
Bruuuuum................
Suara deru mobil yang melesat dengan cepat menembus jalanan Ibu kota, hingga menuju jalanan yang semakin terpencil. Seorang gadis cantik yang mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan di atas rata-rata.
Dari kaca spionnya terlihat pula rombongan mobil yang dikendarai oleh beberapa pria yang memakai baju jas serba hitam dan berkacamata. Ternyata mereka sedang mengejar gadis cantik itu.
...Dor....dor...dor...
Beberapa kali pula terdengar bunyi tembakan dari rombongan pria-pria itu yang di arahkan kepada gadis itu, hingga beberapa ada yang menembus kaca mobilnya. Gadis itu terus melajukan mobilnya hingga ke sebuah jalanan kecil yang mengarah ke laut.
''Sial!'' Ucap gadis itu, saat melihat ke arah depan.
Ternyata jalan didepannya sudah dihadang oleh jurang yang dalam dan dibawahnya terdapat laut yang luasnya membentang. Gadis itu pun tersenyum, menyunggingkan ujung bibirnya.
...''Dor!''...
Satu kali tembakan di arahkan ke kaca belakang mobil yang dikendarai oleh gadis itu, hingga membuat kaca itu pecah berantakan.
...PYAAAAAAR!!...
''Shane!'' Kamu tidak bisa pergi kemana-mana lagi. Menyerahlah saja!'' Teriak salah satu pria yang mengejar gadis itu.
Sang pemilik nama malah terlihat semakin menyempurnakan senyumannya yang manis itu.
''Lebih baik ikuti kami untuk kembali ke kota. Dan akui saja semua kesalahan-kesalahanmu. Aku yakin, Tuan Marlon pasti tidak akan memberimu hukuman yang berat. Biar bagaimana_pun kau masih keponakannya sekaligus murid kesayangannya,'' ucap Richard ketua tim yang mengejar gadis itu. Richard juga salah satu orang kepercayaan Tuan Marlon.
Gadis itu masih diam saja, ia melirik ke arah jurang tersebut untuk melihat seberapa dalam jurangnya. Setelah melihat kedalaman jurang tersebut. Gadis itu dengan senyuman yang masih terukir indah dibibirnya, ia mengedipkan sebelah matanya ke arah Richard dan timnya lalu dengan cepat ia menginjak pedal gas mobilnya dan....
...Dor...dor.....
Richard langsung menembak tangki mobil tempat pengisian bahan bakar hingga membuat mobil itu meledak seketika.
...BUUUM.......
Mobil meledak dan jatuh ke dalam jurang. Namun tanpa sepengetahuan mereka, gadis itu sudah melompat keluar dari mobilnya, sebelum mobil yang dikendarainya meledak dan jatuh berserakan di jurang.
Gadis itu jatuh ke jurang yang dalam dengan luka tembak di bahunya. Dua tembakan dari Richard, satu tembakan ia arahkan ke mobil, dan satunya ia arahkan ke kepala gadis itu. Meskipun meleset dari kepala, namun tetap mengenai salah satu bahunya.
''Aaaaakh...Aaaakh!'' Teriak gadis itu, sebelum tubuhnya benar-benar jatuh ke dalam laut. Dan...
...BYUUUUR......
''Aaaaakh....'' Gadis itu berusaha meraih apa pun yang bisa ia gapai dan bisa ia pegang erat-erat supaya tubuhnya tidak hanyut terbawa ombak laut yang deras. Namun pada akhirnya gadis itu pun hanyut hingga tak sadarkan diri.
...••••••~••••••~•••••...
''Kau Sudah bangun?''
Shane terlihat linglung dengan apa yang ia lihat.
Saat ini ia tengah berbaring di sebuah tempat tidur, dan di sebuah ruangan yang tampak asing.
Sesosok pria tampan tengah duduk di kursi samping tempat ia berbaring. Suara baritonnya membuatnya semakin melebarkan pandangannya.
Pria itu kemudian meminta dokter untuk memeriksanya setelah melihat kebingungan Shane.
''Nona?''
Dokter itu melambaikan tangannya di depan wajah Shane.
''Siapa anda? Dan kenapa saya bisa ada di sini?''
-
-
-
💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya
💖 Like
💖 Vote
💖 Gift
💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.
Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰