My Wild Wife

My Wild Wife
sikap aneh



Zee pun langsung menutup pintu kamarnya dengan keras


"ya ampun, sabar....."batin Aruna


dan langsung menuju ruang tamu dan memakan sekotak humberger tersebut


Aruna pun langsung melahap humberger tersebut...


"hmm, lezat... "gumamnya


tiba-tiba Aruna merasa aneh dengan tubuhnya...


"aduh kenapa ya?kenapa gatel gini?..."ucap Aruna menggaruk-garuk bagian tubuhnya


hingga merah


tunggu, makanan ini?Aruna langsung melihat isi dari humberger tersebut..


"ha?udang?, duh kenapa udang sih..." gerutu Aruna dengan tangan yang terus menggaruk


didalam kamar Zee...


"kau dimana?kenapa lama sekali..."kesal Zee


yang ternyata belum tidur..


"maaf tuan saya mungkin akan sedikit terlambat...."ucap Al di sebrang sana


diluar Zee mendengar gedoran pintu yang sangat menggangu nya....


"sial"!,umpat zee dan langsung berdiri membuka pintu


"ada apa!," kesal nya


terlihat Aruna yang sudah penuh dengan bintik-bintik merah di tubuhnya


"kenapa kau?"tanya Zee datar


"kau masih bertanya?ini semua ulahmu!"gerutu Aruna yang terus menggaruk tubuhnya


"aku?"


"kenapa kau tidak bilang jika isi humberger itu udang!"...kesal Aruna


"jadi kau alergi udang?itu salahmu bukan salahku!, bodoh! rasa udang saja tidak tahu,


apa kau tidak pernah makan udang sekalipun?"...ejek Zee


"jika aku lapar, aku akan melupakan rasanya


bagaimana ini?apa kau tidak punya obat gatal?"


"tidak!..."ucap Zee dan langsung menutup pintu kamarnya seakan tak peduli menurutnya manusia di depannya itu Sudah sangat merepotkan


belum sempat Zee menutup nya, Aruna menghalangi dengan kakinya


"tunggu, aku ingin mandi!"...Aruna langsung menerobos masuk ke kamar Zee


"hei, apa yang kau lakukan!"


"aku harus mandi air panas!..".teriak Aruna


Aruna pun langsung berlari ke kamar mandi Zee tanpa menghiraukan pemilik kamar tampak sudah sangat kesal dan merasa terganggu


"shitt!, menyebalkan!, "gerutu Zee


beberapa menit kemudian Aruna pun keluar... dengan menggunakan bathrobe milik Zee


"kau!, kau memakai bathrobe ku?lancang sekali kau!"


"lalu aku mau pakai apa lagi? pinjam sebentar, kenapa kau begitu pelit"


"buka!," perintah Zee


"apa kau gila?"teriak Aruna


Zee pun berjalan ke walk-in closetnya mengambil sebuah celana panjang kaos dan baju kaos oversize nya lalu melempar ke wajah Aruna


"pakai itu!..". perintah nya


"bilang dari tadi kek.."kesal aruna


Aruna pun masuk ke walk-in closet mengganti baju....


setelah selesai....


keluar!.... perintah Zee


"tunggu, aku pulang bagaimana"tanya Aruna


"asisten ku akan mengantarmu"jawab Zee datar


"tasku mana?"


"tidak tahu"jawab Zee enteng


"arghh, bagaimana kau tidak tahu!, semua barang ku di tas itu!" kesal aruna


"pinjamkan aku handphone sebentar, aku harus memnelfon keluarga ku, mereka pasti cemas mencari ku...."ujar Aruna


"merepotkan sekali kau!"


"itu...." tunjuk Zee pada telepon rumah di atas meja


"pasti handphone mu tidak punya pulsa..."ejek Aruna dan langsung menelepon ell


"halo"...jawab ell diseberang sana


"ell..."teriak Aruna


"runa! lu kemana?, kita pusing cariin Lo nih!, pulang gak loh! " kesal ell


Aruna pun langsung menjauhkan telepon tersebut dari telinga nya mendengar suara ell


yang super cempreng


"Ell, siapa?runa?" tanya ana senang


"iya bunda"jawab ell dan langsung memberi kan telepon tersebut


"runa sayang kamu dimana? baik-baik aja kan sayang?bunda jemput ya, tanya ana beruntun saking paniknya dengan Aruna


"bunda... runa lagi dirumah teman" bohong Aruna terus menggaruk leher dan tangannya. Aruna berbohong agar ana tak cemas dengan nya


"sayang kenapa nggak ngabarin bunda atau ell?" lembut ana


"iya, bunda sayang, runa nggak pa-pa kok, bunda nggak usah cemas, udah dulu ya bunda selamat tidur "


Aruna pun menutup teleponnya, karena gatal di tubuhnya


"aduhh, kenapa nggak berhenti sih" gerutu nya


"keluar!" ucap Zee datar


"tunggu, antarkan aku pulang" mohon Aruna berharap Manusia di depannya itu bersedia mengantar nya pulang


"tunggu saja di luar, sekretaris ku akan mengantar mu pulang"


"sekretaris? seperti orang penting saja" ledek Aruna


"keluar!" perintah Zee yang tak ingin meladeni Aruna


"iya-iya, siapa yang ingin berlama-lama di kandang singa ini"kesal Aruna lalu melongos pergi sambil terus menggaruk garuk


Jedarrr...pintu ditutup dengan keras oleh Zee


saat berjalan ke ruang tamu Aruna melihat bingkai foto besar yang terpampang di dinding, karena penasaran Aruna pun melangkah mendekati foto tersebut


"ini kan?Klaus?ehh, Jeff Warren Klaus!.."teriak aruna


"bagaimana bisa dia nyempil disini?, tapi ini sean Jefferson Klaus?, tunggu-tunggu berarti ini Lazaro zeegan Klaus?..."


"arghhh, mengapa aku sebodoh ini!"teriak Aruna


beruntung kamar zee tersebut kedap suara


jadi Zee tidak akan bisa mendengar teriakkan Aruna


"jadi orang yang aku teriaki itu tuan Zee keluarga klaus?aku bisa didepak langsung sebelum diterima dari perusahaan itu"lemas Aruna terkulai dilantai


"hancur!, harapanku hancur!, tidak-tidak aku masih bisa meminta maaf kepadanya, ini belum berakhir walaupun dia sombong tingkat provinsi, tapi ini bisa di perbaiki oke!, Aruna jangan cemas semuanya akan baik-baik saja...ucap Aruna menyemangati dirinya


Aruna kembali melangkahkan kakinya ke kamar Zee dengan tujuan meminta maaf tapi di urungkan karena ia tak ingin pria itu tambah marah karena Aruna yang terus menganggu nya.


"baiklah aku akan meminta maaf besok saja, sepertinya sekarang bukan saat yang tepat" lirih Aruna lemas dan berbalik berjalan menuju ruang tamu


"tapi bagaimana aku bisa lupa dengan nya? apa karena rambut dan pakaian yang ia kenakan?" gumam Aruna bingung karena tatanan rambut berantakan dan gaya berpakaian Zee ketika di rumah.


25 menit berlalu....


Aruna sudah tertidur diatas sofa ruang tamu, apartemen mewah tersebut


lain halnya dengan Zee dia masih sibuk dengan ponselnya


"arghhh, kenapa Al lama sekali!", frustasi zee


Zee pun membuka pintu kamarnya,


"dimana gadis itu?"Zee melangkahkan kakinya menuju ruang tamu disana dia melihat Aruna tengah tertidur lelap


"kenapa dia bisa tidur begitu pulas" heran Zee


"disini dingin, apa dia tidak merasa kedinginan?" Zee pun mengambil selimut. entah mengapa di saat gadis ini tertidur Zee begitu peduli dan melupakan sikap dinginnya


Zee menyelimuti Aruna dengan sangat pelan


melihat rambut yang menutupi wajah Aruna, Zee berjongkok menyelipkan anak rambut tersebut kebelakang telinga aruna,


sesaat Zee terpaku melihat wajah Aruna, wajah dengan bentuk oval, hidung mancung , alis mata yang lumayan tebal, dan bulu mata yang lentik, jangan lupakan bibir kecil yang berwarna peach tersebut, Zee seakan tersihir matanya yang tak berkedip menatap Aruna


menggambarkan kekaguman


"de javu" gumam Zee


Ting!....lamunan Zee buyar mendengar bunyi bel apartemen, Zee pun buru buru berdiri dan membuka pintu apartemen


"maaf tuan saya terlambat"ucap Al sedikit membungkukkan badannya


"ayo masuk" ajak Zee


"bangunkan dia dan antar pulang!", perintah Zee lalu berlalu kekamarnya


"baik tuan"


AL, pun langsung membangunkan Aruna


"nona bangun, nona" panggil AL


"enguhhh....."lenguh Aruna dan perlahan membuka mata


"mari saya antar pulang"


"hah?"rupanya otak Aruna belum bekerja sepenuhnya dan masih bingung


"kau siapa?" tanyanya


"saya asisten tuan Zee, mari saya antar" ajak Al


"oh, iya tapi saya pamit dulu dengan tuan Zee"


"itu tidak perlu nona"


"kenapa?, tidak sopan kan jika dia sudah menyelamatkan saya, tapi saya tidak pamit pulang"


"tidak apa-apa,tuan sudah menyuruh saya untuk segera mengantar nona pulang, mari"


ajak Zee sekali lagi


"oh begitu, baiklah" pasrah Aruna yang sebenarnya tanpa sadar berat meninggalkan apartemen itu


didalam mobil....


Aruna terus mengaruk leher dan tangannya


"apa anda baik-baik saja nona?tanya Al


"oh, ya tidak apa-apa, sedikit gatal saja"ujar Aruna dengan cengengesan


"kenapa kambuh lagi!"gumam nya kesal


45 menit kemudian....


Aruna pun Sampai dirumah


"ahh, akhirnya...."


"terima kasih tuan telah mengantar saya, maaf merepotkan"ucap Aruna turun dari mobil


"tidak sama sekali, baiklah saya permisi nona"


"ya, hati-hati dijalan"


"ehh, tunggu!"


"ada apa nona?"


"saya boleh meminjam handphone nya sebentar"Aruna ragu-ragu


"silahkan"sekretaris Al pun langsung memberikan handphone ke tangan aruna


Aruna langsung menghubungi ell....


sudah 2 panggilan tidak dijawab oleh ell...


"aduhhh!, tu anak kemana sih!"frustasi Aruna


"apa sudah selesai nona?"


"ouhh, ya maaf lama, terima kasih banyak tuan, ehh sampaikan juga terima kasih saya pada tuan zee"Aruna pun dengan terpaksa memberikan handphone tersebut


"ya, sama-sama, saya permisi"


mobil sekretaris Al pun melaju dengan cepat....


"kaku sekali!,apa dia robot? atasan dan sekretaris sama saja,"gumam Aruna heran


"ahhh, bagaimana ini!, ell si gadis kebo itu sama sekali tidak mengakat telfonku, aku tidak mungkin mengetuk pintu, itu pasti mengganggu!"Aruna semakin frustasi


to be continued....


visual Lazaro zeegan Klaus



asisten Al