
kepala Aruna makin pusing, dan
brukk, Aruna terkapar di jalan, sebelum pingsan Aruna bisa melihat sebuah cahaya mendekat kearahnya, apakah itu cahaya kematian? apakah malaikat maut?......batin Aruna yang masih bertingkah konyol
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ditempat lain(kediaman Nicolas)
"bunda.... "panggil seseorang yang tak lain sigadis manja ell, yang langsung memeluk ana
"ell....kebiasaan ngagetin!"
tegur ana sang bunda
"biarin..."ucapnya sembari menciumi pundak sang bunda
"runa mana? "tanya ana yang tak pernah absen menanyakan kabar anak-anaknya walaupun saat berada dirumah, ana sangat menyayangi anak-anaknya tanpa membedakan ell, Rey maupun Aruna, ana yang tak melihat Aruna yang biasanya ikut memeluk bahkan berebut untuk memeluk di buat heran....
"runa?emang runa belum pulang bunda?" tanya ell heran dengan pertanyaan bundanya. ia pikir runa kini telah ada di rumah karena tidak mungkin bukan, Aruna masih menunggunya di cafe.
"kalau runa udah pulang bunda nggak akan nanya kamu, kan kalian pergi bareng"..ujar ana sembari memotong bahan masakan untuk hidangan makan malam. ia pikir Aruna dan ell pergi jalan-jalan hingga terlambat pulang dan ia pikir ell dan Aruna sedang mengerjainya hari ini sehingga ana bersikap biasa saja.
"bunda sama runa ngerjain ell ya"...tebak ell masih tak percaya jika Aruna belum pulang
"nggak,bunda nggak ngerjain kamu, runa memang belum pulang".... ana yang kini berbalik menghadap ell, terdengar nada cemas dari ana mendengar Aruna benar-benar belum kembali.
"au,ah ell mau liat sendiri" ucap ell kekeh yang langsung menuju kamar Aruna
"ell...."panggil ana melepas celemek yang masih melekat di tubuhnya, dan langsung menyusul ell
"runa....lu ngumpat yaa, gue nggak akan ketipu"
teriak ell yang telah masuk ke kamar Aruna
"masih rapi?"gumam ell menatap tempat tidur , biasanya jika Aruna berada di kamar tempat tidur dibuat porak poranda olehnya yang tidak bisa tenang saat tidur, maka dari itu ell dan Aruna tidur terpisah
ell pun melangkah ke kamar mandi
"runa lu didalam?"...tanya ell sembari mengetok pintu kamar mandi
tak mendapat sahutan dari dalam, ell mencoba memutar knop pintu lalu membuka pintu perlahan...
"nggak biasanya? "gumam ell heran mendapati pintu kamar mandi Aruna yang tidak dikunci
''ell......"panggil ana tergesa
"gimana runa ada?"tanya ana cemas
"nggak ada Bun,bunda nggak lagi ngerjain ell kan"...selidik ell menatap intens sang bunda
"nggak ell, bunda serius" ana kini terlihat sangat cemas karena tak biasanya putri nya itu pulang larut malam tanpa meminta izin terlebih dahulu. jika tidak pergi berdua itupun dengan batas jam yang telah di tentukan
"terus runa kemana? emang sih Ell janjian sama runa mau makan pas pulang dari lamar kerja,tapi masa sih runa masih nunggu disitu ell udah chat juga, emang belum
dibaca, tapi ell pikir runa udah pulang jadi ell nggak nyusul runa"...papar ell cemas
"kalian emangnya janjian dimana?"tanya ana cemas
"di mall X bunda, rencananya kita mau makan di cafe dewa,"
"coba ell telfon dulu Aruna" terdengar tak ada sahutan sama sekali dari aruna
"yaa, handphone nya mati, tu anak kebiasaan deh pasti lupa ngecas lagi"..kesal ell dengan kecerobohan Aruna yang kerap lupa jika mengisi baterai handphone nya.
"oh iya dewa," ingat ell sembari menelfon dewa.
"halo?,dewa lu liat Aruna nggak?"..tanya ell to the point
"ouhh, Aruna tadi si emang sempat kesini, tapi udah pergi dari tadi ,lu tau nggak dia ketemu siapa?dia ketemu sama dua perempuan yang super cabe, mulutnya pedas banget, Aruna Ampe dihina ama tu orang" papar dewa menjelaskan kejadian yang terjadi di cafe nya tadi siang.
"Lo serius? siapa orangnya?"...tanya ell penasaran karena Aruna sangat jarang berkelahi jika dia tak diusik lebih dulu
"iya, tapi gue nggak tau Mereke siapa, lu tau nggak? mereka juga gelud Ama runa, tapi lu tau lah siapa yang menang, mereka dijambak Ama dipelintir Aruna..."tawa dewa
"tapi gue kasian juga ama Aruna kayaknya sedih banget denger omongan tu orang, emang dasar ya dua orang itu si cabe!" cerocos dewa dengan nada kesalahannya
"gue nggak tau pasti sih, tadinya gue mau nganterin pulang tapi dianya nolak katanya mau pergi ke suatu tempat."...jawab dewa
"oke, makasih wa..."ucap ell lalu menutup sambungan telepon nya
"terus runa kemana? "tanya ana cemas
"nggak tau bun, ell mau cari dulu..."ucap ell sembari beranjak dari kamar yang di ikuti ana
"ell...carinya sama pak Umar ya, biar aman ini udah malam..."saran ana
"iya bun, ell pamit dulu..."pamit ell seraya mencium tangan sang bunda
"hati-hati..."peringat ana
"pak Umar tolong temenin ell cari aruna ya" perintah ana pada pak Umar yang sedang berada di pos satpam
baik buk jawab pak Umar...
"ayo,pak... "ajak ell menaiki motor pak umar
*****************************
kembali ke Aruna...
seseorang turun dari sebuah mobil sedan mewah, berperawakan tinggi, gagah siapa lagi
jika bukan tuan muda keluarga Klaus,Lazaro zeegan Klaus, yang kerap disapa Zee
Zee pun melangkah mendekati kedua preman tersebut....
"siapa kamu?" tanya salah seorang pria tersebut dengan menaikan dagunya sombong seakan menantang pria yang kini berdiri gagah di depannya.
Zee hanya diam melipat kedua tangannya dilipat di dada, sambil bersandar di mobil menatap tajam kedua preman tersebut...
"apa mau mu?" tinggalkan kami jika kau masih menyayangi nyawamu "ucapnya memandang Zee remeh...
yang di tanggapi dengan senyum sinis khas
seorang Zee...
"jika saya tidak mau bagaimana?" tanya Zee sinis dan masih dengan wajah yang selalu datar dan dingin nya.
"baiklah,kau memilih mati rupanya, selesaikan...!" perintah salah satu pria memberi kode dengan mengakat dagunya menjuk Zee
salah satu pria tersebut maju melangkah mendekati Zee dengan posisi siap
memukul.....
belum sempat memukul, Zee lebih dulu melayangkan bogem mentah di wajah penuh brewok pria tersebut ...
''arghhhh....''ringisnya
darah segar pun mengalir di hidung dan mulut pria tersebut tak bisa dibayangkan seberapa keras pukulan yang di layangkan Zee
"kau.... mencari perkara rupanya!"ucap kedua pria tersebut dengan sedikit berteriak
keduanya mendekati Zee
dan langsung melayangkan bogemannya di hadapan wajah Zee, belum sempat mengenai Zee, Zee langsung menghantam salah satu pria dan memelintir kuat pria yang satu lagi...
''aurhhhhh....''ringis kedua pria tersebut
yang telah terkapar di tanah
"urusan kita belum selesai..."ancam salah satu pria tersebut yang hanya di balas tatapan datar Zee
kedua pria tersebut berjalan terseok-seok
menuju motornya
happy reading.....
jangan lupa like and coment....