SHANE

SHANE
Bab 16 : Usaha Eva



...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...


...💞 Selamat Membaca 💞...


''Paman,Ayah....''


Shane dan Joice terkejut saat melihat Marlon yang tiba-tiba membuka pintu kamar mereka.


["Apakah Paman sudah mendengar semua pembicaraan ku dan Joice tadi? Dan mengapa paman berkata, kalau aku tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga ini? Apakah maksud paman, karena aku hanya anak angkat David,"]


["Apakah Ayah sudah mendengar semua yang ku ucapkan tadi? Gawat, pasti aku akan mendapatkan hukuman dari ayah karena sudah menceritakan rahasia keluarga ini kepada kakak Shane,"]


Shane dan Joice saling melirik satu sama lain.


''Ayo turun ke bawah sekarang. Makan malam sudah siap. Ayah tidak akan mengulang perintah ini dua kali kan Joice?'' ucap Tuan Marlon, setelah itu ia pun kembali menutup pintu kamar mereka lalu pergi begitu saja.


''Kak, apa aku akan dihukum oleh ayah?''


Jelas sekali Joice merasa ketakutan. Sebab tangannya terasa gemetar memegang lengan Shane.


''Tenanglah. Aku yang akan berbicara dengan paman. Aku pastikan dia tidak akan memarahimu,''


Shane memegang pundak Joice dan berusaha menenangkannya.


''Apa kakak tidak melihat ekpresi ayah tadi? Ayah tidak tersenyum atau pun menegurku secara langsung. Itu malah semakin membuatku takut kak,''


''Joice, tenanglah!''


''Jika bukan aku yang dihukum, apakah kakak yang akan di hukum? Jika seperti itu, aku tidak mau kak. Lebih baik aku mengaku pada ayah kalau ini semua bukan salah kakak, tapi salahku sendiri yang ingin menceritakannya kepada kakak. Kalau dihukum, biar aku saja yang dihukum!''


''Enak saja.'' Tuk, ( Shane menjitak kepala Joice )


''Kita gak akan di hukum oleh paman. Tenanglah! Ayok, lebih baik kita segera turun kebawah. Kalau tidak, kita akan benar-benar mendapat hukuman,''


Shane mengulurkan tangannya untuk mengajak Joice agar segera berdiri dari duduknya.


Perlahan mereka berdua menuruni anak tangga. Dari ruang makan terdengar sangat ramai. Ternyara bukan hanya keluarga inti mereka saja, namun juga keluarga dari Tuan Marches_kakaknya Tuan Mores dan Eva juga hadir dalam acara makan malam itu.


''Aku sangat malas turun kak. Lihatlah! Ada nenek lampir di sana.'' Joice menunjuk ke arah meja makan. Di sana Eva duduk di sebelah seorang pria yang tidak asing.


''Pria itu terlihat tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya?''


''Di pesta kak, dia adalah Tuan muda Aldrich Jourell Ewald. Seorang pebisnis muda yang sukses di kota ini. Paman David dan kakek sedang mengajaknya untuk bekerja sama.''


''Oooo....''


''Lalu, apa hubungannya dengan kak Eva?''


''Ist... Kau ini kak. Tentu saja ada hubungannya. Paman David sengaja mendekatkan mereka supaya kerja sama mereka semakin lancar. Paham kan maksud Joice!''


''Tidak.''


''Kakak!'' Makannya sering-sering baca novel kak. Pasti banyak cerita tentang green tea yang sengaja di dekatkan ke CEO di sebuah perusahaan, untuk memperlancar kerja sama mereka,''


''Haaah?''


Joice pun membisikkan sesuatu ketelinga Shane. Hingga membuat Shane mengerti maksud pembicaraan Joice sedari tadi. Maklum, selama ini Shane belum pernah pacaran, hanya sebatas menyukai saja. Itu pun gagal sebab orang yang disukai hanya menganggapnya sebagai adik saja.


...Tuk......


''Kakak! Kenapa malah memukul kepalaku?''


''Kau ini masih kecil tapi sudah tahu hal begituan. Jangan sering-sering membaca novel seperti itu. Kau belum cukup umur!''


''Kakak....!''


''Apa? Mau aku laporin ke paman Marlon?''


''Is.... kakak menyebalkan!''


''Kalian! Dari pada saling berbisik, segeralah kemari dan duduk. Kami para Tetua, tidak mungkin kan hanya menunggu kalian untuk makan!''


Mendengar Tuan Marches berkata, Shane dan Joice segera bergegas menuju meja makan untuk makan malam.


Tidak ada pembicaraan apapun selama makan hingga selesai jamuan makan terakhir. Para Tetua pun pergi ke ruang kerja bersama Aldrich dan tentu saja Eva mengikutinya.


''Silahkan duduk Tuan,''


Eva sengaja berdandan cukup mencolok. Bahkan bajunya saja hampir memperlihatkan belahan dadanya.


Aldrich merasa risih dengan sikap Eva. Namun ia harus tetap menahan emosinya.


''Nak Aldrich bagaimana menurut kamu tentang cucu saya?'' Ucap Tuan Marches, hingga membuat kegiatan Aldrich terhenti.


''Maksud Tuan...?''


''Jika Nak Aldrich menyukai cucu saya, bukankah itu hal bagus. Lagi pula, kalian sama-sama tidak memiliki kekasih. Eva juga sangat menyukai nak Aldrich. Jika Nak Aldrich...''


Belum selesai Marches berbicara Aldrich langsung menyela ucapannya.


''Maaf Tuan Marches. Saya sangat menghormati anda dan seluruh keluarga besar Mores. Tapi bukankah masalah ini tidak ada hubungannya dengan masalah kerja sama yang sedang kita bicarakan ini?''


''Tuan Aldrich, saya sudah lama mengagumi anda. Saya yakin, di kota ini tidak ada wanita yang lebih cocok dengan anda selain saya,'' Eva berkata penuh percaya diri.


Shane yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka, hanya tertawa mendengar ucapan Eva. dari balik pintu. Tanpa sengaja Aldrich menyadari keberadaan Shane. Ia tersenyum melihat tingkah gadis itu.


''Maaf Tuan Marches. Saya sudah ada seorang wanita di hati saya. Dan saya sangat mencintainya,''


''Itu tidak mungkin! Tidak ada gosip tentang anda yang mempunyai kekasih. Pasti anda mengatakan itu supaya saya menyerah terhadap anda kan Tuan?''


Eva masih bergelayut manja di lengan Aldrich.


''Eva! Lepaskan tangan nak Aldrich. Tidak baik seorang wanita terhormat bersikap seperti itu,'' ucap David hingga membuat Eva melepaskan gengaman di lengan Aldrich.


''Kekasih saya sangat tertutup orangnya. Saya sangat menghormati keputusannya. Selain itu dia sangat baik, karena pernah menyelamatkan nyawa saya ketika saya akan di rampok oleh beberapa orang perampok di wilayah A,''


Mendengar ucapan Aldrich. Shane merasa terkejut.


''Wilayah A? Bukankah itu wilayah yang sempat aku bereskan karena adanya beberapa perampok yang membuat resah para warga dan para pekerja di kebun kakek?''


''Tapi aku tidak ingat kalau aku pernah menyelamatkan dia. Aah! Tidak. Pasti bukan diriku yang dia maksud. Tentu saja banyak yang pernah lewat atau tinggal di wilayah itu,''


Shane pun pergi meninggalkan ruangan itu. Ia harus memeriksa sebuah file yang baru ia dapat setelah meminta seseorang untuk menyelidiki masa lalu Tuan Mores.


...Di rumah Jessica...


''Jess!''


Namun sang pemilik suara sepertinya tidak ada di rumahnya. Shane pun bergegas menuju kamarnya.


...Ting......


''Tidak mungkin....''


''Bagaimana bisa ini terjadi? Ibu dan dia.....''


-


-


-


Apa yang terjadi? Dan apa yang Shane lihat? Nantikan kisah selanjutnya...


maaf ya akhir-akhir ini telat upnya dikarenakan authornya kurang sehat.


💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


💖 Like


💖 Vote


💖 Gift


💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.


Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰