
sial dan beruntung? hari ini sial ,begitu sial saat bertemu dengan Vera dan Tante Erika, tapi siapa sangka aku sangat beruntung bisa mendapatkan album foto ini, walaupun hanya album rasanya begitu sangat bahagia, bisa melihat kebersamaan ku, papa dan mama dulu.
batin Aruna
"huh udah jam berapa sih ini?"terlihat jam menunjukkan pukul 16:15 wib, rasanya Aruna sangat ingin berkunjung melihat makam kedua orangtuanya, sudah cukup lama Aruna tak berkunjung ke sana. ia sangat rindu dengan kedua orangtuanya
" aku sudah sangat merindukan mereka" lirih Aruna
Aruna pun merogoh ponsel di tas nya untuk memesan taksi online tetapi sepertinya terjadi masalah dengan ponselnya
"yaa, lowbat lagi, kenapa pakai acara lowbat sih!" kesal Aruna kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas
sepertinya keberuntungan sedang berpihak padanya.Aruna melihat taksi yang melaju di ujung jalan dan langsung memanggil nya
"taksi" teriak Aruna hingga taksi tersebut berhenti
"iya mbak"jawab supir taksi
"pak bisa antarkan saya ke pemakaman x?" ucap Aruna memberi tahu alamat makam kedua orangtuanya.
"ouhh, bisa mbak bisa"
Aruna pun langsung menaiki taksi
15 menit pun berlalu....
"sudah sampai mbak"ucap supir taksi tersebut memberi tahu
"oh, iya ini uang nya pak" Aruna memberikan uang
Arunapun Turun,
terlihat diseberang jalan ada sebuah toko bunga membuat Aruna berniat membeli bunga untuk makam kedua orangtuanya. Aruna langsung membeli bunga yang ia sukai
"ini mbak"karyawan toko memberikan paper bag yang berisi dua bucket bunga dengan warna yang begitu indah
"terima kasih mbak" Aruna memberikan uang
Aruna pun langsung menuju makam kedua orang tuanya dengan perasaan yang sangat bahagia karena telah memiliki album foto mereka yang Aruna pikir telah dibakar semua oleh Tante dan neneknya tetapi sepertinya Aruna kali ini beruntung mendapatkan salah satu album foto .
"papa ,mama runa datang" lirih Aruna sembari meletakkan bucket bunga diatas makam mama dan papanya.apa papa sama mama nggak rindu runa?runa sangat merindukan kalian,apa mama dan papa tau tdi siang ruma bertemu dengan Vera dan Tante Erika, mereka menghina kita, tapi papa dan mama tenang saja bukan runa namanya jika tidak membalas , dan runa juga kerumah setelah sekian lama runa bisa masuk kerumah itu juga, ternyata pemilik nya sangat baik dia memperbolehkan runa masuk, dan juga memberikan runa ini, album foto kita" runa menceritakan dengan mata berair dan begitu antusias
lama bercerita banyak hal, matahari yang naik pun kini telah berangsur terbenam menandakan jika senja mulai datang. jika ziarah ke makam kedua orangtuanya Aruna sering sekali lupa waktu....
"ya udah runa mau pulang dulu, ruma sayang papa sama mama, runa rindu kalian, runa sangat menyangi kalian, mama sama papa baik-baik di sana ya
pamit Aruna beranjak dari makam...
Aruna pun berjalan keluar pemakaman, hari mulai gelap tidak terlihat taksi atau ojek disana, tiba tiba hujan pun turun mengguyur tubuhnya
"yah,hujan lagi "decak Aruna
dan berlari ke sebuah halte yang berada tak jauh dari sana. berlindung dari hujan.
semakin lama hari semakin gelap, dan hujan semakin lebat
"aduhhh, mana dingin banget lagi, perut juga lapar, gara gara Vera dan Tante Erika aku jadi tidak makan siang, bunda pasti cemas nyariin nih" kesal Aruna
tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan Aruna, terlihat dua orang pria bertubuh kekar turun dari motornya. karena pencahayaan lampu jalan yang sedikit temaram Aruna bisa melihat dua pria dengan tubuh tegap nya bak preman, mereka tampak ikut berteduh dan sekarang hanya ada mereka bertiga di sana, di tengah hujan dan tempat yang sunyi tak ada satupun kendaraan yang lewat. maklum karena ini area pemakaman dan lagi hujan yang begitu lebat.
siapa mereka
tetapi Aruna berusaha tetap tenang
" nungguin pacar saya, lagi beli minum" jawab Aruna berbohong ia sengaja berbohong dengan alasan sedang menunggu pacarnya hanya waspada saja, jika kedua pria di depannya ini berniat jahat padanya.
" oh sama pacar" ucap salah satu pria yang masih berdiri disana ,sesekali mereka melirik Aruna seperti sedang mengontrol situasi
perasaan Aruna mulai cemas, bagaimana ini? hp mati, disini sangat sepi, apalagi hujan yang lebat menampah kepanikan nya tetapi Aruna dengan cerdas menyembunyikan sikapnya
"masih lama pacaprnya neng?" tanya pria itu lagi
"hah?, nggak paling ntar lagi nyampe"
"pacarnya dimana beli minum emng? sini Abang antar aja" tawar dua pria tersebut yang tampak sangat begitu ingin dekat dengan Aruna sepertinya mereka memang memiliki niat jahat.
"ouhh, nggak usah ntar lagi dia nyampe" kilah Aruna tersenyum menutupi rasa cemasnya
Aruna pun mulai merogoh ponsel di tas nya
berpura- pura sedang menelfon sambil berdiri dari duduknya.
"halo?sayang kamu dimana sih, dapat minumnya? iya ini aku nunggu, iya cepet donk" Aruna pura pura menelfon... sembari melangkah kecil meninggalkan halte
dua pria itu mulai berdiri ketika melihat Aruna melangkah
ternyata firasat ku benar batin Aruna
tanpa menunggu lama Aruna langsung melepas sepatu nya dan berlari, tak peduli lagi dengan hujan deras Aruna terus berlari, benar saja terlihat mereka mengejar Aruna dari belakang.
"woi, berhenti.."teriak kedua pria itu
Aruna terus berlari hingga pusing menderanya.mungkin efek dari tidak makan siang, semua nya tampak berputar, Aruna terjatuh dan mereka berhasil menangkap Aruna
"mau kemana cantik?" ucap dua pria itu dengan genit sembari memegang tangan Aruna
"lepas!"teriak Aruna
"jangan galak-galak dong sama Abang" goda kedua pria itu
"temenin Abang main dulu yuk"ajak kedua pria tersebut dengan tersenyum genit nya
Aruna yang mendengar itu serasa ingin muntah.
"tolong...." teriak Aruna
tanpa memedulikan keadaan yang sepi Aruna terus minta tolong berharap ada yang bisa menolong nya, rasa pusing di kepalanya kian menjadi, ini lah akibatnya jika menderita maag tetapi telat makan.
"mau minta tolong sama siapa?"tanyanya genit sembari berusaha memegang dagu Aruna, tetapi Aruna berusaha terus menghindar
"malu-malu ya sama Abang? "ujar preman yang satu lagi
tanpa menunggu lagi Aruna langsung meludahi wajah mereka karena begitu muak dan jijik dengan sifat kedua pria itu, seketika mereka marah lalu menampar dan mendorong Aruna.
"arghh..."ringis Aruna terduduk di aspal
"kurang ajar kau ya!"bentak kedua pria itu mengusap wajahnya kasar akibat di ludahi Aruna
Aruna terlihat memegang kepalanya dan
brukk, Aruna terkapar di jalan, sebelum pingsan Aruna melihat sebuah cahaya mendekat kearahnya, apakah itu cahaya kematian? apakah malaikat maut?......batin Aruna hingga kesadarannya benar- benar hilang
cahaya apa itu kira kira?