SHANE

SHANE
Bab 20 : Start the game



...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...


...💞 Selamat Membaca 💞...



...BRAAK....!...


Shane turun dari mobilnya setelah sampai di Villa baru miliknya. ( Hasil merampok Ellen wkwwkwk )


''Wow..... Villa ini benar-benar sesuai seleraku,''



...Shane Olivia Zera...


''I like black,'' ucapnya sembari menurunkan beberapa barangnya dari mobil.


Namun dari sebrang jalan, semua gerak-gerik Shane sudah diperhatikan oleh seseorang sedari ia datang.


''Bukankah itu Nona Shane, Al?''


Aldrich tidak menjawab pertanyaan Zayn. Ia masih fokus memperhatikan Shane hingga Shane memasuki villa tersebut.


''Aldrich Jourell Ewald!'' Apa kau tuli ha?''


''Aku akan menendangmu keluar dari mobilku, jika kau berteriak lagi. Dan akan langsung mengirimmu untuk kembali ke London!''


''Kau ini kejam sekali terhadap sahabatmu sendiri. Jika aku meninggalkan mu, siapa lagi yang akan tahan berdekatan denganmu yang mempunyai sifat dan sikap kejam sepertimu itu?''


Aldrich sama sekali tidak mengindahkan ucapan sahabatnya itu. Zayn pun merasa percuma berbicara dengan Aldrich.


''Menurutmu, apa yang sedang nona Shane itu lakukan Al? Bukankah Villa itu milik Tuan Ellen?''


''Ellen?''


''Ya. Apa kau tidak tahu siapa itu Tuan Ellen, Al?''


Namun Aldrich hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Zayn.


''Sudahlah, aku malas berdebat denganmu. Aku akan memberitahumu siapa itu Tuan Ellen. Tuan Ellen itu adalah cinta pertamannya Nona Shane,''


Zayn sengaja menghentikan ucapannya saat melihat perubahan ekpresi wajah Aldrich.


["Mari kita lihat, seberapa tahan dirimu saat tahu kalau ternyata Nona Shane sudah memiliki cinta pertamannya. Hahahaha," Zayn tertawa dalam batinnya. Ia sangat puas dengan ekpresi wajah Aldrich saat ini. Rasanya seperti dendamnya seribu tahun sudah terbalaskan.]


''Zayn!''


''Apa? Aku tidak mengada-ada ya. Itu benar faktanya. Kalau kau tidak percaya, kau bisa tanyakan sendiri padanya,''


''Apa kau sudah bosan bekerja denganku Zayn? Bagaimana jika setelah kau mengantarku, kau bisa langsung memesan tiket pesawat dan kembali pulang ke rumah ayahmu!''


''Kau benar-benar membosankan Al. Kau sama sekali tidak asyik. Tidak bisa di ajak bercanda. Lama-lama kau akan menjadi patung Liberty kedua karena sifatmu itu,''


...Braak......


Aldrich turun dari mobilnya. Lalu membuka pintu mobil depan tempat dimana Zayn sedang duduk.


''Apa yang akan kau lakukan Al!'' Ucap Zayn saat melihat Aldrich membuka pintu mobil dimana ia sedang duduk.


''Turunlah!'' Aldrich menarik tangan Zayn hingga Zayn turun dari mobil yang mereka kendarai.


''Al! Kau tidak bermaksud untuk menurunkanku di sini bukan?''


''Itu yang aku maksud. Jadi, nikmatilah perjalananmu sampai di Villa kita Zayn,'' ucap Aldrich yang kini berpindah duduk di tempat tadi Zayn duduk.


''Hei! Kau tidak bisa melakukan itu padaku Al!''


Zayn berteriak, sebab Aldrich sudah melajukan kendaraannya meninggalkan Zayn yang masih berdiri di pinggir jalan.


''Sialan kau Al!'' Zayn menendang bebatuan yang ada di hadapannya.


...TING.......


Sebuah pesan masuk di ponsel milik Zayn. Zayn pun segera mengambil ponselnya, lalu melihat pesan yang entah dari mana.


''Cari tahu apa yang di lakukan oleh gadis itu di sini! Jangan kembali jika kau belum mendapatkan informasi apapun.'' Begitulah isi pesan tersebut.


Tentu saja Zayn tahu dari mana pesan tersebut berasal. Wajahnya kini benar-benar dipenuhi dengan semburat senja kemerahan. Mungkin jika orang bisa melihat isi otak Zayn pasti mereka sudah melihat kepulan asap di otaknya yang siap meledak.


''Aldrich sialan! Kau benar-benar teman menjengkelkan. Kau meninggalkan ku di pinggir jalan, dan sekarang kau masih berani memerintahku. Awas saja kau, aku tidak akan memberimu informasi apapun.''


''Nikmati saja rasa penasaranmu itu!'' Teriak Zayn.


...Ting.......


Sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya.


''Jika kau berbuat macam-macam. Aku sendiri yang akan menendangmu langsung sampai ke London!'' Begitulah isi pesan tersebut.


...Ting.... pesan kembali masuk...


''Tentu saja.'' Ditambahi dengan emot tertawa.


''Dasar Aldrich sialan!''


''Sudahlah. Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu.''


Zayn kemudian melangkahkan kakinya ke arah Villa milik Shane. Entah apa yang akan di lakukan oleh laki-laki tersebut.


...~•~•~•~•~•☆~•~•~•~••~•...


Di sisi lain....


Saat ini Lita, putri Seno terlihat syok setelah membuka isi paket yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak di kenal. Bahkan ia terlihat menangis memeluk kedua anak kembarnya itu.


''Apa yang terjadi kak?''


Abigail terlihat panik setelah menerima telepon dari salah satu pelayan yang ada di rumah kakaknya tersebut. Ia pun langsung pergi ke rumah kakaknya.


''Gail....''


Lita menangis di pelukan adiknnya. Sembari mengusap air matanya, Lita menyerahkan sebuah kotak yang baru saja ia terima dari seseorang yang tak di kenal.


Abigail pun menerimanya dan langsung melihat isi kotak tersebut.


''Sialan...! Siapa yang sudah mengirimkan ini semua?''


''Kami tidak tahu Tuan. Sebab, saat kami melihat Nyonya Lita, Nyonya Lita sudah menangis seperti ini,'' jawab kepala pelayan yang ada di rumah itu.


Abigai berteriak ''Brengsek!'' saat mengetahui isi kotak tersebut berisi beberapa lembar foto ibunya dan kakak iparnya yang sedang berselingkuh di hotel. Bahkan ada rekaman vidionya juga.


''Gail... Apa benar suamiku berselingkuh dengan ibu?''


Abigail hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya. Ia tidak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan kakaknya itu.


''Jawab Gail....jawab! Apa benar selama ini ibu dan Rayn berselingkuh di belakangku?''


''Iya kak. Itu benar,''


Badan Lita luruh ke lantai. Dunianya benar-benar terasa hancur seketika.


''Sayang....'' Rayn berlari dari arah pintu setelah ia mendapatkan pesan dari Abigail.


''Jangan sentuh diriku!'' Ucap Lita yang langsung menepis sentuhan tangan suaminya.


 "Selingkuh adalah hal yang paling menjijikkan, menyakitkan, dan tidak termaafkan yang bisa kamu lakukan terhadap seseorang yang kamu katakan kamu cintai. Terlebih kau berselingkuh dengan ibuku sendiri. Ibu kandungku Rayn!''


Rayn terkejut saat kebohongannya selama ini terbongkar tiba-tiba.


''Tidak sayang. Aku bisa menjelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan!'' Rayn masih berusaha menenangkan hati istrinya. Sedangkan Abigail segera membawa pergi kedua keponakannya itu.


"Aku tidak kesal karena kamu berbohong padaku, aku kesal karena mulai sekarang aku tidak bisa memercayaimu lagi Rayn. Kamu tahu apa yang kamu lakukan dan kamu tahu itu akan menyakitiku, tapi entah bagaimana itu tidak menghentikanmu."


''Sayang, dengarkan dulu penjelasanku. Kumohon...'' Rayn berlutut di hadapan istrinya. Namun Lita sama sekali tidak menghiraukannya.


''Sebuah kesalahan adalah kecelakaan. Selingkuh dan berbohong bukanlah kesalahan, itu adalah pilihan yang disengaja. Kamu tidak hanya menyelingkuhi aku, tapi kamu juga menipu anak-anakmu dari masa depan mereka sebagai sebuah keluarga.''


''Bagiku selingkuh adalah hal paling egois yang bisa dilakukan seseorang dalam suatu hubungan! Jika kamu tidak bahagia dengan hubungan dan pasanganmu, maka akhiri saja. Sesederhana itu, bahkan kau tidak mampu melakukannya!"


''Sayang....''


''Jangan memanggil ku dengan mulut menjijikanmu itu. Pergi dari hadapanku sekarang!''


''Lita!''


Lita membuang wajahnya. Rayn tak bisa lagi melakukan apa-apa. Dengan terpaksa ia pun pergi dari rumah itu.


-


-


-


💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


💖 Like


💖 Vote


💖 Gift


💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.


Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰