The Abandoned Princess

The Abandoned Princess
Gunung Olympus



Rasanya seperti mimpi yang tak dapat dipercaya. Bagaimana bisa dia tiba-tiba menjadi istri Poseidon saat bangun padahal Cathy cukup yakin bahwa hubungan keduanya dulu jauh dari kata baik.


Perdebatan, perselisihan lebih sering terjadi. Hampir tak ada kedamaian. Poseidon yang membenci dirinya dan Cathy yang terlalu bodoh memilih mengakhiri hidupnya dan membuat Kim Yerim mengambil alih tubuh gadis itu dan bertindak sesuai keinginan hati.


Akan tetapi yang tak di sangka saat ini dirinya justru menjadi pengantin Poseidon. Entah bagaimana perasaan Cathy jika gadis itu masih ada. Apakah jalan kehidupan akan tetap sama? Jika Yerim tak mengambil alih Mungkinkah Cathy akan tetap menduduki posisi ini?


"Ini tidak mungkin kan. Aku pasti mimpi. Ayo bangun!!" seru Cathy menepuk wajahnya, "Auw sakit." rengeknya kesakitan akibat pukulan dari tangannya sendiri.


Harus Cathy akui bahwa ia cukup lega mengetahui kalau dia masih berada ditempat ini meski rasa ingin kembali pulang besar tapi tak ada yang bisa menandingi rasa ingin tetap berada ditempat ini. Rasanya lebih tenang dan damai hidup seperti sekarang daripada dia harus menghadapi dunianya yang penuh cemooh dimana setiap gerakan, nafas dan ucapan dapat menjadi tolak ukur akan sifatnya.


Cathy berjalan menyusuri setiap jengkal istana milik Poseidon hingga tak sadar dirinya mulai keluar jalur. Cathy telah melangkah melewati jembatan penghubung antara istana satu dengan istana lainnya.


"Persephone."


"Aku tidak ingin pulang, Hades."


Langkah kaki Cathy terhenti saat mendengar suara perdebatan tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


Didepan sana, terlihat pasangan suami istri tengah terlibat perdebatan. Cathy melangkah mundur, memutuskan untuk bersembunyi dan mengintip dari kejauhan.


Ditengah aktifitas mengintip Cathy. Seorang pria kebetulan lewat tak sengaja melihat bayangan Cathy tengah bersembunyi pun perlahan berjalan mendekati perempuan yang sepertinya tak menyadari kehadirannya disana.


Pria itu ikut memandang ke arah yang sama. Dia menggeleng lemah sebelum melayangkan sebuah pertanyaan, "Kau sedang apa disini?"


"Sst! Mereka lagi bertengkar."


"Orang bodoh juga tau. Pertanyaannya mengapa kau sampai harus sembunyi hanya untuk melihat pertikaian rumah tangga orang, Rhea?"


Eh


Cathy terlonjak. Dia baru menyadari ada suara lain disana menoleh ke samping dan menemukan Apollo sedang tersenyum bodoh menatapnya.


"Jika suamimu tau apa yang kau lakukan, tau sendiri kan apa yang akan dia lakukan?" ucap Apollo menjulurkan tangan menyentil pelan pelipis Cathy.


"Kenapa? Aku tidak melakukan apapun."


"Olympus memiliki hukum sendiri, Rhea. Kurasa sebagai suami Poseidon belum memberitahumu kan? Ah itu harusnya menjadi tugasnya. Suami macam apa dia itu." runtuk Apollo tak menyadari perubahan raut wajah Cathy.


Suami?


Oh astaga tolong berhenti mengingatkannya tentang satu hal itu. Cathy ingin menenggelamkan diri sekarang juga jika harus mengingat kejadian tadi di pemandian bersama Poseidon.


"Rhea, Apollo, sedang apa kalian disana?" tanya Persephone tak sengaja melihat bayangan Apollo dan Cathy tidak jauh, tepatnya dijembatan dekat tempat ia dan Hades berdiri saat ini.


Hades mengikuti arah pandang istrinya. Terlihat Apollo langsung tertawa kecil sedang Cathy berdiri tidak nyaman ketika sang penguasa dunia bawah memperhatikanya. Hades mencium bau manusia di tubuh perempuan disamping Apollo.


Apa yang dilakukan seorang manusia di Olympus?


"Apa hukum Olympus sudah berubah?" ketus Hades.


Apollo sadar betul maksud dari perkataan Hades tertuju untuk Cathy membuka suara, "Bukankah peraturan ada untuk dilanggar." jawabnya.


Persephone menggeleng lemah. Ia berjalan menghampiri Cathy, "Rhea, ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu. Ikut aku sebentar!"


Cathy mengangguk. Keduanya kemudian berjalan beriringan meninggalkan Hades dan Apollo yang hanya bisa diam ditempat mereka.


 


Artemis melangkahkan kaki memasuki ruang utama Olympus untuk menemui ayahnya. Dia sudah mempersiapkan diri untuk menanyakannya sendiri sebelum rasa penasaran membunuhnya.


Ia hanya tak siap jika harus terlambat mengetahui rencana Apollo. Untuk itu Artemis telah bertekat, mengumpulkan seluruh keberanian untuk hari ini.


"Artemis." sambut Zeus membuka kedua tangan menyambut Artemis lembut.


Senyum manis terbit diwajah cantik Artemis. Selain Athena, Artemis juga salah satu Putri kesayangan Zeus. Segala permintaan Artemis selalu dituruti oleh ayahnya. Artemis masih ingat saat pertama kali ia meminta agar menjadi Dewi perawan untuk selamanya, Zeus bahkan tak berpikir dua kali langsung saja mengabulkannya.


"Ada apa, putriku?"


"Ayah, apa yang sudah Al bicarakan dengan ayah kemarin?" Artemis bertanya.


Zeus terlihat berpikir. Dia sendiri pun tidak yakin apakah mungkin Artemis menyetujuinya, "Apollo sudah mengatakannya. Ayah justru tidak yakin apakah kau mau melakukannya."


Dahi Artemis berkerut binggung akan maksud ayahnya, "Apa itu, Ayah?"


"Ayah mau kau menuntaskan takdir atas gelar baru yang disematkan untukmu dengan turun ke bumi melakukan reinkarnasi."


Artemis terdiam, masih memproses penjelasan Zeus didalam kepalanya. Dia tau mengenai gelar baru yang disematkan untuknya karena kutukan atas Orion tapi yang Artemis tidak mengerti mengapa dia harus turun tangan langsung.


"Tapi mungkin kau akan menolak karna peperangan Troya dan Sparta akan segera terjadi. Lagipula ayah juga belum bicara dengan ibumu untuk masalah ini. Ayah yakin dia juga tidak akan setuju." lanjut Zeus.


"Bagaimana dengan tugasku di kala malam datang,  ayah?" Artemis mengingatkan mengenai tanggung jawab yang dia miliki bersama Apollo, saudaranya.


"Ayah akan meminta Selene mengisi kekosongan yang akan kau tinggalkan sementara."


"Berapa lama?"


"Ayah akan memberikan dua kesempatan antara melepaskanmu atau membawamu kembali. Itu tergantung pada pilihan Orion sendiri."


Sungguh! Artemis semakin dibuat binggung karena tak memahami maksud perkataan ayahnya.


"Maksud Ayah?"


"Kau akan terlahir sebagai manusia biasa. Jika dia mampu mencintaimu sebelum waktu yang ayah tentukan, maka ayah akan melepaskanmu tapi jika tidak, sesuai kesepakatan dengan Apollo ayah harus membawamu kembali."


Artemis mulai paham sekarang, "Maksud perkataan Ayah, aku akan terlahir sebagai orang yang tidak dikenali olehnya? Dan dia harus bisa mengenaliku dalam wujud manusia, begitu?"


Zeus menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Artemis, "Jika dia mencintaimu, tentu bukan perkara sulit mengenal dirimu dalam wujud manusia kan?"


"Itu sepertinya akan sulit." gumam Artemis


"Apa kau setuju? Apollo mengusulkan hal ini dan ayah menerimanya setelah mempertimbangkan banyak hal. Jangan menyalahkan adikmu, dia hanya mengusulkan reinkarnasi tapi selebihnya adalah keputusan ayah sendiri."


"Aku setuju." ucap Artemis penuh keyakinan tanpa berpikir panjang akan segala kemungkinan yang akan dia terima nantinya.


 


Sungguh tidak lucu tersesat di waktu yang sudah hampir malam di sekitar tempat yang dia sendiri tidak tau apa nama tempat itu. Hanya ada pohon, jembatan dan taman bunga disana. Berulang kali dia mengambil jalan tapi berulang kali juga dia kembali ke tempat yang sama dua kali.


Sial sekali nasibnya hari ini. Persephone yang harus membantunya malah dibawa paksa oleh suaminya dan tinggallah Cathy dengan rasa frustasi karena tak dapat pulang ke tempat Poseidon.


"Mama, aku tersesat." teriak Cathy frustasi berharap ada yang mendengarnya.


"Aku tidak akan memaafkan perbuatanmu terhadap Adonis, Ares!!"


Cathy menghentikan langkah kakinya setelah mendengar suara berat itu. Cathy mendongak, menatap pasangan yang sepertinya akan memulai perdebatan di balkon kamar mereka.


"Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku! Ingat itu Aphrodite!!"


Apalagi ini ya ampun!!


Harus berapa kali ia menyaksikan drama pertikaian rumah tangga dihari yang sama. Tadi Persephone dan suaminya dan sekarang wanita yang disebut sebagai Dewi Cinta. Pertanda apa ini?


Krukk


Kecerobohan Cathy benar-benar diluar batas. Sudah mengintip ketahuan pula?


"Siapa di sana?"


"Tikus."


Pengalihan yang bodoh! Cathy justru membuat sang dewa perang makin curiga akan penyusup di istana miliknya mulai berteriak mengumpulkan pasukan. Cathy panik, dia berbalik arah, langsung saja berlari meninggalkan istana tersebut secepat yang ia bisa.


Ya ampun, baru sehari jadi istri Poseidon dan dia sudah kena masalah.


Pada akhirnya Cathy berhasil kembali ke istana milik Poseidon. Ia bernafas lega namun kelegaan itu berubah menjadi panik tatkala melihat banyak prajurit berlarian ke arahnya. Oh tidak! Dia ketahuan.


Catjy berlari masuk ke dalam kamar. Wajahnya mengerut lucu, kelelahan sehabis melakukan perjalanan jauh. Berpetualang di Olympus benar-benar memacu adrenaline. Lagian mengapa juga jarak istana Zeus ke istana lain sangat jauh, ah tidak! Istana Poseidon yang terlampau besar dan luas dan sialnya dia baru menyadari hal tersebut saat berhasil kembali ke istana suaminya.


Oh astaga naga kakinya rasanya mau lepas..


"Dari mana saja kamu?" tanya Poseidon hampir saja membuat Cathy berteriak karena terkejut.


"Kau mengagetkanku." decak Cathy meletakkan kedua tangan di dada, memastikan jantungnya masih ada disana.


"Tadi aku bertemu Dewi Persephone dan bicara dengannya di taman lalu-" ucapan Cathy terpotong ketika mendengar sesuatu diluar,


"Dewa, prajurit Dewa Ares ingin bertemu." ucap demigod memberitahu Poseidon.


Sial!


Cathy memejamkan mata seraya mengigit bibir panik. Matanya kembali terbuka hanya untuk memandang ekspresi wajah Poseidon yang sepertinya terlalu peka menyadari ada sesuatu yang disembunyikan oleh istrinya.


"Katakan pada mereka untuk menunggu." balas Poseidon.


Kepanikan diwajah Cathy semakin jelas. Ia berjalan mendekati Poseidon. Menahan pria itu agar tidak keluar menemui prajurit diluar sana, itu sama saja membuatnya mati.


"Jangan bertemu mereka, Aiden."


Sekarang Poseidon semakin yakin bahwa istrinya telah berbuat sesuatu tapi tidak mau mengakuinya sendiri. Baiklah, akan Poseidon buat istrinya untuk mengaku sendiri nanti.


"Aku harus menemui tamu ku, Asthrea."


"Tidak boleh." Cathy menggeleng.


"Apa ada yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku diluar sana?"


Cathy menggeleng dengan cepat. Berbohong adalah cara terbaik yang bisa ia lakukan sekarang.


"Kalau begitu biarkan aku keluar." sambung Poseidon menarik Cathy yang menghalangi pintu kemudian melangkah keluar dari kamar mereka setelah menutup pintunya kembali.


Tamat sudah riwayatnya..


Tidak ada yang akan menyelamatkan Cathy kali ini. Dia telah melanggar hukum para dewa dengan mengintip. Ya itu yang dia dengar dari cerita Persephone. Sebagai istri Poseidon dia masih belum diberitahu tentang peraturan yang berlaku di gunung Olympus.


Poseidon kembali memasuki kamar setelah bicara cukup lama diluar bersama para prajurit Ares yang sedang mencari seorang penyusup yang diketahui berlari ke istana milik sang dewa laut. Mereka hanya tak tau siapa yang mereka maksud dengan penyusup tersebut adalah istri dari Poseidon sendiri.


Karena ketidaktahuan itulah membuat prajurit Ares memilih mundur dan meminta maaf dan berkata akan memberitahukan kepada dewa Ares mengenai kabar baru tersebut.


Entah apa saja yang sudah dilakukan oleh istrinya itu selama menghilang beberapa jam. Poseidon sampai kewalahan mencari hingga mengerahkan seluruh demigod dan nimfa di istananya untuk mencari keberadaan Cathy di istana si kembar karena berpikir Apollo mungkin yang membawa Cathy keluar dari istananya.


Dan sekarang, seakan belum cukup membuat masalah. Cathy justru tak terlihat dikamar mereka. Kemana sebenarnya perempuan itu pergi?


"Asthrea.." panggil Poseidon.


Kepala Cathy muncul dari balik tiang penyangga dibelakang ranjang, mengintip keadaan sekitar dengan hati-hati.


"Kenapa bersembunyi?" tanya Poseidon menduduki ranjang, "Cepat keluar dari sana dan duduk disini!" titah Poseidon menepuk ranjang.


"Apa?" polos Cathy bertanya.


"Mau kesini sendiri atau aku yang kesana hem?"


"Iya, iya." patuh Cathy mau tak mau merangkak keluar dari tempat persembunyiannya kemudian mendudukkan diri disamping Poseidon.


Poseidon menghela nafas. Benar-benar dibuat taris ulur emosinya karena ulah Cathy.


"Sekarang katakan padaku. Apa saja yang sudah terjadi selama aku tak ada disini?"


Belum ada beberapa jam Poseidon meninggalakan Cathy di istanannya karena harus menjalankan tugas kedewaannya tapi begitu pulang dia malah menemukan istrinya tak ada, dam begitu kembali Cathy turut serta membawa masalah baru bersama dengannya.


"Aku tidak sengaja, Aiden," Cathy tertunduk lesu, menyesali perbuatannya yang sudah dianggap melanggar hukum, "Tadinya aku hanya mau jalan-jalan tapi aku justru tidak tau caranya kembali kesini dan malah nyasar ke tempat dewa Ares. Aku tidak sengaja, sungguh. Aku sungguh minta maaf." cerita Cathy makin menunduk, tak berani menatap Poseidon.


Poseidon mengangkat wajah Cathy yang tertunduk. Tanpa di duga melayangkan ciuman dibibir istrinya membuat kedua mata Cathy melebar sempurna akibat perlakuan Poseidon yang mendadak,


"Berhenti meminta maaf, kau tidak melakukan kesalahan apapun." bisik Poseidon tepat didepan bibir Cathy.


"Itu," Cathy ingin melakukan protes tetapi bibirnya kembali di bungkam oleh ciuman. Kali ini lebih lama dan intens, sepertinya Poseidon tidak akan melepaskan dirinya malam ini.


Cathy memejamkan mata, mulai terbuai ciuman memabukkan sang dewa laut. Pesona Poseidon tidak bisa ia lawan. Logika Cathy jelas ingin menolak namun tubuhnya berkata lain, terlebih hati yang berhianat lebih jauh justru meneriakkan kata ancaman agar Cathy tidak melakukan perlawanan.


Melihat tak ada penolakan dari Cathy membuat Poseidon semakin berani bertindak lebih.


"Aku menginginkanmu."


Tak bisa di pungkiri bulu roma nya saat ini berdiri hanya dengan mendengar kata itu. Syarafnya menjadi liar, jantung Cathy saat ini dirasa tidak sehat karena terus berdetak kencang. Oh astaga, mengapa malam ini begitu panas.


 


Tbc..