
...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...
...💞 Selamat Membaca 💞...
''Baik Tuan,''
Richard membawa beberapa anak buahnya untuk mengejar Shane. Semua yang terluka langsung mendpatkan pertolongan di rumah sakit pribadi milik keluarga Mores.
Namun sayang, nyawa Marches tidak tertolong. Sebab tembakan dari Shane yang tepat mengenai kepalanya mengakibatkan luka yang sangat fatal.
''Dasar anjing liar!'' Nyonya Marches mengepalkan kedua tangannya. Emosi yang tak terbendung membuatnya bagai harimau yang siap memangsa lawannya.
''Suamiku....suamiku....'' Tangis Nyonya Marches yang menggema di seisi ruangan.
''Tenanglah bi, David pasti akan menangkap anak itu. David pastikan, dia akan mendapatkan hukuman yang setimpak atas kesengsaraan yang bibi rasakan saat ini,'' Sonya berusaha menghibur bibinya.
''Ini semua karena keluargamu Sonya!''
...Braak...
Nyonya Marches mendorong keras, hingga membuat tubuh Sonya jatuh dan kepalanya terbentur tembok. Darah yang mengalir deras akibat benturan itu membuat Sonya tak sadarkan diri seketika.
''Bibi!''
David segera membawa istrinya untuk mendapatkan perawatan. Sedang kan Tuan Mores masih diam saja memandangi kejadian itu semua.
...••••••♧•••♧•••♧•••♧•••••••...
...Bruuuuum...................
Suara deru mobil yang melesat dengan cepat menembus jalanan Ibu kota, hingga menuju jalanan yang semakin terpencil. Seorang gadis cantik yang mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan di atas rata-rata.
Dari kaca spionnya terlihat pula rombongan mobil yang dikendarai oleh beberapa pria yang memakai baju jas serba hitam dan berkacamata. Ternyata mereka sedang mengejar gadis cantik itu.
...Dor....dor...dor...
Beberapa kali pula terdengar bunyi tembakan dari rombongan pria-pria itu yang di arahkan kepada gadis itu, hingga beberapa ada yang menembus kaca mobilnya. Gadis itu terus melajukan mobilnya hingga ke sebuah jalanan kecil yang mengarah ke sungai yang cukup dalam dan deras alirannya.
''Sial!'' Ucap gadis itu, saat melihat ke arah depan.
Ternyata jalan didepannya sudah dihadang oleh jurang yang dalam dan dibawahnya terdapat sungai yang luasnya membentang. Gadis itu pun tersenyum, menyunggingkan ujung bibirnya.
...''Dor!''...
Satu kali tembakan di arahkan ke kaca belakang mobil yang dikendarai oleh gadis itu, hingga membuat kaca itu pecah berantakan.
...PYAAAAAAR!!...
''Shane!'' Kamu tidak bisa pergi kemana-mana lagi. Menyerahlah saja!'' Teriak salah satu pria yang mengejar gadis itu.
Sang pemilik nama malah terlihat semakin menyempurnakan senyumannya yang manis itu.
''Lebih baik ikuti kami untuk kembali ke kota. Dan akui saja semua kesalahan-kesalahanmu. Aku yakin, Tuan Marlon pasti tidak akan memberimu hukuman yang berat. Biar bagaimana_pun kau masih keponakannya sekaligus murid kesayangannya,'' ucap Richard ketua tim yang mengejar gadis itu. Richard juga salah satu orang kepercayaan Tuan Marlon. Namun Richard lebih sering mematuhi perintah dari David.
Gadis itu masih diam saja, ia melirik ke arah jurang tersebut untuk melihat seberapa dalam jurangnya. Setelah melihat kedalaman jurang tersebut. Gadis itu dengan senyuman yang masih terukir indah dibibirnya, ia mengedipkan sebelah matanya ke arah Richard dan timnya lalu dengan cepat ia menginjak pedal gas mobilnya dan....
...Dor...dor.....
Richard langsung menembak tangki mobil tempat pengisian bahan bakar hingga membuat mobil itu meledak seketika.
...BUUUM.......
Mobil meledak dan jatuh ke dalam jurang. Namun tanpa sepengetahuan mereka, gadis itu sudah melompat keluar dari mobilnya, sebelum mobil yang dikendarainya meledak dan jatuh berserakan di jurang.
Gadis itu jatuh ke jurang yang dalam dengan luka tembak di bahunya. Dua tembakan dari Richard, satu tembakan ia arahkan ke mobil, dan satunya ia arahkan ke kepala gadis itu. Meskipun meleset dari kepala, namun tetap mengenai salah satu bahunya.
''Aaaaakh...Aaaakh!'' Teriak gadis itu, sebelum tubuhnya benar-benar jatuh ke dalam laut. Dan...
...BYUUUUR......
''Aaaaakh....'' Gadis itu berusaha meraih apa pun yang bisa ia gapai dan bisa ia pegang erat-erat supaya tubuhnya tidak hanyut terbawa arus sungai yang deras. Namun pada akhirnya gadis itu pun hanyut hingga tak sadarkan diri.
''Sialan! Sekarang pasti tubuh gadis itu sudah hancur berkeping-keping. Ayo cepat! Kita harus mencari mayatnya. Tuan David memberi perinta agar kita membawa tubuhnya entah hidup ataupun mati!''
Richard dan anak buahnya pun perlahan menuruni jurang tersebut untuk mencari keberadaan Shane.
...Di sisi lain...
''Untuk apa kau mengajakku memancing ikan di sungai Zayn? Jika kau ingin makan ikan, aku bisa membelikannya untukmu. Bahkan sudah siap di santap!''
Aldrich sangat kesal saat ia tengah bersantai, tiba-tiba Zayn menyeret tangannya dan membawanya untuk pergi ke sungai hanya untuk memancing ikan. Bahkan sudah dua jam lebih mereka duduk, namun tak seekorpun mereka mendapatkan ikan.
''Tinggal makan, dan memancingnya sendiri. Itu sangatlah berbeda Al.''
''Memancing bisa mengajarkan banyak hal. Bahkan, memancing terkadang dianggap sebagai satu di antara cara untuk belajar memaknai kehidupan.
Dengan memancing, kita diajarkan untuk bersabar, bahwa untuk mendapatkan apa yang diinginkan tak bisa dengan cara instan melainkan dengan proses dan usaha.
Memancing juga bisa mengajarkan kita untuk mengendalikan emosi. Tak perlu marah, kesal atau jengkel saat kail yang dilempar tak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Kita juga bisa belajar berkonsentrasi dari melakukan aktivitas memancing. Belum lagi, kita juga diajar berpikir positif dan optimistis bahwa kail yang sudah dilempar, jala yang telah ditebar, akan mendatangkan hasil.
Memancing juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti melatih motorik serta mengolahragakan sendi dan otot.''
''Kau terlalu banyak omong besar Zayn!'' Aldrich berdiri membuang pancingnya sembarangan.
''Eeeh.... tunggu dulu dong Al. Aku sudah bersusah payah mengajakmu untuk meliburkan otakmu, tapi kau akan pergi begitu saja?''
''Meliburkan otak? Apa kau pikir dengan duduk diam di sini sambil menunggu ikan yang entah ada atau itu, bisa memberimu makan dan gaji selama ini?''
''Kau hanya membuang-buanh waktuku saja Zayn. Lebih baik aku kembali ke kantorku. Masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan,''
Zayn tak dapat lagi menahan kepergian Aldrich. Namun saat ia memulai langkahnya, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah sosok yang saat ini hanyut terbawa arus sungai.
''Mayat Al!''
Zayn berteriak menunjuk ke arah sosok itu. Sambil memegang erat tangan Aldrich.
Aldrich menoleh ke arah sosok itu. Tanpa ragu ia pun langsung melompat ke sungai dan berusaha untuk menyelamatkan sosok tersebut.
''Aldrich! Kau sudah gila ya!'' Zayn tidak habis pikir saat melihat sahabatnya yang langsung melompat ke sungai.
Setelah membawanya ke tepian, setelah memeriksanya Aldrich dan Zayn semakin dibuatnya terkejut. Ternyata orang yang mereka selamatkan adalah Shane.
Tanpa pikir panjang, Aldrich langsung membawa Shane ke kediamannya. Dan meminta dokter untuk memeriksa ke adaan Shane.
-
-
-
💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya
💖 Like
💖 Vote
💖 Gift
💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.
Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰