Retaliation

Retaliation
Serangan-serangan Loyisa



๐Ÿ’Œ RETALIATION ๐Ÿ’Œ


ย 


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


๐Ÿ€ HAPPY READING ๐Ÿ€


Beberapa kali Loyisa terjatuh karena mendapat serangan mendadak, ia sampai tersungkur. Ia berusaha bangkit dan mengumpulkan kekuatannya kembali. Ia menatap tajam ke arah pria itu. Sebelum pria itu menarik pelatuk, dengan cepat Loyisa maju dan โ€˜jebreeettttโ€™. Ia melakukan tendangan T nya ke arah dada dan bagian perut. Pria itu tidak menangkisnya dan membuatnya terjatuh begitu saja. Loyisa bertambah semangat dan mengambil pistol dan menyelipkan di pinggangnya. Dia masih ingin bermain-main dengan ke-dua pria ini. Terlalu cepat baginya mengantar mereka ke neraka. Namun sebelum itu. Loyisa mengarah kan tembakan ke arah kamera CCTV. Dia tidak ingin Carlos tahu, bahwa ia masih hidup. Dua peluru keluar dari sarangnya dengan baik. Hingga membuat Ethan yang bersembunyi harus menutup telinganya. Karena kamera CCTV dekat dengan persembunyiannya.


Aaaarrggg dalam keadaan marah, pria itu membalasnya dan memberikan tendangan T juga tetapi Loyisa berhasil menangkap dan pria itu terjatuh. Loyisa tersenyum kecut dan matanya terus mengunci pergerakan pria itu.


Dengan sorot mata yang tajam Loyisa dapat merasakan jika mental pria itu menjadi ciut. Loyisa jaga jarak dan tersenyum menyeringai. Ia mengusap darah yang ada di bibir karena pria itu berhasil memberikannya bogem mentah ke pipinya dan membuat bibirnya sobek. Namun Loyisa dapat menahan kesakitan itu. Ini baru awal pertarungan yang menarik untuk membalas kan dendamnya. Loyisa masih bersemangat. Walau ia wanita tapi Loyisa sudah melakukan tehnik belajar menembak dan latihan membela diri selama di desa Woodstock. Semua tehnik memukul ia pelajari dengan baik.


"Siapa kau? " Tanya pria itu berusaha bangkit dan menyentuh bagian dadanya.


"Kau mau tahu siapa aku? Hahahaha " Loyisa tertawa jahat. "Nanti kau tahu siapa aku, setelah kematian menjemput mu." Kata Loyisa kembali menyeringai tajam.


"Dasar sampah tengik." Pria itu kembali maju dan menggeram untuk menghabisi Loyisa.


Pria itu datang kepadanya dengan agresif ingin membunuh Loyisa. Ia melancarkan beberapa pukulan jabs yang kuat, namun juga dibalas loyisa dengan menggunakan pukulan elbow. Loyisa dapat menghindari pukulan itu dengan baik.


Hingga akhirnya Loyisa berhasil membuat bagian kanan wajah pria itu terluka dan berdarah. Ia terus memberikan serangan dengan kembali dan tidak berpikir panjang lagi Loyisa langsung mengalahkan pria itu dengan cara sadis yakni melakukan kuncian armbar. "Wow" Loyisa mengeluarkan suara kemenangan. Pria itu tidak berdaya. Loyisa tersenyum puas, ternyata pukulan tinjunya semakin baik.


Teknik Armbar di lakukan Loyisa karena tehnik ini ia pelajari untuk menyerang dalam bagian sendi siku. Jika lawan sudah terkena kuncian ini, maka biasanya mereka sulit melakukan perlawanan dan akhirnya menyerah dan bisa membuat siku terlepas.


Namun tiba-tiba ia mendapat serangan dari belakang yang di lakukan lawannya yang satu lagi. Ia hampir saja tersungkur. Loyisa dapat menyeimbangkan tubuh nya dengan baik.


Ethan masih shock, mulutnya terbuka dan matanya terbelalak ketika melihat aksi dari Loyisa. Ia masih terkejut dan sangat terkejut. Sungguh saat ini pria ini seperti menyaksikan film laga di bioskop dan seperti menyaksikan pertandingan tinju. Sungguh benar-benar nyata. Ethan mengatur napasnya karena belum percaya. Loyisa ia kenal dengan gadis lemah lembut. Hebatnya ia dapat menyimpan semuanya dengan rapi, sudah berapa tahun ia mengenal Loyisa, tapi Ethan benar-benar tidak tahu. Dalam benak Ethan. Kapan Loyisa belajar melakukan tehnik bela diri ini? Dari yang ia lihat tadi. Semua tehnik memukul, ia lakukan dengan baik. Dia sendiri saja tidak sehebat Loyisa. Ia masih bersembunyi dan masih menunggu tindakan apa yang akan dilakukan Loyisa.


Loyisa berbalik dan menatap pria itu dengan sinis. Jelas sekali jika pria itu marah karena melihat temannya tidak berdaya hanya karena seorang wanita.


"Kau ingin benar-benar mati ya?" Sengit pria itu dengan sorot mata iblisnya.


"Apa aku tidak salah dengar? aku rasa kau lah yang akan mati malam ini pria brengsek."


"Hahahaha..." Pria itu tertawa. Ia merasa terhina mendengar kata kata itu.


"Apa kau siap?"


"Aaarggghh...." Pria itu begitu marah mendengar tiga kata yang di ucapkan Loyisa."Mati saja kau..." Geram pria itu dengan sangat marah.


Pria itu berhasil menendang Loyisa dua kali dan memeluk Loyisa dari belakang dengan niat membanting tubuh Loyisa. Namun dengan cepat Loyisa membentur kan kepalanya ke belakang untuk menyerang hidung penyerang dengan serudukan kepala. Tengkorak Loyisa yang lebih keras, mampu membuat hidung penyerang dan itu bisa menyebabkan cedera yang cukup mencengangkan.


"Sempurna..." Dengan hanya melakukan itu, tubuhnya terlepas dari pria itu.


Loyisa tersenyum dengan seringai iblisnya. ia memang sengaja mengincar pangkal hidung karena serangan ke daerah itu adalah yang paling menyakitkan. Loyisa ingin saja tertawa karena melihat pria itu kesakitan dan hidungnya mengeluarkan banyak darah.


" Aaahhhhh " Masih sangat jelas erangan kesakitan itu ia dengar dan membuatnya lebih bersemangat lagi.


Sebelum pria itu melakukan tindakan pembalasan. Loyisa menendang kakinya dengan paksa di sepanjang tulang kering penyerang. Ini juga pilihan yang amat baik untuk menendang tulang keringnya. Dan Loyisa kembali memutar tubuhnya sampai ia sedikit melompat dan dengan gerakan cepat ia menendang bagian dada pria itu sampai membuatnya memuntahkan darah. Dan....


BRUKKK!


Pria itu terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Hidung dan mulut berdarah. Kaki sakit tentu membuatnya tidak bisa melakukan perlawanan kembali. Ethan masih tertegun di balik persembunyiannya. Jika saja ia sedang di depan televisi. Ia akan bertepuk tangan dan merasa ikut bahagia karena seorang wanita berhasil melumpuhkan lawan. Namun untuk saat ini, ia tidak ingin Loyisa tahu keberadaannya. Loyisa mampu melindungi dirinya dengan baik. Ethan salah menilai wanita kuat ini. Ia tersenyum tipis. Seakan ikut merasa bahagia karena Loyisa bisa melawan dua pria mafia yang terkenal kejam itu.


Loyisa berjalan dan mendekati dua pria itu. Yang satunya pingsan dan pria yang satunya mengerang kesakitan. Loyisa tersenyum sinis sambil mengangkat setengah alisnya lebih tinggi.


"Ini awal pemula untuk membalaskan kematian orangtuaku." kata Loyisa menodongkan senjata kepada pria yang merintih kesakitan.


"Jangan tembak, aku mohon."


"Apakah waktu orangtuaku mengatakan itu kalian berbelas kasihan untuk mendengar mereka memohon? Bahkan sampai mommy ku menangis dan kalian memperkosanya." Teriak Loyisa dengan emosi jiwanya. Loyisa membangkitkan ingatan itu lagi. Ia sampai menggertak giginya karena menahan geram.


"Tapi aku tidak terlibat dalam hal itu. Aku mohon kasihani aku. Istriku lagi hamil dan sangat membutuhkan aku." pinta lelaki itu memohon.


"HAHAHAHA" Loyisa tertawa. Ia kembali menyeringai tajam. "Tapi kau anak buah Carlos brengsek. Aku tidak perduli dengan istrimu yang hamil. Yang jelas aku ingin menghancurkan Kartel Eagle. Kau tahu itu? dan malam ini kau akan mati." Desis Loyisa dengan tatapan kebencian.


"Jangan...jangan mohon..." ucap pria itu ketakutan.


Loyisa tersenyum sinis, matanya memancarkan sorot tajam. Ia perlahan-lahan mengangkat tangannya dan mengarahkan pistolnya tepat ke dada pria itu, dengan seringai iblis ia menarik pelatuk nya. Dan....


DOR DOR ...


Dua tembakan berhasil keluar dengan sempurna, tepat bersarang di jantung pria itu. Melihat temannya mulai bergerak sadar. Loyisa kembali mengarahkan pistolnya dan terdengar suara tembakan yang membuat Ethan diam terpaku di tempatnya. Sungguh ia tidak menduga Loyisa melakukan itu. Ia benar-benar shock.


Loyisa tersenyum kembali, dua peluru kembali melayang ke tubuh ke dua pria itu. Tepat sasaran pas mengenai jantung dan kepalanya.


"Pergilah ke neraka. Kalian masuk ke kartel Eagle berarti siap mati. Aku akan sampaikan kepada istrimu agar mengiklaskan kepergian mu dan merawat anakmu dengan baik. Oke nikmati penderitaan mu di neraka.." Kata Loyisa dengan tatapan iblisnya.


Setelah mengatakan itu, Loyisa kemudian berlari dengan sekuat tenaga meninggalkan rumahnya, agar orang tidak mengetahui keberadaannya. Loyisa menggunakan plat nomor palsu agar identitasnya tidak di ketahui. Dengan kecepatan penuh ia melarikan mobil meninggalkan tempat itu.


Sementara Ethan sudah sadar penuh dengan apa yang baru saja di lihatnya. Ia berlari mengejar dan berteriak memanggil Loyisa,namun tidak berhasil.


"Lysa....? Lysa...?" Teriak Ethan terus memanggil namun tidak berhasil. Ia melihat mobil Loyisa pergi dengan kecepatan penuh. Ethan mengusap wajahnya dengan kasar.


Tanpa pikir panjang, Ethan dengan terburu-buru masuk ke dalam mobil dan mengejar Loyisa. Semoga saja ia menemukan Loyisa. Namun selama di perjalanan ia tidak menemukan mobilnya. Hingga Ethan tiba di rumah. Loyisa belum juga kembali. Ethan mengembuskan napasnya dengan kasar. Bagaimana ia tidak bisa bertemu dengan Loyisa tadi? Ethan hanya bisa menunggu sampai Loyisa kembali. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


BERSAMBUNG


.


.


.


๐Ÿ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU๐Ÿ’Œ


๐Ÿ’Œ BERIKAN VOTEMU ๐Ÿ’Œ


๐Ÿ’Œ BERIKAN BINTANGMU๐Ÿ’Œ