Retaliation

Retaliation
Mengurung diri di kamar



πŸ’Œ RETALIATION πŸ’Œ


Β 


πŸ‚


πŸ‚


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


DUA HARI KEMUDIAN.


Loyisa tidak masuk ke kantor dan hanya mengurung dirinya di dalam kamar. Ia bahkan tidak mengaktifkan handphonenya. Loyisa masih butuh waktu sendiri. Axel bahkan datang ke apartemennya. Untuk menanyakan keadaannya. Namun Loyisa memilih tidak Ingin bertemu. Ia masih shock dengan semua ini. Kejadian itu membuatnya lemah. Loyisa ingin bangkit dan membalaskan dendamnya atas kematian orangtuanya.


Loyisa mengingat kembali kejadian itu. Saat itu badai salju benar-benar menghantam kota New York. Dingin dan beku seakan menjadi saksi kepedihan hati Loyisa kehilangan keluarganya. Air matanya saja tidak bisa menghentikan waktu itu. Saat itu, tepatnya delapan tahun yang lalu. Loyisa menangis sejadi-jadinya dan sering mengalami mimpi buruk. Tapi benar, keadaan tidak bisa dikembalikan lagi. Separuh Jiwanya seperti pergi meninggalkan raganya. Apalagi mengingat bagaimana raungan pilu tangisan mommynya. Rintihannya mengiris hati Loyisa.


β€˜β€™Mommy saat itu aku tidak kuat untuk hidup.” Loyisa mengatur napasnya dan berusaha menenangkan dirinya agar tidak mengingat kejadian itu.


Loyisa masih mengurung diri di kamar dan tetap diam. Mengutuk diri. Mengutuk sekitar. Mengutuk keadaan. Pikiranku kacau, semua perasaan campur aduk. Sedih, marah, kecewa. Benci adalah kata yang tepat, tapi ia bingung kepada siapa. Mungkin kepada dirinya sendiri. Saat itu Loyisa ia mencari pelaku yang memiliki tato naga, sampai menimbulkan kekacauan yang terus menjelma menjadi benang kusut yang tak kunjung terurai.


Tapi sekarang segala doanya terjawab sudah, pencariannya sekarang berhasil, walau cara ini akan membuat semua orang terluka. Loyisa menatap ke arah luar jendela. Menarik napasnya lalu mengembuskannya sekaligus. Cara terbaik untuk memenangkan hatinya.


Sementara Ethan mondar-mandir di depan kamar Loyisa sambil memegang baki di tangannya. Ia diam, tak lama kemudian berjalan lagi. Ini adalah hari ke dua Loyisa tidak masuk kerja. Hatinya tidak tenang dan juga bingung melihat sikap Loyisa yang tiba-tiba berubah. Kapan ditanya Loyisa memilih diam, mengurung diri di kamar dan memilih tidak keluar lagi. Untuk makan saja, ia butuh waktu untuk menghabiskannya. Loyisa sama sekali tidak berselera dan ujung-ujungnya ia memilih memilih meninggalkan meja. Ia lebih tepatnya dikatakan seperti wanita di pecat atau lebih parahnya putus cinta. Loyisa benar-benar tidak ada semangat hidup.


Tok! tok! tok!


"Loyisa," Panggil Ethan mengetuk pintu kamar Loyisa dengan pelan.


Belum ada sahutan dari dalam, Ethan kembali mengetuk pintu itu. "Loyisa, apa aku bisa masuk? Aku membawakan spring roll keju untukmu."


Loyisa hanya tersenyum samar, lalu menarik napasnya dengan singkat. Ia lalu bangun dari duduknya untuk membuka pintu kamar. Raut wajahnya kusam, matanya sembab, rambutnya acak-acakan. Ia seperti bukan Loyisa yang dikenal Ethan yang pemberani.


"Lihat, aku membawakan makanan ringan untukmu. Aku lihat beberapa hari ini kau tidak napsu makan Loyisa. Jadi aku membelinya."


"Terima kasih kak." ucapnya datar dan mengambil baki itu dari tangan Ethan dan duduk di sisi ranjang.



"Hmmm.. kau bisa rasakan aroma kejunya yang menyergap indera penciuman. Benar-benar membius pikiran untuk cepat-cepat menikmatinya. Kau harus habiskan Loyisa. Jadi Makanlah!" ucap Ethan tersenyum sambil lembut kepada Loyisa.


Loyisa tersenyum kecil sambil memandang ke arah Ethan, lalu menatap baki yang berisi spring roll keju yang enak. Tapi ia sedikit pun tidak menyentuhnya.


Ethan mengerutkan keningnya, "Kau tidak suka? Aku mengantri panjang di restoran Cafeteria, Seventh Ave, Chelsea, Manhattan agar bisa mendapat macaroni dan spring roll keju ini." Kata Ethan tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya. Ia mengambil satu dan memberikan kepada Loyisa. "Makanlah sayang, kau tahu hatiku sakit jika melihatmu seperti ini." lanjut Ethan dengan suara terendahnya.


Loyisa mengangkat wajahnya dan kembali menatap Ethan. Ia segera mengambilnya dari tangan Ethan. "Maafkan aku sudah membuatmu khawatir."


"Ehmm, jika kau tidak ingin aku mencemaskanmu. Kau harus makan, habiskan semuanya."


Loyisa terkekeh, lalu mengangguk. "Aku akan memakannya kak." ucapnya memasukkan spring roll ke dalam mulutnya.


Ethan menatap lurus dan membiarkan Loyisa menikmati makanannya. Ia menarik napasnya dalam-dalam dan berucap lembut. "Loyisa? apa ada yang mengganggu pikiranmu? Apa sesuatu terjadi di kantor CityGroup? katakan padaku, jika ada pekerjaan yang memberatkanmu, aku pasti membantumu."


"Tidak ada masalah kak." jawab Loyisa.


"Tidak ada masalah? Karena yang aku lihat, sejak kau kembali dari kantor. Kau mengurung diri di kamar dan tidak mau makan."


"Loyisa, lihat aku!" Ethan menangkup ke dua pipi loyisa.


Loyisa mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke mata Ethan. Lelaki yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Lihat, kau tidak seperti wanita yang aku kenal Loyisa, kau berantakan. Kau bisa ceritakan kepadaku?" tanya Ethan lagi. Ia tahu Loyisa dan cukup mengenal siapa wanita yang duduk di depannya itu. Jika Loyisa diam, itu sama artinya dia menyimpan beban yang cukup berat.


Loyisa menggeleng dengan pandangan nanar, saat ini ia belum siap mengatakannya kepada Ethan. Hatinya bingung dan kalut.


"Apa kau merindukan keluargamu lagi?"


Loyisa menggeleng lemah. "Tidak kak."


"Apa kau mimpi buruk?"


"Tidak juga." Jawab Loyisa pelan.


"Jadi apa yang mengganggu pikiranmu? Jawab aku Loyisa, jangan buat aku khawatir! Setidaknya aku bisa membantumu."


"Kak, aku tidak apa-apa. Aku hanya butuh istirahat karena tidak enak badan, itu saja kak."


"Kalau begitu kita ke dokter." Ethan langsung bangun dari duduknya dan memegang tangan Loyisa.


Loyisa menggeleng lagi dan melepaskan tangannya dari Ethan. "Aku tidak perlu ke dokter kak. Jika aku sudah istirahat cukup, nanti akan baikan sendiri."


Ethan menarik napas dalam-dalam, memilih duduk kembali dan menghadap ke arah Loyisa."Aku cukup mengenalmu Loyisa dan aku tahu kau menyimpan sesuatu dariku."


Loyisa hanya diam, tidak menjawab.


"Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Mungkin kau butuh waktu untuk sendiri. Aku harap besok, kau bisa ceritakan semuanya kepadaku. Kau mengerti?"


Loyisa mengangguk dan tersenyum kecil. "Terima kasih atas pengertiannya kak."


Ethan membalas senyuman itu. Ia memegang ke dua sudut bahu dan menatap Loyisa semakin dalam. Ethan mendekat dan mencium kening Loyisa cukup lama. Saat itu juga reflek Loyisa menutup matanya. Ia merasakan bibir lembut itu menyentuh keningnya. Tanda kasih sayang Ethan kepadanya. Ia melepaskan ciumannya dan menatap Loyisa. Perlahan-lahan Loyisa membuka matanya kembali


"Istirahatlah," ucapnya memberi usapan di bahu Loyisa dan segera bangun dari duduknya.


Loyisa mengangguk dengan tatapan nanar. Perasaannya begitu terharu. Karena mendapatkan cinta setulus ini. Ethan melangkah keluar dan menuntut pintu itu kembali. Saat itu juga Loyisa menarik napasnya yang terbata-bata. Matanya seketika berkaca-kaca. Hidungnya perih dadanya sesak.


"Maafkan aku Ethan, besok atau lusa. Kau akan terluka karena aku. Tapi percayalah cintaku tulus hanya untukmu." Ucap Loyisa menangis. Air bening itu tumpah lagi. Menggambarkan betapa sakit hatinya. Ia sudah memikirkan rencana untuk menghancurkan mereka yang telah membunuh orang tuanya. Loyisa sudah siap dan harus masuk ke kandang mangsanya. Ia sudah mantap dengan pendiriannya.


Meski pun Loyisa berjalan dengan anggun, ia memiliki raungan yang kuat untuk mengalahkan musuh. Wanita yang sehat sama seperti singa, kekuatan hidup yang kuat, pemberi kehidupan, sadar teritorial, sangat setia, dan intuitif bijak. Ini adalah prinsip Loyisa. Kini musuh sudah di depan mata. Ia harus lebih kuat lagi untuk menjatuhkan mereka, Ia harus menunjukkan kepada mereka bahwa Loyisa cukup kuat untuk bangkit. Wanita yang pernah di buang dan kehilangan orang-orang yang disayanginya.


BERSAMBUNG


❣️ Maaf ya readers tersayang terkadang terlambat ngirimnya, banyak kesibukan di dunia nyata πŸ˜‚πŸ˜‚ Semoga tetap suka dengan karya saya ya. Salam sehat selalu πŸ€—πŸ€—πŸ€—


❣️ Tinggalkan jejak kalian agar aku tahu kehadiran kalian di sini 😍😘


❣️ Yuk...yang belum mampir ke novelku Mafia Berhati malaikat, bisa langsung klik profil ku yang sayang-sayangku. πŸ₯°


TERIMA KASIH πŸ™


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMUπŸ’Œ