NEVER DEAD

NEVER DEAD
SI PENGGANGGU



Pertarungan kali ini seperti telah melibatkan hidup dan mati seseorang. Seperti itulah Jeongho, ia sekarang tak bisa lagi apa apa. Seluruh tubuh nya mati rasa, di injak dengan kuat. Rasa nya seluruh badan nya remuk dan sakit nya minta ampun. Kebetulan juga kepala nya menghadap ke arah gadis itu.


Saat ini gadis itu sedang berteriak ke arah nya dengan memanggil manggil nama nya. Entah kenapa, atau ia memang salah liat. Gadis itu menangis untuk nya, ia berpikir siapa dia sebenar nya. Kalau saja, gadis itu membuka masker nya pasti ia akan mengenali wajah nya jika memang mereka pernah bertemu sebelum nya.


Tidak lama ia berteriak, dua orang pria menangkap nya hingga ia tidak bisa lagi bergerak. Ia meronta ronta melepaskan diri namun tetap tidak bisa bergerak.


Jeongho ingin melihat nya sekali lagi, namun seseorang menginjak wajah nya dengan kuat hingga pandangan nya menjadi gelap dan akhirnya pingsan.


Dua orang pria itu membawa gadis itu ke hadapan bang Joker. Gadis itu tidak rela di bawa kehadapan nya, ia meronta ronta hingga tak mau berjalan. Tapi kedua pria itu malah mengangkat nya dan berusaha membawa nya ke sana.


"Ukh... lepaskan aku. Lepaskan aku." Teriak gadis itu sambil berusaha melepaskan diri.


Akhir nya mereka sampai di hadapan bang Joker, bang Joker tersenyum lalu maju kearahnya. Ia mencubit dagu nya dengan lembut sambil berkata.


"Gadis kecil, jujur saja kau keliahatan hebat pada saat pertarungan tadi. Aku penasaran seperti apa wajah mu."


Lalu tanpa menunggu lagi ia langsung membuka masker nya dengan kasar. Mata nya terbelalak saat melihat sebuah wajah seputih giok terpampang di mata nya.


Dua orang gadis yang di ikat di sana juga membelalakan mata nya. Seolah oleh tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Wajah yang mereka kenal ternyata berada di sini untuk menyelamatkan mereka. Tapi sayang mereka tak dapat berbicara karena di bungkam dan hanya bisa melihat dari jauh saja.


Meskipun gadis itu masih sangat muda namun kecantikan nya tidak kalah dengan artis yang ada di tv. Sangat cantik, namun karna di tutupi oleh topinya hitam nya kecantikan nya sedikit tertutup. Bang Joker juga melepaskan topi nya dengan pelan, tidak sepert tadi yang sangat kasar. Rambut panjang membentang dihadapan nya membuat hati bang Joker berbunga bunga.


Bahkan bang Joker sendiri terpesona menatap wajah nya hingga mata nya dan tak sedikit pun berkedip untuk nya.


Karena tidak senang di tatap seperti itu, gadis itu langsung meludahi wajah nya.


Bang Joker langsung tertegun saat di ludahi oleh nya, ia menyeka ludah yang ada di wajah nya. Bukan nya marah dengan tindakan itu, ia malah tersenyum puas pada nya. Seakan akan ia sangat senang di ludahi oleh seorang gadis seperti nya.


Adegan ini membuat orang yang melihat nya ingin muntah, menjijikan sekali. Bahkan gadis itu benar benar jijik pada orang di depan nya ini.


Tatapan menjijikan itu tampak nya sedikit menyinggung diri nya. Ia kemudian menampar dengan keras.


Plaaaak.....


Suara itu memecahkan ke heningan yang ada di ruangan itu. Karena tak ada perkelahian lagi makanya suara itu sudah di anggap besar. Tamparan itu hampir membuat nya jatuh, jika saja tidak ada yang memegang nya ia pasti sudah jatuh dari tadi.


"Kenapa kau menatapku begitu gadis kecil, apa kau tahu kehebatan paman ini. Tenang saja kok, awal nya memang sakit tapi lama kelamaan akan terasa enakan." Lalu ia menjambak rambut nya dengan kasar dan ingin mencium nya.


Namun gadis itu berusaha untuk menghindar, bagaimana pun ia tidak rela jika di perlakukan begitu. Bang Joker semakin kesal dengan tingkah gadis ini. Ia langsung mengengam pipinya dan berusaha menluruskan nya kedepan. Namun gadis itu masih keras kepala dan pada akhir nya ia di tampar lagi.


Plaaaak.....


Plaaaak.....


Plaaaak.....


Plaaak.....


Empat tamparan itu membuat gadis itu tidak berdaya lagi, darah menetes dari hidung dan mulut. Tapi ia masih bisa bertahan, sementara 3 wanita yang menonton itu tak bisa berkata kata lagi. Mereka dengan diam, melihat perlakuan itu.


Bang Joker mulai membuka resleting celana nya, berusaha menyodorkan nya pada gadis itu. Namun masih tetap, gadis itu berusaha menghindar. Sampai akhir nya tidak tahan lagi. Ia langsung membaringkan gadis itu kelantai, melebarkan ************ nya.


"Siapa yang berani menggangguku." teriaknya kesal. Tentu saja ia sangat kesal, ketika momen kesenangnya di ganggu oleh seseorang.


Ternyata itu Taesik yang sudah terbangun dari pingsan nya, ia langsung menarik kaki bang Joker keatas membuat nya seperti mengangkat anak kambing lalu melempar nya dengan keras ke dinding.


Bukhg.....


Bang joker mendarat di dinding dengan sangat menyedihkan sambil memegang dada nya.


Taesik berdiri dan menatap nya dengan tajam.


"Kenapa kalian sama saja. Apa kalian pikir harga diri wanita itu semuda itu." Teriak Taesik dengan marah.


Ketiga wanita yang di ikat di sana langsung tertegun bahkan gadis yang hampir di lecehkan tadi juga menatap nya dengan heran.


Dengan penuh darah, wajah Taesik tidak kelihatan lagi. Tapi jelas kalau ia sedang menangis, menahan rasa takut nya di depan semua orang ini.


Seseorang maju ke arahnya, Taesik gemetar hingga mundur beberapa langkah.


"Jangan mendekat, jika tidak....." ucap Taesik dengan tangan gemetar.


"Jika tidak apa, hah." ejek pria itu.


"Ji.....jika tidak, a..aku akan memukulmu sialan.!!!" Jelas sekali kalau Taesik ini mengumpulkan semua keberanian demi mengatakan ini. Yah jelas yang mendengar nya akan tertawa.


"Hahahaha....." semua orang di penuhi dengan tawa. Mengejek kelakuan idiot anak ini.


"Lihatlah anak ini, dia bilang kalau dia akan memukulmu kakak. Tapi apa yang dia lakukan." Ucapnya sambil tertawa memegang perutnya.


Saat ini Taesik sedang memasang ancang ancang menyerang. Hanya saja posenya seperti seorang banci yang ingin berkelahi. Tidak ada aura kejantanan di dalam nya. Bahkan kakinya saja terlihat gemetar dengan hebat.


"Ayolah nak, jangan sampai kau kencing din celanamu." ejek salah satu dari mereka lagi.


"Ahahahaha...." semua orang meledak dengan tawa sekali lagi.


Taesik makin gugub setelah di perlakukan begitu. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Ia melirik ke 3 wanita yang diikat disana juga menyaksikan dirinya. Ia tak dapat menahan dirinya untuk malu, wajahnya memerah membuat ia makin di tertawai.


"Hahaha.....Lihatlah tampang anak ini, dia benar benar hampir membuatku mati tertawa."


Taesik makin di tertawai, semua orang di ruangan itu tertawa bersama dan menghina nya habis habisan. Ia merasa kalau ia sudah berada di lingkup negatif sekarang, otaknya sudah tak karuan lagi. Orang orang yang meneratawai nya terbayang bayang di pikiran nya dengan bentuk yang mengerikan. Ia tak bisa lagi mengendalikan ketakutan nya hingga ia terjatuh.


Buk....


Taesik jatuh sambil menatap mereka dengan penuh ketakutan.


Saat ini bang Joker berdiri, berjalan ke arahnya. Melihat Taesik yang masih mengabaikan nya dan malah ketakutan dengan mereka. Ia makin kesal. Segera ia menghentikan keributan itu. Kemudian suasana jadi hening sekali lagi.


Lalu dengan cepat ia menjambak rambut Taesik.


"Bocah ini berani berani nya ia mengganggu kesenanganku."