SHANE

SHANE
Bab 37 : Mata-mata



...بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ...


...💞 Selamat Membaca 💞...


''Shane!''


Semua orang terkejut melihat Shane yang tak sadarkan diri. Aldrich pun segera membawanya ke rumah sakit.


''Bagaimana keadaan Shane ma?''


''Ia mengalami syok berat dan membuatnya tertekan. Badannya yang kelelahan membuatnya tak sadarkan diri. Selain itu Shane masih dalam pengaruh obat bius. Biarkan ia beristirahat dan tunggu sampai ia sadar dulu,''


''Baiklah mah, dan terimakasih sudah membantu merawat Shane,'' ucap Aldrich menundukkan kepalanya.


''Kamu itu ngomong apa Al. Shane itu calon menantuku. Sudah seharusnya mama membantunya. Lagi pula Shane juga yang telah menyelamatkan nyawa mama kemaren. Kalau bukan karena keberaniannya, mungkin saat ini yang ada dihadapanmu adalah jasadku. Mama berhutang nyawa padanya Al,'' ucap Ana memandang Shane dari kaca yang ada di pintu tempat ruangan Shane di rawat.


''Iya mah, maafkan Aldrich. Gara-gara kesibukan Al, mama jadi mengalami hal seperti itu. Seandainya Al yang mengantarkan kalian, pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Dan Shane pasti baik-baik saja.''


Ana menepuk pundak putranya untuk memberikan kekuatan agar Aldrich tidak selalu merasa bersalah atas kejadian yang menimpanya dan Shane.


Ana tersenyum


''Al,''


Aldrich yang merasa namanya dipanggil, ia pun menoleh ke arah mamanya yang kini sedang menatapnya.


''Iya Mah?''


''Apa Shane bukanlah perempuan biasa Al? Maksud mama.....''


''Mama benar. Shane tidak sama seperti perempuan-perempuan yang ada di luar sana. Shane seorang gadis yang tegas pemberani. Bahkan bisa dikatakan berdarah dingin.''


Ana menutup mulutnya menahan keterkejutannya. Ia sungguh tidak menyangka, gadis yang ceria dan lemah lembut itu ternyata seorang gadis yang tangguh.


''Shane membawa dendam atas kematian kedua orang tuanya dan ingin membalaskannya pada keluarga Mores. Keluarga yang telah membesarkannya selama ini. Keluarga yang mendidiknya sampai seperti robot yang tidak punya hati. Selama ini ia hanya dijadikan sebagai tameng dan pengembang untuk mensukseskan perusahaan mereka.''


''Dari informasi yang Al dapat, Shane baru mengetahuinya saat pernikahan kakaknya Natan. Dan dari saat itu ia pun memulai penyelidikannya. Ia mendapatkan pukulan luka di hati yang sangat hebat. Hingga membuatnya memberanikan diri membalaskan dendamnya. Ia juga yang telah membunuh Tuan Marches dan melukai Eva.''


''Astaga.....'' Shane....'' Air mata Ana tak dapat ia bendung lagi setelah mendengar kisah hidup Shane.


''Shane terus diburu untuk ditangkap. Dan karena itu ia mengalami kecelakaan dan membuatnya lupa ingatan mah. Aku sungguh tidak menyangka, orang-orang tuan Mores masih belum melepaskannya.''


''Tapi Al, Mama heran. Dari mana mereka tahu kalau mama dan Shane sedang berada di rumah sakit untuk mengambil donor jantung. Bukankah pembicaraan itu hanya ada kita berempat?'' Ucap Ana heran.


''Mama benar, pada saat pembicaraan itu hanya kita berempat saja yang tahu dan tidak mungkin pula ada yang membocorkannya.''


''Mama rasa, sepertinya ada yang mendengarkan pembicaraan kita saat itu Al. Mungkin saja itu salah satu mata-mata yang dikirimkan oleh kediaman Tuan Mores. Kau harus segera menyelidikinya dan tangkap orang itu Al! Mama tidak ingin terjadi apa-apa pada Shane.''


''Mama tenang saja. Al pasti akan menyelidikinya.''


Namun saat di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba terdengar suara seperti sebuah benda yang jatuh.


... Braak!.......


''Siapa di sana?''


Aldrich segera berlari untuk mengecek keadaan. Namun yang ia temukan hanyalah sebuah vas yang terjatuh dari meja. Dan ada sebuah pin yang sepertinya tanpa sengaja terjatuh.


''Sepertinya orang yang memata-matai kita berada di sekitar sini Ma. Lihatlah ini!''


Aldrich menunjukkan pin yang ia temukan saat mengeceknya tadi.


''Pin ini adalah pin kusus tanda pengenal di kediaman kita. Sepertinya mata-mata itu terus membuntuti kita Al. Kita harus berhati-hati dalan hal ini. Mama harap, kamu bisa menjaga Shane baik-baik. Kita sudah banyak berhutang nyawa padanya. Kau dulu Sudah ditolongnya dan kemarin Mama juga ditolongnya.''


''Ucapan mama benar sekali. Aldrich pasti akan selalu menjaga Shane. Al tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakitinya lagi Mah.''


''Baguslah kalau kau mengerti. Mama akan berbicara dengan papamu agar papamu juga membantu menemukan mata-mata itu.''


''Baik mah, Al harus menghubungi Kenan dan membicarakan masalah ini. Al titip Shane dulu mah,'' pamit Aldrich.


''Baiklah nak, berhati-hatilah Mama akan menjaga Shane di sini.''


''Ada apa Al? Mengapa kau meminta kami untuk berkumpul?'' Ucap Zayn yang tiba-tiba di suruh pulang dari liburannya.


''Tuan, ini semua informasi yang sudah saya dapatkan setelah melakukan penyelidikan kemaren,''


Kenan menyerahkan Flash disk kepada Aldrich.


''Apa itu Ken? Dan informasi tentang apa? Oii tolong jawablah. Mengapa tidak ada yang memberitahukan ku apa masalahnya!''


Zayn menggerutu kesal karena tidak ada yang menggubris keluhannya.


Aldrich membuka layar laptopnya dan segera memasang flash disk dari Kenan.


''Bagus Ken. Kau memang orang yang bisa di handalkan,'' ucap Aldrich.


''Apa sih sebenarnya?''


Zayn pun kepo dan ikut melihat isi dari flash disk tersebut.


''Astaga....!'' Ucap Zayn yang spontan menutup mulutnya setelah melihat isi dari flash disk tersebut.


''Kirimkan email yang sudah aku kirim padamu kepada Tuan besar Mores. Katakan padanya, itu hadiah ulang tahun dariku.''


''Baik Tuan. Kalua begitu saya permisi dulu,''


Aldrich menganggukan kepalanya


''Semakin lama, Kenan jadi semakin hebat saja ya Al. Bahkan informasi yang seperti itu saja, ia dengan mudah bisa di dapatkan. Aku benar-benar salut padanya. Bahka anak buahku saja tidak mampu menandinginya,'' ucap Zayn.


''Kepintaran anak buah itu tergantung dari Tuannya. Jika Tuannya saja bodoh dan hanya wanita-wanita cantik saja yang ada di otaknya, bagaimana bisa anak buahnya menjadi hebat.''


''Dih mulutmu Al. Pedas sekali,''


''Sudahlah. Aku menyuruhmu pulang bukan untuk menyindirku. Aku ingin kau bisa masuk di keluarga Mores ''


''Apq kau gila Al! Keluarga sakit jiwa seperti itu, bagaimana kau bisa tega menyuruh sahabatmu ini untuk datang ke sana?''


''Kau hanya perlu mendekati putri mereka Zayn. Berpura-puralah peduli agar mereka menaruh kepercayaannya padamu. Aku ingin kau menjadi mata-mata langsung untukku.''


''Tidak...tidak..! Aku tidak mau ya. Bagaimana jika ketahuan. Aku pasti akan langsung mati di tangan mereka.''


''Kau yakin tidak mau Zayn?''


''Tentu saja. Aku lebih menyayangi nyawaku ya. Pekerjaan ini terlalu beresiko untukku,''


''Jika kau berhasil aku akan memberikan Villa ku untukmu dan memberimu tiket liburan ke Dubai selama sebulan tanpa gangguan. Bagaimana? Apa kau masih menolaknya?''


...Gleek......


[°°Villa mewah Tesand, dan liburan di Dubai selama satu bulan tanpa gangguan. Bayaran ini benar-benar sangat menggiurkan,°° Zayn menelan ludahnya dengan kasar.]


-


-


-


💖 Salam hangat untuk teman-teman semuanya. Semoga karya mala tidak terlihat membosankan ya. Maaf apabila masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya


💖 Like


💖 Vote


💖 Gift


💖 Komen dan pesan-pesannya supaya karya Mala ini bisa lebih baik lagi.


Sehat selalu semuanya🥰🥰🥰