Retaliation

Retaliation
Tidak adakah cinta?



πŸ’Œ RETALIATION πŸ’Œ


Β 


πŸ‚


πŸ‚


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


Namun tiba-tiba Axel membalikkan tubuh Loyisa dan menghimpit tubuhnya pada etalase yang ada di mall.


Loyisa begitu terkejut dan sangat terkejut dengan tindakan Axel. Ia menelan Salivanya, bagaimanapun kedekatan seperti ini membuatnya tidak nyaman. Sepersekian detik jantungnya berdetak semakin kencang membuat tubuhnya seketika terasa kaku. Axel tersenyum smirk, ia merasa terhibur melihat ekspresi Loyisa yang ketakutan.


Axel semakin mendekatkan wajahnya pada Loyisa, kedua sisi bibirnya naik keatas melihat Loyisa memejamkan kedua matanya.


" Loyisa.....! " Panggil Ethan dengan suara terendahnya. Ia melihat pemandangan yang tidak semestinya dilihat Ethan.


Ia mengepalkan tangannya, melihat kedekatan Loyisa dengan pria itu.


Loyisa langsung mendorong Alex dengan kasar ketika ia mendengar suara Ethan memanggilnya. Alex menyadari akan hal itu dan langsung membalikkan tubuhnya dan memandang kebelakang. Pria itu melemparkan senyumnya kepada Lelaki yang sedang berdiri tanpa ekspresi.


Loyisa tidak berani mengangkat wajahnya, badannya sekarang terasa kaku tak dapat bergerak.


" Kak! " Gumam Loyisa langsung berjalan menghampiri Ethan yang jelas-jelas menunjukkan sikap tidak sukanya kepada Alex.


Loyisa memegang tangan Ethan dan tersenyum kepadanya.


Alex menyadari bahwa lelaki itu tidak menyukai keberadaannya. Ia tersenyum smrik sambil mengangkat setengah alisnya.


" Dia orang yang pernah kuceritakan itu kak, hantu Casper. " Bisik Loyisa tepat ditelinga Ethan. Tubuh Ethan menegang, hembusan hangat dari Loyisa membuatnya merinding. Dengan susah payah Ethan menelan Salivanya.


Ethan tersenyum, debaran jantungnya semakin kencang, ia hampir tidak bisa bernapas. Loyisa menarik tubuhnya menjauh dari Ethan, membuat Ethan mendapat kesempatan untuk bernapas meski jantungnya memicu cepat.


Loyisa mengerlingkan matanya kepada Ethan memberi kode, Loyisa seperti mengatakan bahwa cerita tadi hanya rahasia antara mereka berdua. Ethan mengangguk pelan, ia mengerti dengan gestur tubuh Loyisa.


Sementara Alex semakin tertarik dengan Loyisa, ia tersenyum tipis memperhatikan gerak gerik yang dilakukan gadis itu. Ia sama sekali tidak perduli dengan keberadaan Ethan. Ia hanya fokus dengan Loyisa.


" Perkenalkan pak, ini adalah kakak saya Ethan dan dia adalah direktur tempat saya bekerja kak! " Loyisa mengulurkan tangannya kearah Ethan dan mempersilahkan mereka saling memperkenalkan diri. Alex tersenyum, mengulurkan tangannya, Ethan menyambutnya dengan tersenyum tipis.


Mereka saling berjabat tangan dan saling melemparkan senyum.


" Loyisa! bagaimana kalau kita makan? " ajak Alex menatap Loyisa lekat lekat.


" Maaf pak, saya tidak bisa. " Ucap Loyisa memaksakan diri untuk tersenyum. ia menolak ajakan direktur utama Citygroup dengan sopan.


" Sangat disayangkan, aku ingin mengajakmu makan bersama keluargaku dirumah."


" Saya pak? " tunjuk Loyisa ke dirinya sendiri. Ia terbelalak kaget.


Sepersekian detik Loyisa terkekeh mendengar kata kata bapak direktur utama itu, memangnya dia siapa ? sampai diundang ke acara makan direktur utama perusahaan ternama di New York. Sungguh jiwa Loyisa meronta-ronta. Ia mencoba mengembalikan seluruh kesadarannya. Dia hanyalah sebatang kara yang diambil keluarga Bernandus yang begitu baik, yang sampai sekarang ia tidak tahu harus membalas budi mereka seperti apa kecuali memberikan perhatian buat mereka. Tujuannya kembali ke new York hanya untuk membalaskan kematian orang tuanya. Sementara kakaknya sampai sekarang belum Loyisa temukan. dia sudah lima tahun berada di sini, namun jejak bertato kepala naga sampai sekarang belum tahu informasinya dimana. Membuat Loyisa Frustasi, kartel Eagle sangat pintar merahasiakan keberadaan mereka.


Loyisa kembali sadar dengan lamunannya. Ia kembali menatap Alex yang sepertinya masih menunggu jawabannya.


Sementara wajah Ethan berkerut, lelaki yang berdiri di depannya benar benar menunjukkan perasaannya sukanya kepada Loyisa. Tapi Loyisa tidak menyadarinya. Ia diam terpaku berdiri menatap lelaki itu tanpa ekspresi.


" Bagaimana Loyisa, ini tawaran terakhir buatmu. Aku mengundangmu makan malam atas nama perusahaan Citygroup. " Kata Alex berusaha meyakinkan Loyisa agar ia menerima ajakannya.


Loyisa meremas tangannya, tatapan Alex terlihat serius, ia sama sekali tidak terlihat bercanda.


Loyisa semakin gugup, ia melirik Ethan yang berdiri dengan tampang kaku. Loyisa kembali menunjukkan gestur tubuhnya agar Ethan bisa menolongnya.


" Hmmmm...Baiklah aku tidak akan memaksamu. " kata Alex tersenyum, namun diujung kalimatnya terdengar Kecewa.


" Maaf pak! bukan aku tidak mau, tapi saya kurang nyaman. Aku hanyalah karyawan biasa. Apa kata dunia nanti pak? sekali lagi, saya minta maaf pak! " Loyisa membungkukkan badannya seraya memberi hormat kepada lelaki pemimpin perusahaan ternama dikota New York .


" Oke, tidak masalah ! Tapi lain kali jika aku mengundangmu kau tidak bisa menolak lagi." Seringai Alex tersenyum penuh arti. Ethan hanya diam tak berkomentar.


Loyisa menggigit bibir bawahnya, memaksa wajahnya untuk tersenyum. Walau sejujurnya ia tidak nyaman dengan tatapan Alex.


" Kalau begitu saya permisi dulu. " kata Alex tersenyum smrik dan memandang Loyisa lekat lekat.


" Baik pak! Hati hati dijalan pak ! " Ucap Loyisa dengan cepat membungkukkan badannya seraya memberi hormat. Ia membiarkan lelaki itu berlalu meninggalkan Mall.


Huuuuu Loyisa akhirnya bernapas lega, ia menghembuskan napasnya lewat mulut mencoba menstabilkan napasnya. Ethan mengerutkan keningnya. Ia tersenyum smrik sambil mengangkat alisnya.


" Kenapa kau tidak ikut saja dengan lelaki itu? " Kata Ethan dengan nada mengejek.


" Kau tidak tahu, aku menolak karena gak nyaman kak. Kau benar benar lelaki tidak pengertian. " kata Loyisa mencubit lembut perut Ethan. Membuat lelaki itu meraung antara sakit dan geli.


" Kenapa menyalahkanku? " ucap Ethan menautkan kedua alisnya.


Loyisa mengerucutkan bibirnya, menatap sinis dengan wajah melengos tidak suka.


" Hei? lihat aku! Maksudmu apa Loyisa? aku justru kakak paling pengertian. " Kata Ethan menatap Loyisa seperti antara kakak dan adik tentunya.


" Sudah, Lupakan saja ! " Seru Loyisa melangkah ketika ia sudah selesai melakukan pembayaran.


" Kenapa tidak menggunakan kartu kreditku saja Loyisa. " kata Ethan mengikuti jejak langkah Loyisa sambil membawa paper-bag yang penuh ditangannya.


Loyisa menggeleng, " Sebelum aku menikah, segala keperluanmu aku yang mengurus kak. Aku sudah berjanji tidak akan menyusahakanmu. " Kata Loyisa mencubit pipi Ethan dengan gemas.


" Anggap saja ini caraku membalas semua kebaikan ayah dan ibu." Ucap Loyisa memeluk tangan Ethan. Mendengar itu, hati Ethan kembali berdesir. Kata kata itu sangat melukai perasaannya.


Tidak adakah perasaan cinta sedikitpun untuknya?


Mereka berjalan menuju pintu keluar langsung menuju basemen. Loyisa bergelayut ditangan Ethan sesekali mereka tertawa. Setelah menyimpan barang ke bagasi mobil. Ethan langsung membuka pintu mobil untuk Loyisa. Ethan berlari mengitari mobilnya. Ia langsung duduk di kursi kemudi. Tak butuh lama, mobil berwarna silver itu keluar dari Mall.


Sementara tidak jauh dari mereka, Alex tersenyum menatap kepergian mobil itu. Tidak tahu apa arti dari senyumnya. Ketertarikannya kepada Loyisa semakin dalam.


Ketika Alex sudah tertarik dan kagum sama seseorang. Ia harus bisa memilikinya dengan cara apapun itu. Semua wanita dia yakini akan takluk kepadanya. Namun tidak dengan Loyisa. Alex sadar, tidak mudah mendapatkan Loyisa.


Alex ingin memiliki Loyisa seutuhnya. Alex memang terkenal egois namun semenjak ia mengenal Loyisa ia berubah menjadi lelaki yang pengertian dan lembut. Alex masih butuh perjuangan keras untuk mendapatkan Loyisa.


πŸ‚


πŸ‚


BERSAMBUNG


.


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU