My Wild Wife

My Wild Wife
Aruna story' 1



perkenalkan


nama ku "Patricia Aruna Danendra" orang-orang biasa memanggil ku Aruna.


aku anak tunggal yang berasal dari keluarga ya,, bisa dibilang cukup berada , papa memiliki perusahaan yang bergerak di bidang properti. kebutuhan ku bisa dibilang sangat tercukupi, tapi seketika semua itu hancur dalam sekejap.


papa mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. mama? saat itu mama benar-benar hancur hingga mengalami depresi akan kehilangan papa yang masih terekam jelas dalam benak ku hingga kini.


flashback..


saat itu sehari, setelah pemakaman papa, tante erika (adik papa) datang mengunjungi kami dengan membawa Vera anak paman dan tante yang sebaya dengan ku ,tidak biasanya Tante datang mungkin itu bisa di bilang kali pertama tante datang mengunjungi rumah kami, saat itu tante mengajak ku keluar


"runa...ayo ikut dengan tante dan Vera keluar, kita beli makanan buat mama kamu,kasian mama nggak makan nanti sakit.". ucap Tante erika


"mama runa ikut?" ucap Vera dan menatap tak suka kearah ku....


"iya ,kamu nggak boleh gitu ucap..."Tante Erika


Tante Erika sangat baik saat itu aku hanya terpaku melihat kelembutan nya, tak pernah aku melihat Tante Erika sebaik itu yang hanya kulihat wajah sinis Tante Erika tetapi sekarang sangat berbeda aku berfikir mungkin karena kasihan melihat keadaan kami.


"akupun mengangguk, baik Tante, tapi mama?.."ucap ku


"mama nggak papa ditinggal sebentar kasihan kan mama sama kamu nggak makan nanti kalian sakit ,, ayo kita pergi ke minimarket sebentar .."ucap Tante Erika


akupun hanya mengangguk


"baik Tante" , tapi runa mau izin dulu sama "mama "panggil ku


akupun meminta izin, saat melihat mama dengan tatapan kosongnya hatiku seakan teriris tidak pernah aku melihat mamah sesedih itu, yang hanya aku lihat selama ini tawa dan senyum yang selalu terukir di wajah mama,, aku pun hanya berlalu tak sanggup melihat mama serapuh itu,, lalu keluar menemui Tante dan Vera


ayo Tante..ucapku yang di balas anggukan oleh Tante Erika tak lupa tatapan sinis Vera yang selalu aku ingat


mobil yang dikendarai Tante Erika pun melaju ke sebuah minimarket terdekat, setelah puas memilih makanan dan bahan masakan yang menurut ku sangat banyak entah mengapa Tante Erika belanja sebanyak ini aku hanya diam dan memperhatikan nya, tak lupa Vera yang sembari merengek jika meminta sesuatu


35 menit pun berlalu...


"ayo.. ucap Tante erika.." yang di balas anggukan oleh ku


15 menit kemudian kami sampai di rumah*


aku langsung berlari ke kamar mama tak lupa menenteng makanan yang kami beli tadi


"mama...... "panggil ku bersemangat, aku langsung mendorong hendle pintu,


seketika aku terpaku dan membulatkan mata


aku berharap semua yang kulihat ini tidak benar aku menerjap beberapa kali tapi yang kulihat tetap sama, tubuh ku terkulai di lantai tak sanggup melangkah mendekat, air mata ku luruh dan seketika aku berteriak .... mendapati mama yang bersimbah darah dengan tangan mama yang memegang pisau, hanya darah yang mampu kulihat semuanya penuh darah.


mendengar teriakkan ku Tante Erika langsung berlari mendekatiku dan terlihat terkejut melihat keadaan mama


"mama kenapa?" ucap Tante Erika..


aku tak mampu menjawab mulut ku terasa kelu melihat semua Kenyataan ini,, aku hanya mampu menggeleng berharap ini semua mimpi dan aku ingin bangun dari mimpi buruk ku ini


"Tante akan telpon ambulance.... "ucap Tante erika


tak lama ambulance pun sampai,, polisi dan warga sekitar komplek juga turut berdatangan


"aku terus berteriak,, Tante kembaliiin mama runa ,kembaliiin tanteee , kembaliiin papa, Aruna janji nggak bakal nakallll, tante....." teriakku semakin kencang


Tante Erika hanya diam...


pemakaman pun diadakan, mama dikuburkan di samping makam papa, melihat kuburan papa yang masih basah , aku hanya bisa bergumam; kemarin papa ninggalin runa sama mama


tapi sekarang papa ambil mama dari runa, apa papa nggak sayang sama runa ninggalin runa sendirian... ucap ku


keluarga mama? mama berasal dari panti asuhan, tak ada satupun keluarga mama


apalagi keluarga papa hanya ada nenek dan tante serta paman(suami Tante erika), kata mama kakek meninggal saat aku belum lahir, hanya Tante Erika saudara papa, keluarga papa sangat membenci mama , begitu juga dengan nenek seakan tak mengenaliku , adakalanya aku sangat iri terhadap Vera yang selalu disayangi nenek. nenek seperti hanya mempunyai satu cucu , hanya Vera yang selalu mendapat kasih sayang nenek, dan ditambah lagi dengan kepergian papa kebencian nenek semakin besar kepadaku dan mama.


Tante Erika yang kemarin menemani ku sekarang tak terlihat lagi. nenek? jangankan menemani datang saja tidak, diwaktu mama dikuburkan , hanya ada beberapa tetangga yang masih setia menemaniku dan menatapku penuh iba.


"Aruna..." panggil seseorang wanita dan pria yang kira-kira sebaya dengan mama dan papa


di samping mereka juga berdiri seorang gadis kecil dan seorang anak laki-laki.


aku pun mendongak, sesaat aku terpaku melihat wanita dan pria paruh baya tersebut, aku mencoba mengingat siapa dia,, beberapa saat aku tertegun kala mengingat wanita cantik itu.


"Tante a..ana, om Ni.ko?..."ucapku terbata


"kamu menganali kami? ..." ucapnya tersenyum bahagia


ya di adalah Tante ana dan om niko


sahabat mama dan papa, yang selalu diceritakan mama dan papa kepadaku, memang aku belum pernah bertemu dengan mereka, tapi mama dan papa cukup sering menceritakan mereka kepadaku dan melihat kan kedekatan mereka saat bersahabat berupa beberapa album foto.


"hai... "ucap seseorang gadis


aku pun beralih menatap seorang anak perempuan yang sebaya denganku, dan bocah laki laki yang berdiri disampingnya


to be continued......


jangan lupa like & coment guys.....


happy reading,


visual....


Patricia Aruna Danendra



Ellena Anastasia Nicolas....



Rey Nicolas



Vera eraxa Anjani