bocah penakut itu bisa-bisanya muncul bagai pahlawan di depanku seperti ini. Bahkan parahnya, aku merasakan aura dimana aku memang selalu dilindunginya. Ah, sudahlah! Urusan itu bisa ditunda, sekarang lebih baik aku ikut anjurannya.
"Baiklah, tapi lakukan ini tanpa tergesa-gesa dan tanpa takut ya?" pintaku.
Carrie pun mengangguk dan membuat lingkaran besar dengan semacam tulisan yang tak bisa kubaca dengan hanya menggunakan jarinya saja. Kemudian tampaklah tempat bagai negeri dongeng di dalam lingkaran itu. Hutan yang penuh dengan jenis bunga yang sangat aneh, namun indah. Lalu puluhan fairy yang berterbangan. Mungkin saja itu adalah dunia fairytaile yang lahir dari mimpi Fiore yang tak pernah sekalipun dapat mendengar, mencium, dan melihat sesuatu.
"Jadi ini fairytaile?" tanyaku dengan sangat takjub.
"Bocah sialan!! Kenapa kau membuka gerbang duniaku?!!" tanya Fiore dengan sangat kesal.
"Habisnya, Bibi Fiore suka menceritakan apapun yang Bibi Fiore rasakan di dunia fairytaile dengan Ibu! Misalnya, kata apa yang harus ditulis sebagai kunci untuk masuk ke fairytaile. Nah, sekarang kita tinggal mengucapkan kata terakhir! Oh beautiful and perfect country, here I adore you and consider you an eternal miracle, let me enter in good intentions. The great fairytale! (negara yang indah dan sempurna, di sini aku memujamu dan menganggapmu mukjizat abadi, biarkan aku masuk dengan niat baik. Dongeng yang luar biasa!) " ucap Carrie.
Akhirnya aku dan Carrie pun terbawa ke dalam dunia fairytaile, dimana dunia itu merupakan dunia yang tercipta dari mimpi Fiore yang sungguh ajaib.
Lalu munculah Fiore di depan kami berdua, dia terlihat paling bersinar diantara fairy lainnya, dan ukurannya yang seukuran manusia normal, namun akam sangat besar bila dibandingkan dengan para fairy.
Fiore tak tampak semarah di dunia asli seperti tadi, ia justru sangat tenang, bahkan tersenyum. Mungkin saja yang muncul di depan kami adalah wujud Fiore yang asli, namun terkait dengan keajaiban di negeri fairytaile. Aku jadi menemukan sebuah keganjilan!
Mungkin, dunia ini adalah dunia Fiore yang murni milik Fiore. Lalu Wujud fisiknya kini berada di rumah sakit dsn hanya bisa terbaring, dengan keadaan terburuk. Dan terakhir, Fiore sebagai fairy, namun muncul di dunia nyata dengan sifat yang lebih busuk dibanding Fiore di sini, maupun Fiore yang asli.
"Nah, Fiore, bolehkah aku tanya sesuatu?" tanyaku.
"Apa? Aku akan menjawabnya dengan senang hati. Karena ini adalah pertama kalinya aku kedatangan tamu dari bumi. Selain Nyonya penyihir... " jawab Fiore.
"Fiore dengan wujud fairy yang ada di bumi, apakah ia adalah bagian dari dirimu?" tanyaku.
"Baiklah, akan kujelaskan. Bila dibilang perwujudanku, sebenarnya no. Tapi, bila dibilang bukan diriku, jawabannya juga no. Nah, disini mungkin kalian akan sedikit kebingungan, tapi aku akan menjelaskan semuanya dengan baik, jadi dengarkan dengan baik. Nyonya Paisaca menegosiasi sebuah barter. Ia akan memberiku pendengaran, penciuman, dan penglihatan yang baik. Sebagai gantinya, Nyonya Paisaca memintaku untuk meberinya izin menyalin makhluk-makhluk disini, termasuk aku, untuk menjalankan keinginannya. Meski begitu, sedikit jiwaku juga terbawa ke tubuh buatan Nyonya Paisaca. Aku bisa menjelaskan semuanya karena aku menyesal telah memakan ribuan ingatan orang, yang justru, menyakiti mereka... " jelas Fiore lalu menangis.
"Jadi, yang diambil hanya wujud dan sedikit jiwa ya? Dan sifat asli Bibi tak terbawa ke makhluk itu?" tanya Carrie.
"Ya, dan dengan bodohnya aku mau menurutinya. " lanjut Fiore sambil menghapus air matanya.
Setidaknya kini aku dapat mengerti dengan baik, apa yang terjadi. Sekarang, yang perlu kutahu adalah solusi dari seluruh masalah yang terjadi.
"Apa tak ada cara mengembalikan ingatan orang-orang yang dimakan Fiore dengan wujud fairy di bumi?" tanyaku.
"Ya, ada, tapi hanya satu dan resikonya tak dapat dihindari. " ucap Fiore dengan wajah yang sedikit lega.
"Apa solusinya dan apa resikonya?" tanyaku lagi.
Setelah terdiam agak lama, Fiore pun menjawab pertanyaanku.
"Kau dapat membunuh Fiore fairy di bumi, namun, karena jiwanya terkait denganku dan Fiore yang terbaring di rumah sakit, resikonya adalah, kami semua akan meninggal juga. "
*****
Yang benar saja!! Solusi macam apa itu?! Kenapa aku dituntun membunuh lagi?!! Fiore sama sekali tak bersalah, ia hanya dimanfaatkan! Di depan mata politik, ia pun bukan terdakwa dalam kasus ini.
"Aku sama sekali tak keberatan bila aku meninggal, jadi, kau tak perlu setegang itu, Couria! Lagipula, ada kemungkinan aku mendapat hidup yang lebih baik. Ah, sesuatu yang duniawi mungkin lebih buruk dari hal yang berkaitan dengan kematian, nak! Jadi, tuntunlah aku kesana! Aku akan sangat berterima kasih padamu!" ucap Fiore.
"Kak Couria, ingatlah pepatah "hilang satu demi seribu", hal seperti ini seharusnya hal yang wajar bagi kita, kan?" ajak Carrie.
Dan kenapa Carrie masih bisa setabah dan sebodoh ini di keadaan seperti ini?! Sial! Membunuh bukanlah asupanku sehari-hari!!
"Apa harus aku, yang melakukannya?" tanyaku sambil menunduk, menyembunyikan wajahku.
"Karena Fiore dengan wujud fairy di bumi terlahir atas keinginan membalaskan dendam Jack Himala padamu, hanya kaulah yang bisa. " ucap Fiore sambil tersenyum dan menepuk pundakku.
"Sekali ini saja, kan?!" tanyaku sambil menghapus beberapa tetes air mata yang tak bisa kubendung.
"Baiklah! Aku akan membuka gerbang negeriku, dan selesailah semua. " ucap Fiore lalu membaca sebuah mantra dan kami pun kembali ke bumi.
"Aku yakin pedang itu akan menyelesaikan semuanya!" ucap Carrie sambil menunjuk pedang "Samisaka" yang kupegang.
Akupun memutuskan untuk memundurkan kenaifan yang kubawa sejak lahir ini, dan meneriaki nama keadilan dengan mengeluarkan "Samisaka" dari sarungnya, lalu mengangkatnya.
"*E*verything that is unclean, or sinful, will now be judged by a holy sword strike. by shouting his name, now all will be tried (segala hal yang kotor, maupun dosa, maka kini, akan diadili oleh tebasan pedang yang suci. dengan meneriakkan namanya, kini semua akan teradili), SAMISAKA!!!" ucapku dengan suara keras nan lantang, lalu menebas Fiore dengan wujud fairy di depanku.
Seluruh fairy, dan seluruh wujud Fiore pun meninggal, dan aku dapat menyaksikannya di mata kiriku. Bahkan, dunia fairytaile pun ikut lenyap. Setelah semua hilang dan hancur, aku hanya bisa menunduk dan berteriak sekencang-kencangnya.
"Kau sama sekali tak salah, kak! Aku yakin, darah yang tumpah hari ini, adalah wujud dari keadilan yang tlah ditegakkan. " ucap Carrie.