
"Bocah ini berani sekali mengganggu kesenangku."
Bang Joker langsung meninjunya berkali kali, sampai wajah dan hidungnya penyok. Jika dilihat dengan seperti biasa maka tidak ada lagi yang mengenalnya. Wajahnya sekarang penuh dengan bengkakan kebiruan bahkan matanya tidak kelihatan lagi.
Bukh.. bukh... bukh... bukh... bukh... bukh... bukh... bukh... bukh... bukh....bukh....
Semua orang diam....
Bang Joker memang kejam, ia memukul Taesik dengan ganas dan tak memberikan kesempatan untuk bernapas sampai tangannya juga belepotan darah. Bukan karena darah milik Taesik, tapi tangan nya juga luka karena saking puasnya memukul orang.
Bukh.....
Taesik terjatuh, tidak sampai di situ. Bang joker menjambak rambut nya lagi. Dan memukul nya lagi dan lagi.
Bukh.... bukh.... bukh.... bukh..... bukh.... bukh.... bukh..... bukh.... bukh.....bukh...bukh. bukh... bukh..... bukh...
Beitulah seterusnya. 3 wanita yang di ikat di sana tidak bisa menahan rasa kasihan mereka. Mereka diam tak berkutik mengaksikan kekerasan di luar batas ini. Bahkan si gadis yang hampir di lecehkan tadi juga terdiam dan merasa bersalah. Perasaan bersalah juga bukan hanya dia yang rasakan.
Si gadis yang melaporkan nya tadi juga menatap Taesik dengan mata yang memerah, rasanya ia ingin menangis. Demi agar mereka terlepas dari penculikan ini, ia tidak segan segan menjadikan orang lain sebagai korban. Itu pun ia juga tak yakin apakah benar dia yang mengalahkan para pencuri yang waktu itu. Di lihat dari keadaan nya sekarang, seperti nya bukan dia orang nya. Namun dialah yang menanggung semua beban nya dan itu karna ia yang melaporkan nya. Entah kenapa ia merasa sangat menyesal karna sudah melibatkan anak ini ke dalam masalah mereka.
Bukh...
Taesik terjatuh tak berdaya di lantai.
Hah... hah... hah... hah...
Bahkan si bang Joker juga kehabisan tenaga saat memukul nya. Ia menyeka keringat di wajah nya dan menengok tangan nya. Ternyata punggung tangan nya sekarang di penuhi luka, mungkin karna berbenturam dengan gigi Taesik. Tapi aneh nya kenapa dari tadi ia tidak melihat gigi anak ini copot. Yah sudah, tidak usah di pikirkan. Yang penting ia sudah puas menghajar anak ini.
"Was bos, anda benar benar keras. Benar benar layak di juluki si maniak gila."
Salah satu anak buah nya bertepuk tangan memuji nya. Namun bang Joker hanya melototi nya hingga membuat nya terdiam ketakutan. Karakter bang Joker benar benar kejam dan dingin, ternyata ia kurang suka di puji seperti itu.
Kemudian ia berjalan ke arah gadis yang ia hampir lecehkan tadi. Ia tersenyum jahat pada nya, sambil mencubit gadunya yang putih dan bersih.
"Sekarang, tidak ada lagi yang mengganggu kita. Tidak peduli banyak orang yang menyaksikan permainan kita di tempat ini, kita akan tetap melakukan nya beberapa ronde. Hehehe..."
Gadis itu ketakutan hingga ia menangis, setelah ia melihat perlakuan kejam orang ini tadi. Ia jadi percaya kalau apapun yang dia inginkan pasti akan tercapai. Sekarang ia benar benar menyadari betapa mengerikan nya seorang psikopat. Mereka akan melakukan segala cara demi mencapai tujuan mereka.
Tapi ada lebih ia takutkan daripada yang pikirkan saat ini. Yaitu tiba tiba muncul sosok berdarah di belakang bang Joker, pupil mata nya berwarna hijau. Menatap bang Joker dengan kejam, bahkan lebih kejam dari pada seorang psikopat.
Saat bang Joker sedang berjalan ke gadis itu, sebenarnya Taesik juga bangun dan hal itu membuat orang terkejut hingga tak bisa berkata kata. Mereka seolah olah sedang menyaksikan seorang monsters bangun.
Bang Joker menatap gadis yang ia kira sedang menatap dirinya.
"Hei, gadis kecil. Apakah aku memang seseram itu." Ucapnya dengan tidak puas.
Tapi gadis itu masih tidak berbicara, malah masih menatap nya dengan begitu ketakutan. Tatapan itu makin lama makin membuat nya tidak senang. Ia langsung menggenggam keras kedua pipinya hingga mulut gadis itu melengkung.
"Sialan percaya atau tidak aku akan membunuhmu jika kau terus menatapku seperti itu. Mick, bawakan alat itu." Panggil nya pada anak buah nya.
Namun baik Mick atau anak buah yang lainnya masih terdiam.
"MICK...!! Apa kau tidak dengar.?" teriak nya dengan marah ke arah Mick.
Namun ia seketika membeku melihat tingkah mereka, yang juga menatap arah yang sama seperti arah tatapan gadis di tangan nya.
Para anak buah nya itu menunjuk ke arah di belakang nya, ia dengan perlahan berbalik. Melihat Taesik berdiri di sana menatapnya dengan tatapan bergairah.
"Huh, anak ini belum mati." Ucapnya dengan heran.
Bukh....
Taesik langsung memberikan nya tendangan lutut hingga terjatuh ke samping. Darah mengalir dari hidung, mulut dan telinga nya. Ia dengan cepat bangun, meringis kesakitan sambil memegang telinganya. Tempat di mana terkena serangan itu, tentu saja itu sangat sakit hingga telinganya berdarah.
"Sialan, apa yang kalian lakukan.? Bunuh bocah sekarang." Teriak bang Joker pada anak buahnya.
Para anak buah nya tersadar dari keterkejutan nya masing masing, mereka langsung memenuhi Taesik. Bahkan yang menahan gadis itu ikut bergabung.
Dengan cepat Taesik sekarang sudah terkepung, tapi aneh nya sekarang tampak tidak takut lagi. Ia dengan tenang memandangi musuh yang mengelilingi nya dengan mata hijaunya. Karena wajah nya penuh dengan bekas pukulan, mereka tidak menyadari mata Taesik yang hijau.
Hiyaaaaaaah......
Seseorang maju dan langsung menghantam nya, namun dengan santai ia hanya menahan tangan itu lalu dengan kuat ia meremas kepalan nya hingga remuk dan mengeluarkan suara....
Kreuk... kreuk....
Seperti suara ketika sedang menikmati kerupuk, yah seperti itulah tangan nya. Di mata Taesik sekarang tulang orang ini hanya bagaikan kerupuk yang sangat rapuh.
"Aaah... Auhh... Ukh...."
Orang itu terduduk sambil berusaha menarik lengan nya dari pegangan Taesik, namun semakin ia menarik semakin tangan nya kesakitan. Ia akhirnya hanya bisa meringkuk kesakitan sambil memohon untuk melepaskan tangan nya.
Taesik semakin menggenggam tangan nya, lalu tanpa basa basi ia langsung menendang nya hingga ia terpental jauh ke dinding. Orang itu mendarat di dinding dengan sempurna lalu perlahan jatuh ke tanah.
Semua orang yang menyaksikan itu langsung ketakutan, tapi karena mereka terlalu banyak jadi tidak terlalu khawatir kalau soal bertarung dengan nya seorang diri. Lagian walaupun kekuatan anak ini tidak normal tapi jika mereka menyerang bersama, ia juga pasti akan tumbang.
Memikirkan hal itu saja membuat mereka kembali bersemangat, dengan tatapan berapi api mereka bersiap untuk menyerang.
"Serang.!" Teriak salah satu dari mereka.
HIYAAAAAAHH.......
Semua orang maju, mengepung Taesik. Taesik yang tidak bisa berkelahi, tapi setelah melihat begitu banyak yang datang pada nya walaupun ia memukul sembarangan tetap pasti mengenai mereka.
Bukh... Bukh.... Bukh... Bukh.... Bukh....
Pokok nya setiap orang datang pada nya ia pasti akan memukul nya, jika menghindar maka ia akan melepaskan nya. Serangan mereka juga masuk, Taesik juga tidak punya kemampuan untuk menghindar atau menangkis. Jadi ia hanya membiarkan tubuh nya terkena serangan. Namun sekuat kuat apapun mereka menyerang tubuh nya, ia tidak merasakan apapun. Ia hanya merasakan rasa geli di tubuhnya yang membuat darah nya mendidih dan membangkitkan rasa haus akan perkelahian.
Saat ini Jeongho juga tiba tiba terbangun, dengan perlahan ia berusaha berdiri. Meluruskan pinggang nya lalu menenangkan pikiran dengan cepat melihat Taesik sudah bertarung walaupun dalam keadaan terluka.
Tatapan nya berubah menjadi serius, ia mengambil Headset di lehernya dan menaikan ke telinganya lalu memutar lagu dj kesukaannya. Seketika setelah lagu di putar dunia dalam tatapannya jadi berubah, orang yang saat ini sedang berkelahi tampak menari di matanya. Rasa sakit di tubuhnya juga perlahan menghilang di gantikan rasa nyaman dan tentram. Entah kenapa setiap kali ia masuk kedalam dunia musik, gerakan gerakan orang di sekitarnya bisa ia percepat bisa juga ia perlambat sesuai dengan keinginannya. Sepertinya musik adalah bagian dari hidupnya.
Baginya musik bisa membuatnya jadi tenang, bisa membuatnya jadi tentram dan melupakan masalah yang ada. Intinya ia bisa meringankan beban yang ia pikul jika ia kesulitan.
Musik adalah segalanya, layaknya seorang pecandu yang tidak bisa lepas dari musik.
Melihat mereka yang sedang menari di sana, ia jadi bergairah dan maju menghajar mereka.