
๐ RETALIATION ๐
ย
๐
๐
๐ HAPPY READING ๐
Anak buah Carlos langsung menyapa tuannya seraya membungkukkan badannya ketika Tuan nya memasuki ruangan tersembunyi di bawah tanah. Ia tersenyum duduk di kursi kekuasaannya dengan cerutu yang masih menempel disela bibirnya. Ia puas dengan hasil kerja anak buahnya, Carlos tidak meragukan lagi.
Anak buahnya berhasil melakukan penyeludupan senjata api, minuman keras dan narkoba.
Demi menjaga keuntungan, Carlos juga kerap bekerja dengan mafia lain. Bahwa kemudian sengketa teritorial kerap terjadi antar mafia, mereka anggap itu merupakan bagian kecil dari bagaimana bisnis mereka bekerja. Untuk mencapai keuntungan bersama. Para pemimpin mafia selalu mengedepankan konsep sepakat sebelum atau sesudah jika pertikaian terjadi. Negosiasi dan teror, kartel Eagle cenderung mudah menempuh jalan pintas dengan kekerasan. Selain itu, mafia juga amat mengutamakan anggota yang kuat.
" Tuan ! sepertinya salah satu anak buah kita kembali berkhianat. Dia menjadi mata mata dan memberikan informasi kepada musuh." kata Marvel masih berdiri di posisi berdiri menghadap tuannya.
Carlos menghisap cerutu mahalnya dan membuang asapnya, ia mencerna semua perkataan Marvel.
Carlos dikhianati? tentu membuat pria itu akan murka. Dia akan menghabisinya tiada ampun. Carlos akan membunuh dengan keji, agar anak buahnya tidak berani untuk mengkhianatinya. Carlos melakukan dengan cara menusuk memakai tongkat pemecah es sebanyak 32 kali. Setelah itu, mayat diikat di mobil dan ditenggelamkan ke dalam Danau . Pembunuhan itu dilakukan bagi siapa yang telah berkhianat dan berbisnis demi keuntungan pribadinya.
Carlos tersenyum miring, ternyata masih ada yang berani menghianatinya, sepertinya tangan ini sudah panas menghabisi nyawa orang yang mengkhianatinya.
" Bagaimana dengan Seka? apakah dia sudah dihabisi? " kata Carlos dengan tatapan dingin dan kaku. Wajahnya menunjukkan kilatan marah. Seka adalah salah satu anak buahnya yang berhasil tertangkap camera cctv-nya karena melakukan transaksi kepada musuh Carlos.
" Seka sudah dibunuh salah satu anak buah handalan kita Tuan, mereka menggunakan topeng ketika seka sedang makan di restoran ternama. Ia ditembak hingga sembilan kali menggunakan senapanย . Salah satu peluru dengan tepat mengenai mata kirinya hingga berlubang. Seka langsung tewas pada saat itu, mayatnya dibiarkan begitu saja karena petugas pada saat itu sedang patroli. "
" Sangat disayangkan harusnya tubuh seka diberikan untuk santapan singa. " ucap Carlos tersenyum miring namun kata katanya terdengar sangat misterius.
HAHAHAHA
Terdengar tawa carlos menggema diruang bawah tanah, menyeramkan dan bagi siapa yang mendengarnya akan bergidik.
" Bagaimana Kendrick, apa pergerakannya mencurigakan? "
" Seperti biasa ia menjemput Alexa tuan. Tidak ada yang mencurigakan." jawab Marvel tegas.
" Bagus, terus pantau dia. Jika ia berusaha menghianatiku, aku sendiri yang akan menghabisinya. " kata carlos dengan nada dingin.
" Baik tuan ! " jawab Marvel seraya menundukkan kepalanya.
" Sekarang kita pergi." Carlos sudah bangkit, tapi tidak dengan Marvel, lelaki kepercayaan Carlos itu hanya diam tidak bergeming. Carlos menghentikan langkahnya.
" Kenapa Marvel, apa ada yang mengganggu pikiranmu? " Kata Carlos memicingkan matanya menatap Marvel.
" Maaf tuan, Axel ingin bertemu dengan anda. " Kata Marvel akhirnya. Ia menundukkan kepalanya. Carlos berdecak kesal, ia menatap tajam ke arah Marvel.
" Aku tidak ingin bertemu dengannya Marvel, masa hukumannya belum selesai. "
" Tapi tuan, ada hal yang ingin disampaikannya." kata Marvel sedikit berani.
Carlos membuang napasnya, " Suruh dia datang dan temui aku di kantor. " akhirnya Carlos memutuskan bertemu dengan anaknya.
Terdengar Marvel bernapas lega. Walau bagaimanapun mereka harus bertemu, sudah lama Carlos memberikan hukuman kepada anaknya.
โญโญโญโญโญ
Kendrick melangkah memasuki cafe lalo, ia ingin menagih janji seperti yang dijanjikan wanita yang pernah dibantunya tempo dulu.
Kendrick mengedarkan pandangannya, mencari cari sosok yang pernah ditemuinya.
" Selamat siang tuan, anda mau minum apa? " tanya seorang penjaga cafe kepada Kendrick, lelaki yang sedari tadi berdiri didepannya dan hanya diam tidak memesan apapun.
Kendrick tersentak dari lamunannya. Ia tidak tahu siapa nama wanita yang pernah ditemuinya. Kendrick nampak bingung mau memulai dari mana.
" Maaf tuan, jika anda masih berpikir silahkan duduk di sana." Pelayan cafe itu menunjuk salah satu kursi kosong disebelah kanannya.
" Dibelakang anda masih banyak yang antri dan mau memesan juga tuan. " Sambung pelayan itu dengan nada sopan.
" Maaf, saya ingin mencari seseorang ."
" Namanya siapa tuan? " kata pelayan mulai sedikit kesal.
" Saya lupa menanyakan namanya. "
Pelayan cafe nampak bingung, ia bahkan tersenyum melihat tingkah lelaki itu.
" Gimana ciri cirinya tuan, apa anda lupa juga? "
" Maaf saya lupa ciri cirinya nona. "
" Astaga tuan, kalau begitu silahkan duduk di sana tuan, saya tidak hanya melayani anda. " kata pelayan cafe mendengus kasar. Ia mulai jengah dengan sikap lelaki itu.
" Tampan tapi pelupa. Oh my God ! " kata pelayan berbicara pada dirinya sendiri. ia menggelengkan kepalanya.
Kendrick duduk disudut ruangan yang ada di cafe. Pelayan nampak kesal, sudah hampir sejam pria itu di sana. Namun tidak memesan apapun. Ia melangkah mendekati pria itu.
" Maaf tuan, sudah satu jam anda disini bahkan tidak memesan apapun. Cafe ini tidak menampung orang seperti anda yang hanya numpang duduk. Masih banyak ingin menggunakan tempat duduk ini. " kata satu pelayan menunjuk seorang wanita yang dari tadi berdiri tidak mendapat tempat duduk .
" Maaf, silahkan duduk! Saya akan pergi. " kata Kendrick akhirnya bangun dari duduknya.
" Benar benar pria aneh. " kata pelayan cafe dengan sinis.
Kendrick melangkah keluar, tanpa sengaja menabrak wanita yang asyik memeriksa ponselnya.
Kendrick terkejut, sudah sejam dia menunggu wanita yang berdiri didepannya namun ia dipertemukan diluar tempat parkiran.
" Benar benar Tuhan maha baik." Batin Kendrick dalam berbicara pada hatinya.
" Perkenalkan nama saya ELora." Ia mengulurkan tangannya kepada lelaki itu.
" Saya Kendrick..." jawabnya singkat.
" Senang bertemu dengan anda tuan, apakah anda kesini mau menagih utangku tuan? " kata ELora dengan senyum yang menggoda.
" Tentu tidak nona, saya hanya kebetulan melewati tempat ini."
" Silahkan masuk, Cafe ini adalah milikku tuan. Saya akan buatkan kopi yang enak seperti janji saya dulu dan sebagai tanda ucapan terima kasihku."
" Saya tidak bisa lama nona." kata Kendrick, ia melirik jam yang ada ditangannya.
" Sebentar saja, kalau anda sudah menikmati kopi buatanku saya yakin anda tidak akan mau pulang." kata ELora tersenyum lebar, ia menarik tangan Kendrick masuk kembali kedalam cafe .
ELora menempatkan lelaki itu duduk dibagian VIP cafe miliknya.
" El kamu kenal pria itu? " Kata Cherry mengernyitkan keningnya.
" Pria itu ? " tunjuk ELora. " dia yang pernah aku ceritakan dulu. " Sambungnya.
" Astaga, kamu serius? "
" Kenapa? " ELora menaikkan salah satu alisnya, menatap Cherry penuh selidik.
" Maaf, saya tadi mengusirnya. "
" Apa? " kata ELora terbelalak.
" Aku gak tahu kalau dia mencari kamu. Nama gak tau, ciri ciri gak tahu jadi aku mengusirnya. "
" Jadi dia mencari aku? " kata ELora tidak percaya.
" Benar, sudah satu jam dia menunggumu disini."
ELora tidak menjawab apa apa, ia kembali keruangan VIP cafe dan membawakan kopi buatannya. Namun sosok lelaki itu tidak ada. Ia mencari ke kamar mandi dan ke sudut ruangan lainnya, hasilnya sama tidak ada. ELora menemukan kertas diatas meja. Sepertinya Kendrick yang meninggalkan kertas itu.
" MAAF AKU TIDAK BISA MENIKMATI KOPI BUATANMU, ADA HAL PENTING YANG HARUS AKU KERJAKAN. "
ELora menarik napasnya dalam dalam, ia membuang napasnya lesu. ELora kembali melihat kertas yang ada ditangannya. Ada tertulis nomor handphonenya di sana.
Sementara Kendrick melajukan mobilnya membelah jalan, ia menancap gas mobilnya berlari mengejar waktu. Namun ditengah jalan, ia memicingkan matanya. Melihat mobil berhenti dipinggir jalan. Kendrick memarkir mobilnya dan keluar dari sana.
" Ada yang bisa saya bantu?" tanya Kendrick dengan ramah.
Ethan keluar dari bawah mobil, melihat lelaki yang menyapanya.
" Perkenalkan saya Kendrick." ia mengulurkan tangannya kepada Ethan.
" Terima kasih tuan, nama saya Ethan. Sepertinya saya memang membutuhkan bantuan anda." kata Ethan tersenyum.
" Ban mobil saya pecah. " sambung Ethan, ia mengeluarkan dongkrak mobil, kunci roda dan ban cadangan dari mobilnya. Kendrick langsung membantu pria itu.
" Sepertinya anda perjalanan jauh? "
" Saya datang dari desa Woodstock. " jawab Ethan dengan senyum singkat.
Kedua pria itu berbicara namun tangan mereka tetap bekerja. Kendrick mengendurkan baut, sebelumnya Ethan sudah membuka penutup lubang baut . Kendrick membuka penutup dengan obeng dan putar baut berlawanan arah jarum jam.
" Wah perjalanan yang sangat jauh dude ." kata Kendrick. Mereka sudah memasang ban cadangan yang dikeluarkan Ethan tadi.
" Saya lahir di sana dan dibesarkan didesa Woodstock. " sambung Ethan.
" Sudah Beres! " ucap Kendrick bangkit dan Ethan membereskan peralatan yang ia keluarkan tadi dan memasukkan kembali kedalam mobil.
" Terima kasih, kalau bukan bantuan anda mungkin sampai sore saya akan disini. " ucap Ethan terkekeh.
" Sama sama , kalau begitu saya permisi dude. " kata Kendrick pamit undur diri. Ia mengulurkan tangannya.
" Sampai bertemu kembali. " kata Ethan membalas tangan Kendrick.
๐
๐
BERSAMBUNG
.
.
.
๐BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU๐
๐ BERIKAN VOTEMU ๐
๐ BERIKAN BINTANGMU