
Aruna dan ell pun pergi bersama dengan menaiki taksi, tempat tujuan utama ku yaitu salah satu cabang Klaus group, klaus group adalah perusahaan besar yang bergerak diberbagai bidang, seperti properti, teknologi, industri , dan berbagai bidang lainnnya , perusahaan tersebut sangat sempurna menerut Aruna, ia memang mencari tahu tentang hal hal yang bersangkutan dengan perusahaan tersebut, menggali semua informasi perusahaan tersebut termasuk CEO
dari Klaus group, CEO Klaus group yang bernama Jeff Warren Klaus dan istri nya yang bernama Melinda klaus , beliau memiliki dua orang putra, yaitu putra pertama yang bernama Lazaro zeegan Klaus,dan putra keduanya Sean Jefferson Klaus. ia memang sengaja melamar di cabang perusahaan Klaus, mengapa tidak dipusatnya?ahhh tentu saja itu tidak mungkin , di cabang saja jika diterima itu sudah syukur bagi Aruna , Aruna memang sangat menginginkan bekerja di pusat klaus group tetapi itu hanya mimpi menurut nya karena para karyawan Klaus group yang bekerja di bagian pusat itu minimal S2, memang keahlian lebih penting tetapi di zaman sekarang ini sepertinya ijazah itu jauh lebih penting, "huh mengapa aku berandai bekerja di pusat klaus group , di cabang saja belum tentu diterima... "ucap Aruna membuyarkan lamunan nya
didalam taksi....
"na, Lo kenapa?"tanya El yang dari tadi melihat Aruna yang terus melamun dengan sesekali menggeleng-gelengkan kepala
"gue keterima gak ya di Klaus group? "tanya Aruna pada ell...
"Lo pasti di terima kok di cabang Klaus group, kalo di pusat gw gak yakin ya, kan minimal S2 sedangkan lu S1, tenang aja lu pasti di terima kan lu pintar, jenius, cuman kalah penampilan doang"ujar ell cengengesan...
yang hanya di balas tatapan malas oleh Aruna...
"oh ya, btw lu mau ngelamar dimana?"
tanya Aruna menatap ell karena anak itu tak ingin bekerja di Klaus group.
"kalo gw sih liat boss nya dulu, klo ganteng ya gw ngelamar disitu, siapa tau dia kecantol Ama gw kan lumayan" ucap ell cengengesan..
"percaya diri amat lu, keterima aja belum tentu, ingat nasehat papa fokus sama kerjaan bukan sama bos nya" peringat Aruna pada ell yang terus mengincar pria tampan
"lu liat aja nanti boos nya bakal bertekuk lutut di depan gue, soal keterima? gw kasih kedipan maut, pasti langsung diterima" sombong ell
"cari yang ganteng, dapat suami orang tahu rasa lo!"
"enak aja, biarpun ganteng kalau suami orang gue nggak akan mau, masa cantik-cantik gini jadi pelakor sia-sia dong kecantikan gue" ucap ell percaya diri. ell memang gadis yang sangat mencintai dirinya tetapi lebih ke arah narsis
"emang pelakor nggak cantik?"
"menurut gue nggak ada pelakor yang cantik, mereka itu cuma gatel aja kelebihannya" ucap ell jijik
" terserah Lo deh, tapi Klaus group bos nya juga ganteng kok, kenapa Lo nggak mau sih ell?"
"iya ganteng, tapi sulit di gapai Lo liat aja anaknya dingin-dingin semua kaya manusia kutub nggak ada peluang buat gue na, dan lagi disana itu kerjanya kaya robot males ah" decak ell
"kalau mau seneng ya nggak usah kerja" cibir Aruna
"Lo mau biayain hidup gue na?"
"enak aja, mending duit nya gue tabung"
" dasar pelit!" sindir ell pada Aruna
"pelit-pelit gini, gue pernah traktir Lo bakso nya bang Ujang"
"itu udah biasa, traktir gue ke mol dong berani nggak?" sindir ell
" Lo kalau belanja suka gelap mata, bisa-bisa nanti gue langsung bangkrut"
"kan kebukti pelitnya"
"ntar tunggu dulu kalau gue udah kaya, gue jajanin sepuasnya"
"nunggu Lo kaya lama, mending nanti aja gunana?"
"nggak kira-kira Lo ell"
taksi pun sampai, di cabang Klaus group yang menghentikan perdebatan antara Aruna dan ell..
Aruna pun turun..
"gw, turun dulu, doa'in keterima,Lo kalo ngelamar kerja kantor yang
di cari bukan suami" Sindir Aruna pada ell..
"iyaaa, iyaaa sodaraku, tercinta"jawab ell malas
Aruna pun turun, seketika Aruna terpaku melihat klaus group yang jika dari dekat begitu indah, ia yang selama ini hanya melihat Klaus group dari jauh dan majalah hanya bisa tertegun melihat nya, memandang kantor Klaus group yang amat indah, gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, dan beberapa karyawan dengan setelan formal nya berlalu lalang..
"sangat indah, cabangnya saja begini apa lagi pusat nya"gumam Aruna
"Aruna pun melangkah, tetapi sesaat langkahku terhenti, apa aku bisa di terima di perusahaan sebesar dan sebagus ini?, tiba-tiba kepercayaan dirinya hilang. "tunggu,, kenapa aku menjadi pesimis begini seharusnya aku percaya dengan kemampuan ku" gumam Aruna menyemangati dirinya.
setelah berperang dengan. fikirannya
melamar
"diterima tidaknya itu urusan nanti, sekarang telah sampai disini tidak mungkin aku pulang"
ucap Aruna optimis
hingga Aruna sampai di halaman kantor dan di cegat oleh securyty..
maaf nona ada keperluan apa?...tanyanya kepada Aruna
"oh, saya mau ngelamar pekerjaan pak" jawab Aruna
"bisa saya lihat buktinya"tanya Securyty tersebut
Aruna pun memperlihatkan beberapa berkas, yang berisi biodatanya dan surat lamaran kerja, kepada security tersebut
securyty itu pun menggaguk sembari memberikan berkas Aruna kembali...
"baik nona Anda boleh masuk" ucap security
"terima kasih pak" ucap Aruna sembari tersenyum ramah
sampai ke loby ia melihat di sana terlihat sepi, tidak ada orang-orang yang seperti melamar pekerjaan
tanpa menunggu lagi Aruna langsung menuju bertanya ke meja resepsionis, sembari bertanya....
"maaf mbak saya ingin mengajukan lamaran pekerjaan,ruang HRD dimana ya mbak?"
tanyaku Aruna pada resepsionis
karena begitu penasaran, Aruna memberanikan diri bertanya kepada resepsionis tersebut...
"mbak maaf kenapa sepi ya, bukannya ini hari pertama lamaran dibuka?"tanyanya penasaran.
tentu saja penasaran, bagaimana tidak penasaran, aku tidak melihat satu orang pun disana yang melamar pekerjaan..
resepsionis tersebut tersenyum..
"kebanyakan para pelamar, melamar di web resmi perusahaan mbak" jawab resepsionis ramah
Aruna hanya manggut-manggut mendengar kannya, tidakkah lebih bagus melamar secara langsung, akan lebih terlihat sopan bukan? tapi itulah di zaman sekarang ini orang lebih memilih yang instan pikir Aruna
"oh ya, silahkan mbak naik lift ke lantai 4, belok kanan di situ mbak bisa mencari ruang HRD "ucap resepsionis sembari tersenyum ramah kepada Aruna
"terimakasih mbak "balas Aruna tak kalah memperlihatkan senyum ramahnya
Aruna pun segera menuju lift dan memencet lantai nomor 4
tingg...bunyi lift
Aruna pun sampai di lantai 4, terlihat banyak sekali ruangan disana, Aruna jadi bingung, ia turuti petunjuk dari resepsionis tadi
Aruna melangkahkan kaki, dan berbelok ke kanan sesuai anjuran dari resepsionis tadi
mulai ia teliti nama ruang yang tertera di pintu tersebut
"ruang komputer, ruang penggandaan" eja Aruna sembari berjalan memperhatikan satu persatu ruangan
setelah 5 menit pun, Aruna tidak menemukan ruang itu
kaki Aruna mulai lelah, ia berjalan dengan sedikit menunduk.... dan...
brukk....
Aruna menabrak seseorang hingga membuat nya sedikit oleng , tetapi anehnya ia merasa tidak jatuh sedikitpun
Aruna pun mendongak....
sesaat tatapan ia bertemu , Aruna pun terpaku melihatnya....
happy reading
jangan lupa, like, coment, and vote.....