Retaliation

Retaliation
Kewaspadaan



πŸ’Œ RETALIATION πŸ’Œ


Β 


πŸ‚


πŸ‚


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


Visual Ethan Alcander



" Jadi maksudmu kamu sekarang di angkat jadi sekretaris? kok bisa? " Kata Ethan mengikuti Loyisa.


" Ehmmm...Saya sendiri juga tidak tahu ?! " jawab Loyisa dengan mengangkat kedua bahunya. Ia duduk sambil mengambil cemilan diatas meja dan langsung menikmati makanan yang ada di meja dapur.


" Bukankah direktur kamu tidak pernah datang kekantor? kenapa tiba tiba kamu diangkat menjadi sekretarisnya? " kata Ethan mengernyitkan keningnya, ia ikut duduk bersama Loyisa. " Karena itu kalian mengatainya Hantu Casper Kan? " sambungannya lagi.


" Benar, Ya aku salah telah mengusirnya dari lift. Tapi kan aku tidak tahu kalau dia itu direktur. Semenjak itu lah kak, dia selalu mengancamku dengan alasan pencemaran nama baik karena aku menyebutnya hantu Casper. " kata Loyisa jengkel.


Ethan mengernyitkan keningnya " Kok bisa? Apa dia mendengarmu mengatainya ? " kata Ethan kemudian.


" Sepertinya begitu kak, ancamannya membuatku jengkel. Dia memberikan tugas tugas aneh. Sekarang, semenjak kejadian itu, dia menjadi direktur paling rajin, dia bahkan lebih dulu datang dari karyawan untuk menyusahkanku kak.."


" Tugas aneh gimana Loyisa? "


" Tugas aneh membelikan keperluannya. "


" Apa? Loyisa, apa dia menyukaimu? " Tanya Ethan was-was. Ethan memandang Loyisa lekat lekat.


Mendengar itu tentu Loyisa terbelalak, sepersekian detik ia kemudian tertawa .


" Menyukaiku? tidak mungkin kak. Dia lelaki kaya dan dan derajatnya terlalu tinggi dibandingkan denganku? aku hanya serpihan kertas. Sewaktu waktu bisa tertiup angin." kata Loyisa menggelengkan kepalanya. Ia masih asyik menikmati rotinya.


Ada sedikit kelegaan terpancar di wajah Ethan. Semenjak ia tinggal bersama Loyisa kadar cintanya semakin bertambah, namun Ethan tidak berani untuk mengungkapkan.


Ethan menahan rasa cinta yang begitu dalam ibarat Air yang membeku dan ingin segera mencurahkannya dalam bentuk air bah yang mengalir deras. Namun sepertinya Perasaan Cinta Yang terpendam ini sengaja hadir dan membuatnya tidak memiliki keberanian untuk berkata, dan tidak bisa tersampaikan melalui kata kata di depan Loyisa. keputusan terbaik adalah Ia lebih baik memendam perasaannya.


" Kenapa bengong kak? ada sesuatu yang menganggu pikiranmu? " tanya Loyisa menautkan kedua alisnya.


" T-t-tidak...tidak ada Loyisa." jawab Ethan gugup, ia mengalihkan pandangannya.


" Apa kakak ada kegiatan hari ini? " Tanya Loyisa kemudian.


" Tidak, kenapa? " sahut Ethan menatap Loyisa.


" Kita jalan jalan aja kak, aku bosan dirumah."


" Kita mau kemana ? " Tanya Ethan.


" Aku akan mengajakmu berbelanja. " kata Loyisa mengerlingkan salah satu matanya.


" Boleh, sekarang kamu bersiap siaplah! " Titah Ethan.


" Aku sudah siap kak, sekarang kita berangkat. Kita akan berbelanja ke Manhattan mall " Kata Loyisa bangkit dari duduknya dan melemparkan senyumnya kepada Ethan.


Mereka langsung bergegas berangkat.


Mobil Ethan berlari membelah jalan tol di new York, Sesekali Ethan melirik Loyisa yang asyik mengikuti lagu Audio mobil.


" Kak, tahun ini kita pulang ya! aku merindukan Ayah dan ibu. " Kata Loyisa.


" Bukan hanya kamu loyisa, aku juga merindukan mereka. " ejek Ethan mengerucutkan bibirnya. Spontan Loyisa mencubit perut Ethan dengan lembut. Ia ikut mengerucutkan bibirnya dan mereka tergelak dan tertawa bersama.


Mobil ethan memasuki basement mall Manhattan mall .


Loyisa langsung turun, hari ini ia akan menghabiskan waktu berbelanja bersama Ethan. Setelah bersusah payah mencari informasi tentang tato naga, Loyisa sepertinya menemukan jalan buntu. Untuk beberapa hari ini Loyisa istirahat sejenak untuk membuang stresnya. Loyisa dan Ethan berjalan memasuki mall, sambil bercengkrama bersama.


Loyisa langsung berlari menuju counter pakaian khusus lelaki. Ia memilih beberapa pasang pakaian santai untuk Ethan.


" Kamu beli untukmu saja Loyisa, baju yang kamu beli kemarin belum juga ku pakai." Protes Ethan.


" Tidak ada kata penolakan kak, ambil ini dan coba diruang ganti! aku beli ini ya, harus dipakai lah kak. Siapa juga menyuruhmu menyimpannya. " Ucap Loyisa tersenyum sinis. Ia memberikan beberapa baju yang ingin dicoba Ethan. Tangannya kembali sibuk mencarikan baju buat Ethan. Namun Ethan tidak tidak bergeming, ia masih berdiri didepan Loyisa.


" Bagaimana pun penampilan harus tetap nomor satu kak. " kata Loyisa mencondongkan badannya dan setengah berbisik kepada Ethan. Ethan membuka, tiba tiba ia gugup karena hembusan napas Loyisa tepat mengenai lehernya. Debaran debaran dari jantungnya semakin terpompa dan berdetak lebih kencang ketika Loyisa memeluk tangan Ethan dan tangannya mengenai dada Loyisa. Ethan adalah lelaki normal, sentuhan sentuhan yang diberikan Loyisa mampu membangkitkan birahinya. Ethan menarik oksigen sebanyak banyaknya dari mulut dan hidungnya. Ia mengumpulkannya di paru paru lalu menghembuskan napasnya sekaligus.


Loyisa memang sering memilih pakaian buat Ethan. Ia berharap Ethan memiliki kekasih, walau Loyisa menyimpan perasaan buat Ethan, namun itu tidak mungkin, bagaimana bisa lelaki yang dianggapnya sebagai saudara, menginginkan hubungan lebih darinya. Tidak, tidak...Loyisa harus bangun dari mimpinya. Loyisa tetap fokus mencari beberapa lembar pakaian santai untuk mereka gunakan dan berburu pakaian model terbaru.


Ethan menyusuri lantai satu menggunakan eskalator, ia melangkah menuju kamar mandi. Namun dilantai satu, tiba tiba langkahnya berhenti. Ia mengenali sosok yang pernah membantunya. Ia berjalan mendekati lelaki itu.


" Bukankah kamu yang ...? " Kata Ethan berusaha mengingat nama lelaki itu. Ya, dia adalah lelaki yang pernah membantunya memperbaiki ban mobilnya yang pecah.


" Ya, ya... kamu adalah lelaki yang mengalami ban pecah itu kan? " kata Kendrick mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Ethan.


" Namanya Siapa? " Tanya Ethan berusaha mengingat nama pria yang berdiri didepannya ia mengarahkan jari telunjuknya pada kearah pria itu.


" Saya Kendrick..." jawabnya tersenyum lebar.


" Benar Kendrick, saya Ethan..." Mereka saling berjabatan tangan.


" Kamu sendiri? " Tanya Kendrick kemudian.


" Saya bersama adik saya. " Jawab Ethan tersenyum singkat.


" Kak! " Panggil Alexa memanggil Kendrick. Kedua lelaki itu menoleh bersamaan.


" Pacarmu? " Tanya Ethan seraya mengerlingkan salah satu matanya kepada Kendrick.


" Bukan, dia anak bos saya. "jawab Kendrick singkat. Ia melihat Alexa mendekat.


" Dia cantik dude..." kata Ethan menggoda Kendrick seraya tersenyum.


" Kak dimana Axel kok tiba tiba menghilang? " Tanya Alexa mendekati Kendrick dan ia mengedarkan pandangannya mencari cari Alex.


" Bukannya dia keatas mencari pakaian pria? "


" Kita pulang duluan kak..aku malas nungguin dia. " kata Alexa mendengus kesal.


" Oke..." kata Kendrick dengan senyum samar.


" Oke Ethan, Kami pulang dulu Ethan ya..! sampai bertemu kembali." ucap Kendrick


" Bisa aku minta nomor handphonemu dude? " Kata Ethan mengangkat tangannya dan menunjukkan ponselnya.


" Tentu saja! " ucap Kendrick mengeluarkan ponselnya. Mereka saling bertukar nomor handphone.


" Oke, dude sampai bertemu kembali ! " Ethan kembali mengulurkan tangannya, menjabat tangan Kendrick.


Setelah Kendrick pamit undur diri dan meninggalkan Mall, Ethan kembali keatas menemui Loyisa.


Sementara diatas....


Loyisa sangat terkejut ketika direktur utama Perusahaan Citygroup sedang berdiri memperhatikannya dari belakang. Ia menyandarkan salah satu bahunya dengan kedua tangan bersedekap di counter pakaian. Ia tersenyum bak pangeran yang menunggu tuan putri.


" Astaga pak, anda mengagetkan saya. " ucap Loyisa dengan nada kesal.


" Ngapain kamu disini? " tanya Axel melangkah mendekati Loyisa.


" Astaga pak, gak mungkin saya bekerja. Ya, belanjalah...! " sahut Loyisa mendengus kasar. Ia kesal melihat bapak direktur Citygroup dengan tatapan tak suka. Ia kembali melihat melihat tas yang ada di etalase.


Namun tiba-tiba Axel membalikkan tubuh Loyisa dan menghimpit tubuhnya pada etalase yang ada di mall.


Loyisa begitu terkejut dan sangat terkejut dengan tindakan Axel. Ia menelan Salivanya, bagaimanapun kedekatan seperti ini membuatnya tidak nyaman. Sepersekian detik jantungnya berdetak semakin kencang membuat tubuhnya seketika terasa kaku. Axel tersenyum smirk, ia merasa terhibur melihat ekspresi Loyisa yang ketakutan.


Axel semakin mendekatkan wajahnya pada Loyisa, kedua sisi bibirnya naik keatas melihat Loyisa memejamkan kedua matanya.


" Loyisa.....! " Panggil Ethan dengan suara terendahnya.


πŸ‚


πŸ‚


BERSAMBUNG


.


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU