The Abandoned Princess

The Abandoned Princess
Prolog



10 october 2016


Sebuah mobil taksi melaju dengan kecepatan sedang tak kelihatan kehilangan kendali dari kejauhan dan menabrak sebuah truk menyebabkan penumpang dan supir yang berada didalam taksi tersebut luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.


Di tengah ketidaksadaran salah satu dari dua penumpang perempuan di dalam mobil. Yerim sempat mendengar suara gemuruh air kencang membuatnya mengernyit sebelum pada akhirnya kehilangan kesadaran.


----


Tangisan pilu teredam oleh deru ombak yang menerpa bebatuan karang. Gelapnya malam tak menghalangi niat seorang gadis cantik demi mencapai tujuannya. Sekali saja, hanya untuk sekali ia ingin orang yang dicintainya muncul didepannya.


"Aiden!! Apa kau mendengarku!! Jika kau tidak datang juga maka aku akan lompat sekarang." teriaknya frustasi.


Suara petir seakan menjadi balasan teriakan gadis itu. Air mata mengalir membasahi wajah cantiknya. Sudah jelas bahwa apa yang ia lakukan saat ini sia-sia saja. Pria itu tidak akan datang untuknya. Tentu saja, untuk apa seorang dewa Agung datang menemuinya yang bukan siapa-siapa.


Sudut bibirnya membentuk senyum paksa. Dengan kedua mata terpejam ia berjalan semakin dekat pada ujung tebing.


"Setidaknya hidupku akan berakhir didekatmu."


Suara petir kian membeludak memecah langit malam membuat kepala gadis itu mendongak ke seraya menjatuhkan dirinya dari atas tebing.


Apa aku sudah mati?


Terakhir yang ku ingat adalah aku sedang dalam perjalanan pulang ke asrama bersama Seulgi unnie ketika taksi yang kami tumpangi menabrak sebuah truk sampah.


Dan kini, tubuhku melemah dan dingin. Deru suara ombak merasuki pendengaranku, begitu nyaring hingga rasanya aku sedang terombang ambing diatas air. Tunggu! Air?


Aku tidak bisa berenang..!!


"Bodoh!"


Kata itulah yang terakhir ku dengar sebelum kurasa tubuhku terangkat dan melayang. Aku sangat ingin membuka kedua mataku dan melihat siapa yang mengataiku bodoh tapi tubuhku terlalu lemah tuk melakukannya sampai pada akhirnya kesadaranku kembali hilang..


"Tuan Putri.."


Aku mencoba membuka kedua mataku setelah mendengar seseorang memanggil sebuah nama yang kukenal tapi begitu asing dalam benakku.


Pemandangan pertama yang kubtemukan ketika membuka kedua mataku adalah langit-langit kamar berukiran emas juga berlukiskan peradapan kuno. Apa jaman sekarang ada rumah sakit seperti ini?


"Putri, sudah sadar."


Suara itu, membuatku menoleh dan menemukan seorang wanita berumur kira-kira hampir setengah abad, berambut merah berdiri disampingku dengan wajah berlinang air mata.


Wanita ini adalah pengasuhku..


Eh, tunggu sebentar! Pengasuh bule? Apa yang terjadi padaku. Aku tidak mungkin gila kan?


"Yang mulia pasti senang. Saya harus memberitahu kabar bahagia ini."


Setelah mengatakan hal tersebut. Wanita tua itu berlari pergi meninggalkanku sendiri didalam kamar yang baru kusadari nampak begitu luar dari tempat pembaringanku saat ini.


Ini pasti mimpi..


Aku beranjak bangun. Tersenyum senang menatap pakaian yang ku kenakan. Jadi begini rasanya jadi Putri. Ya walau hanya dalam mimpi. Huh, aku harus segera bangun sekarang. Ku pejamkan kedua mata..


*Ayo, Yerim, kau harus bangun...


Semua ini cuma mimpi Indah*..


"Cathyrene.."


Aku membuka kedua mataku. Seorang wanita secara tiba-tiba memelukku erat. Kepalaku juga serasa dielus dengan lembut.


Seharusnya aku bangun tapi kenapa tidak bisa? Sampai kapan aku terjebak dalam mimpi ini??


----


Jadi kemungkinannya adalah aku meninggal dalam kecelakaan dan masuk ke dalam tubuh gadis ini, yang sebenarnya sudah mati tenggelam dilaut.


Cathyrene Rhea Troy, Putri bungsu Raja troy.


Jika aku terjebak dalam tubuh gadis ini dengan ingatan pada kehidupanku sebelumnya yang ikut kebawa serta lalu bagaimana apa yang terjadi padaku di korea?


Sebelumnya jiwaku masuk ke dalam tubuh Cathyrene yang patah hati akan cintanya yang tak terbalaskan hingga melompat dari tebing. Aku pun kecelakaan ditempat asalku. Pada akhirnya Cathyrene berhasil bangun tapi jiwanya diganti dengan jiwaku.


"Arkkkhh... Aku bisa gila." teriak Cathy berhasil mengagetkan para dayang yang berdiri beberapa langka dibelakangnya.


Gadis ini sangat polos mendekati bodoh, sangat dimanjakan oleh ayahnya hingga semua yang diinginkan harus didapatkan. Dan tidak hanya itu saja. Gadis ini mencintai Poseidon, sang dewa air yang arogan. Cathyrene pernah beberapa kali ditolak oleh sang dewa tapi hal itu tak membuat Cathyrene menyerah, ia justru semakin menggila akan obsesi nya pada Aiden, sang dewa laut.


"Ya ampun, kenapa aku harus terjebak didalam tubuh gadis bodoh ini!" gumam Cathyrene memijit pelipisnya.


----