
...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...
...💞 Selamat Membaca 💞...
Tanggal 28 Desember.
...Hari ini adalah hari dimana aku pertama kali bertemu dengannya. Aku dan dia bertemu di sebuah retoran Prancis. Saat itu, ia sedang bersama dengan istrinya. Sedangkan aku hanya duduk sendirian di tepi sebrang tempat ia dan istrinya duduk....
...Lelaki yang penuh perhatian terhadap istrinya. Bahkan ia tak segan-segan menyuapi istrinya. Semua tampak manis saat melihatnya. Aku pun yang melihatnya sangat kagum dengan pasangan itu....
...Aku berkata ''Kapankah aku akan mendapatkan lelaki seperti itu. Yang akan menyayangiku dan memperhatikan setiap langkahku,''...
Tanggal 20 Januari.
...Entah kebetulan ataukah takdir dari Tuhan. Aku bertemu kembali dengan lelaki itu di sebuah hotel ternama. Namun saat itu ia sedang sendirian. Tampak ia berjalan sempoyongan. Tadinya aku mencoba mengabaikannya. Namun saat melewatinya, ia malah menarik tanganku hingga masuk ke sebuah kamar hotel tersebut....
...Dia mengira kalau aku adalah istrinya. Ia berkata ''Mengapa kau tidak pernah menuruti perintahku? Mengapa kau selalu membantahku?'' Ucapnya terbata-bata karena mabuk....
...Aku berusaha memberontak, namun tenagaku tak cukup kuat untuk menghalanginya. Hingga kesalahan itu pun terjadi. Aku hanya bisa menangis meratapi diriku yang bodoh. Bodoh karena terpesona oleh janji-janjinya. Dan semenjak itu kami sering bertemu....
Tanggal 15 Maret...
...Hari dimana aku benar-benar kecewa dan membencinya seumur hidupku. Bagaimana tidak? Aku baru mengetahui jika ternyata dia adalah ayahnya sahabatku sendiri. Sahabat yang paling aku sayangi. Aku memang bodoh! Karena selama aku berhubungan, baik dengan sahabatku maupun dengan dirinya. Aku tidak pernah mencari tahu tentang semua keluarganya....
...Dan saat itu aku melampiaskan segala emosiku padanya. Namun apa yang aku dapatkan? Aku malah di antarkan ke ranjang ayahnya sendiri. Demi menjaga reputasinya....
...Tubuhku bak pelacur digilir antara anak dan ayah....
...Dan sekali lagi, aku benar-benar tidak berdaya di hadapan Cinta dan janji manisnya....
...Setiap kali mataku menatap mata sahabatku, aku benar-benar merasa sangat bersalah padanya. Aku berharap semoga kelak ia mau memaafkan diriku........
^^^_Jessica_^^^
''Sialan!''
Emosi Shane benar-benar sudah berada di puncaknya setelah ia selesai membaca buku harian milik Jessica. Ia segera bergegas mengambil pistolnya dan kunci mobil.
Baru saja ia akan menyalakan mesin mobilnya. Tiba-tiba ponselnya berdering.
''Halo...''
''Nona Shane. Kami sudah mendapatkan alamad bibinya Non Shane.''
''Baiklah. Kau tunggu di sana. Aku akan segera menyusulmu,''
Sambungan telepon pun terputus. Shane mengurungkan niatnya untuk langsung mendatangi kediaman Mores. Ia lebih memilih untuk bisa segera bertemu dengan bibinya dahulu.
''Tapi, jika kau langsung pergi ke sana, pasti papa dan kakek akan mencariku karena terlalu lama pergi. Ah, sebelum aku pergi. Bukankah lebih baik jika aku mengirimi mereka sebuah hadiah,''
Shane kembali mengambil ponselnya.
''Berikan kejutan yang kukirimkan kepadamu itu pada putrinya Seno yaitu Lita! Kirimkan seperti biasa!'' Perintah Shane.
''Baik Non,''
Setelah itu, ia kemudian kembali melajukan mobilnya hingga berhenti di sebuah desa yang sangat terpencil. Penduduknya pun masih sangat jarang.
Bibi Shane tinggal di sebuah pondok kecil yang terbuat dari tanah liat dan di naungi oleh daun-daun ilalang. Pondok itu teletak di pinggir sebuah hutan belantara.
Di belakang pondok itu terdapat pohon-pohon yang tinggi yang melindunginya dari angin utara. Dan cahaya matahari di tengah hari, membuat bagian depan pondok menjadi hangat. Burung-burung seriti bertengger di talang. Dan bunga aster serta bunga lainnya tumbuh dengan subur di depan pondok.
Shane memarkirkan mobilnya di halaman. Perlahan ia pun turun dari mobilnya.
Di lihat ada seorang anak kecil sedang bermain di halaman dalam. Anak kecil itu terkejut saat melihat Shane. Ia lalu berlari masuk ke dalam pondok.
''Bu...ibu!'' Teriak anak kecil tersebut.
''Ada apa Sawn? Mengapa kamu berteriak memanggil-manggil ibu?'' Seorang wanita paruh baya keluar dari dapur menghampiri putranya yang memanggilnya.
[''Apa dia adalah bibiku,'' batin Shane saat melihat wanita paruh baya itu. ]
''Bu, di depan ada seorang kakak cantik, ia juga mengendarai sebuah mobil yang sangat bagus,'' ucap anak kecil tersebut.
Sang ibu yang mendengar perkataan sang anak, lantas ia pun bergegas pergi ke depan menghampiri Shane.
''Nona sedang mencari siapa Nak?'' Tanya ibu itu sembari merapikan pakaiannya yang terlihat kotor terkena tepung.
''Bella? Oh apa yang Nona maksud Non Bella Azerra?''
''Ya,''
''Untuk apa nona mencari Non Bella? Nona sepertinya datang dari kota bukan?''
''Ya, saya memang datang dari kota. Saya ke sini memang sengaja mencari bibi Bella. Karena saya adalah keponakannya,''
''Keponakan? Itu tidak mungkin. Non Bella tidak memiliki siapa pun selain adiknya yang sudah meninggal 15 tahun yang lalu. Mungkin Nona salah orang. Lebih baik Nona segera pergi dari sini,''
Ibu itu pun akan menutup pagar rumahnya.
''Benar. Saya adalah keponakannya. Saya putri satu-satunya mendiang adik bibi Bella. Ibu saya adalah Alina zera putri dan Fajar prasetya,''
Ibu itu terlihat terkejut saat mendengar ucapan Shane. Dan dari dalam tiba-tiba seorang perempuan terlihat berlari tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
''Ayu, bawa gadis itu masuk. Cepatlah! Sebelum para penjahat itu menangkapnya. Cepat!'' Ucap perempuan itu.
Shane pun kemudian di persilahkan untuk masuk. Shane melihat ke adaan sekitar. Meski pondok itu kecil, tapi terlihat nyaman untuk ditempati.
Perempuan itu memandangi Shane dari atas sampai bawah. Seakan untuk memastikan sesuatu.
''Apa kau benar putri Alina adikku?'' Tanyanya sambil memiringkan kepalanya.
Shane mengangguk sebagai jawabannya.
Namun tiba-tiba perempuan itu menangis meraung-raung di lantai. Ibu ayu pun memapahnya untuk duduk di sebuah kursi.
''Tenanglah Non Bella, tenang,'' ucap Ibu Ayu sambil memeluknya.
''Jadi, dia bibiku?''
Ibu Ayu mengangguk.
Shane meneteskan air mata melihat ke adaan bibinya. Ia tidak mengerti bagaimana bibinya bisa seperti ini.
''Duduklah Non,'' ucap bu Ayu sembari menyerahkan segelas air putih kepada Shane.
''Jika Nona benar-benar putrinya Non Alina, pasti kedatangan Nona ke sini untuk mencari tahu semua tentang keluarga nona bukan?''
Shane menganggukan kepalanya.
''Sebenarnya saya adalah pelayannya Tuan besar. Saya di minta untuk membantu penyembuhan Non Bella.''
''Bagaimana bibiku bisa seperti ini?''
Bu Ayu terlihat menghela nafasnya, wajahnya pun memuram seketika.
''Ini semua kesalahan orang kota itu!'' Ucap Bu Ayu. Wajahnya terlihat menahan emosi saat mengatakan orang kota.
''Orang kota?''
''Ya, orang kota itu yang sudah menghancurkan keluarga Tuan besar. Membuat Non Bella seperti ini dan membunuh Non Alina dan suaminya,'' Bu Ayu terlihat meneteskan air matanya. Mengingat kejadian pedih di masa lampau.
-
-
-
Siapakah orang kota itu? Dan apakah yang terjadi sebenarnya pada Bibi Bella? Nantikan kisah selanjutnya ya
💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya
💖 Like
💖 Vote
💖 Gift
💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.
Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰