NEVER DEAD

NEVER DEAD
MENYELAMATKAN SEORANG GADIS



Beberapa saat sebelum terjatuh.....


Gadis yang tadi di tolong oleh Rian kini dalam masa pengejaran bang Joker yang sudah tak memakai topeng lagi.


Karna tak mampu berlari lagi, gadis itu tertangkap tepat berada di sisi dinding kaca lantai 47. Tepat di atas lantai di mana Rian dan kakek itu bertarung.


Karena aksi bang Joker terlalu banyak menarik perhatian, para penghuni yang ada di lantai tersebut jadi merasa kasihan dengan gadis yang di tangkap nya itu.


"Apa yang kalian lihat." Bang joker menggertak sambil menodongkan pistol ke depan dengan tidak tahu malu, di mana orang orang saat ini sedang menatap nya.


Orang ingin sekali menolong gadis itu, namun melihat pistol yang ada di tangan pria itu membuat mereka tak dapat berkutik.


Kemudian seorang pria berdiri, dia tampak nya orang yang sangat berpendidikan. Tatapan nya agak dalam, seperti memberi kesan beribawa di dalam nya.


"Apa yang kau inginkan dari gadis itu. Kenapa kau begitu kasar pada nya." ucap orang itu dengan dingin.


Bang Joker langsung kesal mendengar itu, ia langsung menodongkan pistol nya pada orang itu sambil berteriak.


"Memang nya apa urusanmu.!!!?"


Pria itu tetap tenang, menatap gadis berantakan yang ada di tangan nya. Saat ini gadis itu menatap nya dengan penuh harapan.


"Lepaskan gadis itu. Kau seharus nya tidak memperlakukan wanita seperti itu."


DOR.


Belum lama ia menyelesaikan kalimat nya, dia sudah di tembak mati. Sehingga para penghuni yang ada di tempat tersebut berteriak histeris. Mereka yang saat ini ingin menolong gadis itu jadi sangat ketakutan karena melihat kematian terpampang di depan mata.


"Hahahaha....."


Bang joker tertawa seperti orang gila setelah membunuh pria itu, seolah olah ketakutan mereka merupakan kepuasan tersendiri bagi nya.


Di saat ia sedang lengah, gadis itu menggigit tangan nya yang sedang membungkam mulut nya dari tadi. Hingga mengeluarkan darah yang sangat banyak.


"Aaaahk...." Bang joker meringis kesakitan.


"Berani sekali kamu menggigit tanganku." Ia berusaha menarik lengan nya, namun gadis itu tak mau melepaskan tangan nya begitu saja.


Ia tetap menggigit nya sekuat tenaga bahkan jika gigi nya terjebak dalam daging nya sekali pun.


Bang Joker pun meronta ronta sambil berusaha melepaskan tangan nya, ia mulai menggunakan segala cara. Memukul, menampar, bahkan menendang gadis itu di bawah kesaksian banyak orang di lantai tersebut.


Sampai sampai ia tak menyangka kalau ia sudah di luar batas dinding dan jatuh ke bawah.


"Apa." Bang Joker melirik ke bawah, tampak pemandangan ratusan meter terpampang di depan mata nya.


"AAAAAAAAHHHHH......."


"AAAAAAAAAHHHHH......."


Mereka berdua teriak bersamaan karena saking kaget nya.


PRAANGGK....


Di saat bersamaan. Di lantai bawah ada dua orang juga menerobos dengan paksa ke dinding kaca hingga kaca nya pecah. Dan dua orang itu terlempar ke sana.


"AAAAAAHHH......"


Mendengar suara itu aku berbalik, melihat dua orang sedang terjatuh tidak jauh dariku.


Tapi saat ini kakek itu menggenggam erat tubuhku, dan bahkan ingin memberontak. Seperti nya ia ingin menggunakanku sebagai pijakan nya untuk menyelamat kan diri.


Dalam sedetik aku menggunakan keterampilanku dalam akupuntur, ku tutup semua titik meridian nya agar tubuh nya tak bisa bergerak. Ia menatapku tak percaya, dengan cepat aku menendang nya mejauh dari hotel agar ia tak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri dan membuatku mendekat ke gadis itu.


Ku tangkap gadis itu, lalu menendang bang Joker yang juga tidak jauh dari nya hingga membawaku ke salah satu dinding kaca milik hotel.


PRAAAAANNNNGGKK......


Kami saling bertatapan cukup lama, jarak wajah kami cukup dekat. Hanya sekitar satu inci, bahkan bibir kami hampir bersentuhan.


Sampai terdengar suara teriakan histeris di sekitar kami, baru kami tersadar. Aku meringis kesakitan karena ia sedang memegang lukaku.


Ia terkejut dan menarik tangan nya dengan cepat. Mendapati lukaku yang begitu parah, ia tak bisa menahan tatapan ngeri. Dengan susah payah ia bangun dari tubuhku lalu terduduk di dinding. Menatapku dengan penuh makna.


Tapi sayang nya aku tak bisa apa apa, tubuhku tidak bisa bergerak lagi. Hanya menatap nya yang saat ini sedang berteriak meminta tolong kepada orang lain.


Perlahan penglihatanku jadi gelap, makin lama makin tak tahan menahan rasa kengantukanku. Setelah itu pandanganku gelap sepenuh nya.


Inilah akhir nya, sampai jumpa dalam 3 hari lagi.


_________


Dalam Lift.....


Park jung beserta ibu dan adik nya menggendong Taesik dan lainnya untuk di selamatkan secepat mungkin.


Ketika pinti lift terbuka, mereka sudah sampai ke lantai terbawah. Park Jung dan ibu nya berteriak meminta tolong untuk menyelamatkan remaja yang mereka bawa.


Seketika para petugas kesehatan datang menjemput mereka, memasukan mereka ke dalam mobil ambulan. Selain itu masih banyak orang yang berada di lokasi tersebut. Polisi, tentara, bahkan ayah Park Jung ada di sana. Ia datang menghampiri keluarga nya lalu memeluk mereka, bertanya apakah mereka baik baik saja.


Ibu dan anak itu menangis tersedu sedu, tak percaya kalau mereka akan selamat dari tragedi hari ini. Ayah nya mengelus ngelus kepala mereka dan berterimah kasih pada Park jung yang sudah berusaha menyelamatkan ibu dan adik nya sendiri.


Tapi Park Jung menggeleng gelengkan kepala nya, menatap 3 orang yang sudah di masukan ke dalam mobil ambulan dan mengatakan mereka lah yang sudah menyelamatkan ibu dan adik nya.


__________


Lantai 45....


Puluhan mayat berserakan di lantai bekas pembantaian yang di lakukan kakek tadi. Para polisi yang datang ke tempat tersebut tidak bisa menahan rasa mual mereka, bahkan bulu kuduk mereka berdiri. Menatap pemandangan mengerikan yang terpampang di depan mata.


Mereka berpikir, orang kejam mana yang sudah berbuat jauh seperti ini.


_________


Lantai 46.....


Sebuah ruangan yang terdapat banyak sekali kerusakan di dalam nya. Bukan hanya ruangan itu, ruangan lain juga mempunyai kerusakan yang sama. Tentu saja itu adalah bekas pertarungan antara Rian dan kakek itu sampai kedua nya berakhir dengan kematian.


Di dalam ruangan itu, seorang gadis kecil tergeletak di bagian pintu masuk dalam keadaan tak bernyawa lagi. Dia adalah Taeyun, adik dari taesik. Di mana Rian tidak mampu untuk melindungi nya dari terkaman kakek itu. Entah apa yang akan terjadi pada bibi dan paman nya jika mengetahui bahwa Taeyun tewas dalam insiden ini. Apalagi Taesik yang sudah berusaha semampu nya untuk menyelamatkan nya, namun masih tak sempat melihat dia untuk terakhir kali nya.


Tidak jauh dari sana, Rey juga terduduk di dinding dalam keadaan pingsan. Pertarungan nya tadi telah menyebabkan luka parah bagi tubuh nya dan harus menjalankan perawatan yang cukup panjang.


___________


Lantai 49.....


Di mana ketua anak buah pak Dongwon baru selesai menyiksa Jangyeon dengan tongkat bisbol di tangan nya.


Tubuh nya juga di penuhi banyak luka akibat bertarung dengan anak ini tadi. Dengan menyeka darah di hidung nya, ia pergi meninggalkan Jangyeon yang sudah terkapar di lantai dengan kaki nya yang patah bersandar di dinding dan luka memar juga memenuhi sekujur tubuh nya.


Pria itu menyuruh anak buah nya bangun, dan dengan cepat memerintahkan mereka semua untuk bergegas pergi. Sebelum pergi ia melirik dulu keadaan Jangyeon yang masih pingsan di sana dengan senyum sungging di wajah nya.


__________


Halaman belakang hotel......


Para warga di kejutkan dengan dua orang pria yang jatuh dari atas hotel. Tubuh mereka tidak bisa di identifikasi lagi, karena ketika jatuh dari atas, tubuh mereka langsung hancur seperti semangka. Kecuali tubuh sang kakek yang memang tidak utuh lagi namun masih bisa di kenali.


Para polisi berusaha menghentikan para warga yang ingin mendekat ke tempat kejadian tersebut. Apalagi para reporter yang dengan senang hati memotret kedua tubuh orang itu untuk di jadikan berita terpanas hari ini.


Hari ini, tepat nya tanggal 2 Desember 2023. Rian dan yang lainnya tidak sengaja menyinggung beberapa Crew yang menguasai kota ini.


BAGIAN 1: ......END.....