The Black Missions

The Black Missions
Eps. 35 The King Gangster



" Hidup atau mati sudah ada ditangan Tuhan, jalanilah hidup sebaik-baiknya, bekerjalah seakan kau hidup selamanya dan beribadahlah seakan esok kau akan mati."


Sang fajar mulai menjelang memberikan warna indah untuk menjalani hari dan melupakan segala kenangan pahit yang panjang, terlihat beberapa orang dengan badan yang kekar mulai berkumpul dengan gagah perkasa. Terlihat seseorang dengan tato yang memenuhi hampir seluruh lengannya memimpin jalannya misi pagi ini .


" Aku mau kali ini sosok pemimpin The Brouch itu ditangkap. Kalian harus terus siap siaga jika ada perlawanan karena yang kutahu mereka bukanlah sekelompok perampok yang bodoh, mereka punya ribuan cara untuk menghalau serangan musuh." ucap Bob yang mulai memberikan pengarahan kepada seluruh anak buahnya.


" Baik, bos." ucap mereka dengan serentak.


Terlihat Jack mulai kebingungan, ia nampaknya masih gelisah dengan pikirannya semalam, ia takut jika Jane dan gerombolannya itu belum pergi dari markas lamanya.


" Ada apa, Jack? Kau nampak sedikit gugup, apa kau takut kehilangan pacarmu itu?" bisik William Hertz pada telinga kanan Jack, sontak hal ini membuat Jack mengepalkan tangannya namun ia tahankan emosinya ia tak mungkin melawan Will di tengah keramaian seperti ini.


" Tak usah takut, akulah yang akan melenyapkan kekasihmu, jadi kau tak perlu mengotori tangan-tangan manismu itu, Jack. Dengan hal ini, kau takkan merasa bahwa kau pembunuh bagi cintamu itu." tambahnya kali ini dengan ucapan yang sedikit menantang. Jack hanya menatapnya dengan tatapan yang tajam.


" Setelah misi ini selesai, aku akan menghajarmu sampai remuk, Will." geram Jack dengan wajah yang memerah terlihat urat syarafnya mulai ikut menegang.


Will hanya tersenyum puas menatap Jack yang mulai terpancing emosinya


" Kau akan habis di misi ini, Jack. Aku akan bongkar hubungan rahasiamu dengan sosok gadis perampok itu dan kau akan dicap sebagai pengkhianat gangster. Tak lama lagi, tahta itu akan jatuh ke tanganku dan kau akan mati karena pengkhianatan ini." gumam William dalam hati kali ini ia mencoba menyeringaikan bibirnya menatap Jack.


Mesin mobil mulai dinyalakan dengan membawa dua mobil mereka bergegas pergi menuju markas dimana The Brouch itu berada.


Pergerakan kali ini dipimpin oleh William Hertz karena hanya dialah yang tahu arah dimana markas itu berada. Bob mulai tak sabar ingin melihat dan menemui The Brouch yang sudah lama ia cari keberadaannya.


Sementara Jack ia masih terus terdiam tanpa sepatah kata.


" Jack, apa yang terjadi denganmu? Apa kau baik-baik saja?" tanya Bob pada Jack yang sedari tadi melamun menatap ke luar jendela


" Ya, aku baik." jawab singkatnya dengan menganggukkan kepalanya


" Kau seperti menyembunyikan sesuatu dariku, Jack." celoteh Bob sang Bos besar yang membuat hati Jack terkejut dan tertegun takut.


" Maaf, bos apa yang saya sembunyikan dari, bos besar?"


" Entahlah, firasatku mengatakan bahwa kau menyimpan suatu hal yang besar dariku." jawab Bob dengan merebahkan punggungnya di kursi mobil


" Tidak, aku tidak menyembunyikan apapun." balas Jack sembari menoleh ke arah Bob yang duduk di sampingnya


" Kuharap seseorang tak mengkhianati aku." desis Bob yang membuat Jack dan William melihat satu sama lain.


" Aku takkan pernah mengkhianatimu, bos. Kepercayaanmu adalah anugerah untukku." sahut William dengan nada yang penuh keyakinan hingga mampu membuat sosok Bob Markle tersenyum sumringah.


Jack hanya menatap dan menganggukkan kepalanya seakan ia sependapat dengan ucapan William.


" Entah mengapa akhir-akhir ini aku sering berpikir tentang seseorang mengkhianatiku. Tapi, itu mungkin hanyalah perasaanku saja. Aku sangat benci dikhianati." ucapnya kali ini membuat Jack dan William menegang.


Hembusan AC yang ada di dalam mobil serasa tak berfungsi untuk menyejukkan, suasana menjadi semakin panas ketika Bob mulai menyinggung soal pengkhianatan.


Tak lama kemudian, rem mobil kembali diinjak dengan kuat hingga membuat keempat roda itu berhenti bergerak. Mereka berhenti di sebuah rumah yang kecil namun eksotis dengan hiasan bunga yang tertanam manis disana.


" Disinilah mereka bersembunyi, bos." ucap William


" Apa kau yakin mereka ada disini, William? Sepertinya tidak mungkin jika seorang perampok ternama tinggal di tempat yang indah dan menyejukkan seperti ini." jawab Bob yang mulai meragukan William.


Bob mulai meminta beberapa anak buahnya untuk bersiaga dan mencoba memeriksa keadaan rumah itu.


Suasana sepi mulai menyelimuti rumah yang kini dikepung oleh para gangster berdarah itu, nampaknya tak ada tanda-tanda penghuni.


Semua ruangan sudah digeledah, namun tak ada orang yang menghuni disana.


" Tak ada apa-apa, bos. Seluruh ruangan sepi tanpa penghuni." ucap salah satu anak buahnya yang mulai melapor


Bob mulai membelai halus janggutnya.


" Kurasa mereka sudah tahu bahwa aku mencarinya dan mereka berhasil melarikan diri ." ucapnya yang mulai menduga-duga.


Jack mulai menghela napas panjangnya, seakan ia merasa lega melihat Jane sudah tak ada di markasnya.


" Cari mereka sampai dapat!" bentak Bob kepada seluruh anak buahnya, kali ini Bob benar-benar marah. Ia merasa dipermainkan oleh komplotan rampok itu, The Brouch.


" Mereka mencoba untuk main-main denganku. Kemanapun kalian pergi aku pasti bisa menemukanmu kembali." desisnya kali ini wajah dan kedua bola matanya mulai memerah dan terlihat urat syaraf di dahinya mulai menegang.


William mulai mendekati Jack


" Pasti kau dalang dibalik semua peristiwa ini."


" Tidak, aku tak tahu apa-apa tentang hal ini. Sekali lagi jika kau ingin menuduh seseorang berpikirlah lebih dulu." balas Jack yang meninggalkan William dan berjalan memasuki rumah Jane.


Mereka terus menggeledah rumah mencari barang bukti sebenarnya, namun tiba-tiba Bob menemukan sebuah foto seorang pria yang tergantung di sebuah kamar tidur.


Bob mulai mengambil foto itu dan ia mulai menyeringaikan bibirnya ketika melihat sosok pria yang ada di dalam bingkai foto yang ia genggam


" Edward Brouch." desisnya sembari diiringi suara gelak tawa yang khas miliknya. Tak lupa ia juga memanggil sosok Jack hingga membuatnya menghampiri sosok pria yang tengah menyentuh sebuah foto yang ada di sana.


" Lihatlah, ini adalah sosok yang kuceritakan hari itu, dia adalah Edward Brouch." jelas Bob yang menunjukkan sebuah foto itu pada Jack. Jack mulai tertegun hatinya bergumam sosok ini adalah ayah Jane


" Sudah kuduga bahwa mereka benar-benar bersembunyi disini. Tapi, dimana mereka sekarang? Mereka sangat cepat pergi dan menghilang." ucap Bob yang mulai terheran-heran dengan keahlian sosok The Brouch ini.


Beberapa jam telah berlalu, mereka sudah mencari The Brouch ke seluruh ruangan yang ada, tapi juga tak kunjung ada titik temu. Seluruh ruangan sudah digeledah namun tetap tak ada tanda-tanda keberadaan mereka.


Mereka menghilang tanpa jejak.


" Siap! kali ini aku benar-benar kehilangan jejak mereka." ucap Bob yang mulai memukulkan tangannya ke sebuah meja yang ada di dalam rumah bekas markas The Brouch itu.


Terlihat semua anggota mulai terdiam tanpa sepatah kata yang terucap. William, ia hanya bisa menunduk karena takut, ternyata tempat yang ia katakan adalah salah, di tempat itu tak ada The Brouch hanya ada barang-barang yang tak terpakai yang menghiasi di beberapa ruang.


" Aku mau, kalian semua mencari keberadaan mereka! Hidup atau mati bawa mereka ke hadapanku." ucapnya yang kali ini sembari mengepalkan tangannya. Sontak hal ini membuat seluruh anak buahnya terbelalak kaget.


Di sisi lain, William masih terus menatap Jack dengan sorot mata yang tajam, seakan ia tengah menyidik sosok Jack. Ia merasa bahwa Jack terlibat dalam kasus pelarian The Brouch ini. Ia harus terus memantaunya karena Jack bukanlah seseorang yang bodoh, ia pasti punya ribuan cara untuk membebaskan kekasihnya dari pengejaran yang mungkin akan meregang nyawanya.


Jack mulai terdiam, kali ini ia harus berhati-hati dalam berbicara. Ia sudah merasakan bahwa William tengah menaruh rasa curiga padanya. Ia harus terlihat netral dalam misi kali ini. Agar rahasia antara dia dengan Jane bisa tersimpan rapi.


King Gangster mulai kembali menuju markas mereka. Bob masih merasa kesal dengan semua kejadian yang terjadi. Ia merasa bahwa The Brouch tengah menantang mereka.


" Ini tak bisa dibiarkan, mereka lari pasti karena seseorang telah memberitahunya." ujar Bob yang kali ini mulai merasa curiga dengan setiap gerak-gerik anak buahnya hingga membuat orang yang berada di dalam satu mobilnya mulai menegang.


" Apa diantara kalian ada yang mencoba untuk mengkhianatiku?" sidik Bob Markle kali ini matanya mulai menatap satu persatu anak buahnya. Jack mulai tertunduk.


Suasana tegang terjadi di dalam mobil pertama, dimana Bob mulai menaruh rasa curiga bahwa ada sabotase yang dilakukan anak buahnya pada komplotan perampok ini.


" Apa diantara kalian ada yang ingin mengkhianatiku?!" tanya Bob lagi kali ini dengan suara yang tegas dan mampu menggetarkan hati.