Retaliation

Retaliation
Loyisa sakit.



πŸ’Œ RETALIATION πŸ’Œ


Β 


πŸ‚


πŸ‚


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


KENDRICK ELEANOR



Satu bulan telah berlalu...


Kendrick mendorong pintu cafe yang terbuat dari kaca, pemiliknya mengantungkan tanda Open di kaca tepat di pintu.


Cuaca cerah pagi ini membangkitkan jiwanya untuk segera menuju ke cafe di mana ELora bekerja atau bisa di katakan pemilik dari cafe.


Sudah ada beberapa pengunjung yang datang untuk menikmati coffee terenak yang disediakan di sini.


Kendrick mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang sudah satu tahun menjalin hubungan dengannya.


" ELora ! " panggil Kendrick kepada sosok wanita yang sedang sibuk.


" Sayang! Kau sudah pulang? " ELora langsung berlari untuk berhambur kepelukan kekasihnya.


Kendrick merentangkan tangannya dan mendekap untuk memeluk ELora.


" Aku merindukanmu! " kata ELora suaranya seperti tercekat di leher. Matanya sudah berkaca kaca, berusaha untuk menahan agar air matanya tidak terjatuh membasahi pipinya. Ia masih terlalu pagi, tidak lucukan karyawannya melihatnya menangis.


" Aku juga merindukanmu sayang! " erang Kendrick tersenyum membelai rambut kekasihnya dengan sayang.


" Kapan pulang? kenapa tidak mengabari aku? " keluh ELora melepaskan pelukannya, wajahnya sudah berubah mengerucut.


" Kita duduk dulu! " Kendrick menuntun ELora untuk duduk.


" Sebentar aku buatkan Coffee ya? " Kata ELora kembali bangun dari duduknya, ia melangkah meninggalkan Kendrick yang tersenyum sendiri menatap punggungnya.


Drrrttt drrrttt


Panggilan dari ponsel Kendrick bergetar.


" Dimana? " Tanya Alexa dari seberang.


" Bukannya harusnya kau sudah sampai di rumah? "


" Apa jalan macet? "


" Atau kau sekarang bersama kekasihmu? "


Pertanyaan pertanyaan itu, berulang kali akan diucapkan Alexa jika ia tidak langsung pulang ke rumah.


" Kenapa tidak jawab? apa aku ingin melaporkanmu ke daddy? "


" Alexa, yang jelas saat ini aku masih dalam perjalanan, satu jam lagi akan tiba di rumah. "


" Benarkah? jika kau bohong aku tidak akan mudah memaafkanmu, ingat itu! " Alexa langsung mematikan ponselnya sepihak.


Kendrick hanya bisa membuang napasnya. Melihat ELora datang membawakan coffee, Kendrick langsung tersenyum. ELora menaruhnya di atas meja.


" Apa dia Alexa? " tanya ELora menatap Kendrick lekat lekat.


" Ehmmmm. " jawab Kendrick dengan menggumam, ia menyeruput coffee . " coffee buatan mu begitu Enak sayang, aku menyukainya. " kata Kendrick dengan nada sungguh sungguh.


" Aku suka jika kau menikmati coffee buatanku ." ujar ELora, menunjukkan wajah berbinar.


" Terima kasih, karena tetap mencintai orang seperti aku. " Kendrick menggenggam tangan ELora. Ia bersyukur Kekasihnya bisa menerima walau ia sudah mengetahui latar belakangnya.


" Bagiku, apapun pekerjaanmu tidak menjadi masalah Kendrick, karena aku mencintaimu apa adanya. Kau lelaki hangat yang selalu memberikan kenyamanan dan selalu melindungi aku. Aku bahagia dan sangat bahagia, berharap kita akan bisa secepatnya menikah. " ELora tersenyum kepada Kendrick. Ia berusaha meyakinkan lelaki itu agar selalu mempercayainya.


" Aku sangat bersyukur memiliki kekasih yang pengertian, terima kasih sayang."


ELora hanya menganggukkan kepalanya. Ia juga sangat bersyukur di pertemukan dengan lelaki yang pernah menolongnya.


" Apa kau sudah menemukan adikmu Kendrick? "


Kendrick menggeleng pelan. " Aku masih berusaha menemukannya, Aku mendapat informasi bahwa adikku dibuang ke pedesaan yang jauh dari perkotaan. Tapi aku tidak tahu di mana, mereka sengaja membuang agar aku tidak bisa menemukannya. " kata Kendrick dengan suara terendahnya. Ia sedikit menunduk.


" Kau harus bersabar ya, aku yakin suatu saat kalian akan di pertemukan. "


" Aku percaya dengan takdir sayang, suatu saat jika Tuhan mengizinkan, kami pasti di pertemukan. Terima kasih karena selalu memberikan kekuatan untukku. " ujar Kendrick menatap ELora dengan sayang.


Setelah cukup lama berada di cafe, Kendrick akhirnya bangun dari duduknya.


" Aku harus kembali sayang, mereka kembali menghubungiku. "


" Oke, baiklah ! " ELora ikut bangun dan mengantarkan Kendrick sampai di depan pintu cafe.


Setelah memberikan ciuman panjang dan memabukkan, Kendrick melepaskan tautan bibir mereka.


" Nanti malam aku akan kembali ke apartemenmu. "


" Jangan terlalu lelah, jaga kesehatan, sekarang masuklah ! "


" Biarkan aku melihatmu pergi." kata ELora masih tetap berdiri di depan cafenya. " Hati hati sayang ! " Ucap ELora memandang punggung Kendrick, lelaki itu melambaikan tangannya, ELora tersenyum hingga melihat Kendrick masuk ke dalam mobilnya. Ketika mendengar klakson beberapa kali akhirnya ELora kembali masuk dengan perasaan bahagia. Ia seakan mendapat energi baru karena mendapat ciuman panjang dari pujaan hatinya.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Ethan sudah lebih dulu bangun karena Loyisa masih tertidur. Ia tidak ingin mengganggu Loyisa, jadi Ethan membiarkannya dan langsung menyiapkan sarapan mereka.


Ethan tersenyum, ia menyeruput coffee yang ia siapkan sendiri. Ethan berdiri di balkon menikmati suasana pagi yang sejuk.


Musim gugur telah tiba, merupakan salah satu waktu terbaik di kota New York. terlihat daun-daun yang berguguran di jalan dan nampak orang orang bersantai di pinggir danau sambil menikmati udara musim gugur yang sejuk pastinya. Kegiatan yang tepat dan dapat menjadi beberapa pilihan kegiatan yang menyenangkan setelah musim dingin berlalu.


Ia menarik napasnya dalam dalam. Seakan tidak mau beranjak dari tempatnya.


Ethan kembali melangkah masuk, Loyisa belum juga bangun setelah 30 menit berlalu. Ia sudah ingin bersiap ke kantor.


" Apa dia masih tidur? bukankah dia harus bekerja? " Ethan mengernyitkan keningnya, ia melangkah menuju kamar Loyisa.


TOK TOK TOK


Ethan mengetuk pintu, tidak ada sahutan.


" Loyisa..." Panggil Ethan , tangannya kembali ia angkat untuk mengetuk pintu kamar.


TOK TOK TOK


" Loyisa..." Ethan menautkan alisnya, tetap tidak ada sahutan dari dalam. Ethan nampak cemas.


" Loyisa...buka pintunya...apa kau baik baik saja? Loyisa...!." panggil Ethan.


CEKLEK


Pintu di buka berlahan dari dalam, Ethan mendorong pintu dan melihat Loyisa berjalan lunglai dan kembali naik ke atas tempat tidurnya.


" Apa kau sakit Loyisa? " tanya Ethan mengikuti langkah Loyisa yang kembali ke tempat tidurnya.


Loyisa tidak menjawab, ia menutup tubuhnya dengan selimut.


Ethan menyentuh kening Loyisa. Ia terkejut ketika tangannya menempel ke bagian kening dan leher Loyisa.


" Badanmu panas Loyisa, kita ke dokter ya? " kata Ethan nampak cemas.


Loyisa hanya menggeleng lemah. Ia Kembali memejamkan matanya.


" Kau sakit Loyisa, kita harus berobat. Ayo,aku bantu berdiri. "


" Tidak kak, aku tidak mau ke dokter, jika aku istirahat cukup nanti juga baikan kak. "


" Baik bagaimana, suhu tubuhmu panas sekali Loyisa. Aku tidak bisa tenang bekerja jika kau sakit. "


" Aku hanya butuh istirahat saja, kakak bisa berangkat kerja. Pergilah, kakak jangan terlalu mencemaskanku. " ucap Loyisa dengan nada suara yang lemah.


" Tidak, aku akan izin untuk hari ini. Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri dalam keadaan sakit. " sela Ethan dengan cepat. Ia bukan tipe Lelaki yang kejam. Apalagi Loyisa adalah wanita yang sangat ia cintai.


" Tidurlah! Aku akan siapkan sarapan untukmu. " kata Ethan bangkit dari duduknya dan melangkah menuju dapur.


Ethan menyusun makanan diatas nampan dan membawa ke kamar. Dengan sabar Ethan memberikan beberapa suapan suapan ke mulut Loyisa. Setelah Loyisa selesai makan, Ethan langsung memberikannya obat. Ethan kembali ke dapur untuk menyiapkan air untuk mengompres Loyisa.


Dengan cepat ia sudah masuk kekamar lagi. Ethan mengompres Loyisa dengan air hangat, menaruh kain ke kening Loyisa .


melakukannya berulang ulang, ia meletakkan termometer ke mulut Anastasia, untuk mengecek suhu tubuhnya. ia mengatur suhu ruangan agar kondisi suhu sejuk selalu.


" Bagaimana perasaanmu sekarang? " Tanya Ethan wajahnya terlihat cemas.


" Sudah lumayan kak. " jawab Loyisa lemah.


" Sekarang tidurlah, kakak akan menjagamu di sini. "


Loyisa hanya mengangguk lemah, ia memejamkan matanya agar bisa tidur. Sementara Ethan menatap Loyisa dengan lekat lekat. Perasaan yang sama bahkan tidak berubah.


" Semoga lekas sembuh Loyisa! " Ucapnya seraya membelai rambut Loyisa dengan lembut.


πŸ‚


πŸ‚


BERSAMBUNG


.


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU