SHANE

SHANE
Bab 33 : Kediaman orang tua Aldrich



...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...


...💞 Selamat Membaca 💞...


''Kak Marlon!''


David sangat terkejut mendapati kakaknya_lah yang mendorongnya hingga terjatuh. Ia sungguh tidak menyangka jika kakaknya akan tiba secepat ini sebelum ia mendapatkan informasi lebih banyak dari Joice.


''Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk jangan sekali-kali melibatkan putriku! Apa peringatan dariku sama sekali tak kau hiraukan!''


''Kak....''


Ucapan David terputus saat melihat tangan Marlon menyetopnya untuk berbicara.


Entah mengapa ia selalu kalah setiap berdebat dengan kakaknya itu. Padahal dalam hatinya penuh dengan kebencian.


''Ayo Joice, sebaiknya ayah antarkan kamu pulang ''


''Iya ayah,''


Tuan Marlon memakaikan sweter ke badan putrinya, lalu mengajaknya untuk segera meninggalkan tempat itu. Badan Joice masih terlihat gemetar, membuat Tuan Marlon mengepalkan kedua tangannya.


...Braaak.......


''Sialan kau David! Jika kau masih berani menyentuh seujung saja rambut putriku. Aku pastikan, jari-jari yang menyentuhnya akan ku potong-potong dan ku lemparkan ke kandang Bob!'' Ucap Tuan Marlon memegang kerah David, sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.


( Note : Bob adalah se ekor Harimau belang yang di pelihara oleh Shane di rumah Tuan Marlon.)


''Tuan...''


Richard membantu Tuannya untuk berdiri kembali.


David terdiam. Matanya menatap tajam memandang punggung mobil Tuan Marlon.


''Lanjutkan pencariannya Richard! Suruh beberapa orang untuk tetap berjaga di daerah ini. Mungkin Shane akan kembali. Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa menangkapnya sendiri!''


''Baik Tuan,''


...----------------...


Mobil yang di kendarai oleh Aldrich dan Shane kini telah sampai di sebuah halaman rumah yang cukup luas. Bahkan saat Aldrich memarkirkan mobilnya, terlihat beberapa pelayan sudah berjejer rapi menyambut kedatangan mereka berdua.


...Braaak.......


Shane memandangi setiap sudut rumah tersebut.


''Wow....'' Rumah ini sangat mengagumkan,'' ucapnya dengan mata yang berbinar-binar.


''Apa kau menyukainya?''


Mendengar pertanyaan Aldrich, Shane tersenyum menganggukan kepalanya.


Rumah itu tidak terlalu besar, namun halamannya cukup luas. Dan di samping-samping terdapat beberapa pohon buah-buahan. Membuatnya nampak sejuk dan asri. Terlihat ada juga tukang kebun yang sedang merawat bunga-bunga yang terlihat cantik-cantik.


''Tapi ini rumah siapa?''


''Ini rumah orang tuaku,'' jawabnya.


''Apa!''


''Kenapa terkejut? Kita hanya datang berkunjung saja. Karena aku sendiri sudah lama tidak pulang ke rumah ini,''


''Apa kau takut, hemm?'' ucap Aldrich sambil memegang dagu Shane.


''Bukannya takut, tapi.....''


''Tidak apa-apa. Orang tuaku bukanlah orang yang kuno dan berpikiran sempit. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Lebih baik sekarang kita masuk dulu, ok?''


Dengan terpaksa Shane pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah Aldrich.


Shane benar-benar di buat takjub dengan rumah bernuansa alam ini. Bagaimana tidak, bahkan di dalam rumah saja banyak pot-pot dari yang kecil sampai yang berukuran besar terpajang rapi. Mata Shane tak henti-hentinya menatap kagum.


''Ibuku sangat menyukai Alam. Bahkan ia memiliki hobi yang tidak biasa seperti perempuan-perempuan lainnya,'' bisik Aldrich yang tahu dengan rasa penasaran yang saat ini sedang Shane pikirkan.


''Hobi apa?'' Shane semakin merasa sangat penasaran.


Aldrich tersenyum mengusap puncak kepala Shane.


''Hiking dan Tracking. Berjalan kaki di alam bebas,''


''Wow.....'' Itu sangat keren sekali. Kata Tuan Zayn ibumu dan ayahmu seorang Dokter. Tapi hobi mereka sangat berlawanan arah ya?''


''Iya meskipun tugas-tugas mereka sangat menyita waktu, namun itu tak menjadi alasan sebagai penghalang hobi mereka,''


''Apa yang sedang kalian bicarakan,''


''Aaaaaaa.....!'' Shane dan Aldrich terkejut saat tiba-tiba pundak mereka di rangkul oleh seseorang dari arah belakang.


-


-


-


Kira-kira siapa ya yang mengejutkan Aldrich dan Shane? Nantikan kisah selanjutnya ya


💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


💖 Like


💖 Vote


💖 Gift


💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.


Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰