
...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...
...💞 Selamat Membaca💞...
Seorang gadis duduk di bangku taman belakang rumah nya. Ia pun segera mengambil ponselnya karena tiba-tiba ponsel yang ada di sakunya berdering. Awalnya ia sangat terkejut saat melihat nama yang tertera pemanggil itu. Namun ia segera menetralkan keterkejutannya dan segera mengangkatnya.
''Hallo,''
''Hem..''
''Aku pikir kau sudah mati.''
''Jika aku mati, apa kau mau meneruskan dendamku ha?''
''Tentu saja. Aku akan membalaskan semua dendammu. Lagi pula tujuan kita juga sama.''
''Setelah kepergianku, apa saja yang sudah kau dapatkan?''
''Aku tidak akan menjelaskannya. Semuanya sudah aku kirim ke emailmu, kau bisa langsung memeriksanya sendiri.''
''Aku akan memeriksanya nanti. Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan di rumah?''
''Keadaan rumah sedang berantakan. Mereka masih sibuk untuk menemukanmu. Bahkan mereka mengabaikan beberapa hal penting.''
''Heeh...! Aku sungguh-sungguh tidak sabar. Apa yang akan mereka lakukan saat sudah bertemu denganku. Apa kau sudah melakukan semua tugasmu?''
''Sudah. Aku sudah membeli 40% saham dari sebagian para pemilik saham di perusahaan. Dan juga, aku sudah mengalihkan beberapa pelanggan kita ke pabrik teh milik paman,''
''Kau memang selalu bisa di andalkan,''
''Kau adalah penyelamat ku. Jadi apapun yang kau lakukan aku akan selalu mendukungmu dan menjadi anak buahmu yang paling setia,''
''Dasar bocah nakal,''
''Aku bukan bocah lagi! Aku sudah dewasa. Setidaknya dirimu jangan ikut-ikutan ayahku yang memperlakukanku seperti anak kecil.
''Baiklah...baiklah. Aku tidak akan memanggilmu bocah kecil lagi. Melihat kinerjamu sampai sekarang, ku rasa kau benar-benar ada perkembangan.''
''Benarkah? Setidaknya berikan aku pujian,''
''Kumat lagi...''
''Hehehe... Aku lebih suka menjadi anak kecil di depanmu kak. Aku dengar kau tinggal di rumah seorang Tuan muda yang dulu pernah kau selamatkan,''
''Ya, aku memang tinggal bersamanya. Ini semua berkat paman dan kakekmu. Mereka mengejarku dan ingin membunuhku. Sampai-sampai aku jatuh dari jurang dan lupa ingatan. Untungnya karena kecelakaan kemaren, aku bisa kembali mengingat semuanya,''
''Dia bukan paman dan kakekku. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pembunuh kejam dan berdarah dingin seperti mereka.''
''Bukankah aku juga seorang pembunuh berdarah dingin?''
''Tentu saja kau beda. Kau membunuh karena untuk membalas perbuatan mereka. Bukan seperti mereka yang seenaknya menggunkan kekuasaan untuk semena-mena.''
Gadis di sebrang telepon terdengar sedang tertawa setelah mendengar ucapan gadis itu.
''Berhentilah tertawa. Kapan kau akan kembali? Sepertinya kau betah sekali di rumah itu.''
''Aku masih akan tetap berpura-pura amnesia dulu sebelum kita menyelesaikan rencana kita. Aku juga tidak ingin membahayakan keluarganya. Biar bagaimana_pun mereka sudah menolongku dan merawatku sampai kini. Aku akan memastikan mereka aman terlebih dahulu sebelum aku kembali.''
''Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu,''
''Tapi, ada satu hal yang masih menjadi pertanyaanku.''
''Apa itu?''
''Apakah kau benar-benar putri kandung kakek?''
''Mana mungkin. Heeh... aku hanya ingin mengacaukan pikiran mereka. Meskipun ibuku benar-benar di nodai oleh bajingan itu sebelum pernikahannya, tapi aku putri kandung ayah ku sendiri. Aku juga sudah melakukan tes DNA untuk memastikannya. Jadi kau tidak perlu khawatir,''
''Huuh untunglah. Aku lega mendengarnya. Baiklah kalau begitu aku akan mengurus sisanya. Aku harus menutup teleponnya dulu. Ayah memanggilku,''
''Baiklah. Tapi kau harus ingat! Tetaplah berhati-hati dan jangan bertindak gegabah!''
''Ok, siap Bos,''
...----------------...
Hari ini Shane sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Namun ia belum bisa pulang ke rumahnya ataupun ke rumah Aldrich. Dengan terpaksa mereka pun kembali ke kediaman Tuan Morgan_ ayahnya Aldrich.
Saat ini Shane sudah beristirahat di kamarnya Aldrich. Sedangkan Aldrich sendiri, ia akan tidur di ruang tamu bersama Zayn.
''Bukahkah rumah itu untuk kau tempati dan tidak akan kau jual, lalu mengapa aku harus bingung?''
''Haaah... maksudnya bagaimana?''
''Astaga Zayn! Mengapa kebodohanmu mengalir sampai jauh.''
''Kau yang bodoh. Enak saja mengataiku!''
''Saat kau melarikan diri dari ayahmu, bukahkah aku yang menampungmu? Lalu mengapa sekarang kau menanyakan hal konyol itu?''
''Oooooo.....'' Jadi kau ingin tetap tinggal di sana bersamaku?''
''Kenapa? Apa tidak boleh!''
''Bukan begitu maksudku. Aku pikir kau akan tinggal bareng dengan Nona Shane. Kau kan bisa menggunakan alasan karena sudah menolongnya atau kau bisa menggunakan alasan kalau rumahmu sudah dijual kepadaku dan terpaksa kau harus tinggal bersamanya.'' Zayn mengangkat kedua alisnya.
''Haaah kau benar juga. Kenapa aku tidak terpikirkan hal seperti itu.''
Aldrich tersenyum senang mendengar ide dari Zayn.
''Ternyata bukan aku saja yang bodoh. Bahkan Kau yang lulusan luar negeri saja, yang IQ_nya lebih tinggi dariku, bisa dibodohkan oleh cinta juga.''
''Kau saja yang bodoh. Bukan aku. Aku hanya belum memikirkan hal itu saja.''
''Dasar kau ini,'' Zayn melempar bantal ke arah Aldrich namun Aldrich bisa menghindarinya.
''Tidak mau mengakuinya,'' ucap Zayn yang tersenyum melihat Aldrich yang membuang muka karena menyadari bahwa pemikirannya jauh lebih cepat darinya.
''Hentikan tawamu itu! Apa kau tidak tahu Tawamu itu sangat menjengkelkan!''
''Enak saja! Bahkan gadis-gadis selalu memujiku tahu. Mereka selalu bilang bahwa senyumanku itu sangat manis. Mereka sangat menyukainya,'' ucap Zayn dengan bangga.
''Jika memikirkan soal gadis-gadis, kau selalu nomor satu. Lalu, apakah tugas yang kuberikan kemarin kau sudah melakukannya?''
''Tentu saja sudah. Aku bahkan sudah berkenalan dengannya. Nanti aku berencana akan berpura-pura tidak sengaja bertemu lagi dengannya dan setelah itu....'' Zayn sengaja menggantung ucapannya untuk melihat reaksi penasaran Aldrich.
''Setelah itu apa? Kenapa berhenti berbicara?'' Tanya Aldrich yang sudah tidak sabar.
''Rahasia....'' Jika nanti aku sudah berhasil, aku akan memberitahukannya padamu.''
'' Sejak kapan kau pintar dalam permainan rahasia?''
'' Sejak aku mempunyai teman yang bernama Aldrich Jourell Ewald.''
''Diih..!''
''Tapi Al, ada yang tidak beres dengan perusahan dan pabrik mereka,''
''Tidak beres, maksudnya?''
''Aku kemarin memeriksa beberapa data-data perusahaan mereka dan juga data-data tentang para pelanggan pabrik teh mereka. Tapi akhir-akhir ini banyak para pelanggan yang beralih ke tempat lain yang bahkan sebagian para pelanggan itu adalah pelanggan tetap dan mempunyai pesanan yang cukup besar,''
''Kenapa mereka pindah pesanan ke tempat lain secara tiba-tiba?''
''Aku belum mengerti kalau soal ini. Tapi yang pasti, semua para pelanggan itu dialihkan ke pabrik teh milik Tuan Fajar_ ayahnya Nona Shane.''
-
-
-
💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya
💖 Like
💖 Vote
💖 Gift
💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.
Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰