SHANE

SHANE
Bab 19 : Masa Silam



...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...


...💞 Selamat Membaca 💞...


20 Tahun yang lalu


Sebuah keluarga ternama di desanya. Memiliki dua orang putri yang cantik dan baik hati. Keluarga itu sangat terkenal ramah dan dermawan. Begitu pula kedua putri mereka.


Bella Azerra, putri sulung dan Aline Zera Putri adalah putri bungsu mereka. Paras yang cantik dan keramahan mereka membuat para pemuda di desa jatuh cinta pada mereka. Namun sayang, sang bungsu sudah memiliki seorang tunangan dari kota. Yaitu Fajar Prasetya.


Rencananya Alina dan Fajar akan menikah lebih dulu dari Bella. Setelah Fajar menyelesaikan kuliahnya. Tentu saja Bella merestui mereka. Dan bahkan sangat mendukung hubungan adiknya itu.


Namun, satu bulan sebelum pernikahan. Alina di perkosa oleh salah seorang pria mabuk yang tak dikenal saat Tuan besar dan Nyonya sedang tidak ada di rumah. Dan lebih parahnya lagi pria itu bukan dari desanya. Bella sangat syok, sebab saat adiknya di perkosa, ia di ikat dan dipaksa untuk melihatnya.


Badan Aline lemah lunglai tak berdaya setelah memuaskan nafsu birahi pria brengsek itu. Dan bahkan mereka berdua di buang di hutan belantara belakang pondok ini.


Sejak saat itu Bella mengalami ganguan mental. Ia selalu menangis tidak jelas dan berteriak meminta maaf ke pada adiknya karena saat adiknya mengalami itu ia tidak bisa menolongnya. Alina sendiri juga mengalami syok berat. Bahkan depresi dan hampir bunuh diri.


Fajar yang mendengar kabar tersebut langsung memutuskan untuk kembali ke desa. Fajar sangat mencintai Alina. Bahkan dengan ke adaan seperti itu, Fajar tetap bersikeras untuk menikahi kekasih tercintanya itu. Meskipun jadinya mereka hanya menikah dengan sederhana.


Setelah menikah. Demi memulihkan mental Alina, Fajar membawa Alina untuk pindah ke kota B. Dan tinggal di rumah yang selama ini Fajar tempati selama masih kuliah. Fajar dan Alina memulai usaha dengan membeli sebuah kebun teh.


Usaha mereka lumayan cepat maju. Sebab saat itu di kotanya baru mereka yang memiliki usaha tersebut. Hingga Alina melahirkan seorang bayi perempuan yang di beri nama Shane Olivia Zera. Kehidupan mereka terlihat sangat harmonis.


Hingga kejadian perampokan 5 tahun setelahnya yang membuat Alina dan Fajar meninggal. Dan putri mereka tidak ada tahu hilang entah kemana.


Sedangkan Bella, semenjak kejadian itu. Tuan besar meminta seorang pelayan_ Bu Ayu untuk merawat dan menjaganya di pondok kecil ini.


...••••••{♡}•••••{♡}••••••{♡}•••••••...


BRAAAAK......


Shane menggebrak meja yang ada di depannya hingga membuat se isi meja tersebut berantakan. Ia sungguh tidak mengira, orang tuanya pernah mengalami hal mengerikan tersebut. Bahkan hingga akhir hayat mereka.


''Apakah Pria sialan yang memperkosa ibuku adalah orang yang sama yang membunuh ayah dan ibu?''


Bu Ayu terlihat menundukkan kepalanya. Air matanya kembali menetes membasahi pipinya.


''Malam itu, Non Alina sempat menghubungi Tuan besar. Dan kebetulan se isi rumah juga mendengarnya. Non Alina berkata pria jahat itu datang ke rumah mereka dan memaksa mengakusisi pabrik serta perusahaan milik Den Fajar. Non Alina juga berkata untuk menyelamatkan putrinya.''


''Namun sambungan telefon terputus secara tiba-tiba. Lalu Tuan besar dan Nyonya pun buru-buru langsung pergi ke kota. Namun setelah sampai di sana. Semuanya sudah terlambat.''


''Terlambat.....! Terlambat... Adikku, adikku maaf kan aku yang tidak bisa menolongmu...'' Suara Bella yang terisak menangisi adiknya.


Shane memeluk Bella.


''Shane berjanji bi, Shane pasti akan membalas semua perbuatan mereka kepada keluarga kita. Shane akan membuat mereka mati segan hidup pun tak mau bi!''


Bella membalas pelukan Shane. Tangisannya pun berhenti. Ia memperhatikan wajah keponakannya itu, lalu perlahan mengusap puncak kepalanya Shane.


''Kau keponakanku Oliv?'' Ucapnya terbata-bata.


''Iya bi, ini Oliv. Keponakan bibi,''


''Oliv.....''


Bella tertidur dipelukan Shane. Bu Ayu membantu Shane memindahkan Bella untuk tidur di kamarnya.


''Non....''


Bu Ayu terlihat enggan untuk berkata. Namun pandangannya terasa sendu menatap wajah Shane.


''Tenangkan pikiran bu Ayu. Bu Ayu cukup menjaga bibiku dengan baik saja. Dan jangan khawatir tentang Shane. Karena tekad Shane sudah bulat. Shane akan membalas dendam atas penderitaan ibu dan ayah dan juga keluarga kita. Shane akan membuat mereka semua merasakan apa arti penderitaan yang sesungguhnya,''


''Tapi Non, ibu benar-benar khawatir. Selain non Bella, hanya non Shane yang tersisa dari keluarga Tuan besar. Saya tidak mau jika sampai terjadi apa-apa kepada non Shane.''


Shane membungkuk menghadap bocah laki-laki yang saat ini menatapnya. Perlahan Shane mengusap puncak kepala bocah laki-laki itu.


''Namamu Sawn kan?''


''Em...'' Sawn mengangguk penuh semangat. Shane tersenyum menatap bocah laki-laki itu.


''Sawn,'' Belajarlah yang rajin! Dan belajarlah ilmu bela diri supaya kelak kau bisa melindungi ibumu. Dan makan yang banyak supaya lekas tumbuh besar.''


''Em..,'' angguk Sawn.


''Bisakah kakak meminta tolong padamu?''


''Tentu saja kak. Katakanlah! Sawn pasti akan mengabulkannya,''


''Benarkah?''


''Emm...''


''Wah... Sawn, kau seperti seorang peri yang bisa mengabulkan segala harapan,''


Sawn tersenyum mendengar ucapan Shane.


''Bisakah Sawn menjadi panglima penjaga untuk ibu dan bibi Bella, selama kakak belum kembali. Karena setelah ini kakak akan pergi,''


''Tentu saja bisa kak. Selama ini Sawn lah yang menjaga mereka supaya selalu aman dan tentram,'' ucap Sawn.


Shane tersenyum lalu mengangkat tubuh bocah kecil itu hingga di gendongannya.


''Sawn sudah besar kak. Jangan menggendongku seperti ini. Akan malu jika ada yang melihatnya,''


Mendengar celotehan Sawn, Shane dan Bu Ayu pun tertawa gemas dengan tingkah Sawn.


''Ini.'' Ambillah!'' Shane menyerahkan sebuah kunci kepada Sawn.


''Kunci apa itu non?'' Bu ayu terlihat terkejut saat Shane menyerahkan sebuah kunci kepada putra kecilnya itu.


''Itu kunci rumah Tuan besar bu. Shane sudah membelinya kembali. Bu Ayu bisa membawa bibi Bella dan Sawn untuk tinggal di sana. Shane juga akan menyuruh beberapa anak buah Shane untuk membantu kalian selama tinggal di sana,''


''Tapi Non, bukankah rumah itu sudah lama di jual sejak Tuan dan nyonya besar meninggal? Bagaimana non Shane bisa mendapatkannya kembali?''


''Bu Ayu tidak perlu memikirkan hal itu. Bu Ayu cukup pindah ke sana dengan bibi Bella dan Sawn. Di sana dokter dan rumah sakit dekat. Dan juga pasar atau pun supermarket. Itu juga bagus untuk membantu penyembuhan bibi Bella dan sekolah Sawn,''


Setelah lama merenung, akhirnya bu Ayu pun menyetujuinya. Dan mereka pun segera berkemas untuk pindah ke rumah lama milik mendiang kakek Shane.


-


-


-


💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


💖 Like


💖 Vote


💖 Gift


💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.


Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰