The Black Missions

The Black Missions
Eps. 31 The Brouch



Di sebuah ruangan yang sangat jauh dari pemukiman warga lengkap dengan tata pencahayaan yang minim berhiaskan beberapa kardus yang menumpuk dan menjulang tinggi, terlihat beberapa orang tengah duduk melingkar membahas sebuah diskusi yang sangat menegangkan.


“ Apakah kalian mendengar berita pembakaran dan perampokan toko perhiasan di pusat kota itu?” tanya bos besar kepada seluruh anggotanya. Seluruh anggota mulai mengangguk mengiyakan seakan mereka sudah tahu pasti tentang berita yang menggemparkan jagat raya karena kekerasan yang dilakukan oleh komplotan tertentu.


“ Pelakunya adalah musuh bebuyutanku, aku ingin kita menghabisi mereka hingga akar-akarnya, setelah sekian lama aku mencari mereka tak bisa ku menemukan keberadaannya, tapi kali ini aku berhasil mengendusnya.”


Terlihat Jack mulai menatap kaget mendengar penjelasan sang bos besar tentang sosok musuh bebuyutan yang selama ini ia rahasiakan dan dicari keberadaannya.


“ Jane?” gumam Jack dalam hati sembari matanya menatap penuh kebingungan seakan ia tengah kehilangan arah.


“ Mengapa Jack? Apa ada masalah?” tanya keras Will pada Jack dengan menyeringaikan bibirnya hingga membuat seluruh anggota memperhatikan Jack yang tengah gelisah. Sepertinya ia tahu bahwa Jack kembali terpikir oleh sosok gadis itu. Will sudah mengetahui semua rahasia bos besarnya karena ia menjadi anak buah Bob sudah cukup lama dimana gangster ini dibentuk, ia sudah menjadi anggota di dalamnya.


“ T..tidak, aku tidak apa-apa.” jawab Jack yang mulai gugup dan meneguk segelas minuman yang tersedia di hadapannya. Hatinya kini mulai bergetar dahsyat memikirkan keadaan Jane, ia mulai terus bertanya-tanya apakah Jane dibalik semua ini? Mengapa ia tak menceritakan semua ini pada Jack, jika ia memiliki masalah besar yang mungkin akan mengancam nyawanya. Jack mulai menenangkan hatinya, menganggap bahwa yang dimaksudkan oleh bosnya bukanlah Jane. Jane tidak memiliki masalah dengan siapapun, kecuali pihak kepolisian.


“ Siapa mereka, bos?” jawab beberapa anak buahnya yang mulai penasaran dengan sosok pelaku kejahatan yang baru saja disebutkan oleh Bob


“ Mereka adalah The Brouch. Kau tahu, sudah sekian lama aku mencarinya kini akhirnya bisa bertemu juga.” ujar Bob yang diiringi dengan suara gelak tawa yang jahat.


“ Siapa sebenarnya The Brouch itu, bos? Lalu, kau memiliki hubungan apa dengan mereka hingga kau mencari keberadaannya.” pancing Will kepada ucapan Bob Markle


“ Mereka adalah sekelompok perampok kelas kakap yang berjaya di sepanjang masa, mereka lihai dan licik. Aku mencari mereka untuk membalaskan dendam yang selama ini kupendam, mereka kejam dan mereka mengkhianatiku.”


Bob mulai menceritakan rahasianya tentang The Brouch, sekelompok perampok yang terkenal dengan kecerdikannya dalam segala aksi rampoknya, mereka selalu berhasil dan melakukan aksinya dengan bersih tak meninggalkan jejak sedikitpun. Beberapa tahun lalu, ketika usia Bob menginjak 22 tahun, ia bergabung dengan sekelompok kriminalis yang paling berbahaya di Amerika, mereka adalah The Brouch. Ia bergabung dengan The Brouch karena ia ingin merasakan suatu hal yang baru yang belum pernah ia lakukan.



Ia merampok, membunuh, dan bahkan mengedarkan narkoba. Kejahatan yang Bob lakukan karena rasa ingin tahunya akan jati diri sebenarnya.



Kala itu The Brouch dipimpin langsung oleh Edward Brouch, seorang kepala kriminal tertinggi yang diburu oleh seluruh mata-mata kepolisian negara karena kasus kriminal yang semakin lama semakin memuncak. Bisa dibilang dialah rajanya kriminal, kisah kriminalnya sangat melegenda. Bob saat itu hanya menjabat sebagai anak buah yang melaksanakan perintah. Namun, suatu hari hal buruk mulai menimpa Bob, ia menjadi kambing hitam di misi gelap penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh bos besarnya, Edward Brouch. Ia menjadi buronan polisi dan bersembunyi di sebuah rumah kecil hingga ia selamat dari kejaran para aparat kepolisian.



Bob dikhianati oleh komplotannya, mereka menjadikan Bob sebagai umpan dan santapan empuk untuk pihak kepolisian, mereka tega melakukan hal ini demi menyelamatkan identitas komplotannya dan juga menyelamatkan nyawa dan nasib sosok Edward Brouch dari intaian intelligence negara. Namun, nasib berubah Edward ditangkap ketika mencoba untuk merampok sebuah rumah besar di Las Vegas. Ia berhasil diringkus dan dijatuhi hukuman mati atas semua perbuatannya, mengetahui sang bos besarnya di tangkap oleh polisi, membuat Bob lega dan bertekat untuk membentuk gangster sendiri dan mencari keberadaan The Brouch ini untuk membalaskan dendamnya.



Ketika Gangsternya sudah terbentuk, sayangnya The brouch mulai menghilang tanpa jejak seakan mereka hilang ditelan bumi. Ia tak tahu siapakah penerus selanjutnya yang memimpin komplotan berdarah ini. Namun, kali ini Bob berhasil mendapatkan informasi sosok pemimpin baru yang memimpin The Brouch.



Edward Brouch sendiri adalah ayah kandung dari Jenning Brouch atau Jack memanggilnya dengan panggilan Jane , ia telah lama meninggal karena hukuman mati yang menjeratnya. Saat ini, komplotan yang ditinggal mati oleh Edward diteruskan oleh anaknya yaitu, Jennings Brouch.


“ Maka dari itu, aku ingin membalaskan dendamku pada mereka, aku benar-benar tersakiti karena ulah mereka, aku menderita. Misi kita kali ini, cari keberadaan sosok orang ini.” ucap Bob dengan melemparkan sebuah foto dihadapan anak buahnya.


“ Siapa dia, bos?” tanya salah seorang yang memandangi sebuah foto wanita dengan rambut pirang yang terpajang dalam foto itu


“ Wanita? Pemimpin komplotan rampok ini sungguh wanita?” ujar salah seorang diantara mereka yang mulai tak percaya dengan kenyataannya seorang gadis cantik menjadi pemimpin komplotan berdarah seperti The Brouch.


Bob Markle mulai mengangguk mengiyakan sembari menyedut rokoknya yang sedari tadi ia selipkan di jari telunjuk dan tengahnya.


“ Luar biasa, wanita secantik ini adalah perampok kelas kakap. Kurasa ia memiliki kemampuan lain yang tak sembarang wanita memilikinya.” tambah Will yang mulai memancing emosi Jack.


Jack hanya terdiam dan mencoba meraih sebuah foto yang masih tergeletak di atas meja, dalam hatinya ia berharap pemimpin komplotan berdarah itu bukanlah Jane yang dimaksudkan. Perlahan-lahan Jack mulai membuka foto itu, terlihat seorang wanita berambut pirang dan bermata biru ada dalam foto itu. Matanya kini terbelalak kaget memandangi foto yang ada digenggamannya.


“ J..Jane?” gumamnya dalam hati yang mulai terbata-bata, tangan Jack mulai bergetar menggenggam foto itu. Ia tak menyangka bahwa misi selanjutnya adalah menghancurkan komplotan kekasihnya itu.


Bagaimana Jack melakukannya, ia tak mungkin menyakiti hati Jane. Ia sangat mencintai Jane.


“ Aku ingin kalian semua mencari sosok gadis ini. Bawa dia kehadapanku baik hidup ataupun mati. Aku juga ingin kalian habisi semua anak buahnya, habisi mereka jangan sampai ada sisa.” perintah Bob pada seluruh anak buahnya tanpa terkecuali, terlihat Jack masih terdiam ia tak bisa berkata-kata lagi.


“ Jack!” panggil tegas Bob yang membangunkan lamunan Jack


“ Ya, bos.”


“ Aku tunjuk kau sebagai ketua dalam penyelidikan dan pencarian gadis ini. Aku ingin gadis ini dan komplotannya segera ditemukan, aku sudah tak sabar ingin menghancurkan mereka.” pinta Bob yang menunjuk Jack sebagai pelancar misi kali ini, misi pencarian Jane beserta antek-anteknya.


“ S..saya, bos?” tanya Jack yang masih kebingungan dengan semua keadaan ini.


“ Ya, aku ingin kau bawa gadis ini dihadapanku baik hidup ataupun mati. Aku tak mau mereka menghilang lagi, kali ini aku merasa bahwa mereka berada dekat di sekitar kita. Jadi, cari dia sampai dapat!”


Jack mulai menelan ludahnya, kini keringat dingin mulai bercucuran deras membasahi wajah dan leher Jack. Di sisi lain, Will mulai tersenyum puas melihat ekspresi wajah Jack yang semakin panik.


“ Rasakan saja, Jack. Inilah kejutan untuk hari jadimu dengan gadis itu. Bagaimana apa kau menyukai kejutan ini, Jack? Kau akan bingung memilih, kau pilih cintamu atau kau menjadi pengkhianat besar gangster ini.” batin Will dalam hatinya sembari terus memandang puas Jack yang tengah kebingungan dengan keputusannya.


Diskusi misi telah selesai, Jack ditunjuk menjadi ketua dalam misi pencarian The Brouch ini. Ia tak tahu, apa yang harus ia lakukan. Ia mencintai Jane namun di sisi lain bos besarnya memintanya untuk membawa paksa Jane baik hidup ataupun mati. Jack benar-benar tak tahu jika Jane adalah ketua The Brouch yang merupakan musuh bebuyutan dari King Gangster, gangster tercintanya. Pria ini mulai dilema dengan tugas yang ada, manakah yang harus ia pilih cintanya pada Jane atau rasa setia dan patuhnya terhadap perintah sang bos besar yang tak lain dan bukan adalah ayah angkat Jack di sana.


“ Jack, bagaimana? Apakah kau sudah menentukan pilihanmu?” tanya seseorang dengan menepuk Pundak Jack yang tengah kebingungan. Jack masih terdiam ia tak mau menggubris ucapan temannya, Will. Matanya terus menatap bintang di angkasa.


“ Jika kau tak bisa dan tak tega untuk membawa gadis itu ke hadapan bos besar, izinkan aku yang menyeretnya dengan paksa. Jika kau tak tega membunuhnya, maka biarkan aku yang menghabisinya, ini mudah, bukan? Kau tinggal menyuruhku saja, Jack.” tambah Will yang mulai mengacaukan suasana batin Jack.


“ Jaga ucapanmu!” bentak Jack yang mulai terpancing emosinya.


“ Aku takkan menyerahkan Jane padamu begitu saja, ingat itu!”


Will mulai tersenyum tipis.


“ Kau tentukan pilihanmu, bawa gadis itu kemari atau kau akan menyesal karena menentang perintah bos. Pikirkan itu baik-baik, Jack.” Will mulai berjalan meninggalkan Jack yang tengah kebingungan.


Jack mulai menghela napas panjangnya.