Retaliation

Retaliation
Awal mula Pembalasan.



💌 RETALIATION 💌


 


🍂


🍂


🍀 HAPPY READING 🍀


Ethan nampak gelisah karena Loyisa belum juga kembali setelah dari pagi meninggalkan rumah. Ini masih hari izin nya tidak masuk kerja semenjak Loyisa sakit. Tadi Loyisa hanya mengatakan pergi berbelanja, namun sampai sekarang ia belum pulang.


Ethan masih terlihat mondar-mandir di ruang tamu sambil bermonolog.


"Apa yang terjadi?"


"Apa Loyisa di culik?"


"Tidak,tidak,Loyisa bukan anak kecil. Jadi kemana dia?"


Ethan membuang napasnya dengan berat, Ia masih belum bisa tenang.


Tiba-tiba Ethan mengingat sesuatu, ia ingat pembicaraan Loyisa lewat telepon. " Apa jangan-jangan?" Kata Ethan berkacak pinggang.


Lelaki itu nampak cemas, yang dia tahu Loyisa tidak tahu soal bagaimana ngerinya hidup di dunia yang kejam ini. Loyisa tidak akan melakukan seperti yang ada dipikirannya. "Balas dendam? tidak mungkin!"


Ethan yakin dengan ucapannya, Loyisa di kenal sebagai gadis dewasa yang mandiri dan tidak banyak tingkah, apalagi melakukan hal yang aneh-aneh seperti wanita yang ia lihat.


Untuk membuang rasa takutnya ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Loyisa. Ia mencari nama kontak 'My Angel' dan Ethan langsung menekan tanda panggil.


" NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG DI ALIHKAN."


Wajah Ethan mengerut "Dialihkan?" Ivander membuang napasnya dengan kasar. Ia masih tidak percaya dan kembali menatap ponselnya. " Kenapa Loyisa mengalihkan panggilanku." Ethan masih belum habis pikir, ia kembali menekan tombol panggil, namun jawaban operator kini berbeda.


"NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK DAPAT MENERIMA PANGGILAN,COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI."


"Apa, sekarang tidak aktif? Loyisa?"


Wajah Ethan mengerut serius. Ia kembali menatap ponselnya. Level kecemasannya bertambah naik.


"Ada apa denganmu Loyisa, jika terjadi sesuatu kepadamu, aku tidak akan memaafkan diriku. Kau tahu itu?" Ucap Ethan resah.


Ethan tiba-tiba mendapat ide. "Ahaaa, ya melacak." Kata Ethan dengan bersemangat.


Ethan langsung membuka ponselnya. Cara melacak nomor ponsel Loyisa ia lakukan melalui lewat Google. Dengan cepat ia membuka aplikasi Google Maps. Lalu Ethan masuk ke Friend List atau Daftar Teman kemudian memilih Add Friend dan mencari nama Loyisa dalam kontak untuk mengetahui posisi Loyisa berada. Ethan meng Klik pada kontak target yang ingin dia lacak, dan Google Maps pun secara otomatis melacak Loyisa dan tanda merah pada ponselnya berubah menyala untuk memberitahu keberadaan Loyisa yang telah terlacak.


Ethan terbelalak, "Bukankah ini tempat kelahiran Loyisa?" Dengan cepat dan tidak menunggu harus membersihkan tubuhnya Ethan meraih kunci mobilnya dan berlari keluar dari apartemennya.


Ia membawa mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kawasan Meadow Lane. Wajah Ethan terlihat khawatir. Bagaimana tidak seorang wanita pergi sendiri. Ethan hanya bisa membuang napas dan menepis rasa cemasnya.


"Apa yang kau ragukan Loyisa, sampai tidak mengajakku ke tempat tinggal mu dulu. Aku bisa menemanimu." Ethan sekilas melihat jam yang ada di tangannya. waktu menunjukkan pukul lima sore.


Ethan masih melarikan mobilnya menyusuri jalan menuju Meadow Lane. Perjalanan yang membutuhkan waktu satu jam menuju tempat kelahiran Loyisa. Sepanjang jalan Ethan dapat merasakan sejuknya udara memasuki kawan Meadow Lane. Hijaunya pepohonan rindang membuat udara segar dan sejuk.


Ethan tiba di Meadow Lane.


Ia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan mencoba mencari tau kediaman Loyisa.


"Permisi..! " Panggil Ethan dari luar pagar. Terlihat seorang wanita yang sedang menata bunga di halaman rumahnya.


Wanita itu berjalan dan membuka pintu pagar untuk Ethan. "Mencari siapa tuan?"


"Maaf mengganggu madam, saya mau mencari rumah dari Loyisa. Dimana ya?" Tanya Ethan.


"Maksud Tuan rumah Loyisa Orlando? yang daddynya FBI?" wajah wanita itu berubah.


"Benar,saya mencari kediaman Orlando."


"Anda tidak salah tuan? Satu keluarga ini dibunuh beberapa tahun yang lalu, jadi anda buat apa kesana. Penghuni rumah tidak ada lagi. Rumahnya sampai sekarang di jaga orang ketat dengan orang tidak di kenal."


"Apa? Dijaga orang tidak dikenal?" Wajah Ethan mengerut dalam.


"Ya, Setelah kejadian pembunuhan itu Loyisa sampai sekarang tidak tau keberadaannya dan begitu juga kakaknya."


"Kalau bisa saya tahu siapa yang membunuhnya?"


"Yang saya dengar kabarnya mereka adalah mafia."


"Mafia?" Ethan terkejut dan wajahnya mengerut serius. "Rumahnya dimana madam?"


"Kenapa?"


"Para mafia itu kembali lagi dan sepertinya beberapa mobil baru keluar dari situ."


DEG DEG DEG


Kini jantung Ethan terpicu resah, " Terima kasih madam." Kata Ethan kembali masuk ke dalam mobilnya.


Ethan mencengkeram setir mobilnya. Sekarang apa yang harus ia lakukan. Loyisa benar-benar dalam bahaya. Ia kembali menghidupkan mesin mobilnya, dengan kecepatan sangat pelan, ia sampai di kediaman Orlando. Rumah dengan pagar tinggi dan halaman luas.


Rumah yang tak kalah mewah di kawasan Meadow Lane adalah rumah milik Orlando.


Rumah dengan unsur naturalistik ini dibangun dengan model minimalis dan dipenuhi banyak kaca transparan. Sehingga, membuat rumah ini serasa menyatu dengan alam.


Ethan mengamati keadaan rumah beberapa meter dari jalan. Ia membuang napasnya dan tiba-tiba jantung Ethan berdetak kencang ketika melihat dua mobil memasuki halaman kediaman Orlando.


Ethan keluar dari mobil dan mengendap-endap mengikuti pergerakan dua mobil yang ingin masuk. Ketika mobil itu masuk Ethan ikut masuk dan bersembunyi di balik tanaman bonsai. Ethan aman, ia kembali mengendap-endap dan menyembunyikan tubuhnya di balik dinding tepat disamping kediaman Orlando. Matanya mengarah pada CCTV yang di pasang di dua titik tepat di pintu utama. Beruntung Ia masuk dan bersembunyi dibalik mobil tadi.


"Luar biasa rumah ini sekarang di jaga, apa mereka sengaja menunggu kedatangan Loyisa?" Ethan mengedarkan pandangannya, mencari sela agar bisa masuk ke rumah itu. Bagaimana pun Ethan harus menyelamatkan Loyisa.


"Rumah ini begitu besar, pasti ada jalan bisa masuk ke dalam."


Ketika ingin melangkah, Ethan terkejut dengan sosok yang sangat dikenalinya.


"Kendrick?" Wajah Ethan mengerut. " Apa jangan-jangan Kendrick adalah mafia?"


Ethan mengikuti pergerakan Kendrick, sepertinya ia kembali masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman Orlando. Sekarang hanya ada dua orang yang berjaga disana.


Di sebuah dapur yang sedikit gelap, Loyisa mengendap-endap mencari jalan keluar. sesekali matanya dengan melirik ke kiri dan ke kanan ia lakukan untuk menghindari musuh. Kebaikan selalu berpihak kepadanya. Beruntung mereka tertidur dan ia bisa keluar dari pintu rahasia. Loyisa tersenyum sinis. Dengan gerakannya tampak lincah. Loyisa dengan cepat berhasil keluar dari pintu pertama dan selangkah lagi menuju pintu belakang. Perjalanan pertama tentu harus dilakukan dengan sangat hati-hati, bukan? Loyisa menyeringai. Ia tersenyum jahat. Dokumen yang di carinya akhirnya ketemu. Ia menyimpannya di pinggang.


Namun naas bagi Loyisa tiba-tiba saja dapur yang tadinya gelap dan hanya tertimpa segaris cahaya dari lampu ruang di sebelahnya menjadi terang-benderang, berbarengan dengan suara “klik” yang sangat singkat dan mengejutkan. Loyisa kaget, reflek duduk dan bersembunyi di balik meja.


Loyisa mendengar langkah kaki seseorang yang memasuki area dapur, memutar keran wastafel dan kembali mengagetkannya. Ia menutup mulutnya. Namun Loyisa tetap diam di dalam sana. Jangan sampai ia persembunyian di ketahui.


Keran mati dan dapur kembali sepi, begitu juga dengan lampu yang padam sesaat setelah orang tersebut berlalu dengan langkah yang sama dengan sebelumnya. Loyisa diam beberapa saat, masih menunggu hingga kondisi benar-benar aman. Akhirnya Loyisa berhasil keluar. Ia kembali melangkah pelan dan terus berjalan. Namun terdengar suara membuatnya menghentikan langkahnya.


" Akhirnya kau keluar juga gadis tengik..."


Loyisa berbalik pelan dan melihat dua lelaki tertawa jahat dengan tangan bersedekap.


Ia memutuskan untuk diam sesaat dan memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk bisa selamat dari dua lelaki itu. Loyisa mengigit bibirnya dengan menaikkan alisnya setengah dan tersenyum sinis.


"Kau berusaha kabur akan ku tembak kau!" Salah seorang pria mengacungkan senjata kepadanya.


Loyisa reflek mengangkat tangannya. Ia tetap diam di tempat dan memikirkan apa yang harus ia lakukan. Salah satu lelaki mendekati Loyisa. Meskipun begitu Loyisa tetap waspada untuk menghadapi serangan lawan.


Loyisa tersenyum jahat, ketika lelaki itu datang ke arah depan. Gerakkan tangan Loyisa ke depan dan buat kepalan tangan di depan panggul sehingga tercipta sebuah ruang, Loyisa menggunakan dahi dengan menekan hidung lawan sekeras mungkin. Dan Aaaaahhhh...Loyisa menggunakan lututnya untuk menekan selangkangannya.


Aaahhhh Lelaki itu meringis kesakitan. Ketika lelaki ingin mengarahkan tembakan. Loyisa memutar tubuhnya dan menendang pria itu sampai mematahkan tulangnya, pria itu tersungkur hanya mendapat dua kali tendangan dari Loyisa. Ia dengan cepat mengambil pistol yang terlempar tidak jauh darinya.


Ethan terbelalak ketika melihat aksi dari Loyisa. Ia masih terkejut dan sangat terkejut. Ethan mengatur napasnya. Dia sendiri saja tidak sehebat Loyisa. Ia masih melihat tindakan apa yang akan dilakukan Loyisa.


"Ini awal pemula untuk membalaskan kematian orangtuaku." kata Loyisa menodongkan senjata kepada ke-dua pria itu dan....


DOR DOR...


Dua peluru melayang ke tubuh ke dua pria itu, tepat sasaran pas mengenai jantungnya.


Ia kemudian berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan rumahnya, agar orang tidak mengetahui keberadaannya. Loyisa menggunakan plat nomor palsu agar identitasnya tidak di ketahui. Dengan kecepatan penuh ia melarikan mobil meninggalkan tempat itu. Sementara Ethan berteriak memanggil Loyisa tidak berhasil. Ia masuk ke dalam mobil dan mengejar Loyisa.


🍂


🍂


BERSAMBUNG


.


.


.


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌


💌 BERIKAN VOTEMU 💌


💌 BERIKAN BINTANGMU💌