
...Potongan ingatan masa kecil Shane...
[ "Ayah, ini apa?'' Seorang gadis kecil sedang bertanya kepada Ayahnya. Mendengar pertanyaan sang putri ia lantas menghentikan kegiatannya dan menaruh ikan bakarnya, lalu menghampiri putrinya.
putrinya terlihat sedang berjongkok. Tangannya seperti sedang memainkan sesuatu. Sang Ayah mencoba memperhatikannya. Namun tak lama langsung mengangkat tubuh anaknya untuk menjauh dari sesuatu yang tadi anaknya mainkan.
''Itu ubur-ubur sayang. Kamu tidak boleh memainkannya ya. Jika nanti terkena kulit, bisa menyebabkan gatal-gatal. Lebih baik kita meneruskan acara bakar ikannya, sebelum ibu kembali. Bagaimana sayang?''
"Baik Ayah,''
Sang ayah mencoba membujuk agar sang putri tidak memainkan binatang laut tak bertulang itu. Sebab, Ubur-ubur adalah salah satu makhluk hidup yang mungkin paling menakutkan, sekaligus menarik di dunia laut. Hewan ini merupakan karnivora yang sebagian besar spesiesnya memakan zooplankton dan ubur-ubur lainnya.
Pada kasus tertentu, sengatan hewan laut ini bahkan bisa menyebabkan reaksi alergi serius yang mengancam nyawa. Saat menyengat, ubur-ubur akan melepaskan racun yang kuat ke dalam kulit. ]
...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...
...💞 Selamat Membaca 💞...
''Kau sudah menyerahkannya?''
''Sudah.''
''Apakah semua sudah di atur sesuai dengan yang kita rencanakan sebelumnya?''
''Tentu saja. Semua sudah siap. Kami hanya tinggal menunggu intruksi darimu saja,''
''Baiklah. Aku akan mengabarimu tentang apa yang harus kau lakukan selanjutnya nanti. Tunggulah beberapa menit! Aku akan menghubungimu kembali.''
Shane mematikan sambungan teleponnya dengan seseorang. Saat ini ia sedang berada di rumah sakit tempat Tuan Seno dirawat.
Tak berapa lama terdengar suara keributan yang berasal dari depan ruangan kamar tempat Tuan Seno di rawat. Beberapa suster dan seorang dokter wanita muda tengah bersitegang dengan seorang perempuan paruh baya.
''Bukankah itu istrinya Seno?''
Shane berusaha mendekat agar bisa mendengar dengan jelas, apa yang sedang mereka ributkan itu.
''Dasar Dokter ******! Bisa-bisanya kau menggunakan propesimu untuk merayu suamiku ya. Kau itu masih muda, masa depanmu masih panjang. Bagaimana bisa malah memilih menjadi seorang pelakor!''
''Apa pria muda sekarang kurang menarik bagimu ha!''
''Maaf bu, sepertinya anda sudah salah paham terhadap kami. Saya dan para suster hanya akan memeriksa keadaan suami ibu. Kami sama sekali tidak punya niatan macam-macam.''
''Bulsyit! Jelas-jelas kau membuka-buka baju suamiku. Apa kau pikir aku ini bodoh dan buta ha!''
''Tapi bu, semua tidaklah benar. Kami tidak punya niatan macam-macam. Kami hanya akan memeriksa keadaan pasien sesuai prosedur rumah sakit bu,''
''Masih mau mengelak. Padahal jelas-jelas bukti ada di depan mata. Anak muda zaman sekarang sama sekali tidak mempunyai sopan santun. Bahkan dengan yang lebih tua sekalipun.''
Terlihat juga beberapa pasien dan keluarga lainnya mulai berkerumun melihat keributan mereka. Ada juga yang memvidionya.
Tak lama kemudian Tuan Seno datang menggunakan kursi roda, dengan kedua putranya yang membantunya.
...PLAAAK!!!...
Sebuah tamparan keras melayang di pipinya istri Tuan Seno.
''Pah!''
''Kau tega menamparku di hadapan semua orang! Terlebih lagi di hadapan ****** ini?''
''Tutup mulutmu Dewi! Jika kau tidak ingin merusak nama besar keluarga kita dan mempermalukannya, lebih baik kau pulang saja dan renungkan apa kesalahanmu itu.''
''Kesalahan apa yang papa maksud. Aku benar-benar tidak mengerti pah, setelah kita menghadiri pesta keluarga Mores, papa tiba-tiba berubah! Dan tadi, apa yang kulihat sudah sangatlah jelas pah!''
''Pah! Apa papa benar-benar berselingkuh dengan dia?'' ucapnya penuh emosi sambil menunjuk ke arah dokter muda tersebut.
''Rega! Seret mamamu pulang sekarang. Aku tidak mau melihatnya dulu!'' Perintah Tuan Seno kepada putranya.
Lalu tiba-tiba muncul sebuah berita di televisi
''Seorang pengusaha ternama telah di selingkuhi oleh istrinya. Padahal umur mereka yang tidak muda lagi, dan mereka sudah menikah hampir 30 tahun lamanya. Tidak hanya itu saja, ternyata selingkuhan istrinya adalah menantu tertuanya. Dan bla....bla..bla.....''
''Matikan televisinya! Matikan! matikan!''
Dewi berteriak seperti orang yang kehilangan akal sehatnya, hingga mata semua orang kini benar-benar tertuju padanya.
''Bukankah wanita tua itu yang di maksud oleh siaran berita televisi tadi?''
''Iya benar. Lihatlah! Padahal dia yang berselingkuh. Tapi Bisa-bisanya malah memfitnah orang lain. Sudah salah tapi tidak mau mengaku salah dan malah akan melemparkan kesalahannya kepada orang lain.''
''Benar-benar wanita tua yang jahat.''
Begitulah pembicaraan orang-orang yang saat ini masih mengerumuni mereka.
''Rega! Cepat seret mamamu sebelum hal buruk lainnya terjadi! Aku tidak mau nama baik kita malah semakin hancur nantinya,''
''Baik pah,''
''Tapi pah! Itu semua tidak benar. Pasti kita sedang di jebak. Pasti ada seseorang yang ingin keluarga kita hancur pah, pah! Ku mohon, dengarkan aku,''
Rega segera membawa mamanya pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan Tuan Seno, ia segera di antarkan keruangannya kembali oleh Abigail.
''Ini baru permulaan Seno. Ku harap jantungmu masih kuat untuk menghadapi kejutan berikutnya,''
Shane pun pergi meninggalkan rumah sakit.
Hari ini selain melihat keadaan Seno, Shane berencana untuk mencari tahu keberadaan makam ayah dan ibunya. Ia juga ingin menyelediki kembali siapa saja yang terlibat dalam kasus pembunuhan kedua orang tuanya itu.
Di dalam ruangan kamar Tuan Seno
''Kita harus segera menyelidikinya Gail! Meskipun mamamu bersalah, tapi kata-kata mamamu tadi juga tidak ada salahnya. Papa juga merasa seperti ada yang menargetkan keluarga kita.''
''Tapi hubungan mama dan kakak ipar.....Apa yang akan papa lakukan selanjutnya?''
''Aku yang akan mengurusnya sendiri nanti. Tapi aku tidak ingin menyakiti hati kakakmu Lita. Apa lagi ada Rio dan Ria. Seandainya kakakmu belum memikiki anak, pastilah suaminya sudah aku habisi langsung,''
Abigail terdiam sejenak. Benar kata papanya. Bagaimana pun kakaknya sudah memiliki sepasang anak kembar. Namun, ia juga tidak membenarkan perselingkuhan kakak iparnya. Terlebih lagi dengan mertuanya sendiri. Abigail benar-benar merasa di kecewakan dua orang sekaligus,''
''Untuk saat ini, lebih baik papa berobat dulu dengan tenang. Paman David sedang menyelidikinya. Papa harus banyak-banyak istirahat supaya kesehatan papa lekas pulih kembali. Jika nanti ada kabar terbaru, Gail pasti akan memberitahukannya kepada papa,''
''Kau memang anak kebanggaan papa Gail. Kau dan Rega, jagalah kakakmu Lita, Rio dan Ria. Jangan sampai mereka tahu masalah ini.''
''Iya pah, Gail juga sudah meminta kepala pelayan untuk sementara menyita ponsel dan mengambil semua televisi yang ada di rumah kakak. Gail sudah memiliki firasat, sejak kita mendapat masalah di kediaman Tuan Mores kemaren.
-
-
-
💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya
💖 Like
💖 Vote
💖 Gift
💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.
Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰