
💌 RETALIATION 💌
🍂
🍂
🍀 HAPPY READING 🍀
Loyisa bersyukur masih bisa menikmati hujan salju di tahun ini. Suatu fenomena alam yang diciptakan oleh Tuhan yaitu hujan salju turun. Seluruh taman berwarna putih, atap rumah dipenuhi salju.
Walau hujan salju disertai angin membuat suasana menjadi suram. Namun Loyisa menikmatinya. Pertama kali salju turun Loyisa membuka jendela kamarnya , Ia merasakan salju terjatuh ke tangannya. kata mommy, jika salju pertama turun dan kita merasakan salju itu sendiri segala doa kita akan dikabulkan. Dan ada juga yang mengatakan, jika seseorang menyampaikan perasaannya pada orang yang disukai saat turun salju pertama, maka perasaan tersebut akan terbalaskan. Tidak jarang banyak pernyataan cinta atau janji kencan dilakukan pada saat salju pertama turun. Loyisa terkekeh, baginya itu hanya mitos belaka. Loyisa hanya memilih pilihan kedua, doa permohonan nya dikabulkan. Jika itu benar adanya Loyisa hanya berharap kakaknya masih hidup dan bisa dipertemukan dengan kakaknya Kendrick.
Cuaca yang begitu dingin mengharuskannya memakai pakaian berlapis, Loyisa tetap harus melakukan aktivitasnya di luar. Loyisa tidak mau hanya meringkuk di balik selimut sambil menatap nanar gundukan salju yang semakin menebal di jendela kamarnya. Ia akan lebih mudah depresi karena terlalu menikmati cuaca dingin yang ekstrim. Loyisa sudah bisa bayangkan, berbulan-bulan matahari tidak akan muncul dari peraduannya. Suasana suram, cenderung mistis. Dingin, dan membuat tubuh mudah sakit.
Kalaupun ada matahari, berarti pada hari itu suhu akan semakin dingin. Jangan berharap Loyisa bisa duduk berjemur di taman depan rumah, itu tidak akan mungkin terjadi.
Tok Tok Tok
Terdengar ketukan pintu terdengar, Loyisa melangkah membuka dan melihat sosok pria tampan yang dia umpat bahkan ia kutuk tidak ingin bertemu lagi. Sekarang lelaki itu berdiri dihadapannya. Lima hari mereka dikuasi rasa canggung, mereka diam tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Terlebih Loyisa yang biasanya paling aktif bicara dirumah ini, namun semenjak Ethan datang ia berubah menjadi putri malu. Banyak diam, makan saja tidak banyak bicara, yang dia lakukan hanya diam menikmati makanannya dalam keheningan. Sampai ibu Hana merasa heran dengan sikap Loyisa.
" Ibu memanggilmu.." kata Ethan akhirnya memulai pembicaraan. Tatapan Ethan seakan siap menembus jantungnya saat ini.
Loyisa tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Ia melangkah melewati tubuh tinggi Ethan,
Terlihat ibu Hana menyiapkan roti hangat dan teh hangat.
" Wah nampaknya enak bu." Kata Loyisa memeluk wanita itu dari belakang, ia menunjukkan senyum termanisnya kepada ibu Hana.
" Musim dingin seperti ini, cocoknya makan ini nak, mari duduk bersama ibu! " ucap Hana masih menata meja.
Ayah Bernandus sudah duduk sambil membaca surat kabar yang ada ditangannya. Sementara Ethan ikut menyusul dan duduk bersama.
Loyisa mengambil duduk disebelah ibu hana, berhadapan dengan Ethan. Ia menikmati roti buatan ibu Hana.
" Besok kamu sudah kembali nak, bagaimana jika Loyisa kamu ajak jalan jalan? Musim dingin didesa kita melakukan berbagai kegiatan, memang sengaja dilakukan agar warga tidak hanya berdiam diri dirumah. Hari ini kalian bisa pergi bersenang senang! " ujar ibu Hana.
" Sekarang tergantung Loyisa aja bu, jika dia mau saya ngikut saja." Jawab Ethan.
Loyisa melirik Ethan dengan ekor matanya. Tahun kemarin ia memang tidak pergi ke acara kegiatan yang biasa dilakukan pemerintah setempat karena ibu Hana sakit. Kali ini Loyisa tidak mungkin menolak lagi kan? Dia tahu jika yang dilakukan ibu Hana semata mata untuk dirinya. Akhirnya Loyisa menyetujuinya. Walau Loyisa tahu kepergian mereka hanya menciptakan rasa canggung saja. Tapi sebisanya Loyisa akan bersahabat dengan Ethan. Bagaimanapun saat itu mereka memang tidak saling mengenal. Anggap saja pertemuannya dengan Ethan pertama kali, hanya kebetulan saja.
" Baik kak, jam berapa kita pergi? " kata Loyisa melemparkan senyumnya kepada Ethan, membuat lelaki itu salah tingkah.
" H-h-hari ini juga bisa. " ucap Ethan gugup, ia mengalihkan pandangannya.
" Nikmati hari harimu dengan baik, besok kamu sudah kembali nak. " ucap Bernandus menutup surat kabar yang ia baca tadi. Ia menyeruput kopi yang disediakan istrinya dan menikmati roti hangat.
Kembali hening, tidak ada pembicaraan lagi.
⭐⭐⭐⭐
Karena musim dingin, warga di desa Woodstock membuat berbagai kegiatan. Mulai dari pasar untuk memeriahkan tahun baru, ice skating, hoki es, sampai karnaval musim dingin yang tiap tahun dilakukan di desa ini. Semua warga wajib untuk memeriahkan tidak dipungut biaya.
Loyisa dan Ethan sudah memakai baju yang berbahan alami seperti Merino wool dan mid layer untuk menghangatkan badan, tidak lupa dengan sepatu seluncurnya, celana winter dan sarung tangan, topi dan syal juga. Wajah Loyisa hampir tidak terlihat lagi.
Mereka sudah berada ditempat ice skating. Loyisa nampak gugup.
" Ethan kita kan gak harus main ice skating ? " kata Loyisa terlihat jelas menunjukkan wajah ketakutan, ia nampak gugup. Loyisa fobia bermain ice skating karena ia pernah terjatuh pada usia delapan tahun. Membuat loyisa mengalami rasa ketakutan yang berlebihan
" Kenapa? " Ethan mengernyitkan keningnya.
" Aku belum pernah bermain ice skating." ucap Loyisa polos.
" Apa? astaga kamu belum pernah main ice skating? " kata Ethan menaikkan suaranya, Ethan bahkan membelalakkan matanya.
" Aku fobia Ethan..." jawab Loyisa sambil mengerucutkan bibirnya, gadis itu nampak kesal karena Ethan meledeknya.
Melihat ekspresi Loyisa reflek Ethan tertawa, Loyisa mendengus kasar. Tiba tiba tawanya hilang ditelan angin melihat ekspresi Loyisa nampak kesal, tangannya bersedekap dan ia membuang mukanya tidak suka.
" Tidak apa apa, kamu tidak perlu takut, ada aku loyisa. oke?! " bujuk Ethan dengan nada lembut, ia mendekati loyisa dan Ethan memegang kedua tangannya.
" Jangan takut, tarik napas lalu buang! ketakutan yang berlebihan bisa hilang jika kita sering melakukannya. " Ucap Ethan memandang lekat mata Loyisa.
" Yang kita lakukan adalah kaki harus membentuk huruf V dulu. " Loyisa melakukannya sesuai yang dikatakan Ethan.
" Ini untuk memudahkan ketika meluncur di arena. Lalu kamu menekuk lututmu untuk tumpuan, agar gerakan tubuhmu seimbang. Kemudian rentangkan kedua tanganmu lalu...." Ethan menggantung kata katanya karena Ethan sudah menuntun Loyisa untuk meluncur, Ethan memegang tangan loyisa dengan erat agar Loyisa tidak takut.
AAAHHHHHH Loyisa awalnya sangat takut namun karena tangannya dipegang Ethan rasa takutnya hilang, ia bahkan menjerit histeris karena sensasi yang ia rasakan sungguh diluar dugaannya, terasa sangat menyenangkan. Sesekali ia memutar tubuh Loyisa. Membuat loyisa seperti ingin terbang. Keduanya berpandangan sambil melempar senyum. Ethan merasakan debaran debaran halus merayap masuk ke relung hatinya. Senyum loyisa mampu menghipnotisnya. Ethan berusaha menepisnya.
" Bagaimana, asyikkan? " ucap Ethan melangkah keluar dari area ice skating. Loyisa menganggukkan kepalanya dengan antusias.
" Sepertinya ini akan menjadi tempat favoritku. Jika kak Ethan pulang ke desa ini aku akan mengajakmu kesini kak." ucap Loyisa bergelayut manja ditangan Ethan. Reflek tubuh Ethan membeku, debaran debaran yang tadinya halus kini berubah menjadi detak yang mampu memompa jantungnya lebih kencang. Ethan tidak menjawab, ia hanya melihat tangan Loyisa yang masih memeluk tangannya. Berlahan lahan ia menarik napasnya, Rasa ini semakin jelas dan nyata.
Setelah selesai bermain ice skating, Ethan dan Loyisa mengunjungi pasar jajanan diselenggarakan untuk puncak acara tahun baru . Lengkap dengan kios-kios kayu, aneka jajanan khas Woodstock.
Beberapa jajanan mereka coba, rasa kedekatan yang tercipta membuat rasa kikuk dan canggung hilang begitu saja. Loyisa sendiri ingin membangun Keakraban, kehangatan antara mereka layaknya seperti bersaudara.
Sementara Ethan sendiri Loyisa menjadi wanita yang spesial, dicari, diinginkan, dihormati dan ia butuhkan. Kontak fisik seperti tepukan atau cubitan kecil yang dilakukan Loyisa menumbuhkan rasa dihatinya sendiri. Ethan sendiri menempatkan Loyisa layaknya seperti pujaan hatinya.
🍂
🍂
BERSAMBUNG
.
.
.
💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌
💌 BERIKAN VOTEMU 💌
💌 BERIKAN BINTANGMU 💌